• Terdapat penambahan fitur baru pada www.aidsjateng.or.id yaitu 'TV Spot KPAP'
  • SK Pembentukan KPA Kab/Kota, bisa di download pada menu direktori
  • Data Kasus HIV dan AIDS sampai dengan 31 Desember 2014 adalah 10.804 kasus
  • Sudah Ada 35 KPA Kab/Kota di Jawa Tengah

Berita KPAP

Visitasi Pokja PMTS KPA Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Jepara
ditulis pada 27 2012
Visitasi dilaksanakan pada tanggal 22 November 2011, bertempat di Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara. Tujuan visitasi adalah : Diketahuinya kondisi dan masalah respon Program HIV&AIDS khususnya PMTS di Kab/Kota atau lokasi terpilih Diperolehnya upaya pemecahan masalah Program HIV&AIDS khususnya PMTS di Kab/Kota atau lokasi terpilih. Tersusunnya Rencana Tindak Lanjut dalam rangka pelaksanaan Program HIV&AIDS melalui Pokja PMTS Kab/Kota terpilih.  dengan hasil sebagai berikut : Tim Pokja PMTS Kab. Jepara sudah terbentuk dengan anggota dari unsur : Dinkes, Dikpora, Bappeda, Disbudpar, Satpol PP, Polres, Puskesmas, BKKBN, LSM, Dinsosnaker. Draft SK Pembentukan Pokja PMTS sudah di usulkan kepada Bupati Jepara, menunggu keputusan. Pokja Lokasi belum terbentuk, karena masih menunggu reorganisasi pengurus paguyuban Karaoke di Area Wisata Kuliner Pungkruk. Dinsosnaker Kab. Jepara sudah melakukan PPEO dengan melibatkan 40 peserta ODHA. BKKBN Kab. Jepara sudah melakukan sosialisasi kepada siswa SMP-SMA dan Mahasiswa, serta memeiliki 40 kelompok remaja sebaya dalam bidang sosial (HIV dan AIDS).     ... selengkapnya

Supervisi Program Q6 GF-ATM SSF di Kota Surakarta
ditulis pada 04 2012
Supervisi dilaksanakan pada tanggal 21 November 2011, bertempat di sekretariat KPA Kota Surakarta. Tujuan supervisi adalah Memonitoring dan mengevaluasi pelaksanaan program dan capaian di Sekretariat (Sekretaris/pimpinan, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi), layanan kesehatan maupun penjangkauan yang dilakukan pada GF-ATM SSF Quartal 6 di Kota Surakarta. dengan hasil sebagai berikut : KPA Kota Surakarta telah melaksanakan Pencegahan HIV Melalui Transmisi Seksual dengan Kegiatan antara lain Pelatihan Pendidik Sebaya, Penguatan Autlet Kondom, Pembuatan KIE, pertemuan koordinasi antar LSM dan Stakeholder. KPA Kota Surakarta akan melantik Warga Peduli AIDS Kota Surakarta pada tanggal 2 Desember 2011 dalam rangka Hari AIDS Sedunia (HAS). Set Up outlet kondom Q6 KPA Kota Surakarta ditargetkan sejumlah 60 outlet dengan realisasi sejumlah 80 outlet (>100%). KPA Kota Surakarta telah melakukan pemetaan pemetaan populasi kunci bersama-sama dengan SSR PKBI. Puskesmas Manahan akan menset-up klinik VCT demi penyediaan layanan komoprehensif. KPA Kota Surakarta akan menganggarkan bantuan makanan tambahan bagi balita ODHA pada anggaran tahun 2012.   ... selengkapnya

Visitasi Pokja CST KPA Provinsi Jawa Tengah di RSUD Soewondo Kabupaten Kendal
ditulis pada 23 2012
Visitasi dilaksanakan pada tanggal 16 November 2011, bertempat di ruang komite RSUD dr. Soewondo Kabupaten Kendal. Tujuan visitasi adalah : Diketahuinya kondisi dan masalah pada layanan CST di Rumah Sakit terpilih. Diperolehnya upaya pemecahan masalah. Tersusunnya Rencana Tindak Lanjut. dengan hasil sebagai berikut : Jumlah Pasien HIV dan AIDS (Data RSUD Kab. Kendal) :                                   2010    2011    total HIV                   19       15       34 AIDS                 14       12       26 rujuk masuk        0        5         5              Total                33       32       65 Pasien HIV/AIDS tahun 2010 – 2011 (Oktober)  yang meninggal :  15 orang Belum ARV :  5 orang Sudah ARV : 10 orang Pasien HIV/AIDS tahun 2010 – 2011 (Oktober )yang hilang kontak : 5 orang Pasien HIV/AIDS tahun 2010 – 2011 (Oktober) rujuk masuk  : 5 orang Kendala Ruangan perawatan untuk pasien HIV dan AIDS belum memenuhi standar Sarana dan prasarana Lab yang ada di RSUD dokter H. Soewondo Kendal khususnya untuk lab pemeriksaan IO belum lengkap, hanya ada pemeriksaan GOT Perlu dukungan dana untuk pembentukan paguyuban untuk ODHA Sebagian besar pasien merupakan golongan menengah ke bawah, bahkan sebagian tidak mempunyai jaminan kesehatan sehingga membutuhkan bantuan dana untuk berobat. Perlu dukungan anggaran (khususnya dari Pemda Kab. Kendal) untuk melakukan VCT bagi kelompok resiko tinggi. Mulai tahun 2011 dukungan anggaran dari Pemda Kab. Kendal bagi kelompok resiko tinggi untuk melakukan VCT  dialihkan untuk kegiatan lain sehingga berdampak pada rendahnya capaian kunjungan VCT.     ... selengkapnya

Supervisi Program Q6 GF-ATM SSF di Kabupaten Tegal
ditulis pada 27 2012
Supervisi dilaksanakan pada tanggal 16-17 November 2011, bertempat di sekretariat KPA Kabupaten kendal. Tujuan supervisi adalah Monitoring pelaksanaan program atau kegiatan di KPA Kabupaten Grobogan (Sekretaris/Pimpinan, Pengelola Program dan Pengelola Administrasi), Layanan Kesehatan, dan maupun penjangkau (KDS) di Kabupaten Tegal, dengan hasil sebagai berikut : Satpol PP Kab. Tegal memberikan dukungan penuh dalam kegiatan penanggulangan HIV dan AIDS di Kab. Tegal Koordinasi dan komunitas antara KPA Kab. Tegal, Dinkes Kab. Tegal, dan LSM Pelita, sudah terjalin cukup harmonis. ada perencanaan untuk mendirikan klinik satelit dari pihak RS Surodadi di Palemen. Pokja lokasi sudah berfungsi aktif dan berjalan kondusif. Pemeriksaan IMS yang selama ini dilakukan kurang maksimal, karena hanya dilakukan 3 bulan sekali, dan jika harus periksa sendiri, jarak antara puskesmas dengan lokalisasi cukup lumayan jauh. Pendistribusian kondom, bukan hanya sekedar distribusi KPA ke MLD (manajemen Lini Dua) saja, tapi diharuskan adanya pencatatan dari pencatatan penggunaan dari outlet ke user, jadi nanti akan terpantau antara jumlah yang terdistribusi dengan jumlah pemakaian. Program distribusi selanjutnya, diharapkan akan menerapkan sistem distribusi pull, yaitu berdasarkan target dari pusat. Distribusi kondom, KPA Kab. Tegal telah mendistribusikan sekitar 21.000 pcs dari 19.304 pcs yang ditargetkan. belum ada outlet baru yang tersetup pada Q6 ... selengkapnya

Visitasi Program Penanggulangan HIV & AIDS ke Kab. Sukoharjo (Tim Asistensi)
ditulis pada 23 2012
Visitasi dilaksanakan pada tanggal 15 November 2012, bertempat di Ruang Graha Satya Karya Lt. 3 Setda Kab. Sukoharjo. Tujuan visitasi adalah : Diketahuinya kondisi dan masalah respon Penang-gulangan HIV & AIDS di Kabupaten Sukoharjo. Diperolehnya upaya pemecahan masalah Penang-gulangan HIV & AIDS di Kabupaten Sukoharjo.  Tersusunnya Rencana Tindak Lanjut dalam rangka meningkatkan Respon penanggulangan HIV & AIDS di Kabupaten Sukoharjo. dengan hasil sebagai berikut : Telah ditetapkan Sekretaris penuh waktu yaitu dr. Suryono, M. Kes dan akan diupayakan agar dana bisa diberikan kepada KPA Kabupaten Sukoharjo di tahun 2012 mendatang. Kegiatan yang telah dilaksanakan SKPD Dinkes Kab. Sukoharjo: Penyuluhan kelompok masyarakat kepada kader dan TP-PKK di Gedung KORPRI. Membentuk dan memperdayakan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) di 12 Puskesmas Kabupaten Sukoharjo. Dari 12 PKPR tersebut, baru 4 PKPR yang sudah melayani pasien dengan baik yaitu Puskesmas Sukoharjo, Grogol, Bendosari dan Kartasura. Menjalin jejaring dengan LSM AMPASS dalam mengendalikan penyakit PMS, HIV dan AIDS di Kab. Sukoharjo. Melalui program pengendalian TB paru, telah mengembangkan jejaring dengan pelayanan kesehatan swasta seperti RS Swasta, klinik swasta dan lainnya.    Hambatan dan kendala yang dihadapi: Koordinasi dan integrasi kegiatan lintas program dan lintas sektoral belum optimal. Keterbatasan  sumber daya, sehingga cakupan program belum optimal. Stigma ODHA masih sangat berlebihan di masyarakat  Belum adanya dana di KPA Kabupaten Sukoharjo.   ... selengkapnya

Supervisi Program Q6 GF-ATM SSF di Kabupaten Banyumas
ditulis pada 23 2012
Supervisi dilaksanakan pada tanggal 14-15 November 2011, bertempat di Sekretariat KPA Kabupaten Banyumas. Tujuan supervisi adalah Memonitoring dan mengevaluasi pelaksanaan program dan capaian di Sekretariat (Sekretaris/pimpinan, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi), layanan kesehatan maupun penjangkauan yang dilakukan pada GF-ATM SSF Quartal 6 di Kabupaten Banyumas, dengan hasil sebagai berikut : Dukungan APBD untuk tahun ini sangat minim, hanya untuk kesekretariatan KPA Kab. Banyumas, belum dialokasikan untuk program lain, dan untuk tahun 2012, sesuai arahan dari Sekda, untuk semua SKPD dapat mengalokasikan anggaran untuk HIV dan AIDS. Ada beberapa kegiatan yang masih mendapatkan tantangan dari kepolisian. Belum terjalinnya koordinasi yang harmonis antara KPA Kab. Banyumas, Dinas Kesehatan dan LSM setempat (LPPLSH). KPA Kab. Banyumas mengedepankan pertemuan rutin bagi mucikari setiap tanggal 10 di setiap bulan. Kasus IMS meningkat, karena adanya kesulitan penjangkau di saat pemeriksaan IMS. Kendala dalam pemeriksaan IMS adalah sering terjadinya mutasi tugas oleh tenaga kesehatan, sehingga tenaga kesehatan yang baru belum berpengalaman dalam pemeriksaan IMS/belum terlatih. Beberapa kegiatan KPA Kab. Banyumas belum bisa terlaksana karena dana dri KPAN belum ditransfer. adanya pemikiran dan keraguan akan kualitas kondom bersubsidi, mengakibatkan kesulitan dalam mensetup outlet kondom baru. untuk pendistribusian kondom, bukan hanya sekedar distribusi dari KPA ke MLD (Manajeman Lini Dua) saja, tapi diharuskan adanya pendatatan penggunaan dari outlet ke user, jadi nanti akan terpantau antara jumlah yang terdistribusi dengan jumlah pemakai. Program distribusi selanjutnya, diharapkan akan menerapkan sistem distribusi pull, yaitu berdasarkan permintaan dari daerah, bukan lagi berdasarkan target dari pusat. KPA Kab. Banyumas telah mendistribuksikan sekitar 3000 an pcs dari 18.754 pcs. outlet baru yang terbentuk hanya 5 dari 25 outlet yang ditargetkan. Jangkauan LASS sampai saat ini masih 0 atau tidak ada, hal ini dikarenakan belum adanya keberanian dari penasun untuk mengakses layanan. ... selengkapnya

Visitasi Pokja Lapas Program Penanggulangan HIV & AIDS di Rutan Wonosobo
ditulis pada 23 2012
Visitasi dilaksanakan pada tanggal 10 November 2011, bertempat di ruang pertemuan Rutan Wonosobo. Tujuan visitasi adalah : Diketahuinya kondisi dan masalah respon Program HIV&AIDS di Lapas/Rutan pada Kab/Kota terpilih. Diperolehnya upaya pemecahan masalah Program HIV&AIDS di Lapas/Rutan pada Kab/Kota terpilih. Tersusunnya Rencana Tindak Lanjut dalam rangka pelaksanaan Program HIV&AIDS di Lapas/Rutan pada Kab/Kota terpilih. dengan hasil sebagai berikut : Jumlah penghuni yang ada di Rutan Wonosobo adalah 140 orang, yang terdiri dari 88 tahanan dan 52 narapidana. Jumlah narapidana laki – laki 135 orang dan perempuan 5 orang. Jumlah penghuni rutan dengan latar belakang kasus narkotika berjumlah 5 orang. Rutan Wonosobo bekerjasama dengan Puskesmas terdekat, dengan cara mendatangkan 1 (satu) tenaga medis yang datang 1 (satu) minggu sekali setiap hari Rabu. Pihak Rutan Wonosobo mengetahui bahwa ada 1 (satu) orang napi yang terinveksi HIV positiv (tetapi napi tersebut belum mengetahui status HIVnya). Napi tersebut di atas akan dipindahkan ke Lapas Kedungpane Semarang dikarenakan di Rutan Wonosobo belum siap untuk melakukan perawatan terhadap penderita HIV dan AIDS. Dinas Kesehatan Kab. Wonosoo telah melakukan serosurvey pada bulan Mei 2011 kepada 140 penghuni Rutan Wonosobo dengan hasil lebih dari 1 (satu) orang yang terinveksi HIV. Masih kurangnya pengetahuan Petugas Rutan Wonosobo tentang penanggulangan HIV dan AIDS. Perlu adanya tenaga medis, tenaga konselor, tenaga psikolog yang selalu siap (full time) di dalam Rutan Wonosobo. ... selengkapnya

Visitasi Program Penanggulangan HIV & AIDS ke Kab. Sragen (Tim Asistensi)
ditulis pada 03 2012
Pertemuan dilaksanakan pada tanggal 9 November 2011, bertempat di Ruang Biro Kesra Kantor Setda Kab. Sragen. Tujuan visitasi adalah : Diketahuinya kondisi dan masalah respon Penanggulangan HIV&AIDS di Kab. Sragen Diperolehnya upaya pemecahan masalah Penanggulangan HIV&AIDS di Kab. Sragen Tersusunnya Rencana Tindak Lanjut dalam rangka meningkatkan Respon penanggulangan AIDS di Kab. Sragen dengan hasil sebagai berikut : Kelembagaan : KPA Sragen telah memiliki SK kantor Penanggulangan HIV dan AIDS  Kasus HIV & AIDS: Kasus yang dilaporkan di Provinsi dan KPA Kab. Sragen; sampai dengan September 2011 data yang terkumpul di Dinkes Provinsi sebanyak 80 kasus, sementara data Dinkes Kab. Sragen sejumlah 63 kasus Proporsi kasus AIDS menurut faktor resiko di Kab. Sragen Tahun 2011 yang paling besar adalah Heteroseks, yaitu sebesar 84%. IDU sejumlah 14% dan Perinatal 1,6% Layanan Kesehatan : Kab. Sragen sudah mempunyai layanan kesehatan seperti Klinik VCT, dan CST di RSUD  Penjangkauan : Di Kab. Sragen belum mempunyai LSM yang khusus  menjangkau untuk kasus IMS, HIV & AIDS dan jika ada kasus dengan populasi kunci selalu koordinasi dengan Kota Surakarta Stigma masyarakat masih sangat besar terhadap penderita HIV & AIDS, sehingga perlu diberikan pemahaman yang benar mengenai HIV & AIDS oleh penjangkau. Dan Klinik VCT belum berjalan maksimal ( belum tersedianya ruang tersendiri/ prifasi)  Belum ada manager kasus /LSM ( yang memonitor/memantau keberadaan penderita) Kurikulum HIV masuk dalam sekolah-sekolah SMP dan SMA   ... selengkapnya