• Terdapat penambahan fitur baru pada www.aidsjateng.or.id yaitu 'TV Spot KPAP'
  • SK Pembentukan KPA Kab/Kota, bisa di download pada menu direktori
  • Data Kasus HIV dan AIDS sampai dengan 31 Desember 2014 adalah 10.804 kasus
  • Sudah Ada 35 KPA Kab/Kota di Jawa Tengah

Berita KPAP

Supervisi Dukungan Dana GF ATM SSF Q3 ke KPA Kab. Tegal
ditulis pada 23 2011
Supervisi dilaksanakan pada tanggal 16-17 Februari 2011, bertempat di Sekretariat KPA Kab. Tegal. Tujuan supervisi adalah Monitoring Pelaksanaan Kegiatan yang Bersumber dari Dana Dukungan GF-SSF di Kab. Tegal, dengan hasil sebagai berikut : Outlet kondom yang telah terset-up pada Q3 SSF adalah 2 outlet  kondom yaitu warung Peleman dan warung Untung, dengan target pada kuartal ini sebanyak 6 outlet. KPA Kabupapten Tegal pada tahun 2011 ini mendapatkan dukungan dana APBD sebesar 70 juta rupiah. KPA Kabupaten Tegal mendapatkan kiriman kondom perempuan sebanyak (500 x 2 pcs) dan (200 x 2 pcs). Kegiatan di Q3 SSF Kabupaten Tegal seperti Pelatihan PE dan Pertemuan PMTS belum dapat dilaksanakan karena dana yang belum turun. KPA Kabupaten Tegal sudah merekrut asisten sekretaris. Rencananya Pelatihan PE akan dilaksanakan pada akhir bulan Februari, sedangkan pertemuan PMTS akan dilaksanakan pada awal bulan Maret 2011. ... selengkapnya

Supervisi Dukungan Dana GF ATM SSF Q3 ke KPA Kota Surakarta
ditulis pada 14 2011
SUpervisi dilaksanakan pada tanggal 9-10 Februari 2011, bertempat di sekretariat KPA Surakarta. Tujuan supervisi adalah Monitoring Pelaksanaan Kegiatan yang Bersumber dari Dana Dukungan GF-SSF di Kota Surakarta, dengan hasil sebagai berikut : Outlet kondom yang telah terset-up sampai dengan Februari 2011 sebanyak 32 outlet, dengan target pada kuartal ini sebanyak 35 outlet. KPA Kota Surakarta pada tahun 2011 ini mendapatkan dukungan dana APBD sebesar 75 juta rupiah. KPA Kota Surakarta telah melakukan rapat koordinasi awal dengan stakeholder terkait rencana pembentukan Warga Peduli AIDS (WPA) di Kota Surakarta. Harapannya WPA ini dapat terbentuk sampai ke tingkat RT dan sekolah (murid). KPA Kota Surakarta siap melaksanakan Pertemuan Penasun di Puskesmas, oleh karena itu KPA Kota Surakarta akan segera berkoordinasi dengan Puskesmas Manahan. Terkait Jamsostek, KPA Kota Surakarta menunggu arahan dari pusat dan provinsi. KPA Kota Surakarta akan segera mencetak KIE sesuai dengan kebutuhan informasi yang ada di lapangan dengan berkoordinasi dengan LSM terkait. Pada minggu ke 3 Februari ini KPA Kota Surakarta akan melaksanakan Pelatihan Peer Educator dengan agenda penguatan PE yang telah dilatih sebelumnya. Terkait dengan dana penguatan outlet kondom, KPA Kota Surakarta akan berkoordinasi lagi bagaimana pemanfaatan/penggunaan dana tersebut. ... selengkapnya

Pertemuan ODHA se-Jawa Tengah (Pokja Mitigasi KPA Provinsi Jawa Tengah)
ditulis pada 31 2011
Pertemuan ODHA se-Jawa Tengah (Pokja Mitigasi KPA Provinsi Jawa Tengah) dilaksanakan pada tanggal 13 Januari 2011, bertempat di Aula RSUP dr. Kariadi dengan hasil sebagai berikut : Hingga tahun 2010 ini sudah ada 288 ODHA yang mengambil ARV di RSUP Dr. Kariadi, sedangkan lainnya sudah mengambil ARV di RSUD Pati, Kendal, Ambarawa dan Temanggung. Pengetahuan ODHA tentang Teknologi Tepat Guna yang bisa dijadikan modal untuk menjalankan usaha perlu lebih ditingkatkan. Pertemuan ODHA Se Jawa Tengah sebaiknya bisa dilaksanakan minimal 2 bulan sekali sehingga para ODHA bisa lebih sering mendapat pengetahuan tentang kebijakan HIV&AIDS dari pemerintah maupun pengetahuan tentang teknologi tepat guna. Diharapkan dalam pertemuan ini ODHA dapat saling memberikan support dalam mendayagunakan diri mereka agar dapat mandiri. ... selengkapnya

Pertemuan Warga Peduli AIDS
ditulis pada 14 2011
Pertemuan Warga Peduli AIDS dilaksanakan tanggal 27 Desember 2010, bertempat di Hotel Pndanaran Kota Semarang. Peserta terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan KPA Provinsi Jawa Tengah, PKBI Jateng, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, KPA Kab/Kota dan Warga Peduli AIDS yang ditunjuk oleh Kab/Kota. Hasil : Peran dan komitmen lintas sektor sangat diperlukan dalam penanggulangan HIV & AIDS. Warga Peduli AIDS (WPA) adalah Kelompok masyarakat yang terdiri dari berbagai komponen dalam suatu lingkungan masyarakat, baik di tingkat Desa, Kelurahan, Rukun Warga (RW), Dusun, Blok dan tingkatan yang sejenis yg ada di suatu lingk tempat tinggal. Peran utama WPA adalah untuk menggerakkan masyarakat untuk ikut serta terlibat secara langsung dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS . Proses yang akan dilakukan masyarakat dalam gerakan WPA, akan dimulai dari sistem identifikasi potensi, perumusan masalah, menentuk prioritas, menentukan rencana kegiatan dan program , serta evaluasi & monitoring. Semua proses tsb dilakukan dg metode partisipatif. Rencana Strategis dari WPA adalah sebagai berikut : Sosialisasi respon terhadap masalah (IMS, napza suntik, HIV dan AIDS) pada seluruh lapisan masyarakat. Menggalang pemangku kepentingan dan tokoh masyarakat tokoh agama, tokoh adat dalam merespon masalah. Membangun sistem informasi dan penyelamatan terhadap orang terinfeksi HIV-AIDS, IMS dan penasun. Membangun persepsi yang sama bahwa orang-orang berperilaku resiko tinggi dan ODHA perlu untuk difasilitasi guna akses dalam layanan dan atau rehabilitasi.  ... selengkapnya

Peringatan Hari AIDS Sedunia di Provinsi Jawa Tengah
ditulis pada 31 2011
Hari AIDS Sedunia di Provinsi Jawa Tengah diperingati bersamaan dengan peringatan hari anti kekerasan sedunia, hari kesetiakawanan sosial nasional, hari ibu, hari kesatuan gerak pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga, yang diselenggarakan pada tanggal 23 Desember 2010, bertempat di Gedung Gradhika Bhakti Praja SETDA Provinsi Jawa Tengah, dengan susunan acara sebagai berikut : Acara Hiburan dari Pemenang I Lomba Rap Pelajar dalam rangka HAS (2 lagu) Pembukaan Menyanyikan bersama lagu Kebangsaan Indonesia Raya Pembacaan Sejarah PKK Menyanyikan lagu Mars HKSN, Mars Hari Ibu dan Mars PKK Laporan Penyelenggaraan oleh Kepala BP3AKB Deklarasi Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Jawa Tengah dilanjutkan penandatanganan oleh Bapak Sekda Prov. Jawa Tengah, Ketua DPRD, Aparat Penegak Hukum (POLDA), Organisasi Perempuan, Jaringan LSM dan Perwakilan Pelajar Pembacaan sambutan Ketua Umum Tim Penggerak PKK oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah Ibu Hj. Sri Suharti Bibit Waluyo Penyematan PIN : Pemberian Bunga simbolik Anti Kekerasan dari Ketua Dewan Penasehat Organisasi Wanita Jawa Tengah kepada Gubernur Jawa Tengah, Penyematan PIN HIV&AIDS dalam rangka HAS kepada 1 org Pelajar SLTA oleh Gubernur Jateng Pemberian Penghargaan : Perusahaan Terbaik Peduli Lingkungan Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2010, RS Sayang Ibu, Kecamatan Sayang Ibu, Lomba KB Kesehatan, PHBS, Posyandu Desa, Posyandu Kel, Pemenang Lomba PKK Tingkat Nasional, 10 Program Pokok PKK, Lingkungan Bersih Sehat, Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Gender, Perpustakaan Desa, Pemenang Lomba RS Pelayanan KB Terbaik Tingkat Nasional, Pengelola Terbaik Perusahaan Pembina Tenaga Kerja Wanita Pemberian Bantuan Beasiswa AUSKM kepada 2 orang Peninjauan pameran di luar Gradhika KPA (pameran karikatur) 1 tenda Dinas Kesehatan (VCT) 2 tenda BP3AKB (Pemberian Bunga Anti Kekerasan dan poster) 1 tenda BKKBN (pameran KB) 1 tenda Dinas Sosial (UPT Kesos) 1 tenda Dinas Pendidikan (pameran) 1 tenda . ... selengkapnya

Pertemuan SSR Dukungan Dana GFATM SSF Q2
ditulis pada 31 2010
Pertemuan dilaksanakan pada tanggal 20-22 Desember 2010 di Bandungan, Kab. Semarang yang dihadiri oleh Staf KPA Kab/Kota, Dinkes dan PKBI. Pertemuan ini dilaksanakan dengan tujuan sebagai berikut : 1. Tersosialisasinya hasil capaian masing-masing SSR dari target yang ada.2. Diketahuinya kendala dalam pelaksanaan kegiatan pada Q 2 dan upaya pemecahannya.3. Diperolehnya strategi yang akan dilakukan dalam menjalankan program pada Quartal selanjutnya sehingga target dapat tercapai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Selain itu tercapainya kesepakatan antara 3 SSR & SR (KPA, Dinkes & PKBI) yaitu : 1. KPA - KPA Kab. Semarang bersama-sama dengan PKBI akan segera melakukan koordinasi mengenai data penjangkau untuk pembuatan ID Card.- KPA Kab. Semarang akan segera berkoordinasi dengan PKBI terkait luasnya sebaran wilayah penasun yang ada. - Kab. Banyumas akan melaksanakan koordinasi dengan stakeholder termasuk SSR dalam mencari solusi dapat dibukanya akses pembinaan pada hotspot tertentu (karaoke, panti pijat, dsb).- KPA Kab.Banyumas akan melaksanakan Pertemuan Intervensi Struktural pada akhir Desember ini,oleh karena itu perlu kerjasama dg LSM LPPSLH utk mengkoordinasikan stakeholder di Gang Sadar.- KPA Kota Surakarta akan memfasilitasi koordinasi antara Gessang dg SGC dan Mitra Plus mengenai jangkauan Waria dan MSM di  Surakarta.- KPA Provinsi Jawa Tengah melalui Pokja Workplace akan berkordinasi dengan Disnakertrans dan BNP3TKI Provinsi Jawa Tengah terkait penanganan masalah ditemukannya kasus HIV pada TKI di Kab. Cilacap.- Bag. Logistik KPAP akan  berkoordinasi dg KPAN untuk tidak mengirim lagi femidom  utk  Kota Surakarta karena sampai sekarang pengguna-annya masih rendah dan stok cukup banyak 2. DInkes - Dinkes Prov. Jateng akan segera mengkoordinasikan tarif layanan VCT di RS Margono Soekarjo, harapannya gratis.- Masalah RS Margono Soekarjo (jam  buka layanan) bagi penasun, perlu duduk bersama antara KPA Kab. Banyumas dan Dinkes (Provinsi/Kab) untuk kesepakatan yang saling menguntungkan.- IU SGC & Mitra Plus di Kota SKA akan memulai mangakses anuscopy di PKM Sangkrah pada Januari 2011 oleh para waria & MSM.- Layanan di RS Dr. Oen tidak didukung lagi dengan dana GF,  Dinkes Provinsi dan Dinkes Kota Surakarta akan berkoordinasi mengenai surat resmi pemberhentian kontrak dengan RS Dr. Oen.- Masalah anuscopy di Kab. Batang harus ada kepastian dahulu mengenai jumlah waria dan MSM yang akan  mengakses 3. PKBI - PKBI perlu segera melengkapi data penjangkau di Kab. Semarang untuk pembuatan ID Card bagi para penjangkau.- LPPSLH bersama dengan KPA Cilacap akan melakukan intervensi di sektor  ketenagakerjaan (buruh migran/TKI)  di Kab. Cilacap.  - Sistem manajemen cluster merupakan strategi PKBI dalam berkoordinasi dengan SSRnya. Dalam waktu dekat akan ada pembahasan internal antara SR & SSR PKBI, hasilnya akan disampaikan pula kepada KPA & Dinkes.- IU di Kota Surakarta akan segera berkoordinasi dengan KPA Kota Surakarta dalam hal penjangkauan waria dan MSM.- YMA  SKA  perlu melaporkan hasil jangkauan penasun di Kab. Tegal kepada KPA Kab Tegal. ... selengkapnya

Lokakarya Finalisasi Perangkat Monev KPA Provinsi Jawa Tengah
ditulis pada 10 2011
Lokakarya dilaksanakan pada tanggal 16 - 17 Desember 2010, bertempat di Hotel Pandanaran Kota Semarang. Peserta terdiri dari KPA Prov. Jateng, Tim Asistensi, Pokja Perencanaan dan Advokasi, Pokja Lembaga Kemasyarakatan, Dinas Pendidikan Prov. Jateng, Dinas Kesehatan Prov. Jateng, PMI Jawa Tengah dan FKM Undip. Tujuan dari lokakarya adalah :a. Mencapai finalisasi dan kesepakatan indikator kinerja yang dibutuhkan untuk memantau dan mengevaluasi program pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS di Jawa Tengah.b. Mencapai kesepakatan mekanisme penyediaan data untuk indikator terkait. Hasil :a. Tugas KPA Provinsi Jawa Tengah sesuai dengan Permendagri Nomor 20 Tahun 2007 yaitu melakukan Monitoring dan Evaluasi di Wilayahnya masing-masing.b. Terdapat beragam jenis Perangkat Monev yang digunakan oleh masing-masing lembaga sehingga perlu adanya kesepakatan perangkat Monev yang sama dan terintegrasi yang bisa digunakan oleh semua pihak.c. Indikator yang digunakan terdiri dari input, proses, output, outcome dan impact.d. Indikator yang dibuat akan digunakan untuk mengukur capaian program yang telah dilakukan oleh masing-masing anggota KPA Provinsi Jawa Tengah (SKPD/Lembaga/ Instansi).e. Tersusunnya Perangkat Monev KPA Provinsi Jawa Tengah. Dengan catatan : bahwa perangkat Monev bersifat dinamis (dapat disesuaikan dengan perkembangan keadaan/program) yang ada di masing-masing anggota KPA Prov. Jateng. ... selengkapnya

Pemulasaran jenazah ODHA (Pokja CST KPA Prov. Jawa Tengah)
ditulis pada 31 2011
Pertemuan pembahasan “prosedur tetap” pemulasaran jenazah pasien hiv-aids pokja care support treatment komisi penanggulangan aids (kpa) propinsi jawa tengah dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2010, bertempat di Aula RSUP Dr Kariadi Semarang dengan hasil sebagai berikut : Prinsip: Selalu menerapkan Kewaspadaan Universal (memperlakukan setiap cairan tubuh, darah dan jaringan tubuh manusia sebagai bahan yang infeksius), tanpa mengabaikan Budaya dan Agama yang dianut keluarga, tindakan petugas mampu mencegah penularan. Hal-hal yang perlu di perhatikan dalam perawatan jenasah : Ruang perawatan, Pengangkutan ke kamar jenazah, Pengelolaan di kamar jenazah, Persiapan pemakaman. Ketentuan Umum Penanganan jenasah : Semua petugas yang menangani jenazah harus mendapatkan vaksinasi hepatitis B, Dokter yang merawat pasien menggolongkan kategori jenazah, Hindari kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh lainnya, Luka dan bekas suntikan didesinfektan, Semua orifisium ( lubang” tubuh ) ditutup dengan kasa absorben dan di plester kedap air, Badan jenazah harus bersih dan kering, Pasang label pada kaki atau ibu jari sesuai kategorinya. Prosedur Pemulasaran jenasah : Mencuci tangan, yang menangani jenazah memakai sarung tangan, gaun, masker, lepas selang infus dll, buang pada wadah infeksius, bekas luka di plester kedap air, lepaskan pakaian tampung pada wadah khusus, Kasa pembalut pada perineum dilekatkan dengan plester kedap air, letakkan jenazah pada posisi terlentang, letakkan handuk kecil di belakang kepala, tutup kelopak mata dengan kapas lembab, tutup telinga dan mulut, dengan kapas / kasa, Bersihkan jenazah, tutup jenazah dg kain bersih disaksikan keluarga, pasang label sesuai kategori di pergelangan kaki / ibu jari kaki, beritahu petugas KM, bahwa pasien meninggal adalah penderita penyakit menular, masukkan jenazah ke dalam kantong jenazah, tempatkan jenazah ke dalam brankart tertutup dan dibawa ke KM, cuci tangan dan lepas gaun untuk direndam pada tempatnya, buang bahan yang sekali pakai pada tempat khusus. Yang harus diperhatikan pada saat pemulasaran jenasah : Jenazah tidak boleh di balsem atau diawetkan,Otopsi terhadap jenazah hanya dapat dilakukan oleh petugas khusus yang sudah terlatih dan sudah mendapatkan ijin dari keluarga dan Direktur RSDK( RS setempat ), Jenazah yang sudah dibungkus tidak boleh di buka lagi.   ... selengkapnya