• Terdapat penambahan fitur baru pada www.aidsjateng.or.id yaitu 'TV Spot KPAP'
  • SK Pembentukan KPA Kab/Kota, bisa di download pada menu direktori
  • Data Kasus HIV dan AIDS sampai dengan 31 Desember 2014 adalah 10.804 kasus
  • Sudah Ada 35 KPA Kab/Kota di Jawa Tengah

Berita KPAP

Visitasi Program Penanggulangan HIV & AIDS ke Kab. Wonogiri (Tim Asistensi)
ditulis pada 10 2012
Visitasi dilaksanakan pada tanggal 9 November 2011 di Ruang Rapat Sekda Kab. Wonogiri. Tujuan Visitasi adalah Diketahuinya kondisi dan masalah respon Penanggulangan HIV&AIDS di Kab. Wonogiri. Diperolehnya upaya pemecahan masalah Penanggulangan HIV&AIDS di Kab. Wonogiri. Tersusunnya Rencana Tindak Lanjut dalam rangka meningkatkan Respon penanggulangan AIDS di Kab. Wonogiri. dengan hasil sebagai berikut : Kelembagaan :KPA Wonogiri telah menerbitkan SK Pembentukan KPA Wonogiri yang sesuai dengan Permendagri 20/2007, yaitu SK Bupati No. 290/2009.  Kasus HIV & AIDS: Kasus yang dilaporkan KPA Kab. Wonogiri; sampai dengan September 2011 data yang terkumpul di Dinkes Kab. Wonogiri sebanyak 48 kasus. Proporsi kasus AIDS menurut faktor resiko di Kab. Grobogan Tahun 2011 yang paling besar adalah Heteroseks, yaitu sebesar 48%, IDU sebesar 20%, Perinatal sejumlah 11%, IRT sebesar 11% dan lain-lain sebesar 6%. Layanan Kesehatan :Kab. Wonogiri belum mempunyai layanan kesehatan seperti Klinik VCT dan CST, selama ini dirujuk ke RS Moewardi Solo.  Penjangkauan : Di Kab. Wonogiri belum memiliki petugas penjangkau. Materi tentang HIV & AIDS telah  masuk di beberapa SMA di Grobogan melalui kegiatan sosialisasi.   ... selengkapnya

lokakarya Pokja Workplace KPA Prov. Jateng
ditulis pada 27 2012
Lokakarya dilaksanakan pada tanggal 9 November 2011, bertempat di Bappeda Provinsi Jateng. Tujuan Lokakarya adalah : Diketahuinya informasi kebijakan penanggulangan HIV&AIDS Provinsi Jawa Tengah khususnya perusahaan Diperolehnya informasi mengenai bagaimana tahapan dan cara penanggulangan HIV&AIDS di Perusahaan  Terbentuknya komitmen dari perusahaan untuk ikut serta dalam penanggulangan HIV&AIDS  dengan hasil sebagai berikut : Masing-masing perusahaan akan melakukan penyuluhan tentang HIV dan AIDS kepada karyawannya dengan di fasilitasi oleh Disnaker Kab/Kota masing-masing ... selengkapnya

Visitasi Program Penanggulangan HIV & AIDS ke Kab. Purworejo (Tim Asistensi)
ditulis pada 03 2012
Visitasi dilaksanakan pada tanggal 8 November 2011, bertempat di Ruang Biro Kesra Kantor Setda Kab. Purworejo. Tujuan visitasi adalah : Diketahuinya kondisi dan masalah respon Penanggulangan HIV&AIDS di Kab. Purworejo Diperolehnya upaya pemecahan masalah Penanggulangan HIV&AIDS di Kab. Purworejo Tersusunnya Rencana Tindak Lanjut dalam rangka meningkatkan Respon penanggulangan AIDS di Kab. Purworejo dengan hasil sebagai berikut : Kelembagaan : KPA Sragen telah memiliki SK Ditetapkan dg SK Bupati No:188.4/532/2011 tgl 15 Agustus 2011, namun belum sesuai dengan Kepmendagri 20 tahun 2007. Kab. Purworejo belum memiliki kantor Penanggulangan HIV dan AIDS dan masih menginduk pada Dinkes. Kasus HIV & AIDS: Kasus yang dilaporkan di Provinsi dan KPA Kab. Purworejo; sampai dengan September 2011 data yang terkumpul di Dinkes Provinsi sebanyak 18 kasus, sementara data Dinkes Kab. Purworejo sejumlah 19 kasus. 5 Kasus telah didampingi oleh MK kerja bareng dengan Daerah Yogyakarta dan 14 orang telah meninggal. Proporsi kasus AIDS menurut faktor resiko di Kab. Kudus Tahun 2011 yang paling besar adalah Heteroseks, yaitu sebesar 80%. Layanan Kesehatan : Kab. Purworejo sudah mempunyai layanan kesehatan seperti Klinik IMS Puskesmas, PMTCT, Layanan TB HIV VCT&CST  Penjangkauan : Di Kab. Purworejo belum mempunyai LSM yang khusus  menjangkau untuk kasus IMS, HIV & AIDS. Stigma masyarakat masih sangat besar terhadap penderita HIV & AIDS, sehingga perlu diberikan pemahaman yang benar mengenai HIV & AIDS oleh penjangkau. Keterlibatan LSM masih sangat kurang   ... selengkapnya

Visitasi Pokja Lapas ke Rutan Temanggung
ditulis pada 23 2012
Visitasi dilaksanakan pada tanggal 8 November 2011, bertempat di Ruang pertemuan Rutan Temanggung. Tujuan visitasi adalah mengetahui Kondisi dan Upaya Pencegahan dan Penanggulangan HIV & AIDS di Rutan Temanggung. dengan hasil sebagai berikut : Acara dibuka oleh Ka. Rutan Temanggung, Bp. Sambiyono, Bc.IP, SH. Pada tahun 2010 dan 2011 telah dilakukan serro survey di Rutan Temanggung, namun sampai sekarang belum ada hasilnya. Belum ada petugas penjangkau yang mendampingi sampai ke Rutan. Faktor resiko yang paling dominan di Rutan Temanggung adalah sebagai berikut : Pelimpahan Narapidana Narapidana kasus narkoba Yayasan Mitra Alam (YMA) sangat berharap setelah pertemuan ini dapat terjalin jejaring antara YMA dan Rutan Temanggung, agar YMA dapat melakukan pendampingan sampai ke dalam Rutan bekerja sama dengan Dinkes dan KPA. RSUD Temanggung telah siap dengan klinik VCT dan CST, serta untuk rujukan ARV. Tenaga Kesehatan di Rutan Temanggung sangat terbatas, hanya 1 (satu) orang selama seminggu sekali. Petugas Rutan Temanggung masih sangat awam dengan HIV & AIDS. ... selengkapnya

Supervisi Program Q6 GF-ATM SSF di Kota Salatiga
ditulis pada 23 2012
Supervisi dilaksanakan pada tanggal 8 November 2011, bertempat di sekretariat KPA Kota Salatiga. Tujuan supervisi adalah memonitoring dan mengevaluasi pelaksanaan program dan capaian di Sekretariat (Sekretaris/pimpinan, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi), layanan kesehatan maupun penjangkauan yang dilakukan pada GF-ATM SSF Quartal 6 di Kota Salatiga. dengan hasil sebagai berikut : Tim mengunjungi Sekretariat KPA Kota Salatiga, Dinkes Kota Salatiga, Puskesmas Sidorejo Lor, dan Kawasan Wisata Karaoke (KWK) Sarirejo. Mobile klinik di Kawasan Wisata Karaoke Sarirejo dilaksanakan 2 kali seminggu (Selasa dan Kamis). Pergantian Pengelola Program KPA Kota Salatiga yg baru membuat kegiatan yg sudah terjadwal tertunda dikarenakan Pengelola Program yg baru perlu adaptasi. KPA Kota Salatiga telah menerima tambahan persediaan kondom dari BKKBN Kota Salatiga dan KPA Provinsi Jawa Tengah, yang akan segera didistribusikan kepada outlet-outlet yang telah disetup. KPA Kota Salatiga telah membentuk 3 outlet (30%) yaitu Puskesmas Sidorejo Lor, Rutan dan Kawasan Wisata Karaoke Sarirejo dari target 10 outlet. Kawasan Wisata Karaoke Sarirejo memiliki sekitar 60 wisma dengan jumlah 240 orang. Outlet yang disetup adalah outlet lama yang sudah tidak aktif, sehingga diaktifkan kembali, diperoleh informasi mereka lebih menyukai sutra. Pokja yang ada di KPA Kota Salatiga adalah Pokja HR, Pokja PMTS dan Survelens, Pokja Penyuluhan dan Pemberdayaan dan Pokja CST.    ... selengkapnya

Pertemuan Sosialisasi Pemetaan Populasi Kunci Provinsi Jawa Tengah
ditulis pada 03 2012
Pertemuan dilaksanakan pada tanggal 7 November 2011, bertempat di Balai Kota Semarang. Tujuan pertemuan adalah : Mengetahui tujuan dari kegiatan pemetaan yang dilakukan Mengetahui Jenis, cakupan dan metode yang dilakukan dalam kegiatan pemetaan Mengetahui output dari kegiatan pemetaan yang dilakukan dengan hasil sebagai berikut : Pemetaan akan dilaksanakan di 8 Kab/Kota yaitu Kota Semarang, Kab. Semarang, Kab. Kendal, Kab. Batang, Kab. Tegal, Kab. Banyumas, Kab. Cilacap dan Kota Surakarta. Populasi kunci yang akan dipetakan adalah WPS Langsung/Tidak Langsung, LSL, Waria, Penasun dan Pria Resiko tinggi. Jenis Pemetaan yang dilakukan adalah pemetaan geografis dan pemetaan sosial. Metode pemetaan yang dilakukan adalah observasi, wawancara tokoh kunci, wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah (FGD). Langkah-langkah dalam pemetaan yaitu melakukan pertemuan sosialisasi, pengambilan data di Lapangan, melakukan Verifikasi, melakukan kesepakatan dan melakukan sosialisasi. Jumlah populasi kunci yang harus diperoleh dalam pemetaan adalah 10% dari estimasi tahun 2009.  Hasil yang ingin diperoleh dari pemetaan adalah: Pemutakhiran data tentang lokasi hotspot yang lebih lengkap di tingkat kecamatan/kab/kota/provinsi. Pemutakhiran data tentang jumlah Populasi Kunci (MARP).  Pemutakhiran data tempat layanan (puskesmas, klinik IMS, VCT, LJASS, methadone, outlet kondom). Pemutakhiran data tentang  program penanggulangan HIV & AIDS yang telah ada dan lembaga yang menanganinya. Rekomendasi untuk menentukan lokasi program intervensi yang menjadi prioritas. Karekteristik Sosial dari populasi di hotspot yang dipetakan   ... selengkapnya

Supervisi Program Q6 GF-ATM SSF di Kabupaten Cilacap
ditulis pada 23 2012
SUpervisi dilaksanakan pada tanggal 7-8 November 2011, bertempat di sekretariat KPA Kabupaten Cilacap. Tujuan supervisi adalah Memonitoring dan mengevaluasi pelaksanaan program dan capaian di Sekretariat (Sekretaris/pimpinan, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi), layanan kesehatan maupun penjangkauan yang dilakukan pada GF-ATM SSF Quartal 6 di Kabupaten Cilacap. dengan hasil sebagai berikut : Tim mengunjungi Sekretariat KPA Kabupaten Cilacap, Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, Klinik VCT Cahaya Pita RSUD Kabupaten Cilacap, Klinik IMS Puskesmas Pembantu Cilacap Selatan I dan Lokalisasi Slarang. Pertemuan Penasun telah dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2011 dengan agenda sosialisasi Kebijakan Wajib Lapor dalam (Ps. 55 UU No. 35/2009) dan Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan Wajib Lapor Pecandu Narkotika (PP No. 25/2011). KPA Kabupaten Cilacap pada Q6 SSF telah mensetup 2 outlet kondom (12,5%) dari 16 outlet yang di targetkan. Penasun pada bulan Oktober 2011 belum mulai mengakses layanan LASS yang ada di Puskesmas Cilacap Selatan II dikarenakan penjangkau belum aktif. Pertemuan Sosialisasi pemetaan dilaksanakan pada tanggal 8 November 2011, dengan komposisi petugas lapangan adalah WPS;3 orang, LSL;3 orang, Waria;2 orang dan Penasun;2 orang. RSUD Kabupaten Cilacap membutuhkan Manager Kasus yang baru. Pertemuan KDS biasanya dilaksanakan setiap bulan sekali, namun tanggal pertemuannya tidak terjadwal secara tetap. Lokalisasi Slarang memiliki sekitar 50 wisma dengan jumlah sebanyak 150 orang. ... selengkapnya

Visitasi Pokja HR KPA Prov. Jateng di Kota Salatiga
ditulis pada 03 2012
Visitasi dilaksanakan pada tanggal 4 November 2011, bertempat di PKM Sidorejo Lor Kota Salatiga. Tujuan visitasi adalah :   Diketahuinya kondisi dan masalah respon Program HIV&AIDS khususnya Program HR pada Kota Salatiga Diperolehnya upaya pemecahan masalah Program HIV&AIDS khususnya Program HR pada Kota Salatiga Tersusunnya Rencana Tindak Lanjut dalam rangka pelaksanaan Program HIV&AIDS dengan hasil sebagai berikut : Kota Salatiga melalui Dinkes mengadakan 1 tahun sekali kegiatan serro survey, penyuluhan pada Napi tentang HIV dan AIDS bersumber dari dana APBD Dinas Kesehatan, mengingat KPA Kota Salatiga tidak mendapat anggaran dari APBD. Kota Salatiga masih menghadapi berbagai masalah penganggaran dalam bidang kesehatan: penyakit menular, salah satunya adalah HIV dan AIDS,  beberapa tahun terakhir meningkat sangat tajam. HIV dan AIDS di Kota Salatiga urutan ke-10 tingkat Jawa Tengah dengan jumlah kasus 110 di Kec. Sidorejo Lor dari tahun 2009 sampai Oktober 2010 juga telah tercatat 50 orang penasun sudah mengakses jarum sutik.   ... selengkapnya