• Terdapat penambahan fitur baru pada www.aidsjateng.or.id yaitu 'TV Spot KPAP'
  • SK Pembentukan KPA Kab/Kota, bisa di download pada menu direktori
  • Data Kasus HIV dan AIDS sampai dengan 31 Desember 2014 adalah 10.804 kasus
  • Sudah Ada 35 KPA Kab/Kota di Jawa Tengah

Berita KPAP

Asistensi Kelompok Kerja (POKJA) HR KPA Prov. Jawa Tengah di Kab. Temanggung
ditulis pada 08 2011
Asistensi dilaksankan pada tanggal 27 Oktober 2010, bertempat di Dinas Kesehatan Kab. Temanggung. Tujuan dari asistensi adalah diperolehnya informasi tentang respon Program HIV&AIDS di KPA Kab. Temanggung dengan hasil sebagai berikut : Kab. Temanggung melalui Dinkes mengadakan 1 tahun sekali kegiatan serro survey, penyuluhan pada Napi tentang HIV dan AIDS, pembagian leaflet, seminar HIV dan pemasangan spanduk pada peringatan Hari AIDS sedunia, bersumber dari dana APBD sebesar 25 Juta Kab.Temanggung masih menghadapi berbagai masalah penganggaran dalam bidang kesehatan : penyakit menular, salah satunya adalah HIV dan AIDS,  beberapa tahun terakhir meningkat sangat tajam. Dan kasus HIV dan AIDS di Kab. Temanggung urutan ke-9 tingkat Jawa Tengah. Penularan HIV melalui jarum suntik pada Penasun meningkat tajam sejak tahun 2009, untuk jumlah kasus penasun dan epidemi HIV terbanyak di Kec. Parakan ... selengkapnya

Asistensi Kelompok Kerja (POKJA) Lapas KPA Prov. Jawa Tengah di Rutan Kota Surakarta
ditulis pada 09 2011
Asistensi dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober 2010, bertempat di Aula Pertemuan Rutan Klas I Surakarta. Tujuan dari asistensi adalah diketahuinya kondisi dan masalah respon Program HIV&AIDS di Rutan Klas I Surakarta dengan hasil sebagai berikut : Penyuluhan dilaksanakan setiap hari Senin dan Rabu pukul 09.00 s/d 10.30 WIB. Pelatihan Peer-Educator (PE). Pembekalan materi kepada petugas Rutan. Layanan VCT; bekerja sama dengan RSUD Moewardi. PTRM; bekerja sama dengan Puskesmas Manahan. Terdapat 2 penghuni Rutan yang menderita HIV dan telah mendapatkan layanan ARV. Penderita HIV tersebut telah membuka sendiri statusnya kepada sesama penghuni Rutan, akibatnya mereka dikucilkan oleh para penghuni Rutan. Inilah yang sedang menjadi permasalahan di Rutan Klas I Surakarta terkait P2 HIV&AIDS. Perlu kerjasama yang baik antara KPA, Bapas, dan stakeholder terkait untuk menangani masalah pasca-release napi yang positif HIV. Peer-Educator di Lapas sangat membutuhkan KIE untuk dapat disampaikan ke penghuni Rutan sebagai media informasi yang cukup efektif. ... selengkapnya

Asistensi Kelompok Kerja (Pokja) HR KPA Prov. Jawa Tengah di Kota Surakarta
ditulis pada 08 2011
Asistensi dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober 2010, bertempat di Dinas Kesehatan Kota Surakarta. Tujuan dari asistensi adalah diperolehnya informasi tentang respon Program HIV&AIDS di KPA Kota Surakarta dengan hasil sebagai berikut :  Klinik PTRM di klinik Manahan dibuka pertanggal 1 Desember 2009 Jumlah yang mengakses PTRM terdaftar 80 pasien, sedangkan yang aktif aktif 41 pasien dan jumlah DO 37 klien. Masih tingginya penyalah gunaan obat gol benzo, barbiturat yang tidak dapat terkontrol. Belum semua klien bisa memanfaatkan kemudahan akses PTRM dengan menggunakan kartu PKMS. Belum adanya penanganan penasun komprehensif lintas sektoral.   ... selengkapnya

Asistensi Kelompok Kerja (POKJA) PMTS KPA Prov. Jawa Tengah di Kabupaten Blora
ditulis pada 07 2011
Asistensi dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober 2010, bertempat di Dinas Kesehatan Kab. Blora. Tujuan asistensi adalah diketahuinya kondisi dan masalah respon Program HIV&AIDS khususnya Program PMTS pada Kab. Blora dengan hasil sebagai berikut : Kab Blora melalui Dinkes mengadakan 1 tahun sekali melaksanakan kegiatan serro survey, penyuluhan pada WPS dan Napi ttg HIV dan AIDS, pembagian leaflet, seminar HIV dan pemasangan spanduk pada peringatan Hari AIDS sedunia. Program Pencegahan HIV Melalui Transmisi Seksual (PMTS) di Kab. Blora belum bisa berjalan sepenuhnya, hal tersebut disebabkan Kab. Blora tidak ada LSM penjangkau yang bisa memfasilitasi Wanita Pekerja Seks (WPS) yang biasa bekerja di 2 Lokasi (Jepon dan Cepu) Kab. Blora. Dinas Kesehatan hanya bisa mengetahui angka IMS dari warga Kab. Blora yang memeriksakan diri di Klinik IMS Puskesmas Cepu dan Jepon yang angka kunjungan per bulannya sekitar kurang dari 20 orang yang kesemuanya positif IMS. Penggunaan Kondom di tempat-tempat berisiko  penularan IMS dan HIV tidak bisa diketahui disebabkan juga tidak ada penjangkau (terkait poin a); namun Dinkes Kab. Blora dengan keterbatasan anggaran yang ada melakukan sosialisasi di tempat tersebut. Stok kondom Dinkes Kab. Blora hanya cukup untuk diberikan kepada pengunjung klinik IMS namun untuk sosialisasi tidak cukup, karena sudah tidak ada pengiriman lagi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Kelembagaan KPA Kab. Blora belum terbentuk sesuai Perpres 75 Tahun 2006 dan Permendagri 20 Tahun 2007 namun akan berusaha untuk menyesuaikannya. ... selengkapnya

Asistensi Kelompok Kerja (POKJA) Lapas KPA Prov. Jawa Tengah d Lapas Kota Pekalongan
ditulis pada 08 2011
Asistensi dilaksankan pada tanggal 13 Oktober 2010, bertempat di Aula Pertemuan Lapas Pekalongan. Tujuan dari asistensi adalah Diketahuinya kondisi dan masalah respon Program HIV&AIDS di Lapas Kota Pekalongan dengan hasil sebagai berikut : Lapas Kota Pekalongan merasa kesulitan untuk mendapatkan layanan mobile clinic untuk VCT. KPA Kota Pekalongan belum melaksanakan perannya secara optimal dalam upaya penanggulangan HIV & AIDS di Kota Pekalongan. Belum ada LSM yang menjangkau narapidana di Lapas Pekalongan untuk memberikan intervensi program P2 HIV & AIDS.   ... selengkapnya

Asistensi Kelompok Kerja (POKJA) PMTS KPA Prov. Jawa Tengah di Kab. Grobogan
ditulis pada 11 2010
Asistensi dilaksankan pada tanggal 19 Oktober 2010, bertempat Ruang Rapat Wakil Bupati Kab Grobogan. Tujuan dari asistensi adalah diperolehnya informasi Kebijakan Penanggulangan HIV&AIDS Provinsi Jawa Tengah di Kab. Grobogan dengan hasil sebagai berikut : KPA Kab Grobogan melalui Bagian Sosial yaitu sebesar 90 juta di tahun 2010. Kab Grobogan memiliki lokalisasi di Gunung Rejo dan di daerah Koplak yang merupakan hot spot WPS non lokalisasi. Dinas Kesehatan bersama lintas sektor terkait (Dinas Pendidikan, Kanwil Depag) beberapa kali melakukan sosialisasi HIV&AIDS di Gunung Rejo. Puskesmas Toroh yang merupakan klinik IMS di Kab Grobogan setiap hari Rabu melakukan screening IMS di Gunung Rejo. Di lokalisasi Gunung Rejo pernah ada program “No Condom No Sex” namun belum berhasil memaksa Pelanggan WPS agar setiap transaksi seks menggunakan kondom karena program tersebut tidak terdapat sanksi bagi WPS maupun mucikari yang melanggarnya disamping tidak ada LSM yang bisa membantu dalam mendekati para mucikari di Gunung Rejo.   ... selengkapnya

Asistensi Kelompok Kerja (POKJA) PMTS KPA Prov. Jawa Tengah di Kota Tegal
ditulis pada 07 2011
Asistensi dilaksanakan pada tanggal 12 OKtober 2010, bertempat di Dinas Kesehatan Kota Tegal. Tujuan Asistensi adalah Diketahuinya kondisi dan masalah respon Program HIV&AIDS khususnya Program PMTS pada Kota Tegal, dengan hasil sebagai berikut : Program Pencegahan HIV Melalui Transmisi Seksual (PMTS) di Kota Tegal belum bisa berjalan sepenuhnya, hal tersebut disebabkan Kota Tegal tidak ada penjangkau yang bisa memfasilitasi Wanita Pekerja Seks (WPS) yang biasa bekerja di Panti-Panti Pijat dan Hotel kelas Melati di Kota Tegal. Dinas Kesehatan hanya bisa mengetahui angka IMS dari warga Kota Tegal yang memeriksakan diri di Klinik IMS Puskesmas Kota Tegal Barat yang angka kunjungan per bulannya sekitar 15-20 orang yang kesemuanya positif IMS. Penggunaan Kondom di tempat-tempat beresiko (Panti Pijat dan Hotel Kelas Melati) penularan IMS dan HIV tidak bisa diketahui disebabkan juga tidak ada penjangkau (terkait poin a); namun Dinkes Kota Tegal dengan keterbatasan anggaran yang ada melakukan sosialisasi di tempat tersebut. Stok kondom Dinkes Kota Tegal hanya cukup untuk diberikan kepada pengunjung klinik IMS namun untuk sosialisasi tidak cukup. Kelembagaan KPA Kota Tegal belum terbentuk sesuai Perpres 75 Tahun 2006 dan Permendagri 20 Tahun 2007 namun akan berusaha untuk menyesuaikannya.   ... selengkapnya

Pertemuan SSR Dukungan Dana GF SSF Q1
ditulis pada 08 2011
Pertemuan SSR dilaksanakan pada tanggal 21 - 23 September 2010, bertempat di Hotel Sendang Sari Kabupaten Batang. Tujuan pertemuan adalah : Diperolehnya kesiapan dan informasi mengenai layanan LASS, PMTS, outlet dan distribusi kondom yang dikembangkan oleh SSR-KPA Kab/Kota. Adanya kesamaan persepsi program yang akan dilakukan di masing-masing SSR (KPA-Dinkes-PKBI). Diperolehnya strategi yang akan dilakukan dalam menjalankan program sehingga target dapat tercapai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Hasil dari pertemuan ini adalah : KPA : Capaian Pengguna Narkoba Suntik (Penasun) yang terjangkau program Layanan Alat Suntik Steril (LASS) telah melebihi target (capaian melebihi 100%) di Kab. Banyumas, Kota Semarang dan Kota Surakarta namun untuk Kab. Cilacap masih belum memenuhi target (dikhawatirkan terlalu tingginya penetapan target yang ada). KPA : Capaian jumlah outlet kondom yang di setup telah melebihi target di 5 Kab/Kota (capaian melebihi 100%), sedangkan di Kab. Kendal telah memenuhi target (capaian 90%-100%) namun untuk Kab. Banyumas dan Kab. Tegal belum memenuhi target (capaian kurang dari 90%). Setelah berakhirnya pertemuan, kedua kabupaten merencanakan akan meningkatkan capaian tersebut. KPA : Capaian jumlah distribusi kondom yang telah melebihi target di 3 Kab/Kota yaitu Kota Semarang, Kota Surakarta dan Kab Batang (capaian melebihi 100%), sedangkan di Kab Kendal dan Kab Tegal telah memenuhi target (capaian 90%-100%) namun untuk Kab Banyumas, Kab Cilacap dan Kab Semarang belum memenuhi target (capaian kurang dari 90%). Setelah berakhirnya pertemuan, ketiga kabupaten merencanakan akan meningkatkan capaian tersebut. KPA : Baru 3 Kab/Kota yang sudah menerbitkan ID Card untuk penjangkau yaitu Kota Semarang, Kota Surakarta dan Kab. Cilacap. Kab/Kota yang belum menerbitkan ID Card disebabkan mereka masih menunggu kelengkapan data dari LSM dari para penjangkau. PKBI : Capaian jangkauan dari PKBI untuk Penasun, Man Sex with Man (MSM) dan Transgender masih belum memenuhi target yang ditentukan. Dinkes : Masih belum semua lokalisasi yang menjadi sasaran Program Pencegahan HIV Melalui Transmisi Seksual (PMTS) dapat diliput (cover). Dinkes : Target Pengobatan Periodik Berkala (PPB) di Quartal 2 adalah 3100 direncanakan pada 8 Kab/Kota sedangkan pada Quartal 3 nanti adalah 1500 di 3 Kab/Kota yaitu Kota Semarang, Kab Kendal dan Kab Semarang.   ... selengkapnya