• Terdapat penambahan fitur baru pada www.aidsjateng.or.id yaitu 'TV Spot KPAP'
  • SK Pembentukan KPA Kab/Kota, bisa di download pada menu direktori
  • Data Kasus HIV dan AIDS sampai dengan 31 Desember 2014 adalah 10.804 kasus
  • Sudah Ada 35 KPA Kab/Kota di Jawa Tengah

Berita KPAP

Supervisi Program Q5 GF-ATM SSF di Kabupaten Jepara
ditulis pada 24 2011
Supervisi dilaksankan pada tanggal 18 Agustus 2011, bertempat di Sekretariat KPA Kab. Jepara. Tujuan supervisi adalah Monitoring Pelaksanaan Kegiatan Program PMTS di Kab. Jepara, dengan hasil sebagai berikut : KPA Kab. Jepara belum melaksanakan kegiatan karena baru menerima kiriman dana Beberapa kegiatan yang harus dilaksanakan oleh KPA Kab. Jepara pada kuartal ini adalah sebagai berikut : Sosialisasi PMTS melalui media massa. Pertemuan anggota KPA terkait PMTS dan kelompok berisiko tinggi penularan HIV (WPS, waria). Pendampingan di hot-spot pekerja berisiko tinggi (lokasi Pungkruk Mlonggo dan waria di Bawu, Batealit). Pembentukan Warga Peduli AIDS (WPA) di Donorojo dan Mororejo. Supervisi Pada kuartal ini Kab. Jepara mempunyai target pembentukan outlet kondom sebanyak 2 outlet, dan akan dibentuk di lokasi Pungkruk dan basecamp komunitas waria di Jepara. Kendala pelaksanaan persiapan program PMTS di Jepara : Tidak ada lokalisasi di Jepara. Belum ada data lapangan terbaru, sehingga harus segera dilaksanakan pemetaan. Kondom dapat dimintakan di KPA Provinsi atau sumber lain (BKKBN, DKT) Rencana Tindak Lanjut :' KPA Kab. Jepara akan menghitung kebutuhan kondom untuk daerahnya dan memintakan kondom ke KPA Provinsi Jawa Tengah.   ... selengkapnya

Pertemuan Program PMTS Q5 SSF GF ATAM
ditulis pada 15 2011
Pertemuan dilaksanakan pada tanggal 8 Agustus 2011 bertempat di balai Kota Semarang. Tujuan pertemuan adalah : Mengetahui hasil pembuatan peta populasi kunci terkait PMTS (WPS, LSL, Waria, dan HRM) di Kab/Kota. Mengetahui sebaran tiap populasi kunci di Kab/Kota Mengetahui strategi penentuan dan penambahan set-up outlet kondom di Kab/Kota.  Menentukan jumlah outlet kondom yang harus diset-up di masing-masing Kab/Kota. Mengetahui penggunaan/pengalokasian tambahan dana untuk penguatan outlet. dengan hasil sebagai berikut : Temuan kasus HIV & AIDS pada kalangan heteroseksual semakin meningkat dari tahun 2006 s/d Desember 2010, hal ini menunjukkan perlunya perhatian yang lebih serius melalui program PMTS fokus pada populasi WPS, waria, LSL, gay, dan pelanggan WPS (client). Kalangan pelanggan (client) diprediksikan akan terus mengalami peningkatan kasus s/d 2025. Telah ditetapkannya 6 (enam) koridor ekonomi di Indonesia, salah satunya adalah Koridor Ekonomi Jawa, yang banyak terpusat di sepanjang jalur Pantura. Tidak satupun koridor ekonomi di Indonesia yang terlepas dari praktik prostitusi. Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional mempunyai dana sisa sebesar Rp 2.024.000.000, dan akan dialokasikan ke 65 Kab/Kota dan 21 provinsi di Indonesia untuk peningkatan efektifitas dan kesinambungan program, salah satunya untuk kegiatan penambahan dan penguatan outlet kondom di Kab/Kota. Provinsi Jawa Tengah merencanakan untuk mencapai target outlet kondom sebanyak 497 outlet pada Kuartal 5 dan Kuartal 6 (Juli - Desembe, yang dibagi pada 10 Kab/Kota (Kota Semarang, Kab. Semarang, Kab. Kendal, Kab. Batang, Kab. Tegal, Kota Surakarta, Kab. Cilacap, Kab. Banyumas, Kota Salatiga, dan Kab. Jepara). Pada pertemuan disepakati oleh Kab/Kota pembagian target outlet kondom sebagai berikut : No    Kab/Kota                   Kuartal 5      Kuartal 61      Kab. Cilacap                   6                112      Kab. Banyumas             10                153      Kab. Semarang             15                264      Kota Semarang             42                525      Kab. Kendal                   8                 166      Kab. Batang                  18                257      Kab. Tegal                    20                278      Kota Surakarta              36                479      Kota Salatiga                 3                  710    Kab. Jepara                   5                  10        TOTAL                        163               236 Prinsip efektivitas outlet kondom adalah kondom selalu tersedia dan mudah diakses oleh populasi kunci. Definisi Operasional dari outlet kondom adalah titik terakhir dalam rantai pasok kondom dan pelicin sebelum pengguna langsung. Strategi pengelolaan outlet : Penjajakan kebutuhan : Data pemetaan populasi kunci, Pemetaan kebutuhan outlet, baik mandiri maupun bersubsidi, Identifikasi outlet potensial Pembukaan outlet  Pemantauan outlet (pencatatan terkait prinsip “No Stock Out”)  Pemeliharaan outlet (efektivitas outlet terutama terkait  prinsip mudah diakses populasi kunci)  Rencana Tindak Lanjut : KPA Provinsi Jawa Tengah akan segera memintakan dana penambahan target outlet kondom ke KPA Nasional agar set-up outlet kondom dapat segera dilaksanakan oleh KPA Kab/Kota.     ... selengkapnya

Rapat Koordinasi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Jawa Tengah dengan 35 KPA Kab/Kota
ditulis pada 02 2011
Rapat koordinasi dilaksanakan pada tanggal 25 Juli 2011, bertempat di Gedung Pertemuan Bappeda Prov. Jateng. Tujuan pertemuan adalah: Diketahuinya informasi mengenai Konsep Warga Peduli AIDS (WPA) sebagai Perwujudan Partisipasi Masyarakat dalam Penanggulangan HIV & AIDS. Diketahuinya informasi mengenai kebijakan pelaksanaan Warga Peduli AIDS di Provinsi Jawa Tengah. Diketahuinya informasi mengenai Strategi Percepatan Pencapaian Target MDG’s dalam bidang Kesehatan, terutama HIV & AIDS. Diketahuinya informasi mengenai peran lintas sektor dalam Warga Peduli AIDS.   Rencana Tindak Lanjut : KPA Provinsi Jawa Tengah dan KPA Kab/Kota se Jawa Tengah untuk meningkatkan fungsi koordinasi dan fasilitasi kepada SKPD terkait sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dalam pelaksanaan upaya pencegahan, penanganan dan rehabilitasi yang tercantum dalam Perda No. 5 tahun 2009. Pengusulan anggaran berbasis integrasi sesuai dengan tugas dan fungsinya, Bappeda sebagai leading sektor. Diingatkan : tentang dukungan Bappeda Kab/Kota pada saat penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pencapaian MDGs.     Masing-masing SKPD melaporkan hasil kegiatan penanggulangan HIV & AIDS kepada Gubernur/Bupati/Walikota melalui KPA Provinsi/Kab/Kota setiap 3 (tiga) bulan. Dalam rangka percepatan MDGs khususnya indikator peningkatan pengetahuan HIV & AIDS yang komprehensif  perlu upaya kegiatan yang intensif oleh Badan/Institusi/SKPD/Dinas terkait. Warga Peduli AIDS (WPA) wajib dibentuk di setiap Kab/Kota, selambat-lambatnya akhir tahun 2011.   ... selengkapnya

Pertemuan Evaluasi Penguatan Lembaga Dukungan Dana KPAN-HCPI
ditulis pada 02 2011
Pertemuan dilaksanakan pada tanggal 18-19 Juli 2011, bertempat di Hotel Semesta Kota Semaranh. Tujuan pertemuan adalah: Monitoring progress dan hambatan pelaksanaan rencana 1 tahun penguatan lembaga Membuat rencana kegiatan Juni /Juli – Agustus/September  2011 (mengacu rencana kerja 1 tahun penguatan lembaga) Monitoring Progress Perda dan Progress RAD (untuk provinsi yang relevan) Identifikasi pelatihan (ada 2 sumber dana untuk pelatihan penguatan lembaga 2011, HCPI dan APBN)  dengan hasil sebagai berikut : KPA Provinsi Jawa Tengah baru mendapat SPK Penguatan Lembaga pada tanggal 20 Juni 2011 dan mendapatkan transfer dana pada tanggal 7 Juli 2011. KPA Provinsi Jawa Tengah telah melaksanakan beberapa kegiatan penguatan kelembagaan, diantaranya pembentukan Tim Monev dan penyusunan Tool Monev KPA Provinsi Jawa Tengah. Serapan dana sebesar 0% karena adanya keterlambatan SPK dari KPA Nasional, dana baru ditransfer pada tanggal 7 Juli 2011. KPA Provinsi Jawa Tengah telah melakukan re-scheduling kegiatan-kegiatan HCPI-Penguatan Lembaga yang belum terlaksana pada Januari-Juli 2011. Telah disusun rencana kerja Tim Asistensi. Tim Pokja, dan Tim Asistensi KPA Provinsi Jawa Tengah. Rekomendasi dan Rencana Tindak Lanjut : Perlu kerjasama dan keaktifan semua pihak dalam peningkatan kelembagaan KPA. Tim Asistensi, POKJA, Tim Monev dan Sekretariat merupakan Perangkat KPA Provinsi yang bekerja saling mendukung dan melengkapi. Perlu ketepatan waktu pelaksanaan kegiatan untuk mengejar kegiatan-kegiatan yang tertunda. Tim Asistensi, Tim Pokja, dan Tim Monev KPA Provinsi Jawa Tengah akan segera melaksanakan kegiatan-kegiatan yang telah dijadwal ulang pada awal Agustus 2011.     ... selengkapnya

Pelatihan Ketrampilan Konseling dan Napza Provinsi Jawa Tengah dan DIY
ditulis pada 02 2011
Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 18-21 Juli 2011, bertempat di Hotel Nugraha Wisata Bandungan. Tujuan pertemuan adalah: Meningkatkan pengetahuan peserta mengenai komunikasi interpersonal, ketergantungan napza, adiksi, mikro konseling, dll. meningkatkan keterampilan peserta dalam melakukan konseling kepada penasun khususnya mengenai ketergantungan dan napza. meningkatkan kesiapan diri dan tanggung jawab peserta untuk dapat melakukan konseling agar tercapai efektifitas program Rencana Tindak lanjut : akan mengadakan pelatihan dengan memperkuat layanan pengobatan ketergantungan obat, pencegahan, pengobatan dan perawatan HIV dengan berbasis pada penggunaan Napza suntik di Jawa Tengah. Pengembangan lingkungan yang mendukung perluasan pengobatan ketergantungan obat, pencegahan, pengobatan dan perawatan HIV yang bersumber dari penasun. Rencana memberikan keterampilan dalam mengintegrasi pengobatan ketergantungan napza dan pencegahan, pengobatan dan perawatan HIV ke dalam pekerjaan penjangkau. dan pengetahuan tentang pencegahan dan penanganan pertama overdosis heroin.   ... selengkapnya

Up-Grading Pengelola Program KPA Kab/Kota se Jawa Tengah
ditulis pada 02 2011
Pertemuan dilaksanakan pada tanggal 16-17 Juli 2011, bertempat di Griya Paseban Kota Semarang. Tujuan pertemuan adalah: Menambah wawasan Pengelola Program dalam menjalankan tugasnya di Kab/Kota. Memberikan gambaran dasar-dasar NASA, ABCD dan leadership PP terlatih mampu untuk mendukung diri sendiri, masyarakat dan organisasi dalam mengidentifikasi kekuatan, kapasitas, mengembangkan agenda perubahan mereka sendiri, menggunakan proses dialog Komunitas dan pendekatan Appreciative Inquiry.  dengan hasil sebagai berikut : ABCD (Asset Based Community Development) merupakan komponen pembelajaran yang terus menerus (continous learning) sebagai bagian dari  kerangka kerja. Pembelajaran di tingkat individu terjadi bila yang bersangkutan memperoleh pengetahuan baru yang dapat mengubah cara berpikirnya. Pembelajaran pada organisasi terjadi ketika organisasi selalu berusaha meningkatkan kemampuan berdasar pengalaman yang telah diperoleh.  Individu-individu memiliki tanggungjawab untuk melakukan pembelajaran ditingkat individu dan berusaha untuk mengalihkan pengetahuan menjadi pembelajaran dan secara  terus menerus atau yang  disebut  dengan continous  learning  (CL). Bila ketiganya dijalankan (pembelajaran di  tingkat  individu,  organisasi  dan  CL),  maka  pembelajaran seumur hidup bisa jadi kenyataan. Rencana Tindak Lanjut : Akan diagendakan pelatihan yang bersifat teknis oleh KPA Provinsi dengan mengintegrasikan dengan pertemuan yang lain Melibatkan KPA Kab/Kota yang tidak masuk dalam ada pendanaan Global Found pada pelatihan peningkatan sumber daya manusia  KPA Prov. Jateng akan mengusahakan pelatihan peningkatan kapasistas untuk pengelola administrasi maupun pengelola program pada anggaran tahun 2012.        ... selengkapnya

Pertemuan SSR GF SSR Q4
ditulis pada 12 2011
Pertemuan dilaksanakan pada tanggal 23-25 Juni 2011, bertempat di Hotel Bahari Inn. Tujuan pertemuan adalah Tersosialisasinya hasil capaian masing-masing SSR dari target yang ada. Diketahuinya kendala dalam pelaksanaan kegiatan pada Q4 dan upaya pemecahannya. Diperolehnya strategi yang akan dilakukan dalam menjalankan program pada Quartal selanjutnya, sehingga target dapat tercapai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.  dengan hasil sebagai berikut : Capaian penasun yang terjangkau LASS di Jawa Tengah secara kumulatif telah mencapai 169,4%. Capaian set-up outlet kondom di Jawa Tengah secara kumulatif mencapai 116,9%. Capaian distribusi kondom di Jawa Tengah sampai dengan Mei 2011, baru mencapai 59,28%. Harapannya pada bulan Juni terlapor >80% capaian distribusi. Penyerapan dana di KPA Provinsi Jawa Tengah sampai dengan 25 Juni 2011 telah mencapai 90,34%, dan kemungkinan akan meningkat lagi pada saat tutup buku, hal ini dikarenakan ada sebagian dana yang belum ditransfer kepada LSM pengelola program PABM, yaitu Yakita, Semarang. Sebagian besar penasun maupun petugas penjangkau penasun belum secara konsisten mengembalikan jarum bekas. Desentralisasi ARV akan mulai dijalankan di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2012, dengan persiapan, verifikasi, sosialisasi dan koordinasi antara Dinas Kesehatan, Kimia Farma dan RS dengan CST mulai bulan Juli 2011. Tahap  pertama direncanakan dilaksanakan di 11 RS dan tahap kedua 11 RS .  Dukungan pendanaan dari Kemenkes untuk PKBI dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan turun setelah Klinik VCT menyelesaikan jadwal dan rencana pelaksanan Mobile klinik. Mobile klinik masih menjadi tumpuan pencapaian indikator. Tambahan mobil klinik sebanyak 3 kali per klinik VCT belum dimanfaatkan secara optimal. Pemeriksaan HIV belum dilaksanakan sehari selesai (one day service) seperti yang terjadi di Kabupaten Pati dan Kota Surakarta.  Defisit budget sebesar 7,8 Milyar di PKBI mengakibatkan : Semester 4 tanpa kegiatan pertemuan (hanya kegiatan outreach). Juni 2011 tidak ada dana untuk Implementing Unit (IU). Adanya dukungan untuk membantu PKBI dari KPAN berupa Capacity Building dan pemberian transport bagi Koordinator Lapangan, Petugas Lapangan, dan Konselor untuk rujukan yang diberikan oleh Kemenkes. Proses rekruitmen dan seleksi SSR PKBI Jawa Tengah akan mulai dilakukan pada akhir Juni 2011 dan dilakukan secara terbuka dengan melibatkan KPA Provinsi Jawa Tengah, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dan Forum LSM. Ada ketetapan dari PR (PKBI Pusat) bahwa SR adalah PKBI Daerah dan SSR tidak boleh PKBI Cabang; namun PKBI Cabang diperbolehkan mencalonkan diri sebagai Implementing Unit (IU) kepada SSR sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan. Restrategi pembagian SSR menjadi berbasis wilayah dan berorientasi pada penguatan dan pemberdayaan Community Organization (CO), bukan penjangkauan. Kesepakatan jejaring PKBI (mitra GF) di Jateng, bahwa di Phase 2 ini akan saling menguatkan untuk mewujudkan pemberdayaan komunitas dan mencari sumber-sumber dana lain untuk mensinergikan dengan program kegiatan GF R8 guna keberlanjutan serta kemandirian. KPA Kota Semarang bersama dengan penyedia layanan LASS di Kota Semarang telah melakukan evaluasi terhadap ID Card yang diberikan oleh atau kepada penasun. Sampai saat ini ID Card yang diberikan sebanyak 42 buah. Dari hasil pertemuan tersebut, ternyata masih diperlukan media KIE sebagai sarana untuk mensosialisasikan manfaat ID Card bagi penasun. Bagi peserta layanan LASS, akan mendapatkan ID Card setelah sekali terdaftar dalam layanan; sedangkan bagi peserta layanan metadhon, akan mendapatkan ID Card setelah satu bulan mengakses metadhon secara aktif. Pengurus resos dan stakeholder di Kota Semarang sepakat untuk menertibkan WPS kost disekitar Resos dan Pemandu Karaoke liar melalui kerjasama dengan Aparat supaya pelaksanaan program PMTS lebih optimal. KPA Kab. Semarang telah melakukan serangkaian pertemuan dengan Tim HIV & AIDS RSUP Dr. Kariadi untuk menyusun SOP Pemulasaraan Jenazah. Rencana Tindak lanjut : Ketiga SR & SSR (KPA, Dinkes, PKBI) akan segera melaksanakan kesepakatan yang telah disusun bersama ... selengkapnya

Pertemuan Program PMTS dalam Rangka Evaluasi Pelaksanaan PBB Putaran II dan Persiapan Putaran ke III
ditulis pada 12 2011
Pertemuan dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 2011, bertempat di Balai Kota Semarang. Tujuan pertemuan adalah : Mengetahui hasil pelaksanaan PPB Putaran II Mengetahui kendala dalam pelaksanaan PPB Putaran II Mengetahui kesiapan Kab/Kota dalam pelaksanaan PPB Putaran III. Mendapatkan pemecahan masalah yang dihadapi. Merumuskan kesepakatan dalam pelaksanaan PPB di Kab/Kota. dengan hasil sebagai berikut : Kota Semarang Resos Argorejo (694 WPS), dan Resos Rowosari atas (315 WPS) Target PPB putaran II sebanyak  990 dan tercapai sebanyak 1009 (102%) Prosentase IMS setelah PPB 2 sebesar 14% Kab.Semarang Target sebesar 300, tercapai 225 (75%) Bebas IMS 53%, kena IMS 47% Kab. Kendal Dilaksanakan pada tanggal 14-21 April 2011 Capaian sebesar 320 WPS (106%) dari target 301 WPS Prosentase IMS setelah PPB 2 sebesar 11% Kab.Tegal Jumlah populasi 317, target 250, capaian 288 (115,2%) Jumlah outlet kondom 28, per WPS 9 kondom/bulan Obat 288, KIE 288, Kondom 864 Kab.Batang Kegiatan kenjangkauan dilakukan oleh LSM Pelita, 2 orang PL, 1 KL, ditambah 1 orang PL KPA Kab. Batang Pembinaan WPS oleh pengurus dan LSM (FGD) di Tamanan Banyuputih Setiap hari kamis, di Penundan setiap hari minggu; Target 275, capaian 286 ( 104%) IMS positif 80% Kendala dalam pelaksanaan PPB putaran 2 Kota Semarang Beberapa WPS mengalami efek samping (mual,muntah) setelah minum obat. Kegiatan PPB  di Tingkat Pusat belum disinkronkan dengan kegiatan PMTS KPA. Kegiatan PPB di Kota Semarang belum mendapat dukungan oleh  Proyek GF ATM lewat PKBI Jawa Tengah khususnya tenaga penjangkau. Kab. Kendal Belum adanya kesiapan sebagian besar WPS ikut kegiatan PPB,misal persiapan sebelum minum obat (harus makan dulu,tidak minum alkohol 4 jam sebelum minum obat). Angka IMS + yang masih tinggi karena kurangnya kesadaran penggunaan kondom. Kab. Semarang Sulit mencari yang belum datang Sulit memberi pemahaman pada WPS Kab. Batang Banyaknya Hotspot di Batang menjadi kesulitan tersendiri dalam implementasi PMTS, (SDM terbatas, Kontrol yang sulit, karakter lokasi yang berbeda-beda) Perkembangan Isu Raperda Pembrantasan Pelacuran yang cukup menjadi Polemik ditingkat Komunitas; Peraturan lokal Belum ada di Sebagian besar Lokasi, yang ada di Penundan dan Banyuputih (Sanksi belum berjalan); Komitmen Stake Holder Lokasi dibeberapa Lokasi berbeda, sehingga Pengurus tidak bisa tegas, kalau ditegasi WPS mudah berpindah-pindah; Distribusi Kondom belum berbanding lurus dengan kebutuhan, masih ada Gap/ kekurangan; Kab. Tegal kasus IMS pasca PPB tinggi, dan penggunaan kondom rendah Rencana Tindak Lanjut : KPA Kab/Kota akan melaksanakan Pertemuan Pemantapan Pelaksanaan PPB dengan masing-masing stakeholder. ... selengkapnya