• Terdapat penambahan fitur baru pada www.aidsjateng.or.id yaitu 'TV Spot KPAP'
  • SK Pembentukan KPA Kab/Kota, bisa di download pada menu direktori
  • Data Kasus HIV dan AIDS sampai dengan 31 Desember 2014 adalah 10.804 kasus
  • Sudah Ada 35 KPA Kab/Kota di Jawa Tengah

Berita KPAP

Pertemuan SSR Q-12 KPA Provinsi Jawa Tengah
ditulis pada 17 2013
Pertemuan Sub Sub Recipient (SSR) Quartal ke-12 (Q12) GF-ATM SSF KPA Provinsi Jawa Tengah  Pelaksanaan : Hari : Selasa - Kamis Tanggal : 25-27 Juni 2013 Tempat : Hotel Grasia  Jl. S.Parman, Semarang  Tujuan : a.Tersosialisasinya hasil capaian masing-masing SSR dari target yang ada. b.Diketahuinya kendala dalam pelaksanaan kegiatan pada Quartal-12 dan upaya pemecahannya. c.Diperolehnya strategi yang akan dilakukan dalam menjalankan program pada Quartal selanjutnya sehingga target dapat tercapai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Hasil : a.Capaian penasun yang mengakses layanan LASS sebesar 18,6%; terjadi penurunan angka di semua Kab/Kota yang melaksanakan Program LASS, hal ini disebabkan adanya indikasi perubahan perilaku penasun berganti pada penggunaan narkoba non-suntik dan adanya beberapa petugas penjangkau yang tertangkap polisi. b.Capaian distribusi kondom sebesar 14%; hal ini disebabkan beberapa Kab/Kota baru yang belum menset-up outlet kondom. c.Capaian supervisi yang dilaksanakan KPA Provinsi Jawa Tengah ke KPA Kab/Kota adalah 100%. d.Capaian laporan tepat waktu KPA Kab/Kota adalah 85,7%.   ... selengkapnya

Rapat Koordinasi KPA dengan Kab/Kota se Jawa Tengah
ditulis pada 13 2013
Rapat Koordinasi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dengan Kab/Kota se Jawa Tengah Tahun 2013   Penyelenggaraan : Hari/Tanggal : Selasa, 25 Juni 2013 Waktu : 09.00 – 12.30 WIB Tempat : Bappeda Provinsi Jawa Tengah  Jl. Pemuda No.127-133 Semarang   Tujuan : a.Diketahuinya pendanaan terkait P2 HIV&AIDS di KPA Kab/Kota dan SKPD Anggota KPA. b.Diketahuinya peran masing-masing lintas sektor dalam upaya P2 HIV & AIDS. c.Diperoleh masukan terkait Draft SRAD P2 HIV & AIDS d Jawa Tengah, tahun 2013 – 2017.   Narasumber : Narasumber Rakor adalah KPA Provinsi Jawa Tengah.   Peserta : Peserta pertemuan sebanyak 70 orang yang terdiri dari : a.35 SKPD, institusi dan lembaga anggota KPA Provinsi Jawa Tengah b.35 Sekretaris KPA Kab/Kota.   Susunan Acara : a.Laporan Ketua Panitia disampaikan oleh Kepala Biro Bina Sosial Setda Provinsi Jawa Tengah selaku Wakil Ketua III KPA Prov. Jawa Tengah (Drs.Sudaryanto, M.Si); b.Pembukaan dan Key-note speech disampaikan oleh Ibu Wakil Gubernur Provinsi Jawa Tengah selaku Ketua Pelaksana KPA Provinsi Jawa Tengah (Dra. Hj. Rustriningsih, M.Si); c.Paparan Sekretaris KPA Provinsi Jawa Tengah dengan tema “Penganggaran P2 HIV & AIDS sebagai komitmen Pemerintah Daerah dalam Upaya Memerangi HIV & AIDS”; d.Diskusi dan tanya jawab; e.Penyusunan Rencana Tindak Lanjut; f.Penutupan.   Rencana Tindak Lanjut: a.KPA Kab/Kota bersama dengan DPR dan Bappeda berkoordinasi untuk membahas Penganggaran Upaya Pencegahan dan Penanggulangan HIV & AIDS di Daerah; mengingat bantuan dana luar negeri tidak selamanya (sampai dengan 2015) dan urusan kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab pemerintah daerah. b.KPA Kab/Kota segera menyusun Perda Penanggulangan HIV & AIDS guna mendukung jalannya seluruh program kegiatan Pencegahan dan Penanggulangan HIV & AIDS di daerah.  c.Menggiatkan Warga Peduli AIDS (WPA) untuk mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap ODHA di daerah; dengan sinergitas program TP-PKK, BHAYANGKARI, PERSIT CHANDRA KIRANA, pemerintah, swasta, dan LSM.  ... selengkapnya

Sosialisasi Layanan Komprehensif HIV dan AIDS Berkesinambungan (LKB)
ditulis pada 17 2013
Sosialisasi Layanan Komprehensif Berkesinambungan (LKB) bagi 6 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah.   Pelaksanaan acara : Hari : Selasa - Kamis Tanggal : 18 – 20 Juni 2013 Jam : Pukul 09.00 WIB s/d 16.00 WIB Tempat : Hotel Sahid Plaza Semarang     Jl. Setiabudi, Srondol, Semarang   Tujuan :  a. Memahami kebijakan pengendalian HIV dan AIDS serta IMS dan penerapannya di tingkat Kabupaten/Kota. b. Memahami konsep dasar, tujuan, dan keenam pilar LKB. c. Mampu berjejaring kerja dan bersinergi dalam mengembangkan LKB.   Hasil :  a. Pertemuan di buka oleh Bapak Sekretaris KPA Provinsi Jawa Tengah, Bapak Suwandi Sawadi, SKM, M.Kes. b. Kegiatan di Hari Pertama : BLC (Based Commitment Class), tujuan dari sesi ini adalah untuk membangun komitmen dan menyamakan persepsi peserta sebelum sesi pertemuan di mulai. Sesi BLC ini di pandu oleh Saudara Nurcahyono dari LSM Grahamitra. c. Kegiatan di Hari Kedua  - Situasi Epidemi HIV dan AIDS, serta Kebijakan Penanggulangan AIDS di Provinsi Jawa Tengah, disampaikan oleh Saudara Verry A. Kurniawan dari KPAP Jawa Tengah. - Paparan mengenai Pengetahuan HIV, AIDS, dan IMS oleh dr. Rulli dari RSUD Tugurejo. - Paparan mengenai Kebijakan HIV dan AIDS Nasional, serta Konsep Layanan Komprehensif Berkesinambungan oleh dr. Indri dari Subdit AIDS Kemenkes. - Paparan mengenai Sistem Jejaring dan Rujukan di sampaikan oleh dr. Rulli, Nurcahyono, dan Verry. Materi ini disampaikan dalam konsep diskusi dan presentasi masing-masing kab/kota mengenai jejaring dan rujukan di kab/kota masing-masing. d. Kegiatan di Hari Ketiga - Kegiatan di hari ketiga ini dimulai dengan review mengenai kegiatan di hari kedua. Pada review ini di jelaskan kembali mengenai konsep layanan LKB, karena beberapa kab/kota belum memahami secara penuh mengenai konsep LKB. - Sesi “ Stigma dan Diskriminasi” di sampaikan oleh Saudara Yoyok, dalam sesi ini peserta diajak untuk berdiskusi mengenai Stigma dan Diskriminasi yang terjadi untuk teman-teman populasi kunci dan ODHA. - Sesi terakhir adalah penyusunan RTL (Rencana Tindak Lanjut) dari masing-masing Kab/Kota.   ... selengkapnya

Supervisi KPA Provinsi Jateng ke KPA Kota Semarang
ditulis pada 16 2013
Supervisi KPA Provinsi Jateng ke KPA Kota Semarang   Supervisi diterima di Sekretariat KPA Kota Semarang, pada tanggal 17 Juni 2013.    Tujuan Supervisi : 1. Memberikan bantuan dan bimbingan teknis kepada unsur Sekretariat (Sekretaris, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi). 2. Mengetahui pencatatan yang dilakukan oleh outlet di Kota Semarang. 3. Mengevaluasi pelaksanaan program GF-ATM SSF Semester 6 di Kota Semarang.   Hasil Supervisi : a. Kelembagaan di KPA Kota Semarang, sudah mempunyai SK No. 443.22.338, dan sudah sesuai dengan Permendagri 20/2007. b. Pendanaan APBD KPA Kota Semarang tahun 2012 yaitu Rp. 60.382.600,-, dan tahun 2013 yaitu Rp. 111.000.000,- c. KPA Kota Semarang memiliki 6 (enam) Pokja antara lain : 1)Pokja Konseling, Pencegahan, dan Survailans HIV dan AIDS melalui Pencegahan Melalui Transmisi Seksual (PMTS) pada wanita; 2)Pokja Pemberdayaan Pengidap HIV dan AIDS; 3)Pokja Perawatan Dukungan dan Pengobatan penderita HIV dan AIDS; 4)Pokja Lembaga Pemasyarakatan; 5)Pokja Harm Reduction; 6)Pokja Workplace d. Epidemi HIV dan AIDS di Kota Semarang dari tahun 2002 sampai dengan kwartal ke 2 (dua) tahun 2013 sebesar 2.570 (dua ribu lima ratus tujuh puluh) kasus terdiri dari HIV 2.231 (dua ribu dua ratus tiga puluh satu) kasus, AIDS sebanyak 339 (tiga ratus tigapuluh sembilan) kasus dan 59 (lima puluh sembilan) diantaranya meninggal dunia.  e. Layanan VCT di Kota Semarang ada di RSUP. Dr. Kariadi; RSUD dan RS. Panti Wilasa Citarum, RS. Elisabeth, RSUD Semarang, RS. Ario Wirawan, RS. Sultan Agung, RS. Bhaktiwiratamtama; RS Bayangkara, BKPM, KKP, PMI dan LSM Griya Asa; f. Layanan CST dan PMTCT di Kota Semarang ada di RSUP. Dr. Kariadi, RSUD Kota Semarang; g. Klinik IMS di Kota Semarang ada di Puskesmas Lebdosari, Puskesmas Mangkang, Puskesmas Ngalian, Puskesmas Bandarharjo, Puskesmas Halmahera, Puskesmas Poncol; h. Klinik Metadhon ada di RSUP Kariadi dan Puskesmas Poncol; i. Klinik TB HIV ada di BKPM,Lapas Klas I Semarang, Lapas Wanita. j. Beberapa SKPD di Kota Semarang yang sudah mendapat anggaran APBD dan melaksanakan Program Penanggulangan HIV dan AIDS yaitu Bapermasdes, Dinsos, Disnaker, PMI dan Dinkes. k. Outlet kondom di Kota Semarang sebanyak 207 dengan kondom yang terdistribusi sebanyak 18.720 pcs.   Kendala : 1. Kurangnya jejaring antara layanan dan LSM 2. SSR PKBI belum memiliki penjangkau Harm Reduction sehingga program belum optimal. 3. Petugas kesehatan yang dilatih sudah pindah tugas, sehingga menyebabkan kendala pemeriksaan di layanan.   ... selengkapnya

Supervisi KPA Provinsi Jateng ke KPA Kabupaten Sragen
ditulis pada 16 2013
Supervisi KPA Provinsi Jateng ke KPA Kab Sragen   Supervisi diterima di Sekretariat KPA Kab Sragen, pada tanggal 19 Juni 2013.    Tujuan Supervisi : 1. Memberikan bantuan dan bimbingan teknis kepada unsur Sekretariat (Sekretaris, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi). 2. Mengetahui pencatatan yang dilakukan oleh outlet di Kab Sragen. 3. Mengevaluasi pelaksanaan program GF-ATM SSF Semester 6 di Kab Sragen.   Hasil Supervisi : a. Kelembagaan di KPA Kabupaten Sragen, sudah mempunyai SK terbaru Tahun 2013, dan sudah sesuai dengan Permendagri 20/2007. b. Pendanaan APBD untuk penanggulangan HIV dan AIDS tahun 2013 sebesar Rp. 39.000.000. c. Di Kab. Sragen belum dilakukan pemetaan Populasi resiko tinggi oleh LSM. d. Kumulatif Epidemi HIV dan AIDS di Kabupaten Sragen dari tahun 2000 – Mei 2013 adalah sebesar 90 (sembilan puluh) kasus dan 47 (empat puluh tujuh) diantaranya meninggal dunia.  e. Layanan VCT dan CST di Kabupaten Sragen ada di RSUD Sragen dan Klinik IMS di ada di Puskesmas Sumber Lawang. f. SKPD di Kabupaten Sragen yang mendapat anggaran APBD dalam pelaksanaan Program Penanggulangan HIV dan AIDS adalah Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen, Bagian Kesra Setda Kabupaten Sragen, dan KBPMD Kabupaten Sragen. g. LSM dan KDS peduli AIDS yang ada di Kabupaten Sragen adalah MUSLIMAT-NU, L-PASKA dan KDS Sukowati. h. Outlet kondom di Kabupaten Sragen sebanyak 11 outlet. i. RSUD Sragen sudah siap menset-up klinik CST, hanya menunggu ijin dari Kemenkes RI.   Kendala : Stigma dan Diskriminasi terhadap masih sangat tinggi, bahkan pada institusi pendidikan kesehatan ... selengkapnya

Pertemuan Monitoring Bimbingan Teknis dan Diskusi Interaktif
ditulis pada 17 2013
Pertemuan Monitoring dan Bimbingan Teknis Penguatan Kelembagaan dan Diskusi Interaktif KPAP Jawa Tengah Tahun 2013   Pelaksanaan acara : Hari : Kamis - Jumat Tanggal : 13 – 14 Juni 2013 Jam : Pukul 09.00 WIB s/d 16.00 wib Tempat : Hotel Pandanaran Semarang Jl. Pandanaran Semarang   Tujuan :  a. Monitoring kemajuan dan hambatan pelaksanaan rencana kerja penguatan lembaga Januari – Juni 2013.  b. Mereview dan memfinalisasi rencana kegiatan penguatan lembaga  bulan Juni s/d Desember 2013(mengacu rencana kerja 1 tahun penguatan lembaga). c. Mendapatkan gambaran pelaksanaan peran dan tupoksi KPA Kab/Kota dalam penguatan kelembagaan di Kab/Kota.   Hasil :  a. Kegiatan penguatan kelembagaan KPA Provinsi Jawa Tengah yang di dukung oleh HCPI hanya terserap 17% dari total kegiatan yang ada.  b. Hambatan atau kendala yang mempengaruhi serapan kegiatan adalah : - Beberapa kegiatan kolaborasi atau ada keterikatan dengan kegiatan APBD, karena Hibah APBD belum cair, maka beberapa kegiatan belum bisa dilaksanakan  - Agenda padat di sekretariatan KPAP yang menjadi salah satu penyebab beberapa kegiatan kelembagaan menjadi tertunda - Adanya agenda politik (pilgub) di Jawa Tengah yang membuat kegiatan dari Hibah APBD di provinsi menjadi terkendala pencairannya c. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi kendala tersebut : - Kesekretariatan KPAP sudah mempunyai penambahan staff, diharapkan dapat membantu dan memperlancar kegiatan yang berhubungan dengan kelembagaan. - Sekretariat KPAP sedang mengusahakan agar hibah APBD bisa segera cair (agenda pilgub sudah selesai) agar kegiatan yang berkolaborasi HCPI – Hibah APBD bisa segera terlaksana. - Solusi terdekat adalah untuk kegiatan pertemuan akan kami selenggarakan di bulan Juli (puasa). d. Rencana kegiatan penguatan kelembagaan KPA Provinsi Jawa Tengah untuk bulan Juni – Desember 2013 yang di dukung HCPI  e. Kegiatan pertemuan koordinasi pokja, tim asistensi, dan tim monev untuk membahas mengenai review kinerja pokja, tim asistensi, dan tim monev. f. Pada hari kedua juga dilakukan diskusi interaktif dengan 4 (empat) sekretaris KPA Kab/Kota terpilih (KPA Kab. Batang, KPA Kab. Temanggung, KPA Kab. Magelang, dan KPA Kab. Pati). ... selengkapnya

Supervisi KPA Provinsi Jateng ke KPA Kabupaten Boyolali
ditulis pada 16 2013
Supervisi KPA Provinsi Jateng ke KPA Kab Boyolali   Supervisi diterima di Sekretariat KPA Kab Boyolali, pada tanggal 18 Juni 2013.    Tujuan Supervisi : 1. Memberikan bantuan dan bimbingan teknis kepada unsur Sekretariat (Sekretaris, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi). 2. Mengetahui pencatatan yang dilakukan oleh outlet di Kab Boyolali. 3. Mengevaluasi pelaksanaan program GF-ATM SSF Semester 6 di Kab Boyolali.   Hasil Supervisi : a. Kelembagaan di KPA Kabupaten Boyolali, sudah mempunyai SK No. 443.22/229 Tahun 2013, dan sudah sesuai dengan Permendagri 20/2007. b. Pendanaan APBD untuk penanggulangan HIV dan AIDS tahun 2013 sebesar Rp. 80.000.000, anggaran tersebut berada di Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali. c. Pemetaan Populasi resiko tinggi di Kabupaten Boyolali adalah: Penasun : 25 Orang WPS : 238 Orang Waria : 50 Orang LSL : 446 Orang Pelanggan : 6670 Orang d. Kumulatif Epidemi HIV dan AIDS di Kabupaten Boyolali dari tahun 2005 - 2012 adalah sebesar 104 (seratus empat) kasus dan 41 (empat puluh satu) diantaranya meninggal dunia.  e. Layanan VCT dan CST di Kabupaten Boyolali ada di RSUD Pandan Arang dan Klinik IMS di ada di Puskesmas Boyolali I. f. SKPD di Kabupaten Boyolali yang mendapat anggaran APBD dalam pelaksanaan Program Penanggulangan HIV dan AIDS hanya Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali. g. LSM dan KDS peduli AIDS yang ada di Kabupaten Boyolali adalah SPEKHAM, Mitra Alam dan KDS Merbabu. h. Outlet kondom di Kabupaten Boyolali sebanyak 8 outlet dengan kondom yang terdistribusi sebanyak 6.048 pcs. i. Pengeluaran tidak menggunakan cek, namun menggunakan buku tabungan. j. Sekretariat KPA Kabupaten Boyolali berada di dalam gedung Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, sehingga telepon dan fax menggunakan telepon dan fax Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali.   Kendala : 1) Masih mahalnya biaya pemeriksaan VCT sebesar 81 ribu. 2) Undangan dari LSM tidak melalui surat resmi. 3) Rapat yang dilakukan oleh GF Dinkes tidak pernah melibatkan KPA Kabupaten Boyolali.    ... selengkapnya

Supervisi KPA Provinsi Jateng ke KPA Kabupaten Brebes
ditulis pada 17 2013
Supervisi KPA Provinsi Jateng ke KPA Kab Brebes Supervisi diterima di Sekretariat KPA Kab Brebes, pada tanggal 10 Juni 2013.  Tujuan Supervisi : 1. Memberikan bantuan dan bimbingan teknis kepada unsur Sekretariat (Sekretaris, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi). 2. Mengetahui pencatatan yang dilakukan oleh outlet di Kab Brebes. 3. Mengevaluasi pelaksanaan program GF-ATM SSF Semester 6 di Kab Brebes. Hasil : a.Kunjungan diterima oleh Pengelola Program KPA Kabupaten Brebes b.KPA Kabupaten Brebes sudah memiliki SK terbaru, yaitu Mei 2013. c.KPA Kab. Brebes belum mendapat APBD pada tahun 2012 dan 2013 sehingga pendanaan untuk KPA Kab.Brebes masih mengandalkan dana GF. d.Hingga Mei 2013, pada KPA Kab.Brebes  terdapat 68 kasus HIV, 23 kasus AIDS, dan 9 meninggal. e.Hasil dari pemetaan populasi kunci hingga Mei 2013, terdapat 300 WPS, 200 Waria, 100 LSL, dan 3000 pelanggan f.Pelayanan VCT di kabupaten Brebes terdapat RSUD Brebes, sedangkan untuk pelayanan IMS terdapat di Puskesmas Bulakamba g.Outlet Kondom yang sudah terbentuk di KPA Kab.Brebes adalah 85 outlet. h.KPA Kab.Brebes mempunyai inovasi pada program penanggulangan serta pencegahan HIV Aids baik pada ibu rumah tangga ataupun masyrakat umum, dengan cara mengadakan sosialisai melalui siaran langsung Radio yang di laksanakan rutin setiap hari sabtu. i.Adapun rencana tindak lanjut yang disusun oleh KPA Kab.Brebes diantaranya adalah, layanan serta kegiatan terkait dengan penanggulan HIV Aids dikawasan yang beresiko tinggi dapat terpenuhi. ... selengkapnya