• Terdapat penambahan fitur baru pada www.aidsjateng.or.id yaitu 'TV Spot KPAP'
  • SK Pembentukan KPA Kab/Kota, bisa di download pada menu direktori
  • Data Kasus HIV dan AIDS sampai dengan 31 Desember 2014 adalah 10.804 kasus
  • Sudah Ada 35 KPA Kab/Kota di Jawa Tengah

Berita KPAP

Visitasi Pokja Perencanaan & Advokasi KPA Prov. Jateng di Kab. Karanganyar
ditulis pada 03 2012
Visitasi dilaksanakan pada tanggal 31 Oktober 2011, bertempat di Ruang Garuda I Gedung sekda Kab. Karanganyar. Tujuan Visitasi adalah : Diketahuinya kondisi dan masalah respon Program HIV&AIDS khususnya Program Perencanaan dan Advokasi pada Kabupaten Karanganyar. Diperolehnya upaya pemecahan masalah Program HIV&AIDS khususnya Program Perencanaan dan Advokasi pada Kabupaten Karanganyar.    Tersusunnya Rencana Tindak Lanjut dalam rangka pelaksanaan Program HIV&AIDS khususnya Program Perencanaan dan Advokasi pada Kabupaten Karanganyar. dengan hasil sebagai berikut : Kasus HIV dan AIDS di Karanganyar sejumlah 89 yang terdiri atas 44 % adalah kasus pada perempuan dan 56 % adalah kasus pada laki-lakai. Kabupaten Karanganyar secara kelembagaan sudah mempunyai; Sekretaris penuh waktu yaitu mantan pejabat Asisten Kesra.  KPA Kab. Karanganyar dalam penanganan kasus HIV dan AIDS belum optimal, meskipun KPA sudah terbentuk, namun belum ada anggaran khusus semua kegiatan KPA. Manajer Kasus dan Konselor untuk pendampingan terhadap penderita hanya 1 orang di RSUD Karanganyar. LSM peduli AIDS di Kabupaten Karanganyar masih sedikit. Beberapa potensial penyebaran HIV di Kab. Karanganyar antara lain; adanya perilaku berisiko dan mobilitas yang cukup tinggi, penyebaran Kasus HIV dan AIDS di Kab,Karanganyar cenderung mengarah ke wilayah pedesaan, adanya laporan infeksi HIV pada ibu hamil dan bayi/anak  di wilayah Kabupaten Karanganyar dan penularan HIV akan terus berlangsung, karena upaya pencegahan belum mampu menekan penularan, layanan VCT Klinik IMS belum optimal dan Informasi HIV dan AIDS belum menyentuh masyarakat luas. Beberapa upaya yang dilakukan guna pencegahan dan penanggulangan HIV / AIDS di Kabupaten Karanganyar antara lain; membentuk dan mengoptimalkan peran /fungsi KPA Kabupaten, mengoptimalkan klinik VCT di RSUD Kab. Karanganyar, pengembangan klinik IMS di Puskesmas, sosialisasi pencegahan HIV/AIDS melalui seminar dan penyebaran leaflet oleh KPA Kabupaten, rapid survey perilaku sex remaja dan sero survey pada kelompok dg perilaku sex beresiko tinggi penularan HIV/AIDS ... selengkapnya

Supervisi Program Q6 GF-ATM SSF di Kota Semarang
ditulis pada 04 2012
SUpervisi dilaksanakan pada tanggal 31 oktober 2011, bertempat di sekretariat KPA Kota Semarang. Tujuan supervisi adalah Monitoring Pelaksanaan Kegiatan Program GF-ATM SSF Q6 di Kota Semarang. dengan hasil sebagai berikut : KPA Kota Semarang masih memiliki stok kondom,pelicin dan jarum yang cukup sampai dengan Desember 2011. Yakita yang berada di Kota Semarang akan menerima dana bantuan program dari APBN melalui KPA Nasional. Dana yang diberikan selama 1 (satu) tahun. KPA Nasional bersama KPA Provinsi Jawa Tengah dan KPA Kota Semarang mengunjungi salah satu layanan LASS di Kota Semarang, yaitu Puskesmas Padang Sari. Dari petugas yang diwawancarai mengatakan bahwa akses paket JASS cukup banyak, namun para penasun belum mengakses sendiri ke puskesmas. Hanya ada 6 penasun yang mengakses langsung ke Puskesmas.   ... selengkapnya

VIsitasi Pokja HR KPA Prov. Jateng di Kab. Banyumas
ditulis pada 19 2011
Visitasi dilaksanakan pada tanggal 27 - 28 Oktober 2011, bertempat di Puskesmas Selatan II Kab. Banyumas. Tujuan visitasi adalah : Diketahuinya kondisi dan masalah respon Program HIV&AIDS khususnya Program HR pada Kab/Kota terpilih.( Banyumas) Diperolehnya upaya pemecahan masalah Program HIV&AIDS khususnya Program HR pada Kab/Kota terpilih. (Banyumas) Tersusunnya Rencana Tindak Lanjut dalam rangka pelaksanaan Program HIV&AIDS khususnya Program HR pada Kab/Kota terpilih. (Banyumas) dengan hasil sebagai berikut : Kegiatan HR di kab. Banyumas belum berjalan optimal dikarenakan masih ada kontraversi di lapangan. Penasun masih takut jika mengakses Jarum ke Puskesmas takut ditangkap Polisi. Kab. Banyumas melalui Dinkes meningkatkan akses pada material komunikasi, informasi dan edukasi tentang penyuntikan lebih aman dan pencegahan penyakit yang ditularkan melalui darah, IMS dan risiko terkait penggunaan narkoba suntik serta membagikan perlengkapan alat suntik steril bagi IDU.  Kab. Banyumas masih menghadapi berbagai masalah penganggaran dalam bidang kesehatan : penyakit menular, salah satunya adalah HIV dan AIDS,  beberapa tahun terakhir meningkat sangat tajam. HIV dan AIDS di Kab. Banyumas urutan ke-3 tingkat Jawa Tengah Penularan HIV melalui jarum suntik pada Penasun meningkat tajam sejak tahun 2009, untuk jumlah kasus penasun dan epidemi HIV terbanyak di Kec. Purwokerto Timur 2 dan Purwokerto Selatan.     ... selengkapnya

VIsitasi Pokja HR KPA Prov. Jateng di Kab. Temanggung
ditulis pada 19 2011
Visitasi dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober 2011, bertempat di Puskesmas Parakan, KAb. Temanggung. Tujuan visitasi adalah : Diketahuinya kondisi dan masalah respon Program HIV&AIDS khususnya Program HR pada Kab/Kota terpilih. (Temanggung) Diperolehnya upaya pemecahan masalah Program HIV&AIDS khususnya Program HR pada Kab/Kota terpilih. (Temanggung) Tersusunnya Rencana Tindak Lanjut dalam rangka pelaksanaan Program HIV&AIDS khususnya Program HR pada Kab/Kota terpilih. (Temanggung) dengan hasil sebagai berikut : Dari tahun 1997 s/d Oktober 2011 di Kab. Temanggung ditemukan 159 kasus HIV&AIDS. Diantaranya 77 kasus HIV, 82 kasus AIDS, dan 74 meninggal dunia. Untuk kelompok IDU’s mencapai 40,9%. Jumlah Penasun yang mendapatkan layanan di Puskesmas Parakan 58 orang. Penasun peserta program LJSS baru 45 orang. Jumlah Penasun yang masih aktif 25 orang. Keberadaan RSUD Temanggung sebagai penyedia layanan ARV belum tersosialisasi ke seluruh Puskesmas di Kab. Temanggung. Rutan Kab. Temanggung membutuhkan sosialisasi mengenai HIV&AIDS, dikarenakan staf yang biasa menangani HIV&AIDS berpindah tugas ke Kabupaten Kebumen Kab. Temanggung membutuhkan rekomendasi dari Tim Pokja HR KPA Provinsi Jawa Tengah untuk mensetup PTRM di Kab. Temanggung. Jumlah kasus penasun dan epidemi HIV terbanyak berada di Kec. Parakan.     ... selengkapnya

Visitasi Pokja Workplace KPA Prov. Jateng di PT Dua Kelinci Kab. Pati
ditulis pada 19 2011
Visitasi dilaksananakan pada tanggal 22 OKtober 2011, bertempat di PT Dua Kelinci Kab. Pati. Tujuan visitasi adalah : Diketahuinya kondisi dan masalah respon Program HIV&AIDS di Perusahaan pada Kab/Kota atau lokasi terpilih Diperolehnya upaya pemecahan masalah Program HIV&AIDS di Perusahaan pada Kab/Kota atau lokasi terpilih. Tersusunnya Rencana Tindak Lanjut dalam rangka pelaksanaan Program HIV&AIDS di Perusahaan pada Kab/Kota atau lokasi terpilih. dengan hasil sebagai berikut : Karyawan PT. Dua Kelinci memiliki karyawan/karyawati tetap sebanyak 1.600 orang, akan tetapi musiman sebanyak 7000 orang dimana 70%nya adalah wanita dan pada umumnya berasal dari wilayah Kab. Pati. PT. Dua Kelinci baru pertama kali mendapatkan sosialisasi Program HIV&AIDS. Program yang telah masuk adalah TB dan terdapat Klinik Berhenti Merokok dimana setahun dilaksanakan 3 s/d 4 kali pengobatan dan penyuluhan. Saat ini penyuluhan mengenai kesehatan sudah dilaksanakan oleh pihak PT. Dua Kelinci dengan kelompok kecil (25 orang) secara bergilir pada karyawan/karyawati. Perlu adanya poster/banner maupun media KIE lainnya seperti leaflet, brosur di PT Dua Kelinci mengingat minimnya pengetahuan tentang Pencegahan HIV&AIDS kepada karyawan dengan mengingat 70% karyawannya adalah wanita dimana (IRT dalam kasus HIV&AIDS menempati peringkat kedua di Jawa Tengah). PT. Dua Kelinci diharapkan bisa menjadi percontohan pelaksanaan program HIV&AIDS di Perusahaan untuk wilayah Kab. Pati dan sekitarnya sehingga bisa diusulkan untuk mendapatkan award dari Kementerian Tenaga Kerja di tahun 2012.     ... selengkapnya

Visitasi Pokja Perencanaan & Advokasi KPA Prov. Jateng di Kab. Demak
ditulis pada 03 2012
Visitasi dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober 2011, bertempat di Pendopo Bupati Kab. Demak. Tujuan visitasi adalah : Diketahuinya kondisi dan masalah respon Program HIV&AIDS khususnya Program Perencanaan dan Advokasi pada Kabupaten Demak Diperolehnya upaya pemecahan masalah Program HIV&AIDS khususnya Program Perencanaan dan Advokasi pada Kabupaten Demak Tersusunnya Rencana Tindak Lanjut dalam rangka pelaksanaan Program HIV&AIDS khususnya Program Perencanaan dan Advokasi pada Kabupaten Demak dengan hasil sebagai berikut : Kab. Demak sudah mempunyai Surat Keputusan Bupati dengan nomor 443/102/2010  tentang pembentukan Komisi Penanggulangan AIDS daerah sesuai Permendagri 20 tahun 2007 Proporsi kasus HIV menurut jenis kelamin di Kab. Demak dari tahun 2003 sampai Sept 2010 50,7% adalah perempuan sedangkan 49,3% adalah laki-laki    Kab. Demak melalui Dinkes mengadakan 1 tahun sekali kegiatan serro survey, penyuluhan pada Napi tentang HIV dan AIDS bersumber dari dana APBD Dinas Kesehatan, mengingat KPA Kab. Demak tidak mendapat anggaran perihal penanggulanagn HIV dan AIDS dari APBD.  Kab. Demak masih menghadapi berbagai masalah penganggaran dalam bidang pencegahan dan penanggulanagn HIV dan AIDS,  tercatat sampai September 2010 sejumlah 74 kasus HIV dan AIDS.    ... selengkapnya

Lokakarya Pokja HR KPA Prov. Jateng
ditulis pada 19 2011
Lokakarya dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober 2011, bertempat di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Tujuan lokarya adalah : Menyamakan Persepsi dalam implementasi tentang Pasal 54 UU 35 tahun 2009 tentang Narkotika kaitannya PP 25 tahun 2011 Penjelasan Pelaksanaan Wajib Lapor Bagi Pecandu Narkotika. Keterpaduan Stakeholder dalam merespon PP wajib lapor dan pasal 54 UU 35 tahun 2009 tentang Narkotika kaitannya PP 25 tahun 2011 Penjelasan Pelaksanaan Wajib Lapor Bagi Pecandu Narkotika.  Menggali Dukungan Lembaga Pemerintah dan Masyarakat  untuk Penguatan Layanan program Harm Redaction). dengan hasil sebagai berikut : Pengalaman international pendekatan harus dikerjakan bersama utk saling memperkuat spirit un-drugs. Hal ini dengan tujuan Apabila Menghadapi  pengguna Narkoba Suntik dalam prespektif korban sehingga hak-2 sipil dan hak kesehatannya perlu  untuk  dipertimbangkan. Dan tindak tegas bila ada indikasi ikut sebagai pengedar Penyatuan beberapa sumber daya agar lebih efisien & efektif  agar pendekatan public health berjalan bersama dengan pendekatan penegakan hukum dan pendekatan lain.  12 komponen harm reduction yg komprehensif sesuai pergub 72 tahun 2010 paragraf 2 pengurangan dampak buruk penggunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (napza) suntik pasal 7 Pasal 54 UU No. 35/2009 Pecandu Narkotika dan korban penyalahgunaan Narkotika wajib menjalani rehabilitasi Medis dan rehabilitasi sosial. Kebijakan Wajib Lapor dalam Ps. 55 UU No. 35/2009 Orang tua atau wali dari pecandu yang belum cukup umur wajib melaporkan kepada pusat kesehatan masyarakat, rumah sakit dan/atau lembaga rehabilitasi medis dan lembaga rehabilitasi sosial yang ditunjuk oleh Pemerintah untuk mendapatkan pengobatan dan atau perawatan melalui Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan Wajib Lapor Pecandu Narkotika (PP No. 5/2011) adalah kegiatan melaporkan diri yang dilakukan oleh Pecandu Narkotika yang sudah cukup umur atau keluarganya, dan/atau orang tua atau wali dari Pecandu Narkotika yang belum cukup umur kepada Institusi Penerima Wajib Lapor untuk mendapatkan pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial  Institusi Penerima wajib lapor setidaknya harus mampu melakukan rehabilitasi medis minimal, yaitu konseling adiksi Napza, detoksifikasi dan terapi simtomatik.  Dilakukan sistem rujukan dari Institusi penerima wajib lapor yang hanya melakukan rehabilitasi minimal kepada lembaga rehabilitasi medis dengan layanan lebih lengkap sesuai  kebutuhan pasien. Aparat kepolisian tidak asal tangkap saja terhadap pelaku kejahatan narkoba. Penindakan akan dilakukan jika ada barang bukti yang ditemukan. Perintah untuk menjalani terapi dan rehabilitasi, dilihat dari segi yuridis harus melalui proses hukum ( yang memerintahkan putusan dalam sidang pengadilan)     ... selengkapnya

Sosialisasi HIV dan AIDS kepada Tokoh Masyarakat (Pokja Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat)
ditulis pada 19 2011
Sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober 2011, bertempat di Aula pertemuan BP3AKB Prov. Jateng. Tujuan Sosialisasi adalah :  Menambah wawasan masyarakat mengenai HIV dan AIDS. Mengajak masyarakat untuk ikut berperan serta dalam pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS.  Diperolehnya dukungan masyarakat pelaksanaan kegiatan pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS sesuai dengan peran dan kewenangan masing – masing. dengan hasil sebagai berikut : Pertemuan Sosialisasi dibuka oleh Sekretaris KPA Provinsi Jawa Tengah. Sebelum dan sesudah dilakukan penyampaian materi, peserta diminta untuk mengisi pre-test tentang pengetahuan seputar HIV & AIDS. Peserta mendapatkan informasi mengenai cara penularan dan pencegahan HIV & AIDS secara lengkap. Penularan HIV hanya melalui : Cairan sperma Cairan vagina Menggunakan jarum suntik secara bergantian Donor darah yang tercemar HIV Ibu hamil kepada anaknya (melalui proses persalinan) Pencegahan HIV dapat dilakukan dengan rumus A-B-C-D-E, yaitu:        A: abstinent (puasa seks bila belum menikah)       B: be faithful (saling setia kepada pasangan)       C: condom use (penggunaan kondom pada hub. seks berisiko)       D: don’t drugs (jangan menggunakan narkoba)       E: education (pemberian edukasi tentang HIV secara benar) Peserta mendapatkan informasi mengenai layanan IMS, VCT, CST, PTRM, LJASS, dan  PMTCT secara lengkap. Pengalaman yang disampaikan oleh Pute Aryatama (Testimoni) dapat mendorong peserta untuk mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap ODHA.   ... selengkapnya