• Terdapat penambahan fitur baru pada www.aidsjateng.or.id yaitu 'TV Spot KPAP'
  • SK Pembentukan KPA Kab/Kota, bisa di download pada menu direktori
  • Data Kasus HIV dan AIDS sampai dengan 31 Desember 2014 adalah 10.804 kasus
  • Sudah Ada 35 KPA Kab/Kota di Jawa Tengah

Berita KPAP

Audiensi Program Penanggulangan HIV dan AIDS di KPA Kabupaten Magelang
ditulis pada 21 2012
Audiensi dilaksanakan pada tanggal 9 Oktober 2012, bertempat di Ruang Rapat Wakil Bupati Kab. Magelang. Tujuan audiensi adalah: Diketahuinya kondisi dan masalah respon Penanggulangan HIV&AIDS di Kab. Magelang. Diperolehnya upaya pemecahan masalah Penanggulangan HIV&AIDS di Kab. Magelang. Tersusunnya Rencana Tindak Lanjut dalam rangka meningkatkan Respon penanggulangan AIDS di Kab. Magelang. Hasil audiensi adalah : Acara dibuka oleh Bapak Wakil Bupati Kab. Magelang. Kegiatan penanggulangan HIV dan AIDS yang telah dilaksanakan di Kab. Magelang antara lain sebagai berikut : Konsolidasi Organisasi KPA Sosialisasi HIV/AIDS pada Kelompok Pelajar Pelayanan VCT Pengamanan Darah Donor dan Produk Darah  Surveilans / Pengawasan  Kaji banding ke KPA Kabupaten lain (dalam rangka penguatan kelembagaan KPA) Alokasi dana APBD untuk KPA Kab. Magelang tahun 2012 adalah Rp. 20.000.000 Permasalahan KPA di Kab. Magelang : Masih dalam upaya penguatan kelembagaan dengan pemahaman peran anggota KPA Program Kerja masih belum tersusun secara terintegrasi (melekat pada SKPD masing-masing)  Pendanaan masih melekat di SKPD masing-masing Masih diperlukan kajian tentang unsur keanggotaan (perlunya LSM/Ormas, Toma Toga) Belum ada tenaga full timer Penanganan ODHA di Kab. Magelang: Pelayanan VCT Perawatan dan Terapi  Infeksi  Oportunitis Pelayanan untuk Kolaborasi TB-HIV Merujuk  ke RS untuk pengobatan ARV  Kerja sama dengan LSM untuk pendampingan (rintisan)  Pencegahan Infeksi HIV dari Ibu ke Anaknya  Surveilans / Pengawasan Kasus HIV & AIDS: Kasus yang dilaporkan di Provinsi dan KPA Kab. Magelang; sampai dengan  Juni 2012 data yang terkumpul di Dinkes Provinsi sebanyak 18 kasus, sementara data Dinkes Kab. Magelang sejumlah 28 kasus Kasus AIDS tertinggi menurut umur di Kab. Magelang Tahun 2012 adalah umur 35-40 tahun (32,1%). Kasus AIDS tertinggi menurut pekerjaan di Kab. Magelang Tahun 2012 adalah buruh (55%). Layanan Kesehatan : Kab. Magelang sudah mempunyai layanan kesehatan Klinik VCT di RSUD Kab. Magelang, namun belum memiliki klinik CST. Penjangkauan : LSM Sahabat Sehati yang ada di Kab. Magelang belum memiliki program penanggulangan HIV dan AIDS, Program yang ada adalah perlindungan kekerasan kepada ibu dan anak. Kab. Magelang pada tahun 2013 akan mendapatkan bantuan dana hibah GF-ATM SSF Phase 2.     ... selengkapnya

Audiensi Program Penanggulangan HIV dan AIDS di KPA Kabupaten Sragen
ditulis pada 21 2012
Audiensi dilaksanakan pada tanggal 8 Oktober 2012, bertempat di Ruang Krida Manggala Setda Kab. Sragen. Tujuan audiensi adalah : Diketahuinya kondisi dan masalah respon Penanggulangan HIV&AIDS di Kab. Sragen. Diperolehnya upaya pemecahan masalah Penanggulangan HIV&AIDS di Kab. Sragen. Tersusunnya Rencana Tindak Lanjut dalam rangka meningkatkan Respon penanggulangan AIDS di Kab. Sragen. Hasil audiensi adalah : Acara dibuka oleh Ibu Sekda Kab. Sragen. Kegiatan pencegahan dan penanggulangan HIV & AIDS yang telah dilaksanakan di Kab. Sragen antara lain sebagai berikut : Supervisi, monitor klinik VCT dan CST yang ada di RSUD Sragen. Meningkatkan kerja sama dengan KPAD, VCT/CST, dan KDS (lintas program dan lintas sektor) dalam pencegahan dan penanggulangan kasus HIV & AIDS. Bersama KPAD melakukan penyuluhan HIV & AIDS di Lapas, Pembinaan Waria Sedap Malam, Penyuluhan para pengemudi truk di Paguyupan Padas Gempal, dan pemutaran  Radio Spot/Film. Pemantauan penderita HIV & AIDS secara rahasia (surveilans pasif) dengan meminta bantuan Puskesmas setempat. Mengadakan Serro Survey untuk mengetahui besaran kasus/populasi pada tempat risti (untuk tahun 2012 sudah dilaksanakan dengan anggaran APBD II sebesar Rp.5.000.000,-). Apabila ada kasus kematian dengan kasus HIV & AIDS dilakukan koordinasi antara rumah sakit, dinas kesehatan dan puskesmas. Menjalin hubungan kerjasama dengan KDS Sukowati Plus untuk kegiatan penjangkauan dan pendampingan ODHA. Kendala yang dihadapi Kab. Sragen dalam upaya pencegahan dan penaanggulangan HIV & AIDS : Tak tersedianya anggaran dana dari APBD II Maupun APBD I untuk program penanggulangan HIV & AIDS. Klinik VCT dan CST belum berjalan maksimal (belum tersedianya ruang tersendiri/privasi). Biaya periksa Tes HIV cukup mahal padahal untuk sementara reagen test masih mendapatkan dropping dari provinsi. Kesadaran masyarakat untuk datang ke klinik VCT masih kurang (sosialisasi yang masih kurang). Belum ada manager kasus (MK) yang akan  memonitor/ memantau keberadaan penderita HIV&AIDS, walaupun mulai tahun 2012 mulai dirintis terbentuknya KDS di Kab. Sragen, dengan jumlah anggota 74 orang. Kab. Sragen pada tahun 2013 akan mendapatkan bantuan dana hibah GF-ATM SSF Phase 2, maka KPA Kab. Sragen akan segera mengaktifkan Sekretariat KPA.     ... selengkapnya

Audiensi Program Penanggulangan HIV dan AIDS di KPA Kabupaten Wonogiri
ditulis pada 21 2012
Audiensi dilaksanakan pada tanggal 5 Oktober 2012, bertempat di Ruang Data Setda Kab. Wonogiri. Tujuan audiensi adalah : Diketahuinya kondisi dan masalah respon Penanggulangan HIV&AIDS di Kab. Wonogiri. Diperolehnya upaya pemecahan masalah Penanggulangan HIV&AIDS di Kab. Wonogiri. Tersusunnya Rencana Tindak Lanjut dalam rangka meningkatkan Respon penanggulangan AIDS di Kab. Wonogiri. Hasil audiensi adalah : Acara dibuka oleh Bapak Asisten Ekbang Kesra Kab. Wonogiri. Kegiatan pencegahan yang telah dilaksanakan di Kab. Wonogiri antara lain sebagai berikut : Sosialisasi HIV & AIDS melaui media KIE Mendorong dan meningkatkkan layanan IMS Meningkatkan upaya universal precaution dalam rangka mencegah terjadinya penularan HIV & AIDS dalam kegiatan pelayanan kesehatan melalui kegiatan refreshing pengetahuan bagi tenaga kesehatan. Meningkatkan pengetahuan keterampilan konseling kepada populasi resiko tinggi maupun populasi rentan tertular HIV bagi tenaga kesehatan. Kegiatan penanggulangan yang telah dilaksanakan di Kab. Wonogiri antara lain sebagai berikut : Sebagai leading-sector dalam rangka advokasi pembentukan KPAD/revitalisasi KPAD dan pembentukan klinik VCT. Menyediakan reagen pemeriksaan HIV & AIDS, obat ART, obat infeksi oportunistik maupun obat IMS melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Melaksanakan sero surveilans. Melaksanakan monev pelayanan. Kegiatan rehabilitasi yang telah dilaksanakan di Kab. Wonogiri antara lain sebagai berikut : Memberikan bantuan sosial dan rujukan bagi penderita HIV & AIDS. Rehabilitasi perilaku untuk mengurangi perilaku yang memungkinkan terjadinya penularan kepada keluarga maupun orang lain. Tidak ada alokasi dana APBD untuk KPA Kab. Wonogiri tahun ini. Permasalahan upaya pengendalian HIV & AIDS di Kab. Wonogiri :  Banyaknya penderita HIV & AIDS yang lolos follow-up.  Lemahnya koordinasi antara Dinas Kesehatan – Klinik VCT – LSM. Masih rendahnya tingkat pengetahuan siswa terhadap pencegahan HIV & AIDS. Masih adanya diskriminasi terhadap penderita HIV & AIDS baik di layanan kesehatan maupun masyarakat. KPA Kab. Wonogiri belum berfungsi optimal. Belum dilaksanakannya sero-survey pada kelompok risiko tinggi. Sebagian besar penderita adalah masyarakat tidak mampu dan tidak memiliki kartu jamkesmas/jamkesda.     ... selengkapnya

Audiensi Program Penanggulangan HIV dan AIDS di KPA Kabupaten Sukoharja
ditulis pada 21 2012
Audiensi dilaksanakan pada tanggal 4 Oktober 2012, bertempat di Ruang Rapat Bupati Sukoharjo. Tujuan audiensi adalah: Diketahuinya kondisi dan masalah respon Penanggulangan HIV&AIDS di Kab. Sukoharjo. Diperolehnya upaya pemecahan masalah Penanggulangan HIV&AIDS di Kab. Sukoharjo. Tersusunnya Rencana Tindak Lanjut dalam rangka meningkatkan Respon penanggulangan AIDS di Kab. Sukoharjo. Hasil audiensi adalah : Acara dibuka oleh Bapak Bupati Sukoharjo selaku Pembina KPA Kab. Sukoharjo, Bp. H. Wardoyo Wijaya, SH, MH. Kegiatan yang telah dilaksanakan oleh  KPA Kab. Sukoharjo selama ini adalah kegiatan-kegiatan yang bersifat koordinatif, mediatif, dan insidental; seperti sebagai berikut: Rapat Koordinasi KPA Kab. Sukoharjo. Penyebaranluasan informasi kepada masyarakat, lintas sektoral, organisasi masyarakat, kelompok remaja, dll. Serosurvei pada kelompok risiko tinggi minimal 2 lokasi per- tahun. Berfungsinya klinik VCT  (Voluntary Counseling and Testing) di RSUD Sukoharjo. Kerjasama dengan RS Moewardi dalam pengobatan  ARV (anti retroviral virus). Kerjasama dengan LSM Mitra Sebaya dalam pendampingan ODHA. Kasus HIV & AIDS: Kasus yang dilaporkan di Provinsi dan KPA Kab. Sukoharjo; sampai dengan  Juni 2012 data yang terkumpul di Dinkes Provinsi sebanyak 48 kasus, sementara data Dinkes Kab. Sukoharjo sejumlah 103 kasus Proporsi kasus AIDS menurut faktor risiko di Kab. Sukoharjo Tahun 2012 adalah Heteroseks sebesar 78%, IDU sebesar 13%, Perinatal sebesar 5%, Homoseksual sebesar 4%, dan Transfusi sebesar 0,4%. Layanan Kesehatan : Kab. Sukoharjo sudah mempunyai layanan kesehatan Klinik VCT di RSUD Sukoharjo Rujukan CST ke RS Moewardi Surakarta. Penjangkauan : Di Kab. Sukoharjo terdapat LSM Mitra Sebaya yang menjangkau dan mendampingi ODHA. Pada 2013 telah diusulkan sebesar 1,3 miliar untuk Jamkesda ODHA. Kab. Sukoharjo pada tahun 2013 akan mendapatkan bantuan dana hibah GF-ATM SSF Phase 2, maka KPA Kab. Sukoharjo akan mengaktifkan Sekretariat KPA.     ... selengkapnya

Audiensi Program Penanggulangan HIV dan AIDS di KPA Kabupaten Purbalingga
ditulis pada 03 2012
Audiensi dilaksanakan pada tanggal 3 Oktober 2012, bertempat di Ruang Rapat Bupati Kab. Purbalingga. Tujuan audiensi adalah : Diketahuinya kondisi dan masalah respon Penanggulangan HIV&AIDS di Kab/Kota; Diperolehnya upaya pemecahan masalah Penanggulangan HIV&AIDS di Kab/Kota; Tersusunnya Rencana Tindak Lanjut dalam rangka meningkatkan Respon penanggulangan AIDS di Kab/Kota sekaligus sebagai dukungan Pemerintah Daerah Kab/Kota. dengan hasil sebagai berikut : Kelembagaan : Bupati Purbalingga sudah menerbitkan SK Pembentukan KPA Kab. Najarnegara sesuai dengan Permendagri 20/2007, yaitu Surat Keputusan Bupati Purbalingga Nomor : 440/271/2010 tentang Pembentukan Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Purbalingga.  Kasus HIV & AIDS: Kasus yang dilaporkan di Provinsi dan KPA Kab. Purbalingga dari tahun 1993 sampai dengan Juni 2012 data yang terkumpul di Dinkes Provinsi sebanyak 21 kasus, sementara data Dinkes Kab. Purbalingga sejumlah 21 kasus; Layanan Kesehatan : Kab. Purbalingga sudah mempunyai layanan kesehatan seperti Klinik VCT akan tetapi pengunjung VCT masih rendah; RSUD di Kab. Purbalingga belum optimal dalam melaporkan kasus HIV& AIDS sehingga faktor risiko belum dapat terientifikasi dengan baik; KPA Kab. Purbalingga belum dapat mengkoordinasi kegiatan pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS di Kabupatennya. Anggaran untuk kegiatan pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS sudah ada akan tetapi perlu ditingkatkan jumlahnya ( saat ini Rp. 20.000.000,- Kab. Purbalingga sudah memiliki LSM yang peduli terhadap HIV&AIDS (Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Rimba Jati), akan tetapi belum banyak kegiatan yang menonjol mengingat minimnya dana yang dimiliki;   ... selengkapnya

Audiensi Program Penanggulangan HIV dan AIDS di KPA Kabupaten Banjarnegara
ditulis pada 03 2012
Audiensi dilaksanakan pada tanggal 2 Oktober 2012, bertempat di Ruang Rapat Bupati Kab. Banjarnegara. Tujuan audiensi adalah : Diketahuinya kondisi dan masalah respon Penanggulangan HIV&AIDS di Kab/Kota; Diperolehnya upaya pemecahan masalah Penanggulangan HIV&AIDS di Kab/Kota; Tersusunnya Rencana Tindak Lanjut dalam rangka meningkatkan Respon penanggulangan AIDS di Kab/Kota sekaligus sebagai dukungan Pemerintah Daerah Kab/Kota. dengan hasil sebagai berikut : Kelembagaan : Bupati Banjarnegara sudah menerbitkan SK Pembentukan KPA Kab. Najarnegara sesuai dengan Permendagri 20/2007, yaitu Surat Keputusan Bupati Banjarnegara Nomor : 440/448/2009 tentang Pembentukan Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Banjarnegara.  Kasus HIV & AIDS: Kasus yang dilaporkan di Provinsi dan KPA Kab. Banjarnegara; sampai dengan Juni 2012 data yang terkumpul di Dinkes Provinsi sebanyak 13 kasus, sementara data Dinkes Kab. Banjarnegara sejumlah 70 kasus; Proporsi kasus AIDS menurut faktor risiko di Kab. Banjarnegara Tahun 2012 adalah Heteroseks, sebesar 81%. IDU 13% dan Perinatal sejumlah 6%. Layanan Kesehatan : Kab. Banjarnegara sudah mempunyai layanan kesehatan seperti Klinik VCTakan tetapi untuk tenaga laborat belum memiliki sertifikasi. Kab. Banjarnegara telah melatih konselor sebanyak 30 orang; KPA Kab. Banjarnegara belum secara eksplisit menganggarkan untuk kegiatan pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS di daerahnya. Pasien yang dirujuk untuk mengakses ARV hanya sebagian kecil dari jumlah ODHA yang ada yaitu sebesar 14 orang. Kab. Banjarnegara belum memiliki layanan ARV sehingga ODHA dirujuk ke RS. Margono Sukarjo     ... selengkapnya

Pertemuan SSR Q9 GF ATM SSF KPA Provinsi Jawa Tengah
ditulis pada 04 2013
Pertemuan dilaksanakan pada tanggal 1 - 3 Oktober 2012, bertempat di Hotel Pandanaran. Tujuan pertemuan adalah : Tersosialisasinya hasil/capaian masing-masing SSR dari target yang ada/ditetapkan. Diketahuinya kendala dalam pelaksanaan kegiatan pada Q9 dan upaya pemecahannya. Diperolehnya strategi yang akan dilakukan dalam menjalankan program pada Quartal selanjutnya, sehingga target dapat tercapai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. dengan hasil sebagai berikut : Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan di Kab/Kota dalam Quartal 9 adalah sebagai berikut : Pertemuan penasun dengan puskesmas dan masyarakat. Pertemuan Peer-educator (PE). Pertemuan stakeholder Supervisi Capaian penasun yang mengakses layanan LASS sebesar 94,5%; terjadi penurunan angka di Kab. Cilacap, hal ini disebabkan adanya indikasi perubahan perilaku penasun berganti pada penggunaan narkoba non-suntik. Capaian distribusi kondom sebesar 53,7%; hal ini disebabkan masih banyaknya stok kondom yang ada di outlet. Capaian supervisi yang dilaksanakan KPA Provinsi Jawa Tengah ke KPA Kab/Kota adalah 100%. Capaian laporan tepat waktu KPA Kab/Kota adalah 125%. Kegiatan KPA Provinsi Jawa Tengah yang dialihkan di Quartal 10 (Oktober-Desember 2012) adalah Pertemuan Penasun. Beberapa hal terkait GF-ATM SSF Phase 2: Proposal 4 PR sedang dalam proses review oleh GF. Paling cepat program phase 2 akan dimulai pada Januari 2013. Program kegiatan phase 2 akan dievaluasi tiap tahun oleh GF, sehingga dukungan dana dapat diputus sewaktu-waktu. Perlu didukung oleh peningkatan dana APBD, untuk menjaga sustainability program. Akan ada penambahan wilayah program (12 Kab/Kota) di Jawa Tengah: Pemalang, Sukoharjo, Kota Magelang, Kab. Magelang, Klaten, Grobogan, Sragen, Boyolali, Wonosobo, Karanganyar, Kebumen, Demak. Capaian SR Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah adalah sebagai berikut : MMT; dengan indikator “jumlah penasun yang mendapat rumatan metadhone” sebesar 7,5%. IMS; dengan indikator “jumlah kasus IMS yang diobati” sebesar 64,9%. VCT; dengan indikator “jumlah orang pada kelompok risti yang mendapat tes HIV dan mengetahui hasilnya” sebesar 39,9%. ART; dengan indikator “jumlah ODHA yang mendapatkan pengobatan ARV” sebesar 35,8%. PMTCT; dengan indikator “jumlah ibu hamil positif HIV yang mendapat ARV pencegahan” sebesar 100%. TB-HIV; dengan indikator “prosentase orang dewasa dan anak-anak yang dalam perawatan HIV, ditapis status TB-nya” seebesar 71,4%.     ... selengkapnya

Lokakarya Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS di tempat kerja
ditulis pada 04 2013
Lokakarya dilaksanakan pada tanggal 27 September 2012, bertempat di Ruang pertemuan SP RTMM-SPSI Jawa Tengah. Tujuan lokakarya adalah : Diperolehnya informasi Kebijakan P2 HIV&AIDS Provinsi Jawa Tengah khususnya di tempat kerja. Diperolehnya informasi mengenai bagaimana tahapan dan cara P2 HIV&AIDS di tempat kerja. Terbentuknya komitmen dari perusahaan untuk ikut serta dalam P2 HIV&AIDS. dengan hasil sebagai berikut : Narasumber : Dr. Muchlis AUS, SpPd, KPTI dari RSUP Dr. Kariadi dengan materi “ Epdemiologi HIV dan AIDS serta Stigma Diskriminasi di Tempat Kerja” Drs. Sigit Joko Purwanto dari Dinakertransduk Prov. Jateng dengan materi “ Implementasi Kepmenakertrans no. 68 tahun 2004 di Tempat Kerja” Yakobus Kristiono, SE dari LSM Kalandara dengan materi “Pelaksanaan Program P2 HIV-AIDS di Tempat Kerja” Pencegahan dan Penanggulangan HIV-AIDS di tempat kerja dapat dilakukan dengan cara edukasi, penyediaan KIE dan kondom, dan pengadaan layanan kesehatan/klinik, serta rujukan VCT. Pengelola program HIV dan AIDS di perusahaan adalah Manajemen Perusahaan, Serikat Pekerja, dan Divisi K3 Perusahaan. Dasar hukum kegiatan P2 HIV-AIDS di perusahaan adalah Kaidah ILO, Kesepakatan Tripartit, Kepmenakertrans No. 68 tahun 2004, dan IM Perhub no. 3 tahun 2005.       ... selengkapnya