• Terdapat penambahan fitur baru pada www.aidsjateng.or.id yaitu 'TV Spot KPAP'
  • SK Pembentukan KPA Kab/Kota, bisa di download pada menu direktori
  • Data Kasus HIV dan AIDS sampai dengan 31 Desember 2014 adalah 10.804 kasus
  • Sudah Ada 35 KPA Kab/Kota di Jawa Tengah

Berita KPAP

Pertemuan Sub Sub Recipient (SSR) Quartal ke-15 (Q15) GF-ATM SSF KPA Provinsi Jawa Tengah
ditulis pada 05 2014
Pertemuan Sub Sub Recipient (SSR) Quartal ke-15 (Q15) GF-ATM SSF KPA Provinsi Jawa Tengah   Penyelenggaraan : Hari       :Selasa - Kamis Tanggal :11-13 Februari 2014 Tempat  : Hotel Lor In Solo Jl. Adi Sucipto No.47 Solo   Tujuan: Tersosialisasinya hasil capaian masing-masing SSR dari target yang ada. Diketahuinya kendala dalam pelaksanaan kegiatan pada Quartal-15 dan upaya pemecahannya. Diperolehnya strategi yang akan dilakukan dalam menjalankan program pada Quartal selanjutnya sehingga target dapat tercapai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Peserta : 93 orang terdiri dari : 18 orang dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Kanwil Kemenkumham Provinsi Jawa Tengah, KPA Provinsi Jawa Tengah, PKBI Jawa Tengah, PWNU Jawa Tengah, dan LSM Peduli Kasih (PEKA). Peserta KPA Kabupaten/Kota sebanyak 75 orang dari 25 Kab/Kota, masing-masing terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu : Sekretaris KPA Kab/Kota Pengelola Program (PP) Pengelola Administrasi (PA) Hasil : a. Capaian Indikator Semester 7 (Juli – Desember 2013): Penasun yang terjangkau LASS : 19,4% Distribusi kondom oleh outlet : 80,5% Laporan tepat waktu   : 114% Supervisi    : 100% Forum Kemitraan   : 100% b. Capaian Indikator Semester 8 (Januari – Juni 2014): Penasun yang terjangkau LASS : 5,1% Distribusi kondom oleh outlet : 9,1% Laporan tepat waktu   : 0% Supervisi    : 4% Forum Kemitraan   : 0% c. Rendahnya capaian penasun yang dijangkau LASS disebabkan oleh : Mengakses LASS di Kab/Kota lain Menurunnya jumlah penasun, beralih ke narkoba jenis oral Kebutuhan jarum sudah dipenuhi LSM/petugas penjangkau Petugas penjangkau yang mengambil jarum di puskesmas tidak meregister penasun yang mendapatkan jarum. d. Rendahnya capaian distribusi kondom disebabkan oleh : Banyak outlet kondom yang tidak aktif Monitoring outlet kondom yang kurang maksimal oleh KPA Kab/Kota Target terlalu tinggi di beberapa Kab/Kota Beberapa tempat hotel dan tempat karaoke menolak untuk diset-up outlet kondom e. Dari 35 KPA Kab/Kota, hanya 7 Kab/Kota yang sudah memiliki Perda HIV & AIDS, yaitu : Kota Semarang Kab. Semarang Kab. Kudus Kab. Demak Kab. Kendal Kab. Temanggung Kab. Kebumen f. Usulan APBD 2014: <50% juta: Kab. Banyumas, Kab. Magelang, Kota Magelang, Kab. Wonosobo 51 – 100 juta : Kab. Tegal, Kota Tegal, Kota Semarang, Kota Salatiga, Kota Surakarta, Kab. Kendal, Kab. Jepara, Kab. Pati, Kab. Boyolali, Kab. Klaten, Kab. Kebumen, Kab. Demak, Kab. Temanggung 101 – 150 juta : Kab. Cilacap, Kab. Batang, Kab. Sragen, Kab. Grobogan >150 juta : Kab. Semarang, Kab. Brebes, dan Kab. Karanganyar g. Tantangan : Upaya peningkatan kesadaran HRM untuk memakai kondom masih cukup sulit. Kesadaran masyarakat umum untuk secara sukarela melakukan tes HIV masih rendah. Target terlalu tinggi, terutama pada penasun dan LSL. Anggaran untuk kesinambungan program WPA belum ada. Masih rendahnya anggaran penanggulangan HIV & AIDS di Kab/Kota (masih bergantung pada donor asing). Beberapa Kota/ Kabupaten mengalami permasalahan terkait ODHA yang belum mau didampingi, dikarenakan letak layanan CST yang jauh dari domisili ODHA, maupun kondisi ODHA sendiri ketika didampingi sudah dalam keadaan AIDS/ perawatan. Belum tersedianya obat ARV di Kabupaten Sukoharjo, Karanganyar dan Kabupaten Magelang, meskipun tim CST telah terbentuk dan dilatih. Beberapa Kota/ Kabupaten stok dan pilihan jenis ARV terbatas. Seringnya pergantian petugas penjangkau yang terjadi di beberapa Kota/ Kabupaten.     ... selengkapnya

Kegiatan Uji Publik SRAD Penanggulangan HIV dan AIDS Tahun 2013 2017 Provinsi Jawa Tengah
ditulis pada 05 2014
Kegiatan Uji Publik SRAD Penanggulangan HIV dan AIDS Tahun 2013 – 2017 Provinsi Jawa Tengah Penyelenggaraan : Hari      : SelasaTanggal: 28 Januari 2014Tempat : HOM Hotel Semarang Tujuan : Membahas draft SRAD Penanggulangan HIV dan AIDS Tahun 2013-2017 Provinsi Jawa Tengah yang sudah disusun oleh tim penyusun. Mendapatkan masukan dan saran dalam penyusunan SRAD Penanggulangan HIV dan AIDS Tahun 2013-2017 Provinsi Jawa Tengah. Peserta : 55 orang terdiri dari badan/dinas/instansi/lembaga anggota KPA Provinsi Jawa Tengah Hasil : 1. Masukan dari Dr. dr. Bagoes Widjanarko, MPH Secara umum SRAD belum memunculkan filosofi strategi penanggulangan. Isi dalam SRAD harus memuatkan analisa kebijakan, analisa situasi, dan analisa respon selanjutnya di tentukan kegiatan,  target, sasaran dan pelaksana. Agar di tampilkan grafik atau analisis tren kecenderungan epidemi. 2. Masukan dari Dr. dr. Budi Laksono, M.Hsc Isi SRAD belum memunculkan isu strategis yang terjadi di Jawa Tengah. Isu pemberian informasi atau pencegahan kepada penduduk usia 15 – 24 tahun harus lebih di munculkan, mengingat data yang ada, hanya 20% penduduk yang paham secara komprehensif. 3. Masukan dari Palupi Widjajanti, PhD Agar SRAD di Jawa Tengah mengacu pada SRAN, terkait dengan isi maupun konteksnya. SRAD di Jawa Tengah di harapkan dapat memberikan gambaran dan panduan kegiatan untuk SKPD atau instansi dalam menyelenggarakan kegiatan penanggulangan HIV dan AIDS. 4. Masukan dari pesertaMasukan dari peserta Tata bahasa dan tulisan dalam SRAD diharapkan menghindari bahasa atau tulisan yang multi tafsir. Agar dalam dokumen SRAD ini juga disisipi dengan analisis responsif gender. Kegiatan dalam SRAD memerlukan monitoring aksi, untuk memantau perkembangan dan target indikator. Perlu di masukkan poin tentang pemberdayaan masyarakat, mengingat HIV dan AIDS sekarang sudah ada di masyarakat umum.     ... selengkapnya

Rapat Empat SR Provinsi Jawa Tengah
ditulis pada 05 2014
Rapat Empat SR Provinsi Jawa TengahPenyelenggaraan :Hari      :JumatWaktu  :10 Januari 2014Tempat:Sekretariat KPA Provinsi Jawa Tengah Jl. Tumpang Raya No.84 SemarangTujuan :Membahas evaluasi capaian Jawa Tengah di Semester 7 dan persiapan pertemuan evaluasi nasionalPeserta:10 orang terdiri dari SR Dinkes Provinsi Jawa Tengah, SR KPA Provinsi Jawa Tengah, SR PKBI Jawa Tengah, dan SR PWNU Jawa TengahHasil  : a. Temuan kasus HIV & AIDS masih rendah, yaitu 28% dari angka estimasi 2012. b. Provinsi Jawa Tengah menempati posisi ke-6 dalam jumlah kasus kumulatif AIDS secara nasional. c. Enam koridor ekonomi Indonesia yang telah ditetapkan, yaitu : Koridor ekonomi Sumatra Koridor ekonomi Jawa Koridor ekonomi Kalimantan Koridor ekonomi Sulawesi Koridor ekonomi Bali-Nusa Tenggara Koridor ekonomi Papua-Kep.Maluku d. Ke-enam koridor ekonomi sangat berpengaruh pada mobilitas pelaku ekonomi dari satu koridor ke koridor yang lain, dan akan sangat berpengaruh pada peningkatan jumlah kasus HIV & AIDS, terutama pada HRM dan IRT.e. Resolusi 2014 : Pembuatan PERDA Penanggulangan AIDS. Daerah yang belum punya PERDA mulai mengembangkan Perda        Penanggulangan AIDS, dan yang sudah ada agar mengefektifkan pelaksanaan PERDA masing-masing. Meningkatkan koordinasi antar pelaksana program di masing-masing daerah. Meningkatkan koordinasi program  antar-daerah mengacu kepada pengembangan koridor ekonomi. Menyempurnakan SOP terkait peran dan tugas masing-masing jabatan. Meningkatkan bimbingan dan pengawasan (binwas) disemua tingkatan terhadap pelaksanaan program di lapangan (contoh : Sekretaris wajib melakukan advokasi langsung pada Kepala Daerah. Min: 40 %) f. Beberapa materi yang disampaikan dalam kelas keuangan : Pembuatan analisan varian. Pembahasan forecasting Analisa efektifitas program dan keuangan Tindak lanjut hasil temuan audit LFA Pembahasan tentang kemampuan daerah untuk mengcover penurunan gaji sebesar 15%. ... selengkapnya

Audiensi Program Penanggulangan HIV&AIDS di Kota Pekalongan
ditulis pada 15 2014
Laporan Audensi ke Kota Pekalongan dengan hasil sebagai berikut :   Penyelenggaraan : Hari : Rabu Tanggal : 4 Desember 2013 Waktu : 10.00 – 13.00 WIB  Tempat : Aula Dinkes Kota Pekalongan   Tujuan : a. Diketahuinya kondisi dan masalah respon Penanggulangan HIV&AIDS di Kota Pekalongan. b. Diperolehnya upaya pemecahan masalah Penanggulangan HIV&AIDS di Kota Pekalongan. c. Tersusunnya Rencana Tindak Lanjut dalam rangka meningkatkan Respon penanggulangan AIDS di Kota Pekalongan.   Peserta : Peserta ± 20 orang terdiri dari SKPD dan lintas sektor anggota KPA Kota Pekalongan.    Hasil : a. KPA Kota Pekalongan telah terbentuk dengan SK Walikota Pekalongan No.443.3/259.2004 tentang Pembentukan KPA Kota Pekaongan, dan saat ini sedang dilakukan revisi, agar sesuai dengan permendagri no. 20, untuk ketua KPA adalah Walikota Pekalongan.  b. Sekretariat KPA Kota Pekalongan belum mempunyai tenaga penuh waktu.  c. Jumlah kasus HIV & AIDS di Kota Pekalongan s/d September 2013 sebesar 73 kasus. d. KPA Kota Pekalongan belum mempunyai anggaran untuk KPA, masih bergabung dengan kegiatan di Dinas Kesehatan Kota Pekalongan. e. Layanan VCT hanya ada di RSUD Bendan Kota Pekalongan f. MK di Kota Pekalongan ada 9 tapi yang aktif hanya 1 orang g. KPA Kota Pekalongan akan berkoordinasi dengan Lapas Kota Pekalongan terkait untuk penanggulangan HIV dan AIDS di Lapas Kota Pekalongan h. KPA Kota Pekalongan akan merekrut tenaga penuh waktu untuk staff di sekretariat KPA Kota Pekalongan. ... selengkapnya

Audiensi Program Penanggulangan HIV&AIDS di Kabupaten Pati
ditulis pada 15 2014
Laporan Audensi ke Kabupaten Pati dengan hasil sebagai berikut :   Penyelenggaraan : Hari : Kamis Tanggal : 28 November 2013 Waktu : 09.00 – 12.00 WIB  Tempat : Setda Kabupaten Pati   Tujuan : a. Diketahuinya kondisi dan masalah respon Penanggulangan HIV&AIDS di Kab.Pati. b. Diperolehnya upaya pemecahan masalah Penanggulangan HIV&AIDS di Kab.Pati. c. Tersusunnya Rencana Tindak Lanjut dalam rangka meningkatkan Respon penanggulangan AIDS di Kab.Pati.   Peserta : Peserta ± 20 orang terdiri dari SKPD dan lintas sektor anggota KPA Kab. Pati.    Hasil : a. KPA Kab Pati telah terbentuk dengan SK Bupati Pati No. 443.22/1355/2012 tentang Pembentukan KPA Kab.Pati. b. Sekretariat KPA Kab.Pati terdiri dari : 1) Sekretaris Paruh Waktu 2) Asisten Sekretaris 3) Pengelola Program 4) Pengelola Administrasi c. Terdapat 12 hotspot di Kab. Pati didominasi oleh karaoke. d. Jumlah kasus HIV & AIDS di Kab. Pati dari tahun 1996 s/d September 2013 sebesar 498 kasus. e. Distribusi kasus menurut jenis kelamin didominasi oleh perempuan (81%), dan laki-laki sebesar 19%. f. KPA Kab. Pati mendapatkan dukungan dana APBD sebesar Rp. 75.000.000,. untuk operasional KPA Kab. Pati. g. Progam terkait dengan Kelompok Resiko Tinggi (WPS) tidak langsung belum bisa dilaksanakan secara maksimal karena ada hambatan pada Manajemen yang ingin mengetahui hasil VCT Mobile di salah satu tempat usaha karaoke di Kabupaten Pati. ... selengkapnya

Supervisi 3SR di KPA Kota Tegal
ditulis pada 13 2014
Laporan Melakukan Kunjungan Monitoring dan Evaluasi KPA Dukungan GF Fase II di KPA Kota Tegal, dengan hasil sebagai berikut:   Acara  Hari : Selasa Tanggal : 19 November 2013 Jam : Pukul 11.00 WIB s/d 15.00 WIB Tempat :  Ruang Rapat Setda Kota Tegal Tujuan  a. Diketahuinya kondisi dan masalah respon penanggulangan HIV dan AIDS di Kota Tegal. b. Diperolehnya upaya pemecahan masalah penanggulangan HIV dan AIDS di Kota Tegal. c. Tersusunnya rencana tindak lanjut dalam rangka meningkatkan respon penanggulangan HIV dan AIDS di Kota Tegal. d. memonitoring  dan  mengevaluasi pelaksanaan  program dan  capaian  KPA  Kota Tegal,  layanan kesehatan maupun penjangkauan yang dilakukan pada GF-ATM SSF Semester 7 di Kota Tegal   Peserta Peserta pertemuan monev terdiri dari unsur KPAP Jawa Tengah, SR NU Jawa Tengah, KPA Kota Tegal, Dinkes Kota Tegal, dan KDS Tegal, LSM Fatayat 1 NU.    Hasil a. Jumlah kasus HIV dan AIDS Kota Tegal, komulatif sebanyak 88 kasus, dengan HIV 45 kasus, AIDS 43 kasus, meninggal 21 orang. b. Potensi risiko Kota Tegal selain pada populasi kunci, juga terhadap Ibu Rumah Tangga dan pekerja. Kota Tegal merupakan kota Metro untuk daerah sekitarnya (Kab. Tegal, Brebes, dan Pemalang), menjadi pusat hiburan bagi penduduk di sekitar Kota Tegal, salah satu indikatornya adalah ada 100 lebih karaoke yang beroperasi di Kota Tegal. c. Kegiatan yang belum dilaksanakan oleh KPA Kota Tegal pada Q13 dan Q14 adalah pertemuan SSR, pertemuan PE, pertemuan PMTS. d. Masalah yang dihadapi oleh KPA Kota Tegal adalah belum tertibnya laporan distribusi kondom dan terlambatnya pengiriman anggaran untuk kegiatan, sehingga kegiatan menjadi tertunda. ... selengkapnya

Supervisi 3SR di KPA Kabupaten Semarang
ditulis pada 13 2014
Laporan Pelaksanaan Monev 3 SR Provinsi Jawa Tengah Quartal-14 di KPA Kab. Semarang dengan hasil sebagai berikut :   Penyelenggaraan : Hari : Senin Tanggal : 25 November 2013  Waktu : 09.00 WIB s/d selesai Tempat : Kantor KPA Kab. Semarang   Tujuan : a. Memeriksa kelengkapan dokumen administrasi, laporan keuangan dan laporan program yang ada di KPA Kab. Semarang b. Memonitor Kegiatan pada Quartal-14 di KPA Kab. Semarang c. Mengetahui permasalahan yang ada di KPA Kab. Semarang   Peserta : Peserta sebanyak adalah 13 orang terdiri dari SR Provinsi Jawa Tengah 3 orang, KPA Kab. Semarang 3 orang, Dinkes Kab. Semarang 1 orang, LSM PKBI Kab. Semarang 2 orang, dan KDS Kab. Semarang 2 orang.   Hasil : a. Pertemuan koordinasi dibuka oleh Sekretaris KPA Kab. Semarang. b. Beberapa kegiatan GF yang sudah dilaksanakan : 1. Pertemuan koordinasi 3 bulanan 2. Kampanye kondom 3. Pertemuan PE 4. Pertemuan penguatan kapasitas PE WPS c. Dari Januari sampai dengan November 2013, capaian penasun 0%, hal ini disebabkan oleh adanya razia polisi dan petugas lapangan masih baru. d. Pada Kuartal 11-12 capaian distribusi kondom >100%, sedangkan pada kuartal 13-14 sebesar >50%. e. Capaian distribusi kondom pada layanan kesehatan masih rendah, karena petugas masih belum paham bagaimana teknisnya. f. Kasus HIV & AIDS di Kab. Semarang dari 1993-2013 adalah sebagai berikut : HIV : 275 kasus AIDS : 271 kasus Meninggal : 52 orang g. Dana APBD KPA Kab. Semarang digunakan untuk : 1) Perluasan WPA 2) Dukungan KDS 3) Penguatan SKPD 4) Penyusunan SRAD ... selengkapnya

Supervisi 3SR di KPA Kabupaten Banyumas
ditulis pada 13 2014
Laporan Melakukan Kunjungan Monitoring dan Evaluasi KPA Dukungan GF Fase II di KPA Kabupaten Banyumas, dengan hasil sebagai berikut:   Acara  Hari : Rabu Tanggal : 13 November 2013 Jam : Pukul 09.00 WIB s/d 13.00 WIB Tempat : Ruang Rapat Wakil Bupati Kab. Banyumas Tujuan  a. Diketahuinya kondisi dan masalah respon penanggulangan HIV dan AIDS di Kabupaten Banyumas. b. Diperolehnya upaya pemecahan masalah penanggulangan HIV dan AIDS di Kabupaten Banyumas. c. Tersusunnya rencana tindak lanjut dalam rangka meningkatkan respon penanggulangan HIV dan AIDS di Kabupaten Banyumas. d. memonitoring  dan  mengevaluasi pelaksanaan  program dan  capaian  KPA  Kabupaten Banyumas,  layanan kesehatan maupun penjangkauan yang dilakukan pada GF-ATM SSF Semester 7 di Kabupaten Banyumas   Peserta Peserta pertemuan monev sebanyak 6 (enam) orang terdiri dari unsur KPAP Jawa Tengah dan KPA Kab. Banyumas.    Hasil  a. Kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh KPA Banyumas adalah pertemuan PE, pembentukan WPA, pertemuan PE WPS, Pertemuan klien PE WPS. b. Kegiatan yang belum dilaksanakan oleh KPA Kab. Banyumas pada Q13 dan Q14 adalah pertemuan SSR dan pertemuan partnershhip forum (LKB) yang akan dilaksanakan pada bulan Desember. c. Capaian program LASS di Banyumas, dari target 285, yang terjangkau 32, berarti sekitar 11, 23%.  d. Capaian kondom untuk Banyumas, dari target 22.356, sudah terdistribusi 9.692 pcs, berarti sekitar 43,35% e. Pencatatan distribusi kondom di outlet kurang baik dikarenakan faktor SDM yang tidak cukup optimal. f. KPA Kab. Banyumas merencanakan pembuatan PERDA pada tahun 2014 dengan anggota dewan yang baru. g. Melalaui disnaker Banyumas, pencegahan HIV dan AIDS sudah masuk ke perusahaan-perusahaaN yang ada di Kab. Bnayumas ... selengkapnya