• Terdapat penambahan fitur baru pada www.aidsjateng.or.id yaitu 'TV Spot KPAP'
  • SK Pembentukan KPA Kab/Kota, bisa di download pada menu direktori
  • Data Kasus HIV dan AIDS sampai dengan 31 Desember 2014 adalah 10.804 kasus
  • Sudah Ada 35 KPA Kab/Kota di Jawa Tengah

Berita KPAP

Pertemuan Program pencegahan HIV Melalui Transmisi Seksual (PMTS) Q4 GF ATM di Kota Semarang
ditulis pada 10 2011
Pertemuan PMTS dilaksanakan pada tanggal 14 Juni 2010, bertempat di Hotel Semesta Kota Semarang. Tujuan Pertemuan adalah meningkatkan pengetahuan stakeholder tentang program PMTS, meningkatkan dukungan dan kekuatan stakeholder dalam program PMTS di Jawa Tengah, dan mengetahui pelaksanaan program PMTS di Kota Semarang, dengan hasil sebagai berikut : Prevalensi IMS masih tinggi karena masih terus berlangsungnya  perilaku beresiko, rendahnya penggunaan kondom dan akses layanan kesehatan yang mempunyai kendala (jarak yang cukup jauh bagi WPS di Resos Sumberejo). IMS merupakan pintu masuk HIV; IMS meningkatkan resiko penularan HIV melalui hubungan seksual sebanyak 3-5 kali lipat dan meningkatkan resiko hingga 300 kali lipat pada paparan yang tidak terlindung kondom. Syarat keberhasilan program PMTS yaitu Mencakup 100% populasi WPS untuk PPB, dibutuhkan obat efektif dan penggunaan kondom untuk mempertahankan prevalensi IMS tetap rendah dan Komitmen kuat stakeholder lokal dalam menciptakan lingkungan yang kondusif utk penggunaan kondom. Semua komponen program PMTS di Kota Semarang harus memiliki strategi untuk menekan jumlah kasus IMS yang sampai saat ini masih sebesar 19%. Program PMTS harus diikuti dengan pemakaian kondom pada setiap hubungan seks berisiko, tidak bisa hanya mengandalkan obat. Penguatan jejaring diantara pemangku kepentingan / stakeholder, pengurus Resos, Pemerintah, dll mutlak diperlukan untuk mendukung susksesnya program. ... selengkapnya

Asistensi Program Penanggulangan HIV & AIDS ke Kab. Purbalingga
ditulis pada 14 2011
Asistensi dilaksanakan pada tanggal 12 Juni 2010, bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kab. Purbalingga. Tujuan asistensi adalah diketahuinya kondisi dan masalah respon Penanggulangan HIV&AIDS di Kab. Purbalingga, dengan hasil sebagai berikut : Kelembagaan : Sehubungan belum terbentuknya lembaga KPA di Kab. Purbalingga Maka kantor sekretariatan, Restra Penanggulangan HIV dan AIDS belum dimiliki. Kasus HIV dan AIDS Kasus yang dilaporkan di Provinsi dan KPA Kab. Purbalingga; sampai dengan Maret 2010 data yang terkumpul di Dinkes Provinsi sebanyak 13 kasus Proporsi kasus AIDS menurut faktor resiko di Kab. Purbalingga Tahun 2001-2010 yang paling besar adalah Heteroseks, yaitu sebesar 90%. Layanan Kesehatan Kab. Purbalingga belum mempunyai layanan kesehatan seperti Klinik VCT dan CST di RSUD Purbalingga namun pernah menemukan Kasus HIV hasil Rujukan dari rumah sakit lain. Penjangkauan Di Di Kab. Purbalingga Sudah mempunyai LSM atas nama Komunitas Purbalingga Peduli (KPP) yang khusus menjangkau untuk kasus IMS, HIV & AIDS. Stigma masyarakat masih sangat besar terhadap penderita HIV & AIDS, sehingga perlu diberikan pemahaman yang benar mengenai HIV & AIDS oleh penjangkau. ... selengkapnya

Pelatihan PE / Pendidik Sebaya Q4 GF ATM ke II
ditulis pada 14 2011
Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2010, bertempat di Hotel Plaza Kota Semarang. Tujuan Pelatihan adalah meningkatkan kesadaran tentang bahaya HIV & AIDS, memaksimalkan program pencegahan HIV & AIDS, meningkatkan kapasitas pendidik sebaya dalam rangka penanggulangan HIV & AIDS dan membentuk Peer Educator sebagai agen perubahan di dalam masyarakat, dengan hasil sebagai berikut : Masing-masing resos memiliki gambaran/impian ideal dari resos mereka masing-masing. Resos yang ideal bukan menjadi “benalu” bagi wilayahnya, tetapi merupakan bagian yang “utuh” dan “mandiri”. Dari hasil assessment, Para pengurus dan PE mendeskripsikan resos yang ideal adalah sebagai berikut : Terdapat layanan klinik yang lengkap dan mandiri Penggunaan kondom 100%, didukung dengan ketersediaan dan keberlanjutan  kondom, baik kondom laki-laki maupun perempuan Lingkungan yang sehat dan bersih Adanya regulasi lokal Terdapat struktur komunitas (dari pengurus hingga operator) Adanya penjangkau/petugas lapangan yang memberikan pendampingan dan informasi mengenai kesehatan dan perubahan perilaku. Terdapat sanggar untuk melatih keterampilan dan kemandirian ekonomi para WPS. PE dan pengurus yang dapat bekerja sama. Untuk mewujudkan gambaran resos ideal tersebut di atas, membutuhkan suatu kesatuan dari semua komunitas resos, ada paguyuban/organisasi, adanya musyawarah dalam pengambilan keputusan di resos, harus ada niat yang tulus, mempunyai rencana/program, dan tanggung jawab dari pengurus.   ... selengkapnya

Pelatihan Pengelolaan Gerai Kondom di Kota Semarang
ditulis pada 01 2010
Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2010, bertempat di Hotel Siliwangi Kota Semarang. Tujuan Pelatihan adalah menegaskan peran mereka dalam upaya pencegahan  HIV dan AIDS  melalui pengelolaan kondom yang dilakukan digerai masing-masing, dengan hasil sebagai berikut : DKT akan segera mengirimkan Sunblind dan Signbox ke Gerai-gerai kondom. Pengelola Gerai Kondom perlu untuk: memperhatikan persediaan kondom di outletnya, agar tidak terjadi kekosongan stok kondom di outlet. koordinasi dengan KPA Kab/Kota maupun lintas sektor untuk mendapatkan kondom jika mengalami kekurangan melakukan pencatatan keuangan dari hasil pengelolaan gerai kondomnya dengan membuat/mengisi buku pencatatan secara baik, tertib dan informartif.KPA Provinsi Jateng akan merekap hasil kesepakatan pengelola-pengelola gerai dan akan diteruskan ke KPA Kab/Kota masing-masing untuk ditindaklanjuti dan akan dilakukan monitoring oleh KPA Provinsi. ... selengkapnya

Pertemuan Monitoring Program Pencegahan dan Penangulangan HIV dan AIDS di Tempat Kerja
ditulis pada 01 2010
KPA Provinsi Jawa Tengah telah mengikuti Pertemuan Monitoring Program Pencegahan dan Penangulangan HIV dan AIDS di Tempat Kerja yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 14 Mei 2010. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memonitoring dan mengvaluasi Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS di Tempat Kerja (Work Place), serta meningkatkan kegiatan Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS di tempat kerja (Work Place). Pada beberapa perusahaan, seperti PT. Indofood CBP Suskes Makmur, PT. APAC INTI Corporation, PT. SEI APPAREL dan PT. Bina Guna Kimia telah melaksanakan kegiatan P2 HIV & AIDS. Kegiatan tersebut berupa Sosialisasi penanggulangan HIV dan AIDS kepada para tenaga kerja di masing-masing perusahaan, pemasangan poster di sekitar lokasi perusahaan, dan pemberian kondom kepada para tenaga kerja. ... selengkapnya

Pelatihan Pengelolaan Gerai Kondom di Kota Salatiga
ditulis pada 10 2011
Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 12 Mei 2010, bertempat di Hotel Beringin Kota Salatiga. Tujuan Pelatihan adalah menegaskan peran mereka dalam upaya pencegahan  HIV dan AIDS  melalui pengelolaan kondom yang dilakukan digerai masing-masing, dengan hasil sebagai berikut : DKT akan segera mengirimkan Sunblind dan Signbox ke Gerai-gerai kondom. Pengelola Gerai Kondom perlu untuk: memperhatikan persediaan kondom di outletnya, agar tidak terjadi kekosongan stok kondom di outlet. koordinasi dengan KPA Kab/Kota maupun lintas sektor untuk mendapatkan kondom jika mengalami kekurangan melakukan pencatatan keuangan dari hasil pengelolaan gerai kondomnya dengan membuat/mengisi buku pencatatan secara baik, tertib dan informartif.KPA Provinsi Jateng akan merekap hasil kesepakatan pengelola-pengelola gerai dan akan diteruskan ke KPA Kab/Kota masing-masing untuk ditindaklanjuti dan akan dilakukan monitoring oleh KPA Provinsi. ... selengkapnya

Pertemuan Program pencegahan HIV Melalui Transmisi Seksual (PMTS) Q4 GF ATM di Kabupaten Kendal
ditulis pada 10 2011
Pertemuan PMTS dilaksanakan pada tanggal 6 Mei 2010, bertempat di Ruang pertemuan ALDILLA Kab. Kendal. Tujuan Pertemuan adalah Meningkatkan pengetahuan stakeholder tentang program PMTS, meningkatkan dukungan stakeholder dalam program PMTS di Jawa Tengah dan mengetahui pelaksanaan program PMTS di Kab. Kendal, dengan hasil sebagai berikut : Kab. Kendal telah melaksanakan PPB I pada bulan Desember 2009 dengan hasil dari 304 anak asuh, 141 orang diantaranya positif IMS dan angka IMS pada PPB I sebesar 46,4%. PPB II dilaksanakan pada bulan Maret 2010 Belum adanya kesiapan sebagian besar WPS ikut kegiatan PPB,misal persiapan sebelum minum obat (harus makan dulu,tidak minum alkohol 4 jam sebelum minum obat). Beberapa WPS tidak bisa minum obat. Efek samping obat tidak di laporkan. Angka IMS + yang masih tinggi karena kurangnya kesadaran penggunaan kondom. Kondom yang didistribusikan yaitu kondom perempuan dan laki-laki. Terdapat komitmen di Resos Sumberejo, antara lain : Menurunkan/mengurangi angka IMS dengan mendukung segala bentuk pelayanan terhadap populasi kunci. Bersama instansi terkait turut andil dalam upaya pencegahan penularan HIV/AIDS. Prevalensi IMS masih tinggi karena masih terus berlangsungnya  perilaku beresiko, rendahnya penggunaan kondom dan akses layanan kesehatan yang mempunyai kendala (jarak yang cukup jauh bagi WPS di Resos Sumberejo). KPA Kab. Kendal bersama dengan Pengurus Resos Sumberejo akan mempertajam Peraturan Lokal yang sudah ada (Kesepakatan Baron). Semua komponen program PMTS di Kab. Kendal harus memiliki strategi untuk menekan jumlah kasus IMS yang sampai saat ini masih sebesar 31%. Program PMTS harus diikuti dengan pemakaian kondom pada setiap hubungan seks berisiko, tidak bisa hanya mengandalkan obat. Penguatan jejaring diantara pemangku kepentingan / stakeholder, pengurus Resos, Pemerintah, dll mutlak diperlukan untuk mendukung susksesnya program. ... selengkapnya

Pelatihan Pengelolaan Gerai Kondom di Kab. Tegal
ditulis pada 10 2011
Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 29 April 2010, bertempat di Hotel Plaza Kab. Tegal. Tujuan Pelatihan adalah menegaskan peran mereka dalam upaya pencegahan  HIV dan AIDS  melalui pengelolaan kondom yang dilakukan digerai masing-masing, dengan hasil sebagai berikut : DKT akan segera mengirimkan Sunblind dan Signbox ke Gerai-gerai kondom. Pengelola Gerai Kondom perlu untuk: memperhatikan persediaan kondom di outletnya, agar tidak terjadi kekosongan stok kondom di outlet. koordinasi dengan KPA Kab/Kota maupun lintas sektor untuk mendapatkan kondom jika mengalami kekurangan melakukan pencatatan keuangan dari hasil pengelolaan gerai kondomnya dengan membuat/mengisi buku pencatatan secara baik, tertib dan informartif.KPA Provinsi Jateng akan merekap hasil kesepakatan pengelola-pengelola gerai dan akan diteruskan ke KPA Kab/Kota masing-masing untuk ditindaklanjuti dan akan dilakukan monitoring oleh KPA Provinsi. ... selengkapnya