• Terdapat penambahan fitur baru pada www.aidsjateng.or.id yaitu 'TV Spot KPAP'
  • SK Pembentukan KPA Kab/Kota, bisa di download pada menu direktori
  • Data Kasus HIV dan AIDS sampai dengan 31 Desember 2014 adalah 10.804 kasus
  • Sudah Ada 35 KPA Kab/Kota di Jawa Tengah

Berita KPAP

Rapat Koordinasi Rutin Anggota KPA Provinsi Jawa Tengah
ditulis pada 20 2015
Rapat Koordinasi Rapat Koordinasi Rutin Anggota KPA Provinsi Jawa Tengah dengan hasil sebagai berikut : 1.  Penyelenggaraan :     Hari/Tanggal    : Kamis, 22 Januari 2015     Waktu             : 10.00 s/d 13.00 WIB     Tempat           : Ruang Rapat SETDA Prov. Jateng                             Jl. Pahlawan No. 9 Lt.2 Semarang 2.  Tujuan :     a. Koordinasi kegiatan penanggulangan AIDS anggota KPA.     b. Membahas tupoksi, komitmen dan peran masing-masing SKPD anggota KPA sesuai dengan Strategi dan Rencana Aksi Daerah 3.  Susunan Acara :     a. Pembukaan dan arahan disampaikan oleh Wakil Gubernur Provinsi Jawa Tengah selaku Ketua Pelaksana KPA Prov. Jateng;     b. Paparan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Jawa Tengah disampaikan oleh Bapak Kepala Biro Bina Sosial SETDA Provinsi Jawa Tengah selaku Wakil Ketua III KPA Provinsi Jawa Tengah;     c. Diskusi;     d. Penutup; 4.  Hasil:     a. Perlu adanya update data kasus HIV dan AIDS yang cenderung terus meningkat angkanya (dinamis).     b. Upaya promotif dan preventif menjadi penting dalam penanggulangan HIV dan AIDS, sedangkan upaya kuratif dan rehabilitasi baik secara sosial maupun ekonomi masih perlu diperhatikan.     c. Perlu upaya dari segala pihak (SKPD) secara bersama-sama dalam Penanggulangan HIV dan AIDS, sesuai dengan segmen dan tupoksi dari masing-masing SKPD.     d. Perlu adanya pertemuan teknis untuk menyusun program kegiatan, dan menyepakati program apa saja yang perlu dijalankan, sedangkan untuk evaluasi dilakukan dalam 1 (satu) semester.     e. Koordinasi, motivasi dan komitmen diperlukan dalam penanggulangan HIV dan AIDS baik dari sumber daya manusia maupun sumber pendanaan yang berasal dari pemerintah maupun CSR.     f. Perlu adanya pemetaan anggaran, sehingga bisa dirumuskan anggaran penanggulangan HIV dan AIDS tingkat provinsi dan kabupaten/kota yang layak (minimal standard) setelah berakhirnya donor asing. ... selengkapnya

Pertemuan Koordinasi 4 SR dan SSR Provinsi Jawa Tengah
ditulis pada 30 2014
Pertemuan Koordinasi 4 SR dan SSR Provinsi Jawa Tengah Penyelenggaraan :Hari        : Selasa - KamisTanggal  : 15 - 17 April 2014Tempat  : Hotel PANDANARAN               Ballroom Pakubuwono Lantai 1               Jl. Pandanaran No.58 SemarangTujuan : Tersosialisasinya hasil capaian masing-masing SSR dari target yang ada. Diketahuinya kendala dalam pelaksanaan kegiatan 4 SR/SSR dan upaya pemecahannya. Diperolehnya strategi yang akan dilakukan dalam menjalankan program Semester 8 sehingga target dapat tercapai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Peserta :Peserta pertemuan sebanyak 145 orang yang terdiri dari : Peserta provinsi sebanyak 20 orang yang terdiri dari Dinkes Provinsi Jawa Tengah, PKBI Jawa Tengah, PWNU Jawa Tengah, LSM PEKA, dan Sekretariat KPA Provinsi Jawa Tengah. Peserta KPA Kabupaten/Kota sebanyak 125 orang dari 25 Kabupaten/Kota yang masing-masing terdiri dari 5 (lima) orang yang terdiri dari : Sekretaris KPA Kabupaten/Kota Pengelola Program (PP) KPA Kabupaten/Kota Kabid P2 SSR Dinkes Kab/Kota Koordinator SSR PKBI/ Korlap IU NU KDS/peer-support ODHA Hasil :a.Capaian Indikator Semester 8 (Januari – Juni 2014): Penasun yang terjangkau LASS    : 12,1% Distribusi kondom oleh outlet      : 38,51% Laporan tepat waktu                   : 109% Supervisi                                   : 62% Forum Kemitraan                        : 0% b.Rendahnya capaian penasun yang dijangkau LASS disebabkan oleh : Mengakses LASS di Kab/Kota lain LSM Pendamping Penasun sudah tidak aktif lagi SSR PKBI tidak ada program HR Turn-over petugas penjangkau terlalu tinggi (sering berganti-ganti personil). c.Rendahnya capaian distribusi kondom disebabkan oleh : Kondom yang di distribusikan berasal dari sumber lain (BKKBN) Distribusi kondom (melalui outlet) hanya terfokus pada satu lokasi  hotspot saja Adanya keluhan mengenai kualitas kondom (ukuran terlalu besar  dan  lebih tipis dibandingkan kondom sebelumnya) Distribusi kondom di lapangan tidak sesuai Devinisi Operasional d.Kab/Kota yang mendapatkan target Forum Kemitraan : Kota Semarang Kab. Semarang Kota Surakarta Kab. Batang Kab. Kendal Kota Tegal Kab. Tegal Kab. Cilacap Kab. Banyumas e.Permasalahan : Masih kesulitan dalam mendapatkan data dari LSM Penjangkau. Beberapa SKPD belum memiliki kegiatan terkait penanggulangan HIV dan AIDS. WPA perlu mendapatkan dukungan media KIE. Sebagian besar KPA Kab/Kota belum memiliki Perda sebagai landasan hukum yang kuat untuk mendukung kegiatan dan pendanaan KPA. Distribusi kondom dilapangan tidak sesuai Devinsi Operasional, terjadi perebutan lahan antara KPA dengan SSR lainnya.     ... selengkapnya

Supervisi KPA Provinsi Jawa Tengah Q15 di KPA Kabupaten Jepara
ditulis pada 24 2014
Pelaksanaan Monitoring Evaluasi KPA Provinsi Jawa Tengah Q15 di KPA Kabupaten Jepara Penyelenggaraan :Hari       : KamisTanggal : 10 April 2014 Waktu   : 10.00 WIB s/d selesai    Tempat : Sekretariat KPA Kabupaten Jepara, WPA Desa Bumiharjo dan Outlet Kondom DandiTujuan : Memberikan bantuan dan bimbingan teknis kepada unsur Sekretariat KPA Kabupaten Jepara (Pengelola Program dan Pengelola Administrasi). Mengevaluasi pelaksanaan program GF-ATM SSF Semester 8 di KPA Kabupaten Jepara. Diketahuinya kondisi dan masalah respon penanggulangan HIV dan AIDS dan diperolehnya upaya pemecahan masalah penanggulangan HIV dan AIDS di KPA Kabupaten Jepara. Tersusunnya rencana tindak lanjut dalam rangka meningkatkan respon penanggulangan HIV dan AIDS di KPA Kabupaten Jepara.   Hasil : SK pembentukan KPA Kabupaten Jepara adalah dengan no. 196 tahun 2013 dengan Ketua KPA adalah Bupati Jepara. Perda penanggulangan HIV/AIDS Kabupaten Jepara no. 10 tahun 2013 disahkan bulan November 2013 namun belum tersosialisasikan. KPA Kabupaten Jepara mendapatkan anggaran Hibah APBD tahun 2014 dalam penanggulangan HIV dan AIDS sebesar 120 Juta. Kabupaten Jepara memiliki beberapa layanan HIV dan AIDS yaitu: Layanan VCT berjumlah 5 yaitu RSU RA Kartini, RSUD Kelet, Puskesmas Mlonggo, Puskesmas Donorojo dan Puskesmas Pecangaan. Layanan CST berjumlah 1 yaitu RS RA Kartini. Layanan IMS berjumlah 2 yaitu Puskesmas Mlonggo dan  Puskesmas Keling I. Layanan PMTCT berjumlah 1 yaitu Puskesmas Mlonggo. KPA Kabupaten Pati telah membentuk 13 WPA di tingkat desa yaitu : Desa Bandungharjo, Ujungwatu, Bumiharjo, Cepogo, Kaliaman, Kedungleper, Bangsri, Srobyong, Mororejo, Bandengan, Lebak, Bugel, Troso. LSM Peduli AIDS di Kabupaten Pati ada 3 yaitu: ASA PKBI, Graha Mitra dan Fatayat NU namun yang aktif di lapangan hanya fatayat NU. Data pemetaan Populasi Kunci untuk penasun 0 (tidak ada penasun di Kabupaten Jepara, namun dari KPAN mengirim jarum suntik ke KPA Kab. Jepara. Tahun 2014 ketua KPA Kab. Jepara belum pernah memimpin rapat dalam rangka penanggulangan HIV/AIDS. Lokasi hotspot area di Kab. Jepara : Pecinan  à Populasi WPS TL Suwilah à Populasi WPS L SJC (Karaoke) à Populasi WPS TL Pecangaan à Populasi WPS TL Pungkruk à Populasi WPS TL Kegiatan Penanggulangan HIV dan AIDS yang dilakukan oleh SKPD Kabupaten Jepara tahun 2013 dan 2014 adalah : Dinas Kesehatan : Pertemuan ormas, Pemeriksaan IMS dan VCT mobile, HAS dan koordinasi dengan KDS Jepara Plus. Dinsosnakertrans : sosialisasi penanggulangan HIV & AIDS di perusahaan. BP2KB : sosialisasi ke remaja melalui program KRR. Dinas Pariwisata : sosialisasi ke desa pungkruk melibatkan kepolisian. Laporan SRAN bulan Januari belum data lama dan baru, tidak rutin dikirim ke provisi tiap bulannya, laporan desember 2013 sd maret 2014 belum ada tanda tangan pengelola program dan sekretaris serta tidak ada stampelnya, pengiriman laporan ke provinsi baik softcopy maupun hardcopy selalu telat. Laporan kegiatan dari februari, maret 2014 pengelola program dan sekretaris serta belum ada tanda tangan dan tidak ada stampelnya, pengiriman laporan ke provinsi baik softcopy maupun hardcopy selalu telat. Laporan 3 bulanan bagian capaian program belum menggunakan diagram target dan capaian, penjelasan kegiatan kurang alasan dana tidak terserap, hardcopy Q13 sd Q15 tidak di arsip. Outlet Kondom di Kabupaten Jepara berjumlah 14 outlet, namun 3 outlet sudah tidak aktif, pembentukan outlet baru ada 4 outlet. Target distribusi kondom KPA Kab. Jepara pada Semester 8 adalah 14.164 dan capaiannya 2.593 (18%). Kendala yang dihadapi : Layanan IMS : kunjungan IMS mobile di pungkruk rendah. Penjangkauan WPS : tidak adanya lokalisasi menyulitkan dalam pemberian sosialisasi dan pemeriksaan IMS/VCT. SKPD PMTS : SKPD kecuali kesehatan belum berkontribusi terhadap penanggulangan HIV/AIDS. WPA : kurangnya anggaran dana dan kegiatan. LSM terkait : ASA PKBI tidak ada program kegiatan dan tidak pernah melaporkan ke KPA Kab. Jepara. SKPD Disdik : Pernah melakukan sosiliasi ke seluruh tenaga TU SMP dan SMA tentang HIV/AIDS namun TOT ke siswa tidak berjalan. Kunjungan WPA Desa Bumiharjo: WPA terbentuk sejak 25 Juni 2013, SK disahkan oleh kepala desa. Kegiatan yang telah dilakukan antara lain penyuluhan narkoba, HIV/AIDS pada penderita dan keluarga ODHA, bimbingan mental, konseling, keagamaan serta moral pada penderita HIV/AIDS, Pemetaan warga risti, pelatihan pemulasaran jenazah untuk moden. Belum ada anggaran dana khusus dari APBD untuk penanggulangan HIV/AIDS. Hambatan yang dihadapi antara lain masih adanya diskriminasi di masyarakat, risti jarang ikut pengajian / kegiatan sosialisasi di masyarakat sehingga tidak mengikuti kegiatan VCT dan IMS. Kunjungan Outlet kondom Dandi : Outlet ini terbentuk pada bulan Desember tahun 2012. Sasaran populasi kuncinya adalah LSL dan Waria. Kendala yang dihadapi adalah : Dalam hal administrasi/keuangan terdapat beberapa hal yang belum ada file/belum sesuai dengan aturan pengelolaan Global Fund : analisis varian, permintaan dana, permintaan dana, surat masuk, surat keluar, nota dinas, buku bantu bank, SPK staf tahun 2014 dan rekening koran. SKPD belum mengetahui tentang tupoksinya dalam penanggualang HIV dan AIDS. Kegiatan WPA terkendala pada dana kegiatan.       ... selengkapnya

Supervisi KPA Provinsi Jawa Tengah Q15 di KPA Kabupaten Pati
ditulis pada 25 2014
Pelaksanaan Monitoring Evaluasi KPA Provinsi Jawa Tengah Q15 di KPA Kabupaten Pati   Penyelenggaraan :Hari       : Senin - SelasaTanggal : 7 - 8 April 2014 Waktu   : 10.00 WIB s/d selesai    Tempat : Sekretariat KPA Kabupaten Pati, WPA Desa Margorejo dan Outlet Kondom MasturTujuan : Memberikan bantuan dan bimbingan teknis kepada unsur Sekretariat KPA Kabupaten Pati (Sekretaris, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi). Mengevaluasi pelaksanaan program GF-ATM SSF Semester 8 di KPA Kabupaten Pati. Diketahuinya kondisi dan masalah respon penanggulangan HIV dan AIDS dan diperolehnya upaya pemecahan masalah penanggulangan HIV dan AIDS di KPA Kabupaten Pati. Tersusunnya rencana tindak lanjut dalam rangka meningkatkan respon penanggulangan HIV dan AIDS di KPA Kabupaten Pati. Peserta :Peserta sebanyak adalah 14 orang terdiri dari KPA Prov. Jateng, Sekretariat KPA Kabupaten Pati, Pengurus WPA Desa Margorejo dan Pengelola Outlet Kondom Mastur.Hasil : SK pembentukan KPA Kabupaten Pati adalah dengan no. 443.22/1355/2012 dengan Ketua KPA adalah Bupati Pati. KPA Kabupaten Pati mendapatkan anggaran Hibah APBD tahun 2014 dalam penanggulangan HIV dan AIDS sebesar 100 Juta, namun perencanaan kegiatan masih dilakukan oleh Kesra. Kabupaten Pati memiliki beberapa layanan HIV dan AIDS yaitu :   Layanan VCT berjumlah 3 yaitu RSUD Soewondo, RSUD Kayen, BKPM Pati. Namun RSUD Soewondo belum dapat melayani one day service. Layanan CST berjumlah 1 yaitu RSUD Soewondo. Layanan IMS berjumlah 2 yaitu Puskesmas Batangan dan  Puskesmas Margorejo. Layanan PMTCT berjumlah 1 yaitu RSUD Soewondo.   KPA Kabupaten Pati telah membentuk 1o WPA di tingkat Kelurahan yaitu :Desa Batursari dan Desa Gajah Kumpul di Kecamatan Batangan, Desa Bumirejo dan Desa Bajomulyo di Kecamatan Juwana, Desa Gabus dan Desa Karaban di Kecamatan Gabus, Desa Margorejao dan Desa Muktiharjo di Kecamatan Margorejo dan Desa Winong dan Desa Gajahmati di Kecamatan Pati. LSM Peduli AIDS di Kabupaten Pati ada 3 yaitu: Yayasan Sheep Indonesia, Aliansi Remaja Independen dan Fatayat NU dan Organisasi Populasi Kunci yaitu KDS Rumah Matahari. Data pemetaan Populasi Kunci masih direvisi. Lokasi populasi kunci yang jumlahnya cukup besar adalah :   Lorong Indah   Populasi WPS L dan WPS TL Belakang Pasar Hewan  Populasi WPS L Margoayu  Populasi WPS L Batursari  Populasi WPS L Jatiwangi  Populasi WPS L   Kegiatan Penanggulangan HIV dan AIDS yang dilakukan oleh SKPD Kabupaten Pati adalah :   Di Tahun 2013 Kesra Bagian Sosial memberikan bantuan berupa nutrisi bagi anak-anak ODHA. Bapermasdes di Tahun 2014 akan melakukan sosialisasi penanggulangan HIV & AIDS di 5 Kecamatan di Kabupaten Pati.   Laporan kegiatan dan Laporan 3 bulanan sudah bagus, namun untuk laporan SRAN data yang diperoleh hanya dari Dinas Kesehatan, sedangkan untuk data dari LSM tidak pernah dikirimkan. Outlet Kondom di Kabupaten Pati berjumlah 63 outlet, namun 5 outlet sudah tidak aktif, sehingga jumlah outlet kondom aktif adalah 58 outlet. Target distribusi kondom KPA Kota Surakarta pada Semester 8 adalah 19.636 dan capaiannya 5.571 (28%). Kunjungan WPA Desa Margorejo: WPA terbentuk sejak bulan Juni 2013, belum terdapat SK karena menunggu contoh dari KPA Kabupaten Pati. Namun kegiatan sosialisasi sudah dilakukan dengan cara memasukkan materi penanggulangan HIV dan AIDS pada acara-acara RW dan pertemuan Remaja yang dilaksanakan setiap bulan. Stigma dan diskriminasi masih ada, karena belum ada peran dari masyarakat dalam penanggulangan HIV dan AIDS. Dana yang digunakan adalah APBDes pada bidang kesehatan. Kunjungan Outlet kondom Mastur : Outlet ini terbentuk pada bulan Desember tahun 2012 merupakan outlet yang ada di lokasi lorong indah dan sasaran populasi kuncinya adalah WPS langsung. Kendala yang dihadapi adalah :   Dalam hal administrasi/keuangan terdapat beberapa hal yang belum sesuai dengan aturan pengelolaan Global Fund : analisis varian dan permintaan dana belum difile dengan baik, pencatatan kas kecil belum rapi, buku bank belum ada yang dicatat secara manual. SKPD belum mengetahui tentang tupoksinya dalam penanggualang HIV dan AIDS. KPA Kabupaten Pati masih kesulitan dalam mendapatkan data penjangkauan dari LSM. Terdapat beberapa ODHA yang tidak mau didampingi.   ... selengkapnya

Supervisi KPA Provinsi Jawa Tengah Q15 di KPA Kabupaten Grobogan
ditulis pada 25 2014
Pelaksanaan Monitoring Evaluasi KPA Provinsi Jawa Tengah Q15 di KPA Kabupaten Grobogan Penyelenggaraan :Hari       : SeninTanggal : 7 April 2014 Waktu   : 09.00 WIB s/d selesai    Tempat : Sekretariat KPA Kabupaten Grobogan, WPA Desa Ngembak, WPA Kelurahan Purwodadi dan Outlet Kondom Rahadi Santika.Tujuan : Memberikan bantuan dan bimbingan teknis kepada unsur Sekretariat KPA Kabupaten Grobogan (Sekretaris, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi). Mengevaluasi pelaksanaan program GF-ATM SSF Semester 8 di KPA Kabupaten Grobogan. Diketahuinya kondisi dan masalah respon penanggulangan HIV dan AIDS dan diperolehnya upaya pemecahan masalah penanggulangan HIV dan AIDS di KPA Kabupaten Grobogan. Tersusunnya rencana tindak lanjut dalam rangka meningkatkan respon penanggulangan HIV dan AIDS di KPA Kabupaten Grobogan. Peserta :Peserta sebanyak adalah 16 orang terdiri dari KPA Prov. Jateng (5 org), Biro Binsos (2 org), Sekretariat KPA Kabupaten Jepara (3 org), Pengurus WPA Desa Bumiharjo (5 org) dan Pengelola Outlet Kondom Dandi (1 org).Hasil : SK pembentukan KPA Kabupaten Jepara adalah dengan no. 196 tahun 2013 dengan Ketua KPA adalah Bupati Jepara. Perda penanggulangan HIV/AIDS Kabupaten Jepara no. 10 tahun 2013 disahkan bulan November 2013 namun belum tersosialisasikan. KPA Kabupaten Jepara mendapatkan anggaran Hibah APBD tahun 2014 dalam penanggulangan HIV dan AIDS sebesar 120 Juta. Kabupaten Jepara memiliki beberapa layanan HIV dan AIDS yaitu:   Layanan VCT berjumlah 5 yaitu RSU RA Kartini, RSUD Kelet, Puskesmas Mlonggo, Puskesmas Donorojo dan Puskesmas Pecangaan. Layanan CST berjumlah 1 yaitu RS RA Kartini. Layanan IMS berjumlah 2 yaitu Puskesmas Mlonggo dan  Puskesmas Keling I. Layanan PMTCT berjumlah 1 yaitu Puskesmas Mlonggo. KPA Kabupaten Pati telah membentuk 13 WPA di tingkat desa yaitu : Desa Bandungharjo, Ujungwatu, Bumiharjo, Cepogo, Kaliaman, Kedungleper, Bangsri, Srobyong, Mororejo, Bandengan, Lebak, Bugel, Troso. LSM Peduli AIDS di Kabupaten Pati ada 3 yaitu: ASA PKBI, Graha Mitra dan Fatayat NU namun yang aktif di lapangan hanya fatayat NU. Data pemetaan Populasi Kunci untuk penasun 0 (tidak ada penasun di Kabupaten Jepara, namun dari KPAN mengirim jarum suntik ke KPA Kab. Jepara. Tahun 2014 ketua KPA Kab. Jepara belum pernah memimpin rapat dalam rangka penanggulangan HIV/AIDS. Lokasi hotspot area di Kab. Jepara : Pecinan  --> Populasi WPS TL Suwilah --> Populasi WPS L SJC (Karaoke) --> Populasi WPS TL Pecangaan --> Populasi WPS TL Pungkruk --> Populasi WPS TL Kegiatan Penanggulangan HIV dan AIDS yang dilakukan oleh SKPD Kabupaten Jepara tahun 2013 dan 2014 adalah : Dinas Kesehatan : Pertemuan ormas, Pemeriksaan IMS dan VCT mobile, HAS dan koordinasi dengan KDS Jepara Plus. Dinsosnakertrans : sosialisasi penanggulangan HIV & AIDS di perusahaan. BP2KB : sosialisasi ke remaja melalui program KRR. Dinas Pariwisata : sosialisasi ke desa pungkruk melibatkan kepolisian. Laporan SRAN bulan Januari belum data lama dan baru, tidak rutin dikirim ke provisi tiap bulannya, laporan desember 2013 sd maret 2014 belum ada tanda tangan pengelola program dan sekretaris serta tidak ada stampelnya, pengiriman laporan ke provinsi baik softcopy maupun hardcopy selalu telat. Laporan kegiatan dari februari, maret 2014 pengelola program dan sekretaris serta belum ada tanda tangan dan tidak ada stampelnya, pengiriman laporan ke provinsi baik softcopy maupun hardcopy selalu telat. Laporan 3 bulanan bagian capaian program belum menggunakan diagram target dan capaian, penjelasan kegiatan kurang alasan dana tidak terserap, hardcopy Q13 sd Q15 tidak di arsip. Outlet Kondom di Kabupaten Jepara berjumlah 14 outlet, namun 3 outlet sudah tidak aktif, pembentukan outlet baru ada 4 outlet. Target distribusi kondom KPA Kab. Jepara pada Semester 8 adalah 14.164 dan capaiannya 2.593 (18%). Kendala yang dihadapi : Layanan IMS : kunjungan IMS mobile di pungkruk rendah. Penjangkauan WPS : tidak adanya lokalisasi menyulitkan dalam pemberian sosialisasi dan pemeriksaan IMS/VCT. SKPD PMTS : SKPD kecuali kesehatan belum berkontribusi terhadap penanggulangan HIV/AIDS. WPA : kurangnya anggaran dana dan kegiatan. LSM terkait : ASA PKBI tidak ada program kegiatan dan tidak pernah melaporkan ke KPA Kab. Jepara. SKPD Disdik : Pernah melakukan sosiliasi ke seluruh tenaga TU SMP dan SMA tentang HIV/AIDS namun TOT ke siswa tidak berjalan. Kunjungan WPA Desa Bumiharjo: WPA terbentuk sejak 25 Juni 2013, SK disahkan oleh kepala desa. Kegiatan yang telah dilakukan antara lain penyuluhan narkoba, HIV/AIDS pada penderita dan keluarga ODHA, bimbingan mental, konseling, keagamaan serta moral pada penderita HIV/AIDS, Pemetaan warga risti, pelatihan pemulasaran jenazah untuk moden. Belum ada anggaran dana khusus dari APBD untuk penanggulangan HIV/AIDS. Hambatan yang dihadapi antara lain masih adanya diskriminasi di masyarakat, risti jarang ikut pengajian / kegiatan sosialisasi di masyarakat sehingga tidak mengikuti kegiatan VCT dan IMS. Kunjungan Outlet kondom Dandi : Outlet ini terbentuk pada bulan Desember tahun 2012. Sasaran populasi kuncinya adalah LSL dan Waria. Kendala yang dihadapi adalah : Dalam hal administrasi/keuangan terdapat beberapa hal yang belum ada file/belum sesuai dengan aturan pengelolaan Global Fund : analisis varian, permintaan dana, permintaan dana, surat masuk, surat keluar, nota dinas, buku bantu bank, SPK staf tahun 2014 dan rekening koran. SKPD belum mengetahui tentang tupoksinya dalam penanggualang HIV dan AIDS. Kegiatan WPA terkendala pada dana kegiatan.         ... selengkapnya

Supervisi KPA Provinsi Jawa Tengah Q15 di KPA Kabupaten Brebes
ditulis pada 25 2014
Pelaksanaan Monitoring Evaluasi KPA Provinsi Jawa Tengah Q15 di KPA Kabupaten Brebes Penyelenggaraan :Hari       : KamisTanggal : 3 April 2014 Waktu   : 09.00 WIB s/d selesai    Tempat : Sekretariat KPA Kabupaten Brebes, WPA Kelurahan Brebes dan Outlet Kondom Ulung.Tujuan : Memberikan bantuan dan bimbingan teknis kepada unsur Sekretariat KPA Kabupaten Brebes (Sekretaris, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi). Mengevaluasi pelaksanaan program GF-ATM SSF Semester 8 di KPA Kabupaten Brebes. Diketahuinya kondisi dan masalah respon penanggulangan HIV dan AIDS dan diperolehnya upaya pemecahan masalah penanggulangan HIV dan AIDS di KPA Kabupaten Brebes. Tersusunnya rencana tindak lanjut dalam rangka meningkatkan respon penanggulangan HIV dan AIDS di KPA Kabupaten Brebes. Peserta :Peserta sebanyak adalah 13 orang terdiri dari KPA Prov. Jateng, Sekretariat KPA Kabupaten Brebes, Pengurus WPA Kelurahan Brebes,  dan Pengelola Outlet Kondom Ulung.Hasil : SK pembentukan KPA Kabupaten Brebes adalah dengan no. 440/178/2013 dengan Ketua KPA adalah Bupati Brebes. KPA Kabupaten Brebes mendapatkan anggaran APBD tahun 2014 dalam penanggulangan HIV dan AIDS sebesar 100 Juta. Kabupaten Brebes memiliki beberapa layanan HIV dan AIDS yaitu:   Layanan VCT berjumlah 3 yaitu RSUD Brebes, RSUD Bumiayu, dan Puskesmas Brebes. Layanan CST berjumlah 1 yaitu RSUD Brebes. Layanan IMS berjumlah 2 yaitu Puskesmas Bulakamba dan  Puskesmas Brebes.   KPA Kabupaten brebes telah membentuk 10 WPA di tingkat Desa yaitu : Kelurahan Brebes, Kecamatan Brebes; Ds.Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes; Kaligangsa Wetan, Kecamatan Brebes; Ds.Pesantunan, Kecamatan Wanasari; Ds.Kluwut, Kecamatan Bulakamba; Desa Banjaratma, Kecamatan Bulakamba; Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung; Desa Kecipir, Kecamatan Losari; Desa Limbangan, Kecamatan Kersana; Desa Jatibarang Kidul, Kecamaran Jatibarang. LSM Peduli AIDS di Kabupaten Brebes ada 1 yaitu Fatayat NU 1 Kab.Tegal. Data Penjangkauan Populasi Kunci yang ada di Kabupaten Brebes adalah :   WPS Langsung    : 263 Waria                 : 70 LSL                    : 101 Pelanggan/HRM   : 758   Lokasi populasi kunci yang jumlahnya cukup besar adalah : Pelabuhan Kluwud  Populasi HRM Warung Tonjong  Populasi WPS L Warung Losari   Populasi WPS L Kegiatan Penanggulangan HIV dan AIDS yang dilakukan oleh SKPD Kabupaten Brebes adalah :   Dinas Perhubungan di tahun 2013 menyediakan sarana dan prasarana untuk siaran radio di Kabupaten Brebes, dengan materi HIV/AIDS yang difasilitasi oleh KPA Kabupaten Brebes. Kegiatan ini akan berlanjut di tahun 2014. Dinas Sosial di tahun 2013 melakukan kegiatan berupa pemberian bantuan pada ODHA berupa dana usaha sebesar satu juta rupiah. Bapermas/PMDK (Kantor Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan) di tahun 2014 akan mengadakan kegiatan sosialisasi tentang HIV/AIDS kepada SKPD di Kabupaten Brebes.   Laporan SRAN di bulan Januari dan Februari belum selesai dikerjakan dan belum dibubuhi tanda tangan oleh PP dan Sekretaris KPA. Sedangkan laporan kegiatan, pada kolom dana GF masih belum sesuai, dan belum dibubuhi tanda tangan PP dan Sekretaris. Pada laporan 3 bulanan pada kolom pelaksanaan kegiatan masih kurang detail dan belum menggunakan gantt chat dalam pelaporannya. Outlet Kondom di Kabupaten Brebes berjumlah 99 outlet, outlet aktif berjumlah 25 dan sisanya 74 outlet berstatus tidak aktif. Target distribusi kondom KPA Kabupaten Brebes pada Semester 8 adalah 41.782 dan capaiannya (jan-feb) 7.551 (18,07%). Capaian kondom di bulan maret masih belum diisi sehingga masih kosong jumlahnya.Kunjungan WPA Kelurahan Brebes, Kecamatan brebes, Kabupaten Brebes : WPA ini terbentuk sejak tanggal 29 Oktober 2013 dengan SK yang dikeluarkan oleh Kepala Kelurahan. Kegiatan yang telah dilakukan adalah sosialisasi oleh kader posyandu pada pertemuan PKK yang dilaksanakan setiap bulan dan KP Ibu. Hambatan yang di hadapi yakni sumber dana untuk melaksanakan kegiatan WPA. Kendala yang dihadapi adalah : Dalam hal administrasi/keuangan terdapat beberapa hal yang belum sesuai dengan aturan pengelolaan Global Fund : Surat keluar dan TOR kegiatan, SPK staff yang belum ada, File buku bank belum ada dan buku kas kecil yang belum sempurna. Sarana dan Prasarana pada layanan IMS di Puskesmas Bulakamba belum memadai. Akses layanan VCT yang terlalu jauh sehingga sulit mengaksesnya. Sulit menjangkau komunitas penasun. Kurangnya petugas penjangkau di lapangan. Tidak adanya pelatihan dan fasilitasi untuk WPA di Kabupaten Brebes. Pendampingan oleh KDS masih kurang optimal.  Inovasi yang di lakukan oleh KPA Kabupaten Brebes adalah mengembangkan layanan VCT di puskesmas Losari, Paguyangan dan Tonjong. Selain itu mengadakan sosialisasi melalui kader posyandu untuk WPA.   ... selengkapnya

Supervisi KPA Provinsi Jawa Tengah Q15 di KPA Kabupaten Pemalang
ditulis pada 25 2014
Pelaksanaan Monitoring Evaluasi KPA Provinsi Jawa Tengah Q15 di KPA Kabupaten Pemalang Penyelenggaraan :Hari       : RabuTanggal : 2 April 2014 Waktu   : 09.00 WIB s/d selesai    Tempat : Sekretariat KPA Kabupaten Pemalang, WPA Desa Lowa dan Outlet Kondom YoyoTujuan : Memberikan bantuan dan bimbingan teknis kepada unsur Sekretariat KPA Kabupaten Pemalang (Sekretaris, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi). Mengevaluasi pelaksanaan program GF-ATM SSF Semester 8 di KPA Kabupaten Pemalang. Diketahuinya kondisi dan masalah respon penanggulangan HIV dan AIDS dan diperolehnya upaya pemecahan masalah penanggulangan HIV dan AIDS di KPA Kabupaten Pemalang. Tersusunnya rencana tindak lanjut dalam rangka meningkatkan respon penanggulangan HIV dan AIDS di KPA Kabupaten Pemalang. Hasil : SK pembentukan KPA Kabupaten Pemalang adalah dengan no.  188.4/727/2012 dengan Ketua KPA adalah Bupati Pemalang. KPA Kabupaten Pemalang mendapatkan anggaran APBD tahun 2014 dalam penanggulangan HIV dan AIDS sebesar 120 Juta. Kabupaten Pemalang memiliki beberapa layanan HIV dan AIDS yaitu :   Layanan VCT berjumlah 1 yaitu RSUD dr.M.Ashari. Layanan CST berjumlah 1 yaitu RSUD dr.M.Ashari. Layanan IMS berjumlah 2 yaitu Puskesmas Kebondalem dan  Puskesmas Purwoharjo. KPA Kabupaten Pemalang telah membentuk 10 WPA di tingkat Desa/Kelurahan yaitu : Kelurahan Pelutan, Kecamatan Pemalang; Kelurahan Mulyoharjo, Kecamatan Pemalang; Kelurahan Bojongbata, Kecamatan Pemalang; Kelurahan Paduraksa, Kecamatan Pemalang; Desa Sungapan Kecamatan Pemalang; Desa Tambakrejo, Kecamatan Pemalang; Desa Jatirejo, Kecamatan Ampelgading; Desa Klegen, Kecamatan Comal; Desa Gandu, Kecamatan Comal dan Desa Lowa, Kecamatan Comal. LSM Peduli AIDS di Kabupaten Pemalang ada 1 yaitu Fatayat NU 1 Jateng. Pemetaan Populasi Kunci yang ada di Kabupaten Pemalang adalah: Penasun                 : 1 WPS Langsung        : 120 WPS tidak langsung : 98 Waria                     : 68 LSL                        : 91 Pelanggan/HRM       : 1.258 Lokasi populasi kunci yang jumlahnya cukup besar adalah : Kendaldoyong   Populasi LSL Karaoke Kec.Pemalang  Populasi WPS L dan HRM Ambalowo  Populasi WPS L Kegiatan Penanggulangan HIV dan AIDS yang dilakukan oleh SKPD Kabupaten Pemalang adalah : Bagian Kesra di tahun 2013 melakukan sharing dana kegiatan-kegiatan KPA Kabupaten Pemalang. Bapermas KB Kabupaten Pemalang di tahun 2013 melakukan kegiatan sosialisasi. Laporan SRAN di bulan Januari dan Februari masih ada yang salah dan belum sesuai. Sedangkan laporan kegiatan masih ada yang salah pada kolom Dana GF. Laporan 3 bulanan pada kolom pelaksanaan kegiatan belum sesuai dengan tabel serapan dan capaian program masih kurang detail. Outlet Kondom di Kabupaten Pemalang berjumlah 53 outlet, dan aktif semua. Target distribusi kondom KPA Kabupaten Pemalang pada Semester 8 adalah 29.874 dan capaiannya 14.758 (49,4%). Kunjungan WPA Desa Lowa, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang : WPA ini terbentuk sejak tanggal 7 Januari 2014 dan belum memiliki SK. Kegiatan yang telah dilakukan adalah sosialisasi dengan cara memasukkan materi penanggulangan HIV dan AIDS pada pertemuan PKK yang dilaksanakan setiap bulan. Hambatan yang di hadapi yakni masih banyaknya masyarakat yang minim pengetahuan tentang HIV/AIDS. Kendala yang dihadapi adalah : Dalam hal administrasi/keuangan terdapat beberapa hal yang belum sesuai dengan aturan pengelolaan Global Fund : SPK staf belum ada, laporan kegiatan ND belum ada, hardcopy analisis varian dan permintaan dana masih kurang sempurna. Masih minimnya jumlah layanan VCT. Tidak adanya petugas penjangkau yang menjangkau komunitas penasun. Kurangnya dukungan dari SKPD sehingga masalah HIV tidak menjadi prioritas sebagai masalah yang harus segera ditangani. Selain itu kurangnya dukungan SKPD dalam hal pendanaan.   ... selengkapnya

Supervisi KPA Provinsi Jawa Tengah Q15 di KPA Kabupaten Magelang
ditulis pada 28 2014
Pelaksanaan Monitoring Evaluasi KPA Provinsi Jawa Tengah Q15 di KPA Kabupaten Magelang Penyelenggaraan :Hari       : SelasaTanggal : 1 April 2014 Waktu    : 10.00 WIB s/d selesai    Tempat  : Sekretariat KPA Kabupaten Magelang, WPA Kecamatan Borobudur dan Outlet Kondom MuntasionoTujuan : Memberikan bantuan dan bimbingan teknis kepada unsur Sekretariat KPA Kabupaten Magelang (Sekretaris, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi). Mengevaluasi pelaksanaan program GF-ATM SSF Semester 8 di KPA Kabupaten Magelang. Diketahuinya kondisi dan masalah respon penanggulangan HIV dan AIDS dan diperolehnya upaya pemecahan masalah penanggulangan HIV dan AIDS di KPA Kabupaten Magelang. Tersusunnya rencana tindak lanjut dalam rangka meningkatkan respon penanggulangan HIV dan AIDS di KPA Kabupaten Magelang. Peserta Peserta sebanyak adalah 20 orang terdiri dari KPA Prov. Jateng, Sekretariat KPA Kabupaten Magelang, Pengurus WPA Kecamatan Borobudur,  dan Pengelola Outlet Kondom Muntasiono.Hasil : SK pembentukan KPA Kabupaten Magelang adalah dengan no.  188.45/26/KEP/06/2013 dengan Ketua KPA adalah Bupati Magelang; akan tetapi KPA Kabupaten Magelang belum membentuk Pokja KPA yang membantu tugas-tugas KPA. KPA Kabupaten Magelang mendapatkan anggaran APBD tahun 2014 dalam penanggulangan HIV dan AIDS sebesar 24 Juta. Kabupaten Magelang memiliki beberapa layanan HIV dan AIDS yaitu :   Layanan VCT berjumlah 1 yaitu RSUD Muntilan. Layanan CST berjumlah 1 yaitu RSUD Muntilan. Layanan IMS berjumlah 2 yaitu Puskesmas II Muntilan dan  Puskesmas Secang. KPA Kabupaten Magelang telah membentuk 10 WPA di tingkat Kecamatan, tetapi semua WPA belum di-SK-kan, yaitu : Kec. Secang Kec. Grabag Kec. Ngablak Kec. Bandongan Kec. Mertoyudan Kec. Mungkid Kec. Sawangan Kec. Srumbung Kec. Borobudur Kec. Muntilan LSM Peduli AIDS di Kabupaten Pemalang ada 1 yaitu Be-positive. Lokasi populasi kunci yang jumlahnya cukup besar adalah : Terminal Grabag --> Populasi WPSL dan TL Ketep --> WPSL dan TL Terminal Muntilan --> WPSL dan TL Ngluwar --> WPSL dan TL Lapangan Mungkid --> LSL dan Waria Softcopy dan hard copy laporan masih belum secara rutin (bulanan) dikirim ke KPA Provinsi. Outlet Kondom di Kabupaten Magelang berjumlah 37 outlet, 25 outlet aktif, dan 12 outlet lainnya tidak aktif. Target distribusi kondom KPA Kabupaten Pemalang pada Semester 8 adalah 28.896 dan capaiannya 10.413 (36%). Kunjungan WPA Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang : Belum memiliki SK, belum melakukan kegiatan, dan unsur-unsur WPA belum ada dan belum aktif. Kendala yang dihadapi adalah : Penjadwalan VCT mobile pada malam hari dirasa cukup memberatkan bagi petugas puskesmas karena berdomisili di luar kota. Klaim tes CD4 di Prodia lebih mahal dibandingkan dengan dana yang tersedia di GF, selisih 75 ribu. Belum bisa mengintervensi perusahaan-perusahaan untuk melakukan upaya P2 HIV & AIDS, terutama pada HRM. Belum ada pokja KPA.     ... selengkapnya