• Terdapat penambahan fitur baru pada www.aidsjateng.or.id yaitu 'TV Spot KPAP'
  • SK Pembentukan KPA Kab/Kota, bisa di download pada menu direktori
  • Data Kasus HIV dan AIDS sampai dengan 31 Desember 2014 adalah 10.804 kasus
  • Sudah Ada 35 KPA Kab/Kota di Jawa Tengah

Berita KPAP

Pertemuan Persiapan Pelaksanaan Pengobatan Presumtif (PPB) di Jawa Tengah
ditulis pada 10 2011
Pertemuan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2010, bertempat di Hotel Belle View Kota Semarang. Peserta terdiri dari KPAP jateng, Dinkes Prov jateng, PKBI jateng, Dinkes Kab/Kota, KPA Kab/Kota, LSM dan pengurus resos dari Kota Semarang, Kab. Semarang dan Kab. Kendal. Tujuan dari pertemuan adalah sebagai berikut :1. Mengetahui kesiapan Kab/Kota dalam pelaksanaan PPB.2. Mengetahui kendala yang dihadapi Kab/Kota dalam persiapan pelaksanaan PPB.3. Mendapatkan pemecahan masalah yang dihadapi.4. Merumuskan kesepakatan dalam pelaksanaan PPb di Kab/Kota. Hasil :1. PPB di Kota Semarang akan dilaksanakan di Resos Argorejo dan Rowosari Atas, dengan target sebesar 1.039.2. Kesiapan SDM di Kota Semarang untuk mendukung pelaksanaan PPB ini adalah sebagai berikut :   a. Puskesmas Mangkang; memiliki 1 dokter dan 3 perawat.    b. Puskesmas Lebdosari; memiliki 1 dokter dan 3 perawat.   c. Klinik Griya ASA PKBI; memiliki 1 dokter dan 3 perawat.3. KPA Kota Semarang telah melaksanakan pertemuan koordinasi dengan dengan LSM Griya ASA PBKI pada tanggal 3 Desember 2010 untuk mempersiapkan pemetaan wisma dan jumlah sasaran, jadwal pemeriksaan per hari, jadwal petugas, memperkirakan rencana logistik, SDM  dan pembiayaan.4. Kab. Semarang telah melaksanakan pemetaan populasi kunci sasaran PPB di Resos Bandungan dengan hasil sebagai berikut :   a. WPS yang tinggal di kos sebanyak 122 orang.   b. WPS pada Panti Mandi Uap (PMU) sebanyak 114 orang.   c. WPS yang tinggal di hotel sebanyak 51 orang.5. KPA Kab. Semarang telah melaksanakan Pertemuan Stakeholder di Bandungan (Camat, Lurah/Kades, Polsek, Koramil, Paguyuban Anak Kos, PMU, Peer Edukator). Pada pertemuan tersebut dibentuk pula Satgas Penanggulangan AIDS Kecamatan Bandungan untuk mendukung pelaksanaan “Bandungan Bersih dan Sehat dari IMS, HIV dan AIDS”.6. Kesiapan layanan klinik di Kab. Semarang untuk mendukung pelaksanaan PPB adalah sebagai berikut :   a. Pelaksanaan PPB akan ditempatkan di Puskesmas Bandungan.   b. Pelaksanaan PPB pada Bulan Januari akan dilaksanakan dalam rentang 3-4 hari.   c. Petugas Puskesmas ada 6 orang.   d. Petugas Alergi juga akan disiapkan.   e. Akan mempersiapkan SOP (mekanisme penyediaan obat dan distribusinya, kartu dan penjadwalan, pengawas minum obat, dll)   f. Bekerjasama dengan paguyuban untuk memastikan populasi ke klinik.7. Manajemen  pengadaan dan distribusi kondom di Bandungan adalah sebagai berikut :   a. Kondom di Bandungan dikelola oleh pokja kesehatan Bandungan.   b. Sudah tersedia kondom di pokja kesehatan, baik itu kondom DKT-Sutra, BKKBN, maupun kondom dari KPA.8. Kesiapan penjangkauan di Kab. Semarang adalah sebagai berikut :   a. Paguyuban siap mendampingi pemeriksaan dan pengobatan anak kos.   b. Kegiatan penjangkauan dilaksanakan oleh PKBI Kota Semarang dan Peer Edukator Bandungan.   c. PKBI Kota Semarang dan PE dan berkoordinasi dengan paguyuban untuk melanjutkan pemetaan terutama pada Pemandu Lagu dan Hotel serta Kontrakan.   d. Penguatan di Komunitas Anak Kos, Karyawati  PMU, dll.9. PPB di Kab. Kendal akan dilaksanakan di Resos Sumberejo dan Ngrancah dengan target sebanyak 200.10.Layanan Klinik di Kab. Kendal dilaksanakan di Puskesmas Kaliwungu. ... selengkapnya

Supervisi Dukungan Dana GF ATM SSF Q2 ke KPA Kabupaten Kendal
ditulis pada 27 2010
Supervisi dilaksanakan pada tanggal 7 Desember 2010, bertempat di Sekretariat KPA Kabupaten Kendal dengan hasil sebagai berikut : Pada akhir Q1 KPA Kab. Kendal sudah menset up outlet kondom sebanyak 25 lokasi, sedangkan target pada Q1 sebanyak 26 sehingga di Q2 outlet kondom yang seharusnya di set up sebanyak 9 buah. Sementara diperoleh penjelasan baru 1 outlet; sisanya akan di set up pada bulan Desember ini. Distribusi kondom di Kabupaten Kendal sebanyak 29.208 pcs melampaui jumlah target yang ada yakni 14.880 atau 196,3%. Akan tetapi di Quartal ini KPA Kab, Kendal baru mndistribusikan kondom sebanyak 1440 pcs, padahal di quartal ini target distribusi kondom sebanyak 26.100 pcs, sehingga masih kurang 11.220 pcs. Posisi Pengelola Program di KPA Kab. Kendal saat ini masih belum diisi tenaga full timer sehingga diharapkan Sdr. Retna Widyastuti, S. Psi., MM masih membantu di KPA Kab. Kendal seperti komitmen awal dan untuk serapan dana diharapkan KPA Kab. Kendal tetap merekrut PP baru. KPA Kab. Kendal telah melaksanakan kegiatan pelatihan Peer Educator  untuk kurang lebih 20 orang pada tanggal 2-4 Desember 2010 di Tirto Arum. Pada Quartal ini KPA Kab. Kendal belum melaksanakan kegiatan pertemuan Intervensi Struktural, dijadwalkan Desember 2010. Lokalisasi Ngrancak belum terjangkau dikarenakan adanya perbedaan persepsi jangkauan antara KPA Kab. Kendal dengan PKBI (Selama ini PKBI hanya menjangkau Lokalisasi Gambilangu/Sumberejo). ... selengkapnya

Pertemuan Evaluasi Program Penguatan Kelembagaan KPA Provinsi Jawa Tengah
ditulis pada 10 2011
Pertemuan dilaksanakan pada tanggal 2 - 3 Desember 2010, bertempat di Hotel Pandanaran Kota Semarang. Peserta berasal dari sekretariat KPA Prov. Jateng, Tim Asistensi, Tim Pokja dan Tim Fasilitator pelatihan monev. Tujuan dari Pertemuan Evaluasi adalah :1. Membahas dan mengevaluasi kegiatan program penguatan kelembagaan KPA Provinsi Jawa Tengah yang telah dilaksanakan pada tahun 2010.2. Menyusun program penguatan kelembagaan KPA Provinsi Jawa Tengah tahun 2011. Hasil :1. April s/d November 2010, KPA Provinsi Jawa Tengah telah melaksanakan kegiatan sebesar 32,68 %.2. Hambatan yang dihadapi KPAP Jateng adalah :   a. Tim Monev belum terbentuk/disahkan, namun draft telah diajukan.   b. Pokja perencanaan dan advokasi sebenarnya telah menyusun rencana kerja advokasi ke kab/kota, tetapi dicover oleh dana APBD, lebih diupayakan untuk sharing dengan dana HCPI agar lebih optimal.   c. Belum ada rumusan kondep data direktori yang akan dikumpulkan.   d. Inventarisasi dunia usaha/swasta masih kurang; ke depannya akan lebih mengaktifkan Pokja Workplace melalui dana APBD maupun HCPI.3. Hasil penilaian profil kelembagaan KPA Provinsi Jawa Tengah dengan menggunakan perangkat penilaian. diperoleh hasil KPA Provinsi Jawa Tengah berada pada skala berkembang (dengan rentang nilai 3,00 s/d 4,9 pada skala 5). nilai tersebut mengalami kemajuan dari nilai awal (maret 2009) dengan rentang nilai 1,00 s/d 2,99.  ... selengkapnya

Pertemuan Sosialisasi HIV AIDS Kepada Tokoh Masyarakat di Jawa Tengah
ditulis pada 10 2011
Sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 30 November 2010, bertempat di Ruang Wijaya Kusuma, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Peserta terdiri dari anggota PKK, Pelajar, tokoh agama, LSM dan linsek tingkat provinsi.  Tujuan sosialisasi adalah :1. Menambah wawasan masyarakat mengenai HIV dan AIDS.2. Mengajak masyarakat untuk ikut berperan serta dalam pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS.3. Diperolehnya dukungan masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS sesuai dengan peran dan kewenangan masing – masing   Hasil :1. Kasus HIV & AIDS di Jawa Tengah terus meningkat dari tahun 1993, hal ini menunjukkan beberapa hal :   a. Kepedulian masyarakat dan pemerintah terhadap HIV & AIDS semakin meningkat.   b. Pengetahuan Petugas Kesehatan terhadap HIV & AIDS semakin meningkat.   c. Sarana tes HIV semakin dekat dengan masyarakat.2. Penularan HIV tidak hanya terjadi pada mereka yang mempunyai resiko tinggi untuk tertular (populasi kunci), tetapi juga dapat terjadi pada populasi umum, seperti : bayi yang tertular dari ibunya yang positif HIV, ibu rumah tangga, dsb.3. Sampai dengan September 2010 di Jawa Tengah tealh ditemukan 3.195 kasus HIV & AIDS, hal ini menunjukkan bahwa kita telah mengungkap 29,5% dari angka Estimasi Nasional mengenai distribusi ODHA di Jawa Tengah tahun 2009, yaitu sebesar 10.815 orang.4. Testimoni ODHA dari LSM Griya ASA (Sdr. Puta Aryatama) mendapatkan perhatian dari para peserta. Dengan adanya testimoni ini, diharapkan dapat mengurangi stigma dan diskriminasi masyarakat terhadap ODHA.5. Hakekat pemberdayaan masyarakat terhadap HIV & AIDS adalah memberi pendidikan agar masyarakat mengerti dan berdaya, serta peka dan mampu dalam memperbaiki pengetahuan tentang HIV & AIDS kepada keluarga dan lingkungannya.6. Tim PKK Kab. Grobogan akan melaksanakan kegiatan serupa (sosialisasi HIV & AIDS) kepada para anggota PKK dan pelajar di Grobogan pada pertengahan Desember ini. ... selengkapnya

Supervisi Dukungan Dana GF ATM SSF Q2 ke KPA Kabupaten Tegal
ditulis pada 07 2011
Supervisi dilaksanakan pada tanggal 29 - 30 November 2010, bertempat di Sekretariat KPA Kabupaten Tegal dengan hasilsebagai berikut : Capaian dari Target GF ATM di Kab. Tegal adalah: Kondom yang sudah terdistribusi hingga bulan November 2010 adalah 37,11% yaitu 2880 Pcs dari total target Q2 SSF sebanyak 7760 Pcs, Setup outlet kondom hingga bulan November 2010 adalah 0% yaitu 0 otlet dari total target Q2 SSF sebanyak 4 outlet. Pelatihan PE baru dilaksanakan satu kali, sehingga masih kurang dua kali lagi Pelatihan PE yang harus dilaksanakan. Pertemuan PMTS rencananya akan dilaksanakan pada awal Desember 2010  Masih belum adanya outlet kondom yang di setup dikarenakan masih melakukan koordinasi dengan penjangkau. ... selengkapnya

Asistensi Program HIV&AIDS Kelompok Kerja (POKJA) Perencanaan & Advokasi KPA Prov. Jawa Tengah di Kab. Brebes
ditulis pada 14 2011
Asistensi dilaksanakan pad tanggal 24 November 2010, bertempat di SETDA Kab. Brebes. Tujuan asistensi adalah untuk diperolehnya informasi tentang respon Program HIV&AIDS di KPA Kabupaten Brebes, dengan hasil sebagai berikut : Kab. Brebes sudah mempunyai Surat Keputusan Bupati dengan nomor 443/2/760/2009  tentang pembentukan Komisi Penanggulangan AIDS daerah sesuai Permendagri 20 tahun 2007 Kab. Brebes melalui Dinkes mengadakan 1 tahun sekali kegiatan serro survey, penyuluhan pada Napi tentang HIV dan AIDS bersumber dari dana APBD Dinas Kesehatan, mengingat KPA Kab. Brebes tidak mendapat anggaran perihal penanggulanagn HIV dan AIDS dari APBD. Kab. Brebes masih menghadapi berbagai masalah penganggaran dalam bidang pencegahan dan penanggulanagn HIV dan AIDS,  tercatat sampai September 2010 sejumlah 52 kasus HIV dan AIDS. ... selengkapnya

Asistensi Program HIV&AIDS Kelompok Kerja (POKJA) Perencanaan & Advokasi KPA Prov. Jawa Tengah di Kab. Kudus
ditulis pada 14 2011
Asistensi dilaksanakan pada tanggal 23 November 2010, bertempat di SETDA KAbupaten Kudus . Tujuan dari asistensi adalah diperolehnya informasi tentang respon Program HIV&AIDS di KPA Kabupaten Kudus, dengan hasil sebagai berikut : Kab. Kudus telah melatih 30 orang konselor, pendidik sebaya dan merencanakan pertemuan relawan HIV dan AIDS sejumlah 132 orang sesuai dengan jumlah desa yang ada di Kab. Kudus dengan anggaran bersumber dari dana cukai. Kab. Kudus melalui Dinkes mengadakan 1 tahun sekali kegiatan serro survey, penyuluhan pada Napi tentang HIV dan AIDS bersumber dari dana APBD Dinas Kesehatan, mengingat KPA Kab. Kudus tidak mendapat anggaran dari APBD.  Kab. Kudus masih menghadapi berbagai masalah penganggaran dalam bidang kesehatan: penyakit menular, salah satunya adalah HIV dan AIDS,  beberapa tahun terakhir meningkat sangat tajam. HIV dan AIDS di Kab. Kudus belum masuk dalam kabupaten prioritas tingkat Jawa Tengah sampai 2010 telah tercatat 45 kasus HIV danAIDS ... selengkapnya

Asistensi Program HIV&AIDS Kelompok Kerja (POKJA) Perencanaan & Advokasi KPA Prov. Jawa Tengah di Kab. Demak
ditulis pada 14 2011
Asistensi dilaksanakan pad tanggal 22 November 2010, bertempat di STDA Kabupaten Demak. Tujuan dari asistensi adalah diperolehnya informasi tentang respon Program HIV&AIDS di KPA Kabupaten Demak, dengan hasil sebagai berikut : Kab. Demak sudah mempunyai Surat Keputusan Bupati dengan nomor 443/102/2010  tentang pembentukan Komisi Penanggulangan AIDS daerah sesuai Permendagri 20 tahun 2007 Proporsi kasus HIV menurut jenis kelamin di Kab. Demak dari tahun 2003 sampai Sept 2010 50,7% adalah perempuan sedangkan 49,3% adalah laki-laki. Kab. Demak melalui Dinkes mengadakan 1 tahun sekali kegiatan serro survey, penyuluhan pada Napi tentang HIV dan AIDS bersumber dari dana APBD Dinas Kesehatan, mengingat KPA Kab. Demak tidak mendapat anggaran perihal penanggulanagn HIV dan AIDS dari APBD. Kab. Demak masih menghadapi berbagai masalah penganggaran dalam bidang pencegahan dan penanggulanagn HIV dan AIDS,  tercatat sampai September 2010 sejumlah 74 kasus HIV dan AIDS.  ... selengkapnya