• Terdapat penambahan fitur baru pada www.aidsjateng.or.id yaitu 'TV Spot KPAP'
  • SK Pembentukan KPA Kab/Kota, bisa di download pada menu direktori
  • Data Kasus HIV dan AIDS sampai dengan 31 Desember 2014 adalah 10.804 kasus
  • Sudah Ada 35 KPA Kab/Kota di Jawa Tengah

Berita KPAP

Lokakarya Penguatan Strategi Penanggulangan HIV&AIDS di Kalangan Penasun bagi Puskesmas di Jawa Tengah
ditulis pada 10 2011
Lokakarya dilaksanakan pada tanggal 27 - 29 April 2010, bertempat di Kota Semarang. Tujuan Lokakarya adalah a.    Menumbuhkan kesadaran kritis bahwa Puskesmas sebagai pemberi layanan kesehatan Harm Reduction dan kesehatan dasar bagi ODHA, dengan hasil sebagai berikut : Teruraikannya permasalahan pengembangan dan perencanaan layanan ditingkat provinsi; Tersusunnya stretegi pengembangan beserta perangkat pendukungnya untuk mengintegrasikan layanan-layanan bagi penasun di Puskesmas dengan jejaring pelayanan terkait. Adanya langkah kerja yang dilegkapi dengan indikator keberhasilan yang dapat terukur dan jelas. ... selengkapnya

Pelatihan PE / Pendidik Sebaya Q4 GF ATM ke I
ditulis pada 01 2010
Tanggal 21 April 2010, KPA Provinsi Jawa Tengah kembali menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Peer Educator (PE) di Hotel Plaza Semarang. PE yang dilatih sebanyak 60 orang berasal dari Resos Argorejo (Sunan Kuning), Rowosari Atas, Bandungan dan Sumberejo (Gambilangu). Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya HIV & AIDS, memaksimalkan program pencegahan HIV & AIDS, meningkatkan kapasitas pendidik sebaya dalam rangka penanggulangan HIV & AIDS, serta membentuk Peer Educator sebagai agen perubahan di dalam masyarakat, dengan hasil  Assessment dari masing-masing Resos adalah sebagai berikut : Resos Argorejo Jumlah PE sebanyak 60 (10 orang pergang). Jumlah anak asuh 626 orang. Program PE antara lain adalah distribusi kondom, senam, dan skrining IMS. Terdapat 2 klinik IMS. Angka IMS sebesar 32 %. Outlet kondom terdapat disetiap gang, dikelola oleh Pengurus Resos dan PE secara mandiri. Ada peraturan mewajibkan untuk memakai kondom, jika melanggar didenda Rp 100.000,- dan tidak boleh menerima tamu dalam 1 malam. Hubungan seks dengan pacar / kiwir biasanya tidak menggunakan kondom. Hambatan : WPS yang kos susah untuk dijangkau oleh PE, mobilitas WPS sangat tinggi. Masukan : penggunaan kondom bukan hanya menjadi tanggung jawab PE, tetapi juga Pengurus. Masukan untuk KPA Provinsi : KPA memfasilitasi pertemuan seluruh Resosialisasi untuk membahas Peraturan Lokal di seluruh Resos di Jawa Tengah. Resos Rowosari Atas Jumlah PE sebanyak 25 orang. Jumlah anak asuh sebanyak 280 orang. Cek kesehatan anak asuh tiap seminggu sekali. Terdapat klinik kesehatan dengan inisiasi puskesmas setempat. Angka IMS 18% (data puskesmas) Outlet kondom sudah dikelola secara mandiri oleh pengurus. Mendapat bantuan kondom perempuan dari KPA. Peraturan lokal mengacu pada Kesepakatan Baron. PE Sumberejo Jumlah PE sebanyak 25 orang. Jumlah anak asuh sebanyak 267 orang. Terdapat 2 outlet kondom : di gedung pertemuan yang  dikelola oleh pengurus dan PE dan di Klinik Mitra Husada yang dikelola oleh puskesmas setempat. Peraturan bagi anak asuh adalah Suntik vitamin dan antibiotik seminggu sekali, VCT 3 bulan sekali di RSUD Soewondo, Kegiatan olah raga seminggu sekali dan Skrining IMS sebulan sekali.  Telah terbentuk pokja kondom, terdiri dari tokoh masyarakat, RT, dan RW. Terdapat FKPM (Forum Komunikasi Polisi Masyarakat)  1 bln sekali skrining IMS anak asuh 267 Angka IMS 33%  Di Resos Sumberejo belum sepenuhnya dijalankan aturan untuk pengurus. PE Bandungan Terdapat outlet kondom yang dikelola oleh pokja yang beli dari SUTRA secara mandiri. Kondom dari BKKBN kurang diminati. Ada pembinaan bagi anak asuh untuk merayu tamu menggunakan kondom. WPS Free lance tidak terkontrol penggunaan kondomnya. Belum ada pusat kegiatan yang dikelola. Stok kondom sebanyak 1444 kondom perbulan untuk 167 orang anak asuh. Angka IMS 30%. Masukan pak Wandi (Ketua Resos Argorejo) : perlu dibentuk aturan lokal dengan melibatkan KPA, LSM, dan stakeholder setempat agar mjd “wisata yg sehat” melalui proses advokasi. Kondom yang ada belum mencakup kebutuhan di Panti Mandi Uap (PMU) dan WPS freelance.   ... selengkapnya

Pertemuan Program pencegahan HIV Melalui Transmisi Seksual (PMTS) Q3 GF ATM di Kota Semarang
ditulis pada 10 2011
Pertemuan PMTS dilaksanakan pada tanggal 26 Maret 2010, bertempat di Hotel Siliwangi Kota Semarang. Tujuan Pertemuan adalah Meningkatkan pengetahuan stakeholder tentang program PMTS, meningkatkan dukungan stakeholder dalam program PMTS di Jawa Tengah dan mengetahui pelaksanaan program PMTS di Kota Semarang, dengan hasil sebagai berikut : Data terakhir jumlah WPS di Resos Rowosari Atas sebanyak 270 orang dengan kasus IMS sebesar 20% Tantangan yang dihadapi yaitu adanya WPS yang kost sehingga susah dijangkau; pengasuh tidak melaporkan adanya anak kos yang baru; jaminan rujukan VCT setelah GF-ATM R-4 berkahir. Karena IMS masalah kemanusiaan, maka perlu pelibatan pemangku kepentingan untuk berperan sesuai dengan perannya masing-masing. Dalam berbagi peran perlu aturan main yang mengatur peran masing-masing sehingga dapat mengurangi perbedaan yang ada. Perlu mengedepankan pertimbangan logis daripada pertimbangan moral dalam upaya penanggulangan HIV&AIDS. ... selengkapnya

Pertemuan SSR Q3 Dukungan Dana GFATM
ditulis pada 01 2010
KPA Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Pertemuan Sub-Sub Recipient (SSR) Quartal ke-3 (Januari s/d Maret 2010) GF-ATM Ronde 8 KPA Provinsi Jawa Tengah di Kab. Cilacap pada tanggal 17-19 Maret 2010, bertempat di Hotel Griya Patra Kab. Cilacap. Tujuan dari kegiatan tersebut antara lain : Mensosialisasikan hasil Bimbingan Teknis di 8 SSR (KPA Kab/Kota). Memperoleh informasi mengenai upaya SSR dalam mengelola dukungan dana hibah GF-ATM Ronde 8 di wilayahnya baik administratif dan SDM. Mendapatkan informasi mengenai kesiapan layananan LJASS, Terapi Pemulihan Adiksi, PMTS dan outlet kondom yang dikembangkan oleh SSR. Menentukan strategi yang akan dilakukan dalam menjalankan program sehingga target dapat tercapai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Hasil dari pertemuan adalah : Capaian kegiatan Q3 belum semuanya mencapai 80%, namun akan segera dilaksanakan pada minggu ke 4 bulan Maret 2010 ini (Kab. Banyumas). Berdasarkan evaluasi kegiatan SR Dinkes pada Q1-Q3 didapatkan kesimpulan bahwa jumlah kunjungan  VCT pada Q3 mengalami peningkatan dibanding Q1 dan Q2, hal ini menunjukkan bahwa proses behaviour change sudah memasuki tahap awareness dan kualitas penjangkauan dari petugas penjangkau mulai menunjukkan hasil Untuk mencukupi kebutuhan stok kondom di setiap Kab/Kota perlu dilakukan alternatif sebagai berikut: Mohon bantuan kepada BKKBN Kab/Kota setempat Kerjasama dengan DKT dengan “Sistem Mandiri” Revolving Fund (Dana bergulir) Kartu Identitas (ID Card) bagi para Penjangkau  akan diusulkan oleh Lembaga masing-masing ke KPA Kab/Kota dan diutamakan untuk lembaga dengan dukungan GF-ATM R-8. Beberapa Kab/Kota sedang mengusulkan Sekretaris Penuh Waktu (Kota Surakarta, & Kota Semarang). Target cakupan LJASS masih belum sesuai target kumulatif Q3 (Kab. Cilacap = 59%, Kota Semarang = 52%, Banyumas = 0%). Cakupan/Target layanan kesehatan s/d Q3 masih belum memadai karena adanya over-lapping dengan Gf-ATM R-4, akan tetapi setelah Maret 2010 (Q4) diharapkan bisa tercapai; (terutama pada Kab/Kota eks-GFATM R8). Harga mesin CD4 relatif mahal, sehingga pemeriksaan baru terselenggara melalui RSUP Dr. Kariadi, namun mengingat luas wilayah Provinsi Jawa Tengah perlu diupayakan kemungkinan tambahan mesin dimaksud pada RSUD Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto atau RSUD dr. Moewardi Surakarta.  Beberapa Kab/Kota gratis dalam pemeriksaan IMS (Kab.Kendal diupayakan melalui dana APBD KPA Kab. Kendal dan Kab. Tegal melalui Jamkesmas). Ada beberapa RSUD yg merekrut Manager Kasus berasal dari RS, sehingga akan mempersulit dalam melakukan kegiatan pendampingan di luar RS.   ... selengkapnya

Bimtek Dukungan Dana GF ATM Q3 KPA Kab Semarang
ditulis pada 10 2011
Bimtek dilaksanakan pada tanggal 11 Maret 2010, bertempat di Sekretariat KPA Kab. Semarang. Tujuan bimtek adalah Monitoring Pelaksanaan Kegiatan yang Bersumber dari Dana Dukungan GFATM R8 di KPA Kab. Semarang, dengan hasil sebagai berikut : Peraturan Daerah Penanggulangan HIV & AIDS Kabupaten Semarang sudah dalam tahap Sidang Paripurna DPRD Kab. Semarang dalam tahap pembahasan. KPA Kabupaten Semarang pada Tahun 2010 mendapatkan dana hibah sebesar Rp. 150.000.000,- Untuk kebutuhan jarum suntik dan kondom, KPA Kab. Semarang sudah mendapatkan jarum suntik dan kondom dari BKBPP Kab. Semarang  KPA Kab. Semarang siap untuk dikunjungi oleh tim dari KPA Nasional dalam rangka Monitoring dan evaluasi program GF-ATM Ronde 8. Tempat layanan jarum dan alat suntik steril (LJASS) yang renacananya diusulkan oleh di Puskesmas Bergas masih menunggu keputusan dari Dinkes. Kegiatan yang diusulkan dalam Workplan (WP) semuanya sudah dilaksanakan dengan penyerapan hampir 100% kecuali komponen gaji karena sudah gaji dari APBD. Kasus IMS di Kabupaten Semarang pada akhir Desember 2009 sebanyak 68%. (Jumlah WPS sebanyak 805 orang). ... selengkapnya

Pelatihan PE / Pendidik Sebaya Q3 GF ATM
ditulis pada 01 2010
Tanggal 10 Maret 2010, KPA Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Peer Educator (PE) di Hotel Pandanaran Semarang. PE yang dilatih sebanyak 20 orang berasal dari Resos Argorejo (Sunan Kuning), Rowosari Atas, dan Sumberejo (Gambilangu). Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya HIV & AIDS, memaksimalkan program pencegahan HIV & AIDS, meningkatkan kapasitas pendidik sebaya dalam rangka penanggulangan HIV & AIDS, serta membentuk Peer Educator sebagai agen perubahan di dalam masyarakat, dengan hasil sebagai berikut : Peningkatan kasus HIV di Jawa Tengah sangat cepat sekali; Kasus didominasi oleh wanita yang sebagian merupakan Pekerja Seks Perempuan. Hasil IBBS tahun 2007, Provinsi Jawa Tengah menempati urutan ke-2 kasus IMS. Peran PE sangat strategis dalam program penanggulangan AIDS karena melibatkan orang yang terdampak secara langsung untuk dapat mengajak teman sebayanya dalam rangka perubahan perilaku yang lebih baik yaitu konsisten menggunakan kondom dan mencari layanan pengobatan secara mandiri. Secara ringkas tugas PE yaitu fasilitator, mediator dan motivator. IMS merupakan entry point kasus HIV, kasus IMS akan meningkatkan 3 kali lebih banyak untuk terjadinya kasus HIV. Pemerintah berharap agar peran PE lebih maksimal dalam mengajak teman-temannya untuk berperilaku lebih baik yaitu tetap konsisten memakai kondom dan mencari pelayanan kesehatan sehingga kasus IMS sebagai entry point kasus HIV bisa dikurangi. ... selengkapnya

Bimtek Dukungan Dana GF ATM Q3 ke KPA Kab. Batang
ditulis pada 10 2011
Bimtek dilaksanakan pada tanggal 4 Maret 2010, bertempat di Sekretariat KPA Kab. Batang. Tujuan bimtek adalah Monitoring Pelaksanaan Kegiatan yang Bersumber dari Dana Dukungan GFATM R8 di KPA Kab. Batang, dengan hasil sebagai berikut : KPA Kabupaten Kondom sudah mendistribusikan semua kondom yang diperoleh dari KPAN. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan kondom di outlet kondom yang sudah di set up, KPA Kab. Batang meminta kondom dari BKKBN Kab. Batang. Kondom yang diperoleh dari BKKBN Kab. Batang sudah hampir kedaluarsa per bulan Mei 2010. Sehingga bila kondom tersebut digunakan akan terasa gatal. Pertemuan PE akan dilaksanakan pada tanggal 8 Maret 2010 dengan jumlah peserta sebanyak 19 orang. KPA Kab. Batang sedang menunggu informasi dari KPAN terkait prosedur perekrutan Asisten Sekretaris KPA Kab. Batang. Penguatan sektor publik kepada Dinhubkominfo Kab. Batang hingga saat ini belum ditindaklanjuti untuk mencapai satu kesepakatan bersama dalam penanggulangan HIV dan AIDS. Berdasarkan pertemuan terakhir dengan Dinhubkominfo Kab. Batang. Maka diperoleh kesepakatan bahwa para trucker akan diberikan sosialisasi oleh Dinhubkominfo Kab. Batang. Sedangkan sosialisasi kepada pedagang akan diserahkan kepada Dinsos Kab. Batang. Penguatan sektor publik juga akan dilakukan kepada Dinsos Kab. Batang yang nantinya akan memberikan sosialisasi kepada para pedagang. KPA Kab. Batang sudah mendapatkan jawaban dari KPAN terkait dengan penggunaan dana sisa di Q2 untuk digunakan pada kegiatan di Q3. sehingga kegiatan dapat dilakukan. KPA Kab. Batang berencana untuk melakukan pengadaan kondom melalui dana APBD Kab. Batang untuk memenuhi kebutuhan kondom di Kab. Batang. ... selengkapnya

Bimtek Dukungan Dana GF ATM Q3 ke KPA Kab. Tegal
ditulis pada 10 2011
Bimtek dilaksanakan pada tanggal 25 Februari 2010, bertempat di Sekretariat KPA Kab. Tegal. Tujuan bimtek adalah Monitoring Pelaksanaan Kegiatan yang Bersumber dari Dana Dukungan GFATM R8 di KPA Kab. Tegal, dengan hasil sebagai berikut : KPA Kabupaten Tegal pada tahun 2010 mendapatkan Dana hibah APBD sebesar Rp. 35.000.000,- . Epidemi HIV/AIDS di Kab. Tegal pada tahun 1996 s/d 2009 sebanyak 101 kasus, yang terdiri dari HIV 74 kasus, AIDS 27 kasus, dan meninggal 20 kasus. Target outlet kondom untuk Q3 di Kab. Tegal adalah sebanyak 7 outlet (kumulatif) dan 895 kondom terdistribusi. Ada beberapa LSM yang belum berkoordinasi dengan KPA Kab. Tegal, yaitu Graha Mitra dan Mitra Alam. Untuk kekurangan kesediaan kondom, KPA Kab. Tegal selama ini sudah meminta bantuan kepada BPPKB Kab. Tegal dan tidak menemui hambatan yang berarti. KPA Kab. Tegal belum mengangkat Sekretaris penuh waktu. Terkait dengan Manajemen Program di KPA Kab. Tegal, sudah ada time line kegiatan Q3. KPA Kab. Tegal akan melaksanakan pelatihan PE pada tanggal 9 Maret 2010 dengan sasaran 19 orang terdiri dari WPS dan Pengurus. ... selengkapnya