• Terdapat penambahan fitur baru pada www.aidsjateng.or.id yaitu 'TV Spot KPAP'
  • SK Pembentukan KPA Kab/Kota, bisa di download pada menu direktori
  • Data Kasus HIV dan AIDS sampai dengan 31 Desember 2014 adalah 10.804 kasus
  • Sudah Ada 35 KPA Kab/Kota di Jawa Tengah

Berita KPAP

Monitoring Pelaksanaan Kegiatan Program GF ATM SSF Q7 di Kabupaten Banyumas
ditulis pada 22 2012
Monitoring dilaksanakan pada tanggal 15 Maret 2012, bertempat di sekretariat KPA Kabupaten Banyumas. Tujuan monitoring adalah Memonitoring dan mengevaluasi pelaksanaan program dan capaian di Sekretariat (Sekretaris/Pimpinan, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi), yang dilakukan pada GF-ATM SSF Quartal 7 di Kab. Banyumas. dengan hasil sebagai berikut : Dana APBD untuk KPA Kab. Banyumas pada tahun 2012 sebesar Rp 100.000.000,00 (sama dengan tahun 2011). KPA Kab. Banyumas telah melaksanakan Pertemuan Intervensi Struktural (dengan stakeholder Kecamatan Baturaden) pada tanggal 16 Februari 2012. KPA Kab. Banyumas telah melaksanakan Pertemuan Peer Education (PE) pada tanggal 23 dan 27 Februari 2012 (di Kampung Rahayu). KPA Kab. Banyumas telah menjangkau penasun yang mengakses LASS sebanyak 30 orang, 36% dari target 84 orang. KPA Kab. Banyumas telah menset-up outlet kondom sebanyak 8 outlet, 80% dari target 10 outlet. KPA Kab. Banyumas telah mendistribusikan kondom sebanyak 22.595 pcs, 105% dari target 21.454 pcs. Distribusi kondom pada outlet komunitas lebih lancar jika dibandingkan dengan outlet warung/hotel karena pada outlet warung/hotel merasa kondom tersebut adalah titipan tanpa upaya distribusi. KPA Kab. Banyumas telah melaksanakan kegiatan yang bersumber dari APBD 2012 antara lain : Sosialisasi Penanggulangan HIV&AIDS pada anggota Gabungan Organisasi Wanita (GOW). Sosialisasi tata laksana penanganan kasus dan rujukan kasus HIV bagi bidan di Desa Lumbir. Sosialisasi Penanggulangan HIV&AIDS pada TP PKK Desa Lumbir.   ... selengkapnya

Monitoring Pelaksanaan Kegiatan Program GF ATM SSF Q7 di Kota Salatiga
ditulis pada 22 2012
Monitoring dilaksanakan pada tanggal 14 Maret 2012, bertempat di KPA Kota Salatiga. Tujuan monitoring adalah Memonitoring dan mengevaluasi pelaksanaan program dan capaian di Sekretariat (Koordinator Sekretariat, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi), layanan kesehatan maupun penjangkauan yang dilakukan pada GF-ATM SSF Quartal 7 di Kota Salatiga. dengan hasil sebagai berikut : Dana APBD KPA Kota Salatiga pada tahun 2012 sebesar 72,6 juta rupiah, lebih besar 6,6 juta dari tahun sebelumnya (hanya 66 juta rupiah). KPA Kota Salatiga memiliki 4 (empat) pokja, sesuai dengan SK Walikota Salatiga Nomor. 443/325/2011. Pokja-pokja tersebut adalah sebagai berikut : Pokja Penyuluhan dan Pemberdayaan. Pokja Survailans dan Pencegahan HIV melalui Transmisi Seksual. Pokja Konseling, Perawatan, dan Pengobatan HIV & AIDS. Pokja Harm Reduction KPA Kota Salatiga akan melaksanakan Pelatihan PE pada tanggal 15 Maret 2012. Dana APBD KPA Salatiga pada tahun ini dialokasikan untuk kegiatan-kegiatan sebagai berikut : Pembinaan ODHA/OHIDHA KPA Gathering Pertemuan anggota KPA Koordinasi Layanan VCT/IMS Penapisan IMS Pelatihan Fasilitator WPA KPA Kota Salatiga telah menset-up outlet kondom sebanyak 5 outlet (dari target 7 outlet). Klinik mobile dilakukan tiap 2 kali dalam seminggu oleh RSP.   ... selengkapnya

Monitoring Pelaksanaan Kegiatan Program GF ATM SSF Q7 di Kabupaten Cilacap
ditulis pada 22 2012
Monitoring dilaksanakan pada tanggal 13-14 Maret 2012, bertempat di sekretariat KPA Kabupaten Cilacap. Tujuan monitoring adalah Memonitoring dan mengevaluasi pelaksanaan program dan capaian di Sekretariat (Sekretaris/Pimpinan, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi), yang dilakukan pada GF-ATM SSF Quartal 7 di Kab. Cilacap. dengan hasil sebagai berikut : Dana APBD untuk KPA Kab. Cilacap pada tahun 2012 sebesar Rp 125.000.000,00 (sama dengan tahun 2011). KPA Kab. Cilacap telah melaksanakan Perteman Penasun pada tanggal 23 Februari 2012. KPA Kab. Cilacap telah melaksanakan Pertemuan Intervensi Struktural pada tanggal 7 Maret 2012. KPA Kab. Cilacap telah melaksanakan Pertemuan Penguatan Outlet pada tanggal 5, 10, dan 12 Maret 2012. KPA Kab. Cilacap telah melaksanakan Pertemuan Peer Education (PE) pada tanggal 13-14 Maret 2012 yang dihadiri oleh peserta Pemandu Lagu/Pemandu Karaoke. KPA Kab. Cilacap telah menjangkau penasun yang mengakses LASS sebanyak 26 orang, 39% dari target 67 orang. KPA Kab. Cilacap telah menset-up outlet kondom sebanyak 5 outlet telah sesuai dengan target. KPA Kab. Cilacap telah mendistribusikan kondom sebanyak 20.448 pcs, 89% dari target 22.984 pcs. Penjangkau yang aktif berkoordinasi dengan KPA Kab. Cilacap hanya dari komunitas LSL. KPA Kab. Cilacap telah melaksanakan kegiatan yang bersumber dari APBD 2012 antara lain : Sosialisasi Penanggulangan HIV&AIDS di Kecamatan Tambakreja (Pertemuan WPA) yang dihadiri 20 orang (Tokoh  Masyarakat, RT, RW, PKK dan Sipil Kantor Kelurahan). Pembuatan Kalender KPA Kab. Cilacap. Pembuatan KIE (leaflet dasar HIV&AIDS). Siaran Radio terkait temuan kasus pada siswa sekolah (Disdikpora, Dewan Pendidikan, Rumah Sakit dan KPA Kab. Cilacap). Rapat koordinasi rutin anggota KPA Kab. Cilacap.   ... selengkapnya

Pertemuan Sosialisasi Hasil Survei Cepat Perilaku (SCP) Penasun dan WPS Provinsi Jawa Tengah
ditulis pada 22 2012
Pertemuan dilaksanakan pada tanggal 12 Maret 2012, bertempat di Balai Kota Semarang. Tujuan pertemuan adalah Tersosialisasinya Hasil Survei Cepat Perilaku (SCP) Penasun dan WPS di Provinsi Jawa Tengah. dengan hasil sebagai berikut : Survei Cepat Perilaku (SCP) Penasun : Penasun didominasi oleh Laki-laki(95,5%), umur antara 25 – 29 Tahun (43,6%), pendidikan terakhir SLTA (67,7%), dengan penghasilan utama adalah Pekerjaan Bebas/Serabutan (46,8%). Jenis napza suntik yang pertama kali digunakan adalah Heroin (62,3%), lama waktu pemakaian (penggunaan) paling cepat adalah 3 bulan dan paling lama adalah 20 tahun, terbanyak selama 2 - 4 tahun (47,7%).  Jenis napza suntik yang paling sering di suntik adalah Heroin (77,7%) dan Jenis napza yang paling sering digunakan adalah Mariyuana (35,9%).  Penasun yang setiap hari menyuntik dalam 1 bulan 3,2% dan yang tidak menyuntik setiap hari dalam 1 bulan 40%.  Perilaku berbagi jarum semakin berkurang.  Awal menyuntik berbagi jarum sebesar 25%, kemudian menurun dalam setahun terakhir menjadi 14,5%.  Sebulan terakhir menyuntik semakin menurun yaitu hanya 3,2% dan terakhir menyuntik menjadi 0,9%.  Cairan untuk membersihkan jarum bekas adalah cairan pemutih/bleach (1,4%). Akses LASS tersering di Petugas Lapangan (30,4%) dan terendah di Puskesmas (2,3%). Sedangkan akses non LASS di Klinik/Dokter Praktek (22,7%). Satu jarum suntik baru digunakan satu kali pemakaian (91,5%).  Pembuangan jarum ke Petugas Lapangan LSM (81,4%), dan pembuangan jarum tidak aman ke Tong/Tempat Pembuangan Sampah (47,3%). Penasun melakukan hubungan seks dalam setahun terakhir (95,9%), melakukan hubungan seks terbesar dengan pasangan tidak beresiko (80,5%) dan terendah  dengan WPS/Gigolo (21,8%) dan terdapat penasun yang melakukan “tukar bodi” untuk mendpatkan napza (1,8%). Pemakaian Kondom pada seks terakhir terbesar di pasangan beresiko (86,8%) dan terendah di pasangan tidak beresiko (22,6%). Untuk masalah kesehatan mengenai Hepatitis C hanya 37,7% penasun yang merasa tertular serta hanya 10,5% yang mengetahui statusnya dengan melakukan pemeriksaan laboratorium dan 40,9% penasun melakukan pencegahan/pengobatan. Survei Cepat Perilaku (SCP) WPS WPS rata-rata berumur 28 tahun dan tertinggi umur 50 tahun, Latar  belakang pendidikan terbanyak SLTP (41% ), SD (38%). Lama  bekerja sebagai WPS rata-rata 29 bulan (2,4 tahun)  dan paling lama 240 bulan (20 tahun), Jumlah partner seks dalam satu minggu terakhir rata-rata 5 orang dan tertinggi 28 orang.  Hubungan seks terakhir dengan Tamu (65%), Ketersediaan kondom pada seks terakhir  : Tersedia dan mengunakan kondom (69%), Penyedia kondom pada seks terakhir : WPS sendiri (96%). Alasan tidak mau menggunakan kondom pada satu minggu terakhir : Pasangan seks memaksa tidak pakai kondom : 85%, Cara mendapaktan kondom : Dari sesama teman/PE (99%). Kehilangan tamu/pelanggan tetap karena bersikukuh pakai kondom : Tidak (63%). Mabuk karena alkohol saat berhubungan seks : Tidak pernah (62%)   ... selengkapnya

Monitoring Pelaksanaan Kegiatan Program GF ATM SSF Q7 di Kabupaten Semarang
ditulis pada 22 2012
Monitoring dilaksanakan pada tanggal 12 Maret 2012, bertempat di sekretaris Kabupaten Semarang. Tujuan monitoring adalah Memonitoring dan mengevaluasi pelaksanaan program dan capaian di Sekretariat (Sekretaris/Pimpinan, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi), yang dilakukan pada GF-ATM SSF Quartal 7 di Kabupaten Semarang, dengan hasil sebagai berikut : Kegiatan yang sudah terlaksana di Q7 adalah pertemuan K/K dan penguatan outlet. Kegiatan yang belum terlaksana di Q7 adalah pelatihan PE dan pertemuan penasun. Hasil capaian di Q7 Penasun yang mengakses layanan LASS : 0 dari target 94 Outlet kondom yang disetup : 101 dari target 55 outlet Distribusi kondom sebanyak : 3456 pcs dari target 27022 pcs Anggaran APBD untuk KPA Kota Semarang tahun 2012 sebanyak Rp 60.382.500,00 dari anggaran sebelumnya Rp 200.000.000,00. Kegiatan yang direncanakan dari sumber APBD adalah pendampingan DPRD, monev layanan dan LSM, rapat koordinasi, dan pembinaan kondom 100%. Pokja yang sudah terbentuk di KPA Kota Semarang adalah : Pokja Konseling, Penyuluhan, dan Pencegahan Pokja Surveilans dan PMTS Pokja Pencegahan HIV di Tempat Kerja Pokja Pemberdayaan Pengidap HIV Pokja Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan Penderita HIV- AIDS Pokja Lapas Pokja Harm Reduction Kendala kegiatan : Penjangkau/SDM terbatas untuk penjangkauan di populasi kunci. Penasun berkurang sangat drastis di Kota Semarang Penunjukan puskesmas Padangsari sebagai layanan LASS harap untuk ditinjau kembali, mengingat sangat jarang yang mengakses layanan, selain itu juga ada puskesmas Srondol yang letaknya tidak begitu jauh dari puskesmas Padangsari.   ... selengkapnya

Monitoring dan Evaluasi Harm Reduction di Kota Salatiga
ditulis pada 22 2012
Monitoring dilaksanaakan pada tanggal 9 Maret 2012, bertempat di KPA Kota Salatiga dan Puskesmas SIdorejo Lor. Tujuan monitoring adalah Mencari kendala dan hambatan selama pelaksanaan layanan klinik metadon dan LJASS di Kota Salatiga Mendorong terlaksananya kegiatan HR di Kota Salatiga tahun 2012. Mendorong implementasi PTRM dan LJASS secara maksimal, sehingga target yang diharapkan bisa tercapai.  dengan hasil sebagai berikut : Layanan Jarum Alat Suntik Steril (LJASS) di Puskesmas Sidorejo Lor masih sedikit penasun yang mengakses jarum, hal ini dikarenakan penasun masih enggan menggambil jarum sendiri dengan alasan takut akan tertangkap aparat kepolisian. Jumlah jarum yang diaskses langsung oleh penasun selama bulan Januari hingga Februari 2012 sebanyak 62 buah, sedangkan yang diambil oleh petugas lapangan untuk dibagikan ke penasun sebanyak 400 buah. Pengambilan Kondom bagi penasun juga masih rendah yakni sebanyak 46 buah dibulan Februari 2012 saja, sebelumnya tidak ada yang mengakses. Ketergantungan penasun sangat tinggi terhadap petugas lapangan; sehingga pemberdayaan penasun untuk mengambil jarum dan mengakses layanan lain (kesehatan, Klinik IMS dan VCT) sejak sekarang perlu ditumbuhkan karena tidak selamanya pendonor akan membiayai Lembaga Swadaya Masyarakat untuk mendampingi penasun. Logistik Jarum Alat Suntik Steril (JASS) di Kota Salatiga tercatat sebanyak 13.000 buah dengan masa kadaluarsa pada bulan November 2014, sedangkan untuk alcohol swap masih 500 buah akan tetapi sudah kadaluarsa pada bulan November 2011.  Logistik Jarum Alat Suntik Steril (JASS) di Kota Salatiga dapat dialokasikan ke Kabupaten/Kota lain yang membutuhkan, akan tetapi Kota Salatiga akan mengeluarkan Jarum Alat Suntik Steril (JASS) sebanyak 7200 buah saja, dengan himbauan Kabupaten/Kota yang membutuhkan dapat mengambil sendiri logistik dimaksud.   ... selengkapnya

Monitoring Pelaksanaan Kegiatan Program GF ATM SSF Q7 di Kota Semarang
ditulis pada 22 2012
Monitoring dilaksanakan pada tanggal 9 Maret 2012, bertempat di sekretariat KPA Kota Semarang. Tujuan Memonitoring dan mengevaluasi pelaksanaan program dan capaian di Sekretariat (Sekretaris/Pimpinan, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi), yang dilakukan pada GF-ATM SSF Quartal 7 di Kota Semarang, dengan hasil sebagai berikut : Kegiatan yang sudah terlaksana di Q7 adalah pertemuan K/K dan penguatan outlet. Kegiatan yang belum terlaksana di Q7 adalah pelatihan PE dan pertemuan penasun. Hasil capaian di Q7 Penasun yang mengakses layanan LASS : 0 dari target 94 Outlet kondom yang disetup : 101 dari target 55 outlet Distribusi kondom sebanyak : 3456 pcs dari target 27022 pcs Anggaran APBD untuk KPA Kota Semarang tahun 2012 sebanyak Rp 60.382.500,00 dari anggaran sebelumnya Rp 200.000.000,00. Kegiatan yang direncanakan dari sumber APBD adalah pendampingan DPRD, monev layanan dan LSM, rapat koordinasi, dan pembinaan kondom 100%. Pokja yang sudah terbentuk di KPA Kota Semarang adalah : Pokja Konseling, Penyuluhan, dan Pencegahan Pokja Surveilans dan PMTS Pokja Pencegahan HIV di Tempat Kerja Pokja Pemberdayaan Pengidap HIV Pokja Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan Penderita HIV- AIDS Pokja Lapas Pokja Harm Reduction Kendala kegiatan : Penjangkau/SDM terbatas untuk penjangkauan di populasi kunci. Penasun berkurang sangat drastis di Kota Semarang Penunjukan puskesmas Padangsari sebagai layanan LASS harap untuk ditinjau kembali, mengingat sangat jarang yang mengakses layanan, selain itu juga ada puskesmas Srondol yang letaknya tidak begitu jauh dari puskesmas Padangsari.   ... selengkapnya

Monitoring dan Evaluasi Harm Reduction di Kota Surakarta
ditulis pada 22 2012
Monitoring dilaksanakna pada tanggal 8 Maret 2012, bertempat di KPA Kota Surakarta dan Puskesmas Manahan Surakarta. tujuan monitoring adalah : Mencari kendala dan hambatan selama pelaksanaan layanan klinik metadon dan LJASS di Kota Surakarta. Mendorong terlaksananya kegiatan HR di Kota Surakarta tahun 2012. Mendorong implementasi PTRM dan LJASS secara maksimal, sehingga target yang diharapkan bisa tercapai.  dengan hasil sebagai berikut : Layanan Jarum Alat Suntik Steril (LJASS) di Puskesmas Manahan menemui kendala dalam pemberian jarum, karena jarum yang tersedia di Kota Surakarta merk Vesco dan Sungshim tidak diminati oleh IDU. Jumlah IDU yang mengakses langsung ke Puskesmas secara komulatif sejak Januari sampai Februari tahun 2012 sebanyak 22 klien dengan capaian jarum sebanyak 420 pcs. Klien akan mengembalikan jarum yang tidak bermerk terumo kepada Puskesmas. Dalam pelayanan klinik Metadhon jumlah klien yang aktif sampai pada bulan Februari sebanyak 37 orang dengan jenis kelamin 36 (tiga puluh enam) orang laki laki dan 1 (satu) orang wanita. Persediaan amplop jarum suntik steril belum tercetak ulang sehingga persediaan menipis, mohon dukungan KPA Provinsi untuk memfasilitasi persediaan amplop jarum suntik steril.     ... selengkapnya