• Terdapat penambahan fitur baru pada www.aidsjateng.or.id yaitu 'TV Spot KPAP'
  • SK Pembentukan KPA Kab/Kota, bisa di download pada menu direktori
  • Data Kasus HIV dan AIDS sampai dengan 31 Desember 2014 adalah 10.804 kasus
  • Sudah Ada 35 KPA Kab/Kota di Jawa Tengah

Berita KPAP

Workshop Warga Peduli AIDS
ditulis pada 12 2011
Pertemuan dilaksanakan pada tanggal 7-8 Juni 2011, bertempat di Hotel Pandanaran. Tujuan pertemuan adalah: Meningkatkan peran WPA untuk menciptakan lingkungan yang kondusif dalam rangka penanggulangan HIV & AIDS. Mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV&AIDS (ODHA) melalui pemberdayaan masyarakat. Sinkronisasi Program Warga Peduli AIDS (WPA) melalui upaya pemberdayaan masyarakat dan rehabilitasi dengan mengoptimalkan Desa Siaga. dengan hasil sebagai berikut : Identifikasi Masalah/Potensi resiko yang berkembang didaerah banyaknya TKW yg sudah berumah tangga krn suami ditinggal lama sehingga untuk memenuhi kebutuhan biologisnya suami jajan adanya rehabilitasi social GBL dan gedong berkembangnya portitusi yang terselubung kehidupan didaerah nelayan kalau suami pergi melaut si istri mencari obyekan mjd wanita panggilan kenakalan remaja yg mengarah kepergaulan bebas Idenfikasi potensi SDM didaerah(stakeholder dlm pelaksanaan WPA) organisasi KPA LSM kesehatan Dinkes beserta jajarannya Desa Siaga Pendidikkan Kesehatan Tersedianya tenaga VCT dan CST Tersediannya PE Organisasi PKK dr Kab sampe dg kedarwis Pembentukan Tim WPA didaerah (struktur) Penanggung jawab    : kades Ketua                      : sekdes Ketua Pelaksana       : FKD Wakil Ketua              : Bidan Desa Sekretaris                : Kader Anggota                   : kader,Pemuda, TOGA,TOMA Rancangan program WPA didaerah(Kegiatan dan sumber dana bila ada) Sosialisasi tingkat RT RW Pendataan warga Risti HIV AIDS  Pemetaan Memberikan konseling untuk mau keklinik VCT Penyuluhan rutin tentang pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS dg cara A,B,C,D,E bagaimana cara memperoleh layanan kesehatan / pengobatan  Sumber dana Kas desa dan swadaya masyarakat Langkah-langkah yang telah ditempuh Penyuluhan dg cara KIE Pendataan yg terkena kasus Pelacakan penderita Monitoring Pengobatan Penderita Rujukan Kasus Rencana Tindak Lanjut : Rapat koordinasi SKPD terkait di masing – masing Kabupaten/Kota diantaranya dari KPA, Bapermasdes, Dinkes, Dikpora, Dinsosnakertrans, PKK Kabupaten, Satpol PP, Bagian Kesra, dan PMI. Sosialisasi pembentukan WPA di wilayah resiko tinggi dengan  mengundang Muspika, Kades, Kepala Puskesmas, FKD, karangtaruna, PKK, TOMA, dan TOGA. Pengukuhan dan legalisasi pembentukan WPA dengan melalui  Keputusan Ketua KPA Kabupaten/Kota.   ... selengkapnya

Pelatihan Penguatan Pekerja Seks Resos Argorejo
ditulis pada 17 2011
Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 26 - 28 Mei 2011 di wisma PKBI jawa Tengah. Tujuan pelatihan adalah : Meningkatkan kesadaran kritis tentang bahaya HIV & AIDS. Memaksimalkan program pencegahan HIV & AIDS. Mengoptimalkan kapasitas dan peran para pekerja seks dalam rangka penanggulangan HIV & AIDS dengan hasil sebagai berikut : Pendidik Sebaya (Peer Educator) merupakan mediator yang cukup efektif untuk menyampaikan informasi dan pengetahuan kepada populasi WPS mengenai bahaya HIV dan AIDS, serta bagaimana cara mencegahnya. WPS diharapkan mampu membangun kesadaran kritisnya terhadap kesehatan  pribadi dan bahaya HIV & AIDS sebagai bentuk risiko dari pekerjaan/profesinya.  Kesadaran kritis tersebut nantinya yang akan meningkatkan kemampuan para pekerja seks untuk menyampaikan hak-hak terkait kesehatannya dan meningkatkan daya tawarnya terhadap para pelanggan dan pengurus. Rencana Tindak Lanjut Regenerasi PE (Peer Educator) Pertemuan penguatan komitmen PE akan diadakan pada minggu ke 4 pada bulan Juni. Pertemuan PE kelompok SPG akan diadakan pada minggu ke 2 pada bulan Juni. Pertemuan rutin PE diadakan setiap hari Minggu pada minggu ke 4 jam 15.00 WIB. PMTS Aturan local yaitu memantau aturan melalui komunikasi kepada resos. Adanya koordinasi masing – masing wilayah atau gang di dalam resos. Distribusi kondom, pengecekan terhadap ketersediaan kondom dan sesuai dengan penghitungannya. Perlengkapan media KIE untuk WPS dan pelanggan. Diadakannya program Dasa Wisma. Stock kondom flat/rata untuk semua WPS. Tersedianya surat rujukan pemeriksa ke klinik IMS dan VCT. Tersedianya tempat baru untuk layanan skrining.   ... selengkapnya

Pelatihan Penguatan Pekerja Seks Resos Sumberejo
ditulis pada 17 2011
Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 23 - 25 Mei 2011 di wisma PKBI jawa Tengah. Tujuan pelatihan adalah : Meningkatkan kesadaran kritis tentang bahaya HIV & AIDS. Memaksimalkan program pencegahan HIV & AIDS. Mengoptimalkan kapasitas dan peran para pekerja seks dalam rangka penanggulangan HIV & AIDS dengan hasil sebagai berikut : Pendidik Sebaya (Peer Educator) merupakan mediator yang cukup efektif untuk menyampaikan informasi dan pengetahuan kepada populasi WPS mengenai bahaya HIV dan AIDS, serta bagaimana cara mencegahnya. WPS diharapkan mampu membangun kesadaran kritisnya terhadap kesehatan  pribadi dan bahaya HIV & AIDS sebagai bentuk risiko dari pekerjaan/profesinya.  Kesadaran kritis tersebut nantinya yang akan meningkatkan kemampuan para pekerja seks untuk menyampaikan hak-hak terkait kesehatannya dan meningkatkan daya tawarnya terhadap para pelanggan dan pengurus. Rencana Tindak Layanan Kesehatan : VCT diadakan rutin yaitu 3 bulan sekali. Disediakan alat laboratorium. Hasil pemeriksaan skrining harus segera diketahui oleh WPS. Ruang skrining harus bersih. Tambahan tim medis atau dokter untuk pelayanan konsultasi. Tersedianya obat - obatan yang lengkap. IPP Mengulang kembali penyampaiaan informasi IMS kepada WPS. Diadakannya pertemuan mucikari yang bertujuan untuk lebih peduli terhadap kesehatan anak asuhnya. Meminta para mucikari untuk mendukung anak asuhnya dalam pemakaian kondom. Mucikari tidak diperbolehkan terlalu mengekang anak asuhnya untuk mengikuti semua kegiatan dalam resos. Intervensi Struktural Diadakannya pertemuan rutin bagi mucikari, tujuannya agar mucikari lebih memahami tentang hak – hak WPS. Dibuat sanksi adanya pengecekan kondom bagi persediaan kondom yang masih utuh. Diberikannya sanksi bagi WPS yang tidak memakai kondom. Apabila ada mucikari yang tidak mengikuti aturan yang berlaku, akan dikenakan sanksi karaoke miliknya tidak boleh beroperasi selama dua hari.   ... selengkapnya

Supervisi Dukungan Dana GF ATM SSF Q4 ke KPA Kab. Banyumas
ditulis pada 06 2011
Bimtek dilaksanakan pada tanggal 12 Mei 2011, bertempat di Sekretariat KPA Kab. Banyumas. Tujuan bimtek adalah Monitoring Pelaksanaan Kegiatan yang Bersumber dari Dana Dukungan GFATM R8 di KPA Kab. Banyumas, dengan hasil sebagai berikut : KPA Kabupaten Banyumas telah melaksanakan pertemuan penasun dengan tokoh masyarakat pada tanggal 4 Mei 2011. Pertemuan stakeholder dilaksanakan pada tanggal 20 april dengan peserta sebanyak 15 orang. Kesepakatan yang diperoleh adalah adanya pemetaan populasi kunci yang akan dimasukkan ke Jamkesmas dan jamkesda, terdapat juga bantuan dari Dinsosnakertrans walaupun jumlah dananya lebih sedikit. Jaminan tersebut dapat diakses oleh ODHA untuk mengakses layanan kesehatan lainnya. Disitribusi kondom pada bulan April 2011 berjumlah 720 pcs, sehingga total distribusi yang telah dilakukan adalah sejumlah 42.164 pcs (63,9%). KPA Kabupaten Banyumas menerima KIE berbentuk flashcard berjumlah 50 buah dari KPA Provinsi Jawa Tengah. Setup outlet kondom pada bulan April adalah 1 outlet, sehingga total setup outlet kondom adalah berjumlah 38 outlet (100%). Kendala distribusi kondom adalah tidak lancarnya distribusi kondom di daerah Cipendok terutama pada hotel. Hal ini dikarenakan tidak adanya sosialisasi dari pihak hotel tentang penggunaan kondom dalam penanggulangan HIV dan AIDS, sehingga permintaan kondom sangat rendah. Jumlah penasun yang mengakses layanan LASS di Puskesmas Purwokerto Timur II dan Puskesmas Purwokerto Selatan pada bulan April 2011 adalah berjumlah 26 orang, sehingga total jumlah penasun adalah 200 orang (129%). ... selengkapnya

Supervisi Dukungan Dana GF ATM SSF Q4 ke KPA Kab. Cilacap
ditulis pada 06 2011
Bimtek dilaksanakan pada tanggal 10-11 Mei 2011, bertempat di Sekretariat KPA Kab. Cilacap. Tujuan bimtek adalah Monitoring Pelaksanaan Kegiatan yang Bersumber dari Dana Dukungan GFATM R8 di KPA Kab. Cilacap, dengan hasil sebagai berikut : Program PMTS di Kab. Cilacap terkendala oleh Perda yang melarang adanya lokalisasi, sehingga belum ada aturan lokal. Sebagian besar outlet kondom di Hotspot Kampung Baru, Selarang, dan Bandengan sudah mandiri, sehingga distribusi kondom oleh KPA Kab. Cilacap menurun. Outlet kondom mandiri selama ini tidak pernah mengalami kekosongan stok kondom. KPA Kab. Cilacap akan mengadakan pertemuan orientasi untuk para petugas Lapas di Lapas Kab. Cilacap. Belum semua penasun mengakses langsung paket jarum ke puskesmas, karena terkendala jarak, waktu dan pekerjaan. Sehingga untuk akses paket jarum biasanya melalui petugas penjangkau. Gudang KPA Kab. Cilacap yang semula berada di Gudang Farmasi Dinkes Kab. Cilacap akan dipindahkan ke Gudang Sekretariat KPA Kab. Cilacap.   ... selengkapnya

Pelatihan Petugas Penjangkau Penasun
ditulis pada 06 2011
Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 5-7 Mei 2011, di Hotel AGAS Kota Surakarta. Tujuan pelatihan adalah : Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman PL tentang penjangkauan. Meningkatkan pemahaman PL tentang  HIV/AIDS, serta memberikan beberapa ketrampilan dalam menangani kasus-kasus yang berkaitan dengan penyebaran penyakit menular. Memberikan informasi kepada PL terkait dengan kebijakan yang mendukung dalam pelaksanaan program. dengan hasil sebagai berikut : Peserta mendapatkan materi tentang “Informasi Umum HIV & AIDS”, dimana dalam materi tersebut diberikan penjelasan dan diskusi mengenai : Bagaimana replikasi Virus HIV (pemutaran video) Siklus infeksi HIV Apa itu AIDS Tahapan AIDS menurut WHO Prinsip penularan virus HIV :           E : Exit (ada pintu keluar, sehingga virus dapat keluar)          S : Survive (virus mampu hidup)          S : Sufficient (konsentrasi virus cukup)          E : Enter (jalan masuk, misal : perlukaan) Pada setiap kegiatan penjangkauan, para PL harus mempersiapkan hal-hal sebagai berikut : tas kerja KIE sarung tangan safetu box penjepit/clean up ID Card penjangkau surat tugas oleh lembaga IMS bisa ditularkan melalui : Virus Bakteri Jamur Protozoa Parasit Efek drugs (jenis napza) : Uppers (stimulant) ; meningkatkan kerja susunan saraf pusat. Downers (depressan); menurunkan susunan saraf pusat. All arrounders (halusinogenic); mengacaukan susunan saraf pusat. 12 Komponen HR : Penjangkauan dan Pendampingan (Outreach) Informasi Komunikasi dan Edukasi (KIE)  Konseling Perubahan perilaku Pendidikan Sebaya  Program Penyucihamaan Layanan Jarum dan Alat Suntik Steril Pemusnahan peralatan jarum suntik bekas,  Pelayanan Terapi Pemulihan Ketergantungan Napza Program Terapi Rumatan Metadon Voluntary Counseling and HIV Testing (VCT) Layanan Pengobatan, Perawatan dan Dukungan HIV/AIDS Layanan Kesehatan Dasar     ... selengkapnya

Pelatihan Penguatan Pekerja Seks Resos Rowosari Atas
ditulis pada 17 2011
Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 3 - 5 Mei 2011 di wisma PKBI jawa Tengah. Tujuan pelatihan adalah : Meningkatkan kesadaran kritis tentang bahaya HIV & AIDS. Memaksimalkan program pencegahan HIV & AIDS. Mengoptimalkan kapasitas dan peran para pekerja seks dalam rangka penanggulangan HIV & AIDS dengan hasil sebagai berikut : Pendidik Sebaya (Peer Educator) merupakan mediator yang cukup efektif untuk menyampaikan informasi dan pengetahuan kepada populasi WPS mengenai bahaya HIV dan AIDS, serta bagaimana cara mencegahnya. WPS diharapkan mampu membangun kesadaran kritisnya terhadap kesehatan  pribadi dan bahaya HIV & AIDS sebagai bentuk risiko dari pekerjaan/profesinya.  Kesadaran kritis tersebut nantinya yang akan meningkatkan kemampuan para pekerja seks untuk menyampaikan hak-hak terkait kesehatannya dan meningkatkan daya tawarnya terhadap para pelanggan dan pengurus Terbentuknya kepengurus PE Rowosari Atas yang diketuai oleh saudara asih, wakil ketua; ratih,  sekretaris yuni, bendahara dewi.     ... selengkapnya

Supervisi Dukungan Dana GF ATM SSF Q4 ke KPA Kota Surakarta
ditulis pada 06 2011
Bimtek dilaksanakan pada tanggal 29 April 2011, bertempat di Sekretariat KPA Kota Surakarta. Tujuan bimtek adalah Monitoring Pelaksanaan Kegiatan yang Bersumber dari Dana Dukungan GFATM R8 di KPA Kota Surakarta, dengan hasil sebagai berikut :  Akses PTRM di Puskesmas Manahan menurun, hal ini karena Klinik PTRM RS Moewardi telah dibuka dan sebagian klien pindah mengakses ke RS Moewardi dengan pertimbangan jarak dan kemudahan mengakses, namun pada prinsipnya jumlah total penasun yang mengakses layanan PTRM di Solo cenderung tetap. Sampai pada April 2011, KPA Kota Surakarta telah menset-up outlet kondom sebanyak 42 outlet (100% dari target Q4) Kegiatan yang belum dilaksanakan adalah Pertemuan Penasun dan Pertemuan stakeholder, yang direncanakan akan dilaksanakan pada minggu kedua Mei 2011. KPA Kota Surakarta tidak memiliki dana untuk pembelian safety box (kotak untuk membuang jarum bekas), sedangkan di hotspot sangat membutuhkan barang tersebut. KPA Kota Surakarta akan meminta alcohol swap kepada KPA Provinsi Jateng karena persediaan di Puskesmas telah habis. ... selengkapnya