• Terdapat penambahan fitur baru pada www.aidsjateng.or.id yaitu 'TV Spot KPAP'
  • SK Pembentukan KPA Kab/Kota, bisa di download pada menu direktori
  • Data Kasus HIV dan AIDS sampai dengan 31 Desember 2014 adalah 10.804 kasus
  • Sudah Ada 35 KPA Kab/Kota di Jawa Tengah

Berita KPAP

Supervisi KPA Provinsi Jawa Tengah Q15 di KPA Kabupaten Sragen
ditulis pada 28 2014
Pelaksanaan Monitoring Evaluasi KPA Provinsi Jawa Tengah Q15 di KPA Kabupaten Sragen   Penyelenggaraan :Hari       : KamisTanggal : 27 Maret 2014 Waktu   : 09.00 WIB s/d selesai    Tempat : Sekretariat KPA Kab. Sragen, WPA Kecamatan Sidoharjo dan Outlet Kondom Sri PartiniTujuan : Memberikan bantuan dan bimbingan teknis kepada unsur Sekretariat KPAK (Sekretaris, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi). Mengevaluasi pelaksanaan program GF-ATM SSF Semester 8 di KPA Kab. Sragen. Diketahuinya kondisi dan masalah respon penanggulangan HIV dan AIDS di KPA Kab. Sragen dan diperolehnya upaya pemecahan masalah penanggulangan HIV dan AIDS di KPA Kab. Sragen. Tersusunnya rencana tindak lanjut dalam rangka meningkatkan respon penanggulangan HIV dan AIDS di KPA Kab. Sragen. Peserta :Peserta sebanyak adalah 16 orang terdiri dari KPA Prov. Jateng, Sekretariat KPA Kab. Sragen, Pengurus WPA Kecamatan Sidoharjo dan Pengelola Outlet Kondom Sri Partini.Hasil : SK pembentukan KPA Kab. Sragen adalah dengan no. 433.3/93/002/2013 dengan Ketua KPA adalah Bupati Sragen. KPA Kab. Sragen mendapatkan anggaran APBD tahun 2014 dalam penanggulangan HIV dan AIDS sebesar 150 juta. Kab. Sragen memiliki beberapa layanan HIV dan AIDS yaitu :   Layanan VCT berjumlah 2 yaitu RSUD dr. Suhadi Prijonegoro dan RSUD dr.Suratno Layanan CST berjumlah 1 yaitu RSUD dr. Suhadi Prijonegoro Layanan IMS berjumlah 2 yaitu Puskesmas Sumberlawang dan  Puskesmas Sambirejo. KPA Kab. Sragen telah membentuk 32 WPA di tingkat Kecamatan dan Desa yaitu : Kecamatan Masaran, Desa Jati, Desa Krebet, Kecamatan Sidoharjo+ seluruh desa (8 desa), Kecamatan Sragen, Kelurahan Karangtengah, Dukuh Mojokulon, Kecamatan Karangmalang, Desa Mojopuro, Kecamatan Sambirejo + seluruh desa (9 desa), Kecamatan Sambungmacan, Desa Tunjungan, Kecamatan Ngrampal, Desa Bener, dan Desa Kedungwaduk. LSM Peduli AIDS di Kab. Sragen yakni Muslimat NU sedangkan Organisasi Populasi Kunci dan Masyarakat yaitu KDS Sukowati.qqq.Target distribusi kondom Semester 8 KPA Kab. Sragen adalah 23.169 dan Capaian sampai dengan 27 Maret 2014 adalah 432 (1,86%), capaian sangat rendah karena perJanuari 2014 sudah tidak ada Pengelola Logistik (keluar). Pemetaan Populasi Kunci yang ada di Kab. Sragen adalah : Penasun                     : 15 WPS Langsung            : 755 WPS tidak langsung     : 100 Waria                         : 40 LSL                            : 30 Pelanggan/HRM          : 3.220 Lokasi populasi kunci yang jumlahnya cukup besar adalah : Gunung Kemukus --> Populasi WPS Langsung Perempatan Gemolong --> Populasi WPS Tidak Langsung Mlokolegi --> Populasi WPS Langsung Waduk Brambang --> Populasi WPS Langsung OW. Bayanan --> Populasi WPS Langsung Mbah Gajah --> Populasi WPS Langsung Mahbang --> Populasi Langsung dan Tidak Langsung Tunjungan --> Populasi Langsung dan Tidak Langsung Pasar Nglangon --> Populasi WPS Langsung Kafe Tirta Kencana --> Populasi WPS Tidak Langsung Kafe Letong --> Populasi WPS Tidak Langsung Stasiun --> Populasi WPS Tidak Langsung Kegiatan Penanggulangan HIV dan AIDS yang dilakukan oleh SKPD Kab. Sragen adalah : Dinas Kesehatan, di tahun 2013 melakukan kegiatan survey HIV-AIDS di Kab.Sragen dan pembuatan KIE dan akan dilakukan kembali di tahun 2014. Badan KB dan PMD (Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Daerah), di tahun 2013 melakukan kegiatan sosialisasi PIK (Pusat Informasi Kesehatan) untuk siswa SMP, SMA dan Mahasiswa Perguruan Tinggi. Laporan SRAN sudah bagus, namun laporan SRAN bulan Februari belum dibuat. Laporan Kegiatan : pada kolom sasaran tidak menyebutkan SKPD atau lembaga sehingga kurang terperinci. Kurang memperhatikan penggunaan kata dalam kalimat, terutama dalam kolom tujuan. Kolom hasil masih kurang lengkap dan terperinci. Dalam Laporan 3 bulanan, tidak terdapat target untuk outlet kondom. Kunjugan Outlet Kondom Sri Partini : Dibentuk pada bulan April 2013. Berlokasi di Pasar Ngelangon (Pasar Sepesda dan Pasar Hewan). Sasraannya adalah pupulasi kunci WPSTL kurang lebih berjumlah 30 orang. Outlet Sri Partini termasuk salah satu outlet yang aktif dan rutin melaporkan pencatatannya ke KPA Kab. Sragen. Kunjungan WPA Kecamatan Sidoharjo : WPA ini terbentuk bulan Desember 2013 dengan SK yang dikeluarkan oleh Camat. Kegiatan yang sedah dilakukan adalah sosialisasi dengan cara memasukkan materi penanggulangan HIV dan AIDS pada acara-acara RT dan pertemuan PKK. Pengadaan KIE dan mengadakan kegiatan HAS di tahun 2013. Kendala yang dihadapi adalah : Capaian distribusi kondom masih sangat rendah. Dalam hal administrasi/keuangan terdapat beberapa hal yang belum sesuai dengan aturan pengelolaan Global Fund : laporan logistik tidak di input bulanan, analisis varian dan permintaan dana belum di arsip dengan baik, pencatatan kas kecil dengan fisik dana di cash box tidak sesuai, daftar aset belum dirinci dengan baik, revisi laporan keuangan bulan Februari belum dibuat. belum mengirimkan permintaan dana bulan Maret 2014. Mekanisme dan Definisi Operasional penjangkauan dari LSM utamanya distribusi kondom dan pengumpulan data. Kurangnya Petugas Rumah Sakit sehingga kurang optimalnya pelayanan pada rujukan.     ... selengkapnya

Supervisi KPA Provinsi Jawa Tengah Q15 di KPA Kota Surakarta
ditulis pada 28 2014
Pelaksanaan Monitoring Evaluasi KPA Provinsi Jawa Tengah Q15 di KPA Kota Surakarta   Penyelenggaraan :Hari       : RabuTanggal : 26 Maret 2014 Waktu   : 09.00 WIB s/d selesai    Tempat : Sekretariat KPA Kota Surakarta, WPA Kelurahan Punggawan dan Outlet Kondom JojoTujuan : Memberikan bantuan dan bimbingan teknis kepada unsur Sekretariat KPA Kota Surakarta (Sekretaris, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi). Mengevaluasi pelaksanaan program GF-ATM SSF Semester 8 di KPA Kota Surakarta. Diketahuinya kondisi dan masalah respon penanggulangan HIV dan AIDS dan diperolehnya upaya pemecahan masalah penanggulangan HIV dan AIDS di KPA Kota Surakarta. Tersusunnya rencana tindak lanjut dalam rangka meningkatkan respon penanggulangan HIV dan AIDS di KPA Kota Surakarta. Peserta :Peserta sebanyak adalah 20 orang terdiri dari KPA Prov. Jateng, Sekretariat KPA Kota Surakarta, Pengurus WPA Kelurahan Punggawan dan Pengelola Outlet Kondom Jojo.Hasil : SK pembentukan KPA Kota Surakarta adalah dengan no. 443.2.05/98/I/2012 dengan Ketua KPA adalah Walikota Surakarta. KPA Kota Surakarta mendapatkan anggaran APBD tahun 2014 dalam penanggulangan HIV dan AIDS sebesar 100 Juta melalui Bapermasdes. Kota Surakarta memiliki beberapa layanan HIV dan AIDS yaitu : Layanan VCT berjumlah 9 yaitu RSUD Moewardi, RS dr.Oen, Puskesmas Manahan, Puskesmas Sangkrah, Puskesmas Stabelan, Puskesmas Kratonan, RSUD Ngipang, BBPKM dan PMI. Akan tetapi PMI belum dapat memberikan layanan yang optimal karena belum ada sertifikat untuk Petugas Konselor PMI Kota Surakarta. Layanan CST berjumlah 3 yaitu RSUD Moewardi, RS Dr.Oen dan Puskesmas Manahan. Layanan IMS berjumlah 5 yaitu Puskesmas Manahan, Puskesmas Sangkrah, Puskesmas Stabelan, Puskesmas Kratonan, dan RSUD Ngipang. Layanan PMTCT berjumlah 1 yaitu RSUD Moewardi Layanan LASS berjumlah 1 yaitu Puskesmas Manahan Layanan PTRM berjumlah 2 yaitu RSUD Moewardi dan Puskesmas Manahan. KPA Kota Surakarta telah membentuk 51 WPA di tingkat Kelurahan yaitu : 11 WPA kel. di Kecamatan Jebres, 13 WPA kel di Kecamatan Banjarsari, 9 WPA kel di Kecamatan Pasar Kliwon, 7 WPA kel di Kecamatan Serengan dan 11 WPA kel di Kecamatan Laweyan. LSM Peduli AIDS di Kota Surakarta ada 9 yaitu: LSM L-Paska, LSM Mitra Alam, LSM SpekHam, LSM Lentera, LSM Gaya Mahardika, LSM Gessang, LSM Hiwaso, PKBI Solo dan KDS Solo Plus. Pemetaan Populasi Kunci yang ada di Kota Surakarta adalah : Penasun                                : 160 WPS Langsung/tidak langsung : 700 Waria                                    : 57 LSL                                       : 364 Pelanggan/HRM                      : 1.944 Lokasi populasi kunci yang jumlahnya cukup besar adalah : Gang Jala  --> Populasi WPS Kestalan --> Populasi WPS, LSL dan Waria Ngarsopuro --> Populasi LSL Triwibowo --> Populasi LSL dan WPS Galabo --> Populasi LSL Kegiatan Penanggulangan HIV dan AIDS yang dilakukan oleh SKPD Kota Surakarta adalah : Dinas Pendidikan Kota Surakarta di tahun 2013 melakukan kegiatan Sosialisasi HIV/AIDS di kalangan pelajar SMP dan SMA dalam kegiatan MOS (Masa Orientasi Siswa); Pembuatan KIE berupa leaflet untuk dibagikan pada kegiatan Masa Orientasi Siswa dan akan dilaksanakan kembali di tahun 2014. Melatih PIK (Pusat Informasi Kesehatan) di kalangan para pelajar. Dinsosnakertrans Kota Surakarta, di Tahun 2013 melakukan kegiatan berupa pemberian stimulan dana usaha dan pelatihan usaha bagi ODHA; bekerja sama dengan Apindo melakukan sosialisasi kepada pekerja dan pembentukan PE pekerja. Dishubkominfo, di tahun 2013 melakukan kegiatan pembuatan Leaflet dan Spanduk untuk disosialisasikan pada Organda dan di tempat-tempat yang berisiko tinggi. Di Tahun 2014 melakukan kegiatan Seminar Nasional HIV/AIDS, peserta terdiri dari WPA, pelajar dan pemuda. Bappeda, di tahun 2014 melakukan kegiatan berupa pelatihan TOT untuk WPA di beberapa kelurahan di Kota Surakarta. Bapermas, di tahun 2013 melakukan kegiatan berupa sosialisasi kepada orang yang berisiko tinggi (komunitas WPS dan Penasun), Pemberdayaan terhadap ODHA dan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) bagi ODHA. Laporan kegiatan dan Laporan 3 bulanan sudah bagus, namun untuk laporan SRAN dan Laporan Kegiatan tidak dapat terkirim ke KPA Provinsi. Dalam Laporan 3 bulanan, terdapat serapan dengan nilai minus.aaa.Penasun yang mengakses layanan LASS sampai dengan februari 2014 sebanyak 99 orang dengan target sebanyak 531 (jan-jun 2014), maka capaiannya 18,6 % Outlet Kondom di Kota Surakarta berjumlah 215 outlet, namun 137 outlet sudah tidak aktif, sehingga jumlah outlet kondom aktif adalah 78 outlet. Target distribusi kondom KPA Kota Surakarta pada Semester 8 adalah 80.828 dan capaiannya 8.890 (11%). Capaian sangat rendah karena KPA Kota Surakarta juga mendistribusikan Kondom Laki-Laki Non GF (BKKBN) sehingga tidak bisa dimasukkan ke capaian GF. Kunjungan Outlet Jojo : Outlet ini terbentuk tahun 2011, merupakan outlet mobile dan sasaran populasi kuncinya adalah komunitas LSL. Kunjungan WPA Kelurahan Punggawan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta : WPA ini terbentuk sejak tanggal 25 November 2011 dengan SK yang dikeluarkan oleh Kepala Kelurahan. Kegiatan yang telah dilakukan adalah sosialisasi dengan cara memasukkan materi penanggulangan HIV dan AIDS pada acara-acara RT dan pertemuan PKK yang dilaksanakan setiap bulan. Sumber dana kegiatan WPA berasal dari Bapermas dan Swadaya desa yang terdiri dari sumbangan warga dan donatur dari CSR. Hambatan yang di hadapi yakni masih banyaknya masyarakat yang bersikap apatis sehingga kurang memahami tentang pentingnya pengetahuan tentang HIV dan AIDS dan belum adanya pelatihan kader. Kendala yang dihadapi adalah : Dalam hal administrasi/keuangan terdapat beberapa hal yang belum sesuai dengan aturan pengelolaan Global Fund : laporan kegiatan, analisis varian dan permintaan dana belum difile dengan baik, pencatatan kas kecil dengan fisik dana di cash box tidak sesuai, daftar aset belum dirinci dengan baik, revisi laporan keuangan bulan Februari belum dibuat, belum mengirimkan permintaan dana bulan Maret 2014. Penasun yang mengakses layanan LASS banyak yang beranggapan jarum steril yang dipasok tidak enak dipakai. Masih banyaknya berita miring tentang efek samping methadone akan lebih sakit dari pecandu. Masih banyaknya penderita HIV-AIDS (ODHA) yang lepas dari pendampingan. Masih ada beberapa stakeholder yang tidak mendukung program PMTS. ... selengkapnya

Supervisi KPA Provinsi Jawa Tengah Q15 di KPA Kabupaten Tegal
ditulis pada 28 2014
Pelaksanaan Monitoring Evaluasi KPA Provinsi Jawa Tengah Q15 di KPA Kabupaten Tegal   Penyelenggaraan :Hari       : SelasaTanggal : 25 Maret  2014Jam       : Pukul 09.00 WIB s/d 17.00 WIBTempat  : Sekretariat KPA Kabupaten Tegal Jl. Dr. Sutomo, SlawiTujuan Diketahuinya kondisi dan masalah respon penanggulangan HIV dan AIDS di Kabupaten Tegal. Diperolehnya upaya pemecahan masalah penanggulangan HIV dan AIDS di Kabupaten Tegal. Tersusunnya rencana tindak lanjut dalam rangka meningkatkan respon penanggulangan HIV dan AIDS di Kabupaten Tegal. Memberikan bantuan dan bimbingan teknis kepada unsur Sekretariat (Sekretaris, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi). PesertaPeserta pertemuan monev sebanyak 13 orang terdiri dari 4 orang KPAP Jawa Tengah, 5 orang KPA Kabupaten Tegal, 3 orang pengurus WPA dan 1 orang petugas outlet kondom. Hasil SK pembentukan KPA Kabupaten Tegal belum ada perubahan yaitu SK no. 443.2/236/2009 dengan Ketua KPA adalah Bupati Tegal. KPA Kabupaten Tegal mendapatkan anggaran APBD tahun 2014 dalam penanggulangan HIV dan AIDS sebesar 80 Juta. Kabupaten Tegal memiliki layanan HIV dan AIDS yaitu :   Layanan VCT : RSUD DR Soeselo dan RSUD Suradadi Layanan IMS : Puskesmas Kramat dan Puskesmas Jatibagor Layanan CST : RSUD DR Soeselo Selain itu Kab. Tegal sudah membentuk 18 puskesmas satelit untuk VCT. WPA telah terbentuk di 15 desa antara lain desa tanjungharja, dinuk, timbangrejo, balapulang kulon, dukuhwaru, pedagangan, karanganyar, karang mangu, kesuben, margapadang, slarang lor, munjung agung, maribaya, majasem dan sidoarjo. Kerjasama lintas sektor di Kabupaten Tegal sudah berjalan cukup baik, dengan adanya respon dari beberapa SKPD dalam upaya Penanggulangan AIDS, diantaranya Dinkes, BPPKB, Dinas Pariwisata, Bapermasdes, Satpol PP dan Dinsosnakertrans. Kunjungan WPA diarahkan ke WPA desa Dinuk, yang merupakan desa dekat lokalisasi Wandan. WPA desa Dinuk pada umumnya sudah berjalan cukup baik, dengan peran aktif dari kepala desa Dinuk. Permasalahan atau kendala yang terjadi di desa Dinuk adalah minimnya kader yang dapat diberdayakan, hanya menggantungkan kepada 2 kader. Selain itu sasaran sosialisasi masih terbatas kepada ibu/perempuan, belum menyentuh ke komunitas bapak/pria, dikarenakan tidak ada kader laki-laki. Permasalahan yang terjadi di KPA Kabupaten Tegal : Kepala daerah/ Bupati Kabupaten Tegal masih baru, sehingga memerlukan advokasi yang lebih mendalam terkait dengan program penanggulangan HIV dan AIDS. Kesekertariatan pindah tempat baru sehingga file-file belum tertata rapi Laporan bulanan SRAN dan kegiatan belum dibuat setiap bulan, laporan kegiatan terakhir dibuat september 2013 dan laporan SRAN terakhir dibuat bulan Januari 2014 Laporan manual distribusi kondom terakhir ditulis September 2013 Pengelola keuangan belum membuat manual buku bank, analisis varians, form permintaan dana dan file administrasi nota dinas.   ... selengkapnya

Supervisi KPA Provinsi Jawa Tengah Q15 di KPA Kota Tegal
ditulis pada 28 2014
Pelaksanaan Monitoring Evaluasi KPA Provinsi Jawa Tengah Q15 di KPA Kota Tegal Penyelenggaraan :Hari       : SeninTanggal : 24 Maret 2014Jam       : Pukul 10.30 WIB s/d 17.00 WIBTempat  : Sekretariat KPA Kota Tegal Komplek Kantor Walikota TegalTujuan : Diketahuinya kondisi dan masalah respon penanggulangan HIV dan AIDS di Kota Tegal. Diperolehnya upaya pemecahan masalah penanggulangan HIV dan AIDS di Kota Tegal. Tersusunnya rencana tindak lanjut dalam rangka meningkatkan respon penanggulangan HIV dan AIDS di Kota Tegal. Memberikan bantuan dan bimbingan teknis kepada unsur Sekretariat (Sekretaris, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi). PesertaPeserta pertemuan monev sebanyak 15 orang terdiri dari 4 orang KPAP Jawa Tengah, 3 orang KPA Kota Tegal, 1 orang dokter CST RSU Kardinah, 1 orang KDS Kota Tegal, 1 orang petugas outlet kondom dan 5 orang pengurus WPA Kelurahan Randu Gunting.Hasil SK pembentukan KPA Kota Tegal belum ada perubahan yaitu SK no. 442.3/011/2013 dengan Ketua KPA adalah Walikota Tegal. KPA Kota Tegal mendapatkan anggaran APBD tahun 2014 dalam penanggulangan HIV dan AIDS sebesar 90 Juta. Kota Tegal memiliki beberapa layanan HIV dan AIDS yaitu :    Layanan VCT    : RSUD Kardinah dan BP4 Layanan CST    : RSUD Kardinah Layanan IMS    : Puskesmas Tegal Barat dan Puskesmas Margadana. Dengan adanya pelatihan LKB bulan Februari 2014, layanan IMS bertambah di 6 puskesmas. WPA terbentuk di 10 kelurahan dari 27 kelurahan antara lain kelurahan kejambon, mangkukusuman, panggung, kalinyamat wetan, randugunting, muarareja, tegalsari, pekauman, margadana dan kaligangsa. LSM Peduli AIDS di Kota Tegal yaitu Fatayat NU. Permasalahan dalam layanan di Kota Tegal : Belum semua ODHA teregister dalam BJPS sehingga menghambat pelayanan kesehatan terhadap ODHA Layanan PMTCT, administrasi belum tertata dengan baik Permasalahan dalam sekertariat KPA Kota Tegal : Pengelola Program baru aktif, sehingga terkait laporan SRAN, laporan kegiatan dan Laporan 3 bulanan masih terdapat kesalahan dalam pembuatan laporan dan masih membutuhkan bimbingan lebih lanjut. Pengelola administrasi belum membuat manual buku bank. Kerjasama lintas sektor di Kota Tegal sudah berjalan cukup baik, dengan adanya respon dari beberapa SKPD dalam upaya Penanggulangan AIDS diantaranya Dinkes, Dinas Pendidikan, Bapermasdes, Kanwilmenag dan Dinsosnakertrans. Bapermasdes Kota Tegal berperan dalam pengembangan WPA di Kota Tegal. Outlet kondom yang sudah terbentuk di Kota Tegal ada 26 Outlet. Outlet yang aktif ada 11 outlet. Distribusi kondom sampai dengan bulan Maret 12.960 pcs dari target semester 31.148 pcs (41,6%). Permasalahan yang terjadi dalam distribusi kondom : Tidak ada koordinasi antara KPA dengan LSM fatayat NU tentang hotspot area dan populasi kunci untuk pembukaan outlet. Petugas lapangan LSM Fatayat NU melalakukan pendistribusian kondom ke outlet KPA. Petugas lapangan LSM Fatayat NU memberikan kondom kepada populasi kunci tidak dengan paket minimum. WPA di Kota Tegal sudah terbentuk 10 WPA. Kunjungan tim Monev KPAP diarahkan ke WPA Randu Gunting. WPA Randu Gunting di bentuk melalui SK dari Lurah Randu Gunting. Kegiatan WPA masih dalam tahap sosialisasi melalui pertemuan PKK, RT, dan RW. Pada tahun ini WPA akan mendapatkan dana Rp 600.000,00/WPA dari APBD untuk pelaksanaan sosialisasi. Secara umum kegiatan WPA di Randu Gunting sudah cukup baik, dengan adanya kader – kader sangat membantu dalam proses sosialisasi. Hanya masih kurang dalam pendekatan kepada remaja desa.     ... selengkapnya

Supervisi KPA Provinsi Jawa Tengah Q15 di KPA Kota Magelang
ditulis pada 28 2014
Pelaksanaan Monitoring Evaluasi KPA Provinsi Jawa Tengah Q15 di KPA Kota Magelang Penyelenggaraan :Hari         : KamisTanggal   : 21 Maret 2014Waktu     : 10.00 WIB s/d selesai    Tempat   : Sekretariat KPA Kota MagelangTujuan : Memberikan bantuan dan bimbingan teknis kepada unsur Sekretariat (Sekretaris, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi). Mengevaluasi pelaksanaan program GF-ATM SSF Semester 8 di Kab/Kota. Peserta :Peserta sebanyak adalah 20 orang terdiri dari KPA Prov. Jateng, Sekretariat KPA Kota Magelang, Pengurus WPA Desa Jurang Ombo Selatan dan Pengelola Outlet Kondom.Hasil : SK pembentukan KPA Kota Magelang terbaru dengan no. 443.22/41/112 Tahun 2013 dengan Ketua KPA adalah Walikota Magelang. KPA Kota Magelang mengajukan dana APBD sejumlah 146 juta, dan disetujui 96 juta rupiah, tetapi belum cair. Kota Magelang memiliki beberapa layanan HIV dan AIDS yaitu :   Layanan VCT berjumlah 3 yaitu RSUD Tidar, BKPM Magelang, dan RST Dr.Soejono. Layanan CST berjumlah 1 yaitu RSUD Tidar. Layanan IMS berjumlah 1 yaitu Puskesmas Magelang Selatan. KPA Kota Magelang telah membentuk 11 WPA di 11 kelurahan. LSM Peduli AIDS di Kota Magelang baru satu yaitu BE-POSITIVE. Organisasi populasi kunci dan Organisasi masyarakat yang terlibat dalam penanggulangan HIV dan AIDS yaitu KDS Sehati. Lokasi populasi kunci yang jumlahnya cukup besar adalah : Tembus --> Populasi LSL Cacaban, Alun-alun --> Populasi WPSTL Tembus --> Waria Alun-alun --> HRM Beberapa SKPD anggota yang memiliki kegiatan P2 HIV & AIDS : Dinsosnakertrans Kota Magelang Kesbangpolinmas Kota Magelang BPMKB Kota Magelang Dinkes Kota Magelang Outlet Kondom di Kota Magelang berjumlah 31 outlet dan semuanya masih aktif. Distribusi kondom dari outlet ke pengguna pada bulan januari adalah 10.285 pcs dan bulan februari adalah 6.722 pcs, total distribusi selama 2 bulan adalah 17.007 pcs. Jika dibandingkan dengan target sebanyak 45.023 (Jan-Juni) maka capaiannya adalah 37,77%. Kendala yang dihadapi adalah : Pokja PMTS belum ada. Komitmen SKPD anggota KPA belum maksimal. Pencatatan di outlet kondom masih belum tertib. Masih kurangnya pengetahuan tentang HIV dan AIDS di masyarakat, sehingga stigma dan diskriminasi masih tinggi. Inovasi yang di lakukan KPA Kota Magelang adalah melakukan inisiatif pelatihan pemulasaraan jenazah ODHA bagi WPA di 6 kelurahan. Dalam hal administrasi dan keuangan terdapat beberapa hal yang belum sesuai dengan aturan pengelolaan Global Fund : Laporan kegiatan, analisis varian dan permintaan dana sudah difile dengan baik Buku pelaksanaan kegiatan tersedia di kantor sekretariat     ... selengkapnya

Supervisi KPA Provinsi Jawa Tengah Q15 di KPA Kabupaten Sukoharjo
ditulis pada 28 2014
Pelaksanaan Monitoring Evaluasi KPA Provinsi Jawa Tengah Q15 di KPA Kabupaten Sukoharjo   Penyelenggaraan :Hari       : Selasa Tanggal : 18 Maret 2014 Waktu   : 10.00 WIB s/d selesai    Tempat : Sekretariat KPA Kab. Sukoharjo, WPA Desa Wiroguna dan Outlet KondomTujuan : Memberikan bantuan dan bimbingan teknis kepada unsur Sekretariat (Sekretaris, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi). Mengevaluasi pelaksanaan program GF-ATM SSF Semester 8 di Kab/Kota.   Peserta :Peserta sebanyak adalah 13 orang terdiri dari KPA Prov. Jateng, Sekretariat KPA Kab. Sukoharjo, Pengurus WPA Desa Wiroguna dan Pengelola Outlet Kondom.Hasil : SK pembentukan KPA Kab. Sukoharjo adalah dengan no. 443.22/501/2010 dengan Ketua KPA adalah Bupati Sukoharjo. KPA Kab. Sukoharjo mendapatkan anggaran APBD tahun 2014 dalam penanggulangan HIV dan AIDS sebesar 125 Juta, namun belum cair Kab. Sukoharjo memiliki beberapa layanan HIV dan AIDS yaitu :   Layanan VCT berjumlah 2 yaitu RSUD Sukoharjo (Poli Tulip) dan RSIS Yarsis. Layanan CST berjumlah 1 yaitu RSUD Sukoharjo. Layanan IMS berjumlah 2 yaitu Puskesmas Kartasura (Klinik Melati) dan Puskesmas Grogol.   KPA Kab. Sukoharjo telah membentuk 13 WPA yaitu 12 WPA Kecamatan dan 1 WPA Desa. LSM Peduli AIDS di Kab. Klaten ada dua yaitu LSM L-Paska dan KDS Mitra Sebaya. Pemetaan Populasi Kunci yang ada di Kab. Sukoharjo adalah :   Penasun                     : 208 WPS Langsung            : 301 WPS Tidak Langsung   : 230 Waria                         : 57 LSL                            : 755 Pelanggan/HRM           : 4.612 Organisasi populasi kunci dan Organisasi masyarakat yang terlibat dalam penanggulangan HIV dan AIDS adalah HIWASO. Lokasi populasi kunci yang jumlahnya cukup besar adalah :   Terminal Baru --> Populasi WPS dan HRM Sekitar RSUD SUkoharjo --> Populasi waria, WPS Langsung, dan HRM Jampingan --> Populasi WPS Langsung dan waria Balakan --> Populasi WPS Langsung, dan HRM Atrium --> Populasi WPS Tidak Langsung Karaoke --> Populasi WPS Tidak Langsung Mall Hartono --> Populasi LSL Mall Luwes --> Waria   Kegiatan Penanggulangan HIV dan AIDS yang dilakukan oleh SKPD Kab. Sukoharjo adalah :   Bagian Hukum SETDA Kab. Sukoharjo, ditahun 2013 melakukan kegiatan fasilitasi peraturan perundang-undangan (perlindungan HAM bagi ODHA). Dinsosnakertrans Kab. Sukoharjo, di Tahun 2013 melakukan kegiatan pembekalan Tim Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) dalam pencegahan narkoba dan HIV AIDS dan rehabilitasi napza. Bagian Bina Sosial SETDA Kab. Sukoharjo, di tahun 2013 melakukan kegiatan sosialisasi HIV dan AIDS di 12 kecamatan, PKK dan penyuluhan HIV dan AIDS kepada kader PKK Kecamatan. Sedangkan tahun 2014 melakukan kegiatan sosialisasi HIV dan AIDS di 12 kecamatan yang belum disosialisasi pada tahun 2013. Dishubkominfo, di tahun 2013 melakukan kegiatan pembuatan iklan layanan masyarakat dan tahun 2014 melakukan kegiatan penyiaran iklan bahaya HIV dan AIDS. Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (KPPKB) di tahun 2013 melakukan kegiatan sosialisasi HIV dan AIDS dan kegiatan dalam rangka meningkatkan pemahaman kader PIK.    Laporan kegiatan dan Laporan 3 bulanan sudah bagus, namun untuk laporan SRAN ada beberapa penjumlahan yang salah (kurang teliti) dan data di bulan Januari ada yang belum sesuai dengan definisi operasional. Outlet Kondom di Kab. Sukoharjo berjumlah 53 outlet, namun 15 outlet sudah tidak aktif, sehingga jumlah outlet kondom aktif adalah 38 outlet. Distribusi kondom dari outlet ke pengguna pada bulan januari adalah 873 pcs dan bulan februari adalah 7.056 pcs, total distribusi selama 2 bulan adalah 7.929 pcs. Jika dibandingkan dengan target sebanyak 23.885 (Jan-Juni) maka capaiannya adalah 33,2%. Kendala yang dihadapi adalah : SK Pokja PMTS belum ada. Jangkauan oleh penjangkau lapangan tinggi, namun yang datang ke layanan sedikit. Beberapa SKPD merasa bukan anggota KPA. WPA Desa Wiraguna terbentuk sejak tanggal 29 Januari 2014 dengan SK yang dikeluarkan oleh kepala desa. Kegiatan yang telah dilakukan adalah sosialisasi dengan cara memasukkan materi penanggulangan HIV dan AIDS pada acara-acara RT dan pertemuan PKK yang dilaksanakan setiap bulan. Dalam hal administrasi dan keuangan terdapat beberapa hal yang belum sesuai dengan aturan pengelolaan Global Fund :   Laporan kegiatan, analisis varian dan permintaan dana belum difile dengan baik Pencatatan kas kecil dengan fisik dana di cash box tidak sesuai Daftar aset belum dirinci dengan baik Revisi laporan keuangan bulan Februari belum dibuat Belum mengirimkan permintaan dana bulan Maret 2014   ... selengkapnya

Supervisi KPA Provinsi Jawa Tengah Q15 di KPA Kabupaten Klaten
ditulis pada 28 2014
Pelaksanaan Monitoring Evaluasi KPA Provinsi Jawa Tengah Q15 di KPA Kabupaten Klaten Penyelenggaraan :Hari       : Senin Tanggal : 17 Maret 2014 Waktu   : 10.00 WIB s/d selesai    Tempat : Sekretariat KPA Kab. Klaten, WPA Desa Kuncen dan Outlet Kondom Tujuan : Memberikan bantuan dan bimbingan teknis kepada unsur Sekretariat (Sekretaris, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi). Mengevaluasi pelaksanaan program GF-ATM SSF Semester 8 di Kab/Kota. Peserta :Peserta sebanyak adalah 17 orang terdiri dari KPA Prov. Jateng, Sekretariat KPA Kab. Klaten, Pengurus WPA Desa Kuncen dan Pengelola Outlet Kondom.Hasil : SK pembentukan KPA Kab. Klaten terbaru dengan no. 443.1/189/2013 dengan Ketua KPA adalah Bupati Klaten KPA Kab. Klaten mendapatkan anggaran APBD tahun 2014 dalam penanggulangan HIV dan AIDS sebesar 100 Juta, namun belum cair. Kab. Klaten memiliki beberapa layanan HIV dan AIDS yaitu :   Layanan VCT berjumlah 4 yaitu RSUP Soeradji Tirtonegoro, BKPM Klaten, RSJD Soedjarwaji dan Puskesmas Jogolan 1 Layanan CST berjumlah 1 yaitu RSUP Soeradji Tirtonegoro Layanan IMS berjumlah 2 yaitu Puskesmas Jogolan (Klinik Tirto Asmoro) dan Puskesmas Karangdowo   KPA Kab. Klaten telah membentuk 17 WPA yaitu 10 WPA Kecamatan dan 7 WPA Desa. LSM Peduli AIDS di Kab. Klaten baru satu yaitu LSM SPEKHAM. Organisasi populasi kunci dan Organisasi masyarakat yang terlibat dalam penanggulangan HIV dan AIDS yaitu :   IWAK (Ikatan Waria Klaten) GALAK (Ikatan Gay Klaten) STAP (Stand Up Comedy) WESDI (Komunitas Rap) BITBOX LQUDS (komunitas Akustik) KANCIL (Karangnongko Foundition) Teater Dligik   Lokasi populasi kunci yang jumlahnya cukup besar adalah :   Pluneng --> Populasi LSL Mbaben --> Populasi WPS Langsung Ngrendeng --> Populasi WPS Langsung   Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Klaten memiliki kegiatan penanggulangan HIV dan AIDS di tahun 2013 yaitu Pembekalan tenaga kerja tentang penanggulangan HIV dan AIDS dan pembiayaan Rumah Sakit untuk ODHA. Pengelola Program KPA Kab. Klaten baru aktif di KPA Kab. Klaten pada bulan Januari 2014, sehingga terkait laporan SRAN, laporan kegiatan dan Laporan 3 bulanan masih terdapat kesalahan dalam pembuatan laporan dan masih membutuhkan bimbingan lebih lanjut. Outlet Kondom di Kab. Klaten berjumlah 14 outlet, namun 2 outlet sudah tidak aktif, sehingga jumlah outlet kondom aktif adalah 12 outlet. Distribusi kondom dari outlet ke pengguna pada bulan januari adalah 3.312 pcs dan bulan februari adalah 3.312 pcs, total distribusi selama 2 bulan adalah 6.624 pcs. Jika dibandingkan dengan target sebanyak 19.926 (Jan-Juni) maka capaiannya adalah 33,2%. Kendala yang dihadapi adalah :   SK Pokja PMTS belum ada. SK WPA belum semuanya ada. Komitmen SKPD anggota KPA belum maksimal. Pencatatan di outlet kondom masih dilakukan oleh petugas logistik KPA Kab. Klaten. Masih kurangnya pengetahuan tentang Penanggulangan HIV dan AIDS di pengurus WPA dan sarana dalam sosialisasi kepada masyarakat.   Inovasi yang di lakukan KPA Kab. Klaten adalah membentuk adanya wadah diskusi AIDS di Kab. Klaten. Dalam hal administrasi dan keuangan terdapat beberapa hal yang belum sesuai dengan aturan pengelolaan Global Fund :   Laporan kegiatan, analisis varian dan permintaan dana belum difile dengan baik Pencatatan kas kecil dengan fisik dana di cash box tidak sesuai dan pencatatab terakhir pada bulan September 2013 Buku pelaksanaan kegiatan tidak tersedia di kantor sekretariat   ... selengkapnya

Audiensi Program P2 HIV & AIDS kepada Bapak Wakil Gubernur Jawa Tengah selaku Ketua Pelaksana KPA Prov. Jawa Tengah
ditulis pada 05 2014
Audiensi Program P2 HIV & AIDS kepada Bapak Wakil Gubernur Jawa Tengah selaku Ketua Pelaksana KPA Prov. Jawa Tengah   Penyelenggaraan: Hari       :Selasa Tanggal : 25 Februari 2014 Tempat : Ruang Rapat Wakil Gubernur Jawa Tengah Tujuan : Audiensi Program P2 HIV & AIDS kepada Bapak Wakil Gubernur Jawa Tengah selaku Ketua Pelaksana KPA Prov. Jawa Tengah Peserta : 13 orang terdiri dari 2 KPA Nasional, 2 KPA Provinsi, 3 KPA Kota Semarang, 2 KKP Semarang,2 NGO/CBO Kalandara dan 2 NGO/CBO Graha Mitra Hasil : Hari Pertama (Selasa, 25 Februari 2014) Paparan dari NGO/CBO Graha Mitra untuk Program PMTS Paripurna di Sekitar Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Program PMTS Paripurna di Sekitar Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan Tema Pelabuhan Sehat yang Mandiri. Program dilaksanakan dalam 3 tahap, yakni terdiri dari : tahun pertama, tahun kedua dan tahun ketiga. Tahapan pelaksanaan program yang ditawarkan dijabarkan dengan output, outcome dan indikator yang mempengaruhi keberhasilannya. Skema Keterlibatam dalam program terdiri dari beberapa pihak, antara lain : KSOP, KKP, Perusahaan, PUSK, LSM, Kader dan Serikat Pekerja. Paparan dari NGO/CBO Kalandara untuk Program PMTS Paripurna di Sekitar Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Tujuannya adalah mengurangi kesakitan di Pelabuhan dan menggunakan konsep kemandirian program yang berkelanjutan. Sasaran program terdiri dari : ABK, TKBM, Tracker, Ojek, dan Karyawan perusahaan. Hari Kedua (Rabu, 26 Februari 2014) Kunjungan ke NGO/CBO untuk penjajakan kelembagaan calon mitra. Kunjungan bertemu Kepala KKP Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Hari Ketiga (Kamis, 27 Februari 2014) Pertemuan membahas evaluasi dari hasil assesment terhadap NGO/CBO Kalandara dan Grahamitra. ... selengkapnya