• Terdapat penambahan fitur baru pada www.aidsjateng.or.id yaitu 'TV Spot KPAP'
  • SK Pembentukan KPA Kab/Kota, bisa di download pada menu direktori
  • Data Kasus HIV dan AIDS sampai dengan 31 Desember 2014 adalah 10.804 kasus
  • Sudah Ada 35 KPA Kab/Kota di Jawa Tengah

Berita KPAP

Asistensi Kelompok Kerja (POKJA) Workplace KPA Prov. Jawa Tengah di PT Solo Murni Kab. Boyolali
ditulis pada 07 2011
Asistensi dilaksankan pada tanggal 6 November 2010, pada PT Solo Murni Kabupaten Boyolali. Tujuan asistensi adalah diketahuinya kondisi dan masalah respon Program HIV&AIDS di Perusahaan pada Kab/Kota terpilih, dengan hasil sebagai berikutn : PT Solo Murni memiliki karyawan ± 1300 orang. PT Solo Murni telah mendapatkan sosialisasi HIV&AIDS di Perusahaan sebelumnya oleh LSM Kalandara. Perlu adanya poster/banner maupun media KIE lainnya seperti leaflet, brosur di PT Solo Murni tentang Pencegahan HIV&AIDS. PT Solo Murni diharapkan bisa menjadi percontohan pelaksanaan program HIV&AIDS di Perusahaan untuk wilayah Boyolali dan sekitarnya sehingga bisa diusulkan untuk mendapatkan award dari Kementerian Tenaga Kerja. ... selengkapnya

Asistensi Kelompok Kerja (POKJA) HR KPA Prov. Jawa Tengah di kota Salatiga
ditulis pada 27 2010
Asistensi dilaksankan pada tanggal 4 November 2010, bertempat di Puskesmas Sidorejo Lor Kota Salatiga. Tujuan dari asistensi adalah diperolehnya informasi tentang respon Program HIV&AIDS di KPA pada Kota Salatiga dengan hasil sebagai berikut : Kota Salatiga melalui Dinkes mengadakan 1 tahun sekali kegiatan serro survey, penyuluhan pada Napi tentang HIV dan AIDS bersumber dari dana APBD Dinas Kesehatan, mengingat KPA Kota Salatiga tidak mendapat anggaran dari APBD. Kota Salatiga masih menghadapi berbagai masalah penganggaran dalam bidang kesehatan: penyakit menular, salah satunya adalah HIV dan AIDS,  beberapa tahun terakhir meningkat sangat tajam. HIV dan AIDS di Kota Salatiga urutan ke-10 tingkat Jawa Tengah dengan jumlah kasus 110 di Kec. Sidorejo Lor dari tahun 2009 sampai Oktober 2010 juga telah tercatat 50 orang penasun sudah mengakses jarum sutik. ... selengkapnya

Asistensi Kelompok Kerja (POKJA) Lapas KPA Prov. Jawa Tengah di Kota Tegal
ditulis pada 07 2011
Asistensi dilaksanakan pada tanggal 3 November 2010, bertempat di Ruang Pertemuan Lapas Kedungpane. Tujuan Asistensi adalah diperolehnya informasi Program P2 HIV & AIDS di Lapas Kedungpane dengan hasil sebagai berikut : Sistem pelaporan dari Lapas ke Dinas Kesehatan dan KPA Kota Semarang dengan tembusan Puskesmas Ngaliyan. Skrining HIV dilakukan bersamaan dengan Skrining TB. Perlu jejaring yang kuat antara banyak pihak seperti KPA, Lapas, Rumah Sakit, Puskesmas, Dinas Kesehatan dan Pokja Lapas.  WBP merupakan salah satu populasi kunci dalam P2 HIV & AIDS, sehingga perlu memperoleh sosialisasi/ penyuluhan. ... selengkapnya

Asistensi Kelompok Kerja (POKJA) Lapas KPA Prov. Jawa Tengah d Lapas Bulu Kota Semarang
ditulis pada 11 2010
Asistensi dilaksanakan pada tanggal 1 November 2010, bertempat di Ruang Pertemuan Lapas Wanita. Tujuan asistensi adalah Diperolehnya informasi Program P2 HIV & AIDS di Lapas Wanita Semarang dengan hasil sebagai berikut :   Sistem pelaporan dari Lapas ke Dinas Kesehatan dan KPA Kota Semarang dengan tembusan Puskesmas Bulu Lor. Skrining HIV dilakukan bersamaan dengan Skrining TB.  Penguatan jejaring dengan berbagai pihak seperti KPA, Lapas, Rumah Sakit, Puskesmas, Dinas Kesehatan dan Pokja Lapas.   WBP merupakan salah satu populasi kunci dalam P2 HIV & AIDS, sehingga perlu memperoleh sosialisasi/ penyuluhan.   ... selengkapnya

Asistensi Kelompok Kerja (POKJA) HR KPA Prov. Jawa Tengah di Kab. Banyumas
ditulis pada 08 2011
Asistensi dilaksanakan pada tanggal 3 November 2010, bertempat di Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas. Tujuan dari asistensi adalah diperolehnya informasi tentang respon Program HIV&AIDS di KPA Kabupaten Banyumas dengan hasil sebagai berikut : Kab. Banyumas melalui Dinkes meningkatkan akses pada material komunikasi, informasi dan edukasi tentang penyuntikan lebih aman dan pencegahan penyakit yang ditularkan melalui darah, IMS dan risiko terkait penggunaan narkoba suntik serta membagikan perlengkapan alat suntik steril bagi IDU. Kab. Banyumas masih menghadapi berbagai masalah penganggaran dalam bidang kesehatan : penyakit menular, salah satunya adalah HIV dan AIDS,  beberapa tahun terakhir meningkat sangat tajam. HIV dan AIDS di Kab. Banyumas urutan ke-3 tingkat Jawa Tengah Penularan HIV melalui jarum suntik pada Penasun meningkat tajam sejak tahun 2009, untuk jumlah kasus penasun dan epidemi HIV terbanyak di Kec. Purwokerto Timur 2 dan Purwokerto Selatan. ... selengkapnya

Pelatihan Monitoring dan Evaluasi Program HIV & AIDS tingkat Kab/Kota di Jawa Tengah
ditulis pada 10 2011
Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 3 - 6 November 2010, bertempat di Hotel Belle view.  Tujuan pelatihan adalah pengenalan terhadap Monitoring dan Evaluasi, pengumpulan dan Analisis Data dan Rencana Kerja Monitoring dan Evaluasi, dengan hasil sebagai berikut:1. Pre Test dan Post Test   a. Sejumlah 24 peserta (70,6%) meningkat hasil nilai post test dibanding pre test.   b. Tetap, sebanyak 4 (empat) orang (11,8%)   c. Menurun sebanyak 6 orang (17,6%); penurunan terjadi disebabkan bahwa pada saat menjawab pre test peserta hanya asal/untung-untungan.2. Peserta mampu mengumpulkan dan menganalisa data hasil monitoring dan evaluasi.3. Peserta mampu menyusun rencana kerja Monitoring dan Evaluasi di masing-masing sektor terkait. ... selengkapnya

Asistensi Kelompok Kerja (POKJA) PMTS KPA Prov. Jawa Tengah di Kabupaten Pati
ditulis pada 07 2011
Asistensi dilaksanakan pada tanggal 3 November 2010, bertempat di Ruang Joyo Kusumo SETDA Kab. Pati. Tujuan asistensi adalah diketahuinya kondisi dan masalah respon Program HIV&AIDS khususnya Program PMTS pada Kab. Pati dengan hasil sebagai berikut : KPA Kab. Pati mendapat anggaran 100 juta rupiah dari APBD Kab. Pati yang sebagian dialokasikan untuk rapat koordinasi, membantu klinik IMS Batangan Pati dan membantu kegiatan LSM Sahabat Pantura (SAPA). KPA Kab. Pati sudah tidak memiliki sekretariat sejak tidak adanya dukungan dana dari KPAN untuk gaji staf sekretariat, sehingga kinerja KPA Pati tidak maksimal. Program Pencegahan HIV Melalui Transmisi Seksual (PMTS) di Kab. Pati belum bisa berjalan sepenuhnya, hal tersebut disebabkan tidak adanya dukungan penjangkauan dari LSM penjangkau (walau ada LSM namun tidak memiliki dana untuk kegiatan di lapangan). Penapisan IMS hanya dilakukan di Klinik IMS Puskesmas Batangan dan hanya mengandalkan kesadaran dari WPS untuk periksa di klinik IMS tersebut, namun kenyataannya kunjungannya masih rendah. Penggunaan Kondom di Resosialisasi Lorong Indah tidak bisa diketahui secara pasti prosentasenya; disebabkan tidak ada penapisan IMS dan evaluasi penggunaan kondom di resosialisasi tersebut walaupun tersedia kondom. Belum ada aturan lokal di Resosialisasi Lorong Indah sehingga program wajib kondom belum bisa dilaksanakan.  ... selengkapnya

Lokakarya Kelompok Kerja (Pokja) Workplace KPA Prov. Jawa Tengah
ditulis pada 10 2011
Tujuan dari kegiatan lokakarya adalah diperolehnya informasi Kebijakan P2 HIV&AIDS Provinsi Jawa Tengah khususnya di Perusahaan. Lokakarya dilakukan di PT. Coca Cola Bottling Indonesia (1 November 2010)Hasil :a. Berdasarkan Kepmenakertrans No 68/MEN/IV/2004 tentang Penanggulangan HIV&AIDS di Perusahaan dilakukan bersama-sama oleh Pemerintah, Pengusaha dan Serikat Pekerja/Buruh, dan didalam peraturan tersebut dinyatakan juga bahwa test HIV di Perusahaan dilarang digunakan untuk persyaratan dalam proses rekruitmen.b. Masih sedikitnya perusahaan di Jawa Tengah yang memiliki komitmen tertulis untuk melaksanakan Program HIV&AIDS di Perusahaan.c. Komitmen Program HIV&AIDS di perusahaan bisa dilihat dengan adanya sosialisasi HIV&AIDS yang dilakukan oleh perusahaan kepada karyawannya dan tersedianya klinik VCT yang ada di perusahaan. ... selengkapnya