• Terdapat penambahan fitur baru pada www.aidsjateng.or.id yaitu 'TV Spot KPAP'
  • SK Pembentukan KPA Kab/Kota, bisa di download pada menu direktori
  • Data Kasus HIV dan AIDS sampai dengan 31 Desember 2014 adalah 10.804 kasus
  • Sudah Ada 35 KPA Kab/Kota di Jawa Tengah

Berita KPAP

Bimtek Dukungan Dana GF ATM SSF Q1 ke KPA Kab. Semarang
ditulis pada 14 2011
Bimtek dilaksanakan pada tanggal 7 September 2010, bertempat di Sekretariat KPA Kab. Semarang. Tujuan Bimtek adalah Monitoring pelaksanaan kegiatan yang bersumber dari dana dukungan GFATM R8 di KPA Kab. Semarang, dengan hasil sebagai berikut : KPA Kab. Semarang pada tahun 2010 mendapatkan Dana hibah APBD sebesar Rp. 150.000.000,- . KPA Kab. Semarang belum mengangkat Sekretaris penuh waktu. Pendataan pemetan populasi kunci, Pertemuan pengurangan stigma dan diskriminasi di Desa Kenteng, Bandungan. Pelatihan PE digabung dengan pertamuan KDS Edutainment HIV dan AIDS di Kopeng dengan kelompok sasaran pekerja seks, pemandu lagu, operator karaoke. Edutainment HIV dan AIDS di Ungaran Barat dengan kelompok sasaran pelajar dan pemuda. ... selengkapnya

Bimtek Dukungan Dana GF ATM SSF Q1 ke KPA Kota Semarang
ditulis pada 27 2010
Bimtek dilaksankan pada tanggal 2 september 2010, bertempat di sekretariat KPA Kota Semarang. Tujuan dari bimtek adalah Monitoring Pelaksanaan Kegiatan Pencegahan dan Penanggulangan HIV&AIDS SR KPA dukungan dana GF-SSF di Kota Semarang dengan hasil sebagai berikut : KPA Kota Semarang menyambut baik akan pelaksanaan Pertemuan SSR di Q1 (direncanakan di Kab. Batang 21-23 September 2010) nanti, juga menyertakan Pengelola Administrasi di KPA Kab/Kota dalam pertemuan tersebut. KPA Kota Semarang telah melaksanakan pertemuan dengan komunitas penasun yang menghasilkan data jumlah penasun di Kota Semarang terdaftar sebanyak 129 orang; nantinya bagi mereka yang mengakses layanan setiap penasun akan mendapatkan kartu klien dari Puskesmas yang menjamin keamanan penasun ketika mengakses layanan. KPA Kota Semarang juga telah melaksanakan pertemuan dengan pemangku kepentingan di tingkat kecamatan untuk menginformasikan bahwa ada beberapa warganya yang berstatus penasun yang akan mengakses layanan kesehatan. Para Penasun masih belum aktif untuk mengakses ke KPA Kota Semarang untuk mengambil safety box guna menampung jarum suntik bekas pakai yang kemudian dimusnahkan. Outlet Kondom yang sudah disetup per September ini adalah 31 outlet dari target Q1 sebanyak 30 outlet. ... selengkapnya

Bimtek Dukungan Dana GF ATM SSF Q1 ke KPA Kota Surakarta
ditulis pada 14 2011
Bimtek dilaksankan pada tanggal 2-3 September 2010, bertempat di sekretariat KPA Kota Surakarta. Tujuan bimtek adalah Monitoring pelaksanaan kegiatan yang bersumber dari dana dukungan GFATM R8 di KPA Kota Surakarta, dengan hasil sebagai berikut : KPA Kota Surakarta pada tahun 2010 mendapatkan Dana hibah APBD sebesar Rp. 75.000.000,- . KPA Kota Surakarta sudah mengangkat Sekretaris penuh waktu. Pendataan pemetan populasi kunci, Kegiatan Penguatan Outlet Kondom, pengelolaan outlet dan pembentukan outlet yang baru. Pertemuan Koordinasi 3 SSR, rutin dilakukan setiap tanggal 25 bulan berjalan. Pelatihan PE & PO ( 1 kali ).Pertemuan Koordinasi Semua POKJA KPA dan Pertemuan Kelompok Kerja Pencegahan & Pejangkauan KPA. Koordinasi dengan LSM Peduli AIDs dan UI dalam pelaksanaan lapangan Pembuatan ID Card bagi IU yang terlibat dalam pelaksanaan SSF dukungan GF - ATM. Koordinasi dengan Klinik PTRM untuk selalu meningkatkan klien dan layanan. ... selengkapnya

Bimtek Dukungan Dana GF ATM Q3 ke KPA Kab. Tegal
ditulis pada 09 2011
Bimtek dilaksanakan pada tanggal 26 - 27 Agustus 2010, bertempat di Sekretariat KPA Kab. Tegal. Tujuan dari bimtek adalah Monitoring Pelaksanaan Kegiatan yang Bersumber dari Dana Dukungan GF-SSF di Kab. Tegal dengan hasil sebagai berikut : KPA Kab. Tegal sudah mengajukan Asisten Sekretaris dan sudah disetujui. KPA Kab. Tegal sedang mengusahakan untuk mendapatkan dana hibah APBD. KPA Kab. Tegal siap untuk membuat ID Card, namun penjangkau yang bersangkutan belum melengkapi syarat-syarat secara administratif. KPA Kab. Tegal telah menyelenggarakan Pertemuan Persiapan Pelaksanaan Program PMTS bersama 2 SSR lainnya, dan akan ada pertemuan lanjutan pada tanggal 1 September 2010. 3 SSR Kab. Tegal telah menentukan lokalisasi tempat dilaksanakannya program PMTS, yaitu : Wandan, Peleman, dan Maribaya. Lokalisasi Wandan dan Peleman telah menyusun Peraturan Lokal guna mendukung pelaksanaan program PMTS di Kab. Tegal. Dinas Kesehatan Kab. Tegal siap untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada terkait pelaksanaan program PMTS. KPA Kab. Tegal merasa kesulitan dalam mengelola WPS non-lokalisasi untuk program PMTS, mengingat mobilitasnya yang sangat tinggi. Sampai dengan Juli 2010, KPA Kab. Tegal telah menset-up outlet kondom sebanyak 19 outlet dari 24 outlet yang harus diset-up pada GF-SSF Quartal 1 ini, dan kekurangannya akan diset-up pada bulan September. KPA Kab. Tegal telah melaksanakan distribusi kondom sebanyak 6.016 pcs dari 13.730 pcs yang harus didistribusi. Klinik IMS yang siap untuk mendukung program PMTS diKab. Tegal yaitu Klinik IMS di Kramat. ... selengkapnya

Bimtek Dukungan Dana GF ATM SSF Q1 ke KPA Kab. Batang
ditulis pada 08 2011
Bimtek dilaksankan pada tanggal 24 - 25 Agustus 2010, bertempat di Ruang Rapat Administrasi Pembantu Setda Kab. Batang. Tujuan dari bimtek adalah Monitoring Pelaksanaan Kegiatan Pencegahan dan Penanggulangan HIV&AIDS SR KPA dukungan dana GF-SSF di Kab. Batang dengan hasil sebagai berikut : Perkenalan dengan sekretaris KPA Kab. Batang yang baru yaitu Bp. Mudhofir (Kepala Bagian Sosial, Setda Kab. Batang). KPA Kab. Batang telah melaksanakan Pelatihan Peer Educator kepada 8 (delapan) orang sebagai pendampingan pada WPS Penundan. Dalam pertemuan tersebut akan dilakukan tindak lanjut berupa monitoring kegiatan PE secara berkala dan pemberian ID Card. Namun tidak semua PE yang mengikuti pelatihan mendapatkan ID Card, akan tetapi hanya akan diberikan kepada PE yang berkualitas. Sampai dengan saat kunjungan Bimtek KPA Kab. Batang telah mendistribusikan 14.448 kondom laki-laki; jumlah tersebut sudah melebihi dari target Q1/GF-SSF yaitu 13.730 kondom. Persediaan kondom dukungan GF (Sutra) di KPA Kab. Batang telah habis sehingga mengalami kendala untuk menset up outlet kondom baru. Guna Menyiasati hal tersebut, ditempuh dengan mengajukan permohonan kondom “Revolving Fund” dari DKT Provinsi Jawa Tengah dan memakai stok kondom dari BKKBN. Kondom “Revolving Fund” tersebut telah diterima pada tanggal 25 Agustus 2010 sebanyak 10 Gross Kondom sutra dan 10 tube Lubrikan Gel. Sampai dengan Quartal 1 GF-SSF ini KPA Kab. Batang telah menset-up 24 outlet kondom, jumlah tersebut sudah memenuhi target akan tetapi masih ada beberapa outlet kondom yang masih mebutuhkan pembinaan. Kendala-kendala yang dihadapi oleh KPA Kab. Batang antara lain belum semua stakeholder lokalisasi (Pengurus, Mucikari dan Kepala Desa) benar-benar komitmen terhadap P2HIV/AIDS serta belum semua lokalisasi dan nonlokalisasi memiliki peraturan/regulasi lokal. Pada lokalisasi Banyuputih sudah mempunyai peraturan lokal akan tetapi belum efektif. Struktur Organisasi KPA Kab. Batang belum sesuai dengan peraturan Menteri Dalam Negeri No. 20 Tahun 2007 karena Ketua KPA dijabat oleh Sekretaris Daerah bukan Bupati. Kegiatan studi banding di Resos Sunan Kuning tgl. 7 Juli 2010. Belum diadakan pertemuan lagi untuk membahas hasil kegiatan studi banding di Resos Sunan Kuning. Rapat Koordinasi KPA membahas sistem layanan kesehatan. Telah dilaksanakan tanggal 28 Juli 2010 di Rumah Makan Kartika Sari. Dalam rapat tersebut dihadirkan Dinas Kesehatan Kab. Batang guna membahas perlunya keseragaman tentang tarif retribusi layanan kesehatan. Perbedaan tarif retribusi terjadi oleh karena di Kab. Batang terdapat 3 (tiga) klinik yaitu 2 (dua) klinik yang di set up oleh GF dan 1 (satu) klinik yang didanai APBD yaitu Banyuputih. Ketidakseragaman tarif retribusi menimbulkan kecemburuan antar pengurus Resos (karena berpengaruh terhadap jasa yang diberikan kepada pengurus Resos). Hasil pertemuan tersebut di peroleh solusi; oleh karena klinik yang di setup oleh GF masih terbatas cakupannya, maka SSR Dinkes akan melakukan pembagian biaya (sharing budget) operasional kepada Klinik Banyuputih. Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS di daerah rawan yaitu di 6 desa yang terletak di Kec. Tulis (desa Jolosekti, Manggis, Kebumen) pada tanggal 30 Juli 2010 dan Kec. Pecalungan (desa Pretek, Siguci dan Gumawang) tanggal 10 Agustus 2010. ... selengkapnya

Bimtek Dukungan Dana GF ATM SSF Q1 ke KPA Kab. Kendal
ditulis pada 14 2011
Bimtek dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus 2010, bertempat di Sekretariat KPA Kab. Kendal. Tujuan bimtek adalah Monitoring pelaksanaan kegiatan yang bersumber dari dana dukungan GFATM R8 di KPA Kab.Kendal, dengan hasil sebagai berikut : KPA Kab. Kendal pada tahun 2010 mendapatkan Dana hibah APBD sebesar Rp. 100.000.000,- . KPA Kab. Kendal belum mengangkat Sekretaris penuh waktu, menunggu pasca pelantikan Bupati/Wakil Bupati terpilih yang baru. Pengelola program KPA Kab. Kendal belum melaksanakan kegiatan dengan alasan masa transisi pergantian para pejabat sekretariat KPA Kab. Kendal, termasuk pengelola programnya saat ini dipindah dari kedinasan sebelumnya di bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) sekarang pada bagian Pemuda dan OLahraga, hal ini menyebabkan berkurangnya tingkat konsentrasi mengurusi program maupun kegiatan KPA Kab. Kendal. Kab. Kendal akan melaksanakan rekuitment pengelola program dengan ketentuan prioritas, pernah bergabung dengan LSM peduli HIV dan AIDS, putra daerah yang paham dan mengerti akan HIV dan AIDS ... selengkapnya

Bimtek Dukungan Dana GF ATM SSF Q1 ke KPA Kab. Cilacap
ditulis pada 08 2011
Bimtek dilaksankan pada tanggal 20 - 21 Agustus 2010, bertempat di sekretariat KPA Kab. Cilacap. Tujuan dari bimtek adalah Monitoring Pelaksanaan Kegiatan Pencegahan dan Penanggulangan HIV&AIDS SR KPA dukungan dana GF-SSF di Kab. Cilacap dengan hasil sebagai berikut : KPA Kab. Cilacap telah melaksanakan Pertemuan Penasun yang menghasilkan adanya permintaan dari penasun untuk adanya klinik metahon yang dapat dijangkau oleh penasun baik di rumah sakit maupun puskesmas di Kab. Cilacap.  KPA Kab. Cilacap telah melaksanakan pertemuan dengan Populasi kunci dari MSM (Men Sex Men) yang saat ini komunitasnya masih tertutup. Sehingga diharapkan dengan pelatihan ini dapat mulai membuka diri dan dapat mengadakan pertemuan lanjutan di antara komunitas mereka sendiri. KPA Kab. Cilacap sudah melaksanakan pertemuan persiapan PMTS dengan dukungan APBD. Belum adanya laporan dari Puskesmas Cilacap Selatan II, sehingga belum diketahuinya jumlah penasun yang mengakses LASS pada bulan Juli - Agustus 2010. Belum adanya Outlet kondom baru yang di set up oleh KPA Kab. Cilacap, hal ini dikarenakan belum adanya kondom yang dikirim dari KPAN. KPA Kab. Cilacap mendapatkan dana APBD tahun 2010 sebesar 200 juta, jumlah ini sama dengan perolehan APBD tahun 2009. KPA Kab. Cilacap sudah menerbitkan ID Card untuk penjangkau sebanyak 5 buah, yang diberikan kepada Mitra alam 2 buah, LPPLSH 1 Buah dan Graha mitra 2 buah. ... selengkapnya

Asistensi Program Penanggulangan HIV & AIDS ke Kota Tegal
ditulis pada 14 2011
Asistensi dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2010, bertempat di Puskesmas Tegal Barat Kota Tegal. Tujuan dari asistensi adalah diketahuinya kondisi dan masalah respon Penanggulangan HIV dan AIDS di Kota Tegal, dengan hasil sebagai berikut : Kelembagaan : Kota Tegal  telah membentuk KPA yang ditetapkan melalui Keputusan Wali Kota Tegal No. 443/002.C/ tahun 2003, dengan Ketua Asisten Kesra, sehingga belum sesuai dengan Permendagri No. 20 Tahun 2007 KPA Kota Tegal  belum memiliki Sekretariat KPA dan sudah ada pendanaan (APBD Kota Tegal) untuk program KPA. SK KPA akan segera direvitalisasi sesuai dengan Permendagri 20 tahun 2007.  SK akan disiapkan untuk proses kepada Bapak Walikota, serta akan disiapkan tenaga sekretaris penuh waktu. Akselerasi dalam P2 HIV dan AIDS di semua kalangan pejabat di Kota Tegal  akan segera dilakukan sebagai upaya untuk menggerakkan masyarakat KPA Kota Tegal  belum memiliki Sekretaris penuh waktu dan perangkat yang mendukung, serta belum  menyusun Renstra Penanggulangan HIV dan AIDS. Keterlibatan unsur anggota KPA Kota Tegal  belum optimal, masih belum memahami peran, tugas dan fungsinya. Agar diusulkan dukungan anggaran di APBD Kota Tegal tahun 2011 sehingga KPA Kota Tegal  dapat segera dinamis menjalankan program penanggulangan HIV dan AIDS. Kasus HIV dan AIDS Kasus yang dilaporkan di Provinsi dan KPA Kota Tegal ; sampai dengan Juni 2010 data yang terkumpul di Dinkes Provinsi sebanyak 26 kasus. Proporsi kasus AIDS menurut faktor risiko di Kota Tegal Tahun 2001-2010 yang paling besar adalah Heteroseks, yaitu sebesar 90%. Layanan Kesehatan Kota Tegal  sudah  memiliki  layanan kesehatan seperti Klinik VCT di RSUD Kardinah Jumlah konselor 2 orang, terdiri dari 1 orang perawat dan 1 orang dokter Sudah ada pelayanan CST di RSUD Sudah dilatihnya dokter untuk pelayanan CST Penjangkauan Di Kota Tegal  Sudah ada LSM Pelita, PKBI Kab. Tegal, Fatayat yang khusus menjangkau kasus HIV dan AIDS Masih sangat besar Stigma masyarakat terhadap penderita HIV dan AIDS, sehingga perlu diberikan pemahaman yang benar mengenai HIV dan AIDS oleh penjangkau. ... selengkapnya