• Terdapat penambahan fitur baru pada www.aidsjateng.or.id yaitu 'TV Spot KPAP'
  • SK Pembentukan KPA Kab/Kota, bisa di download pada menu direktori
  • Data Kasus HIV dan AIDS sampai dengan 31 Desember 2014 adalah 10.804 kasus
  • Sudah Ada 35 KPA Kab/Kota di Jawa Tengah

Berita KPAP

Supervisi KPA Provinsi Jateng ke KPA Kabupaten Pemalang
ditulis pada 17 2013
Supervisi KPA Provinsi Jateng ke KPA Kab Pemalang Supervisi diterima di Sekretariat KPA Kab Pemalang, pada tanggal 11 Juni 2013.  Tujuan Supervisi : 1. Memberikan bantuan dan bimbingan teknis kepada unsur Sekretariat (Sekretaris, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi). 2. Mengetahui pencatatan yang dilakukan oleh outlet di Kab Pemalang. 3. Mengevaluasi pelaksanaan program GF-ATM SSF Semester 6 di Kab Pemalang. Hasil : a.Kunjungan diterima oleh Pengelola Program KPA Kabupaten Pemalang b.KPA Kabupaten Pemalang sudah memiliki SK terbaru, yaitu per Januari 2013. c.KPA Kab. Pemalang belum mendapat APBD pada tahun 2012 dan 2013 sehingga pendanaan untuk KPA Kab.Pemalang masih mengandalkan dana GF. d.Hingga Mei 2013, pada KPA Kab.Pemalang  terdapat 68 kasus HIV, 23 kasus AIDS, dan 9 meninggal. e.Hasil dari pemetaan populasi kunci hingga Mei 2013, terdapat 300 WPS, 200 Waria, 100 LSL, dan 3000 pelanggan f.Pelayanan VCT, SCT dan TB-HIV di kabupaten Pemalang terdapat RSUD M.Ashari Pemalang, sedangkan untuk pelayanan IMS terdapat di Puskesmas Kebondalem. g.Belum terbentuk outlet kondom dikerenakan masih terfokus pada perlengkapan sarana prasarana kantor. h.Adapun rencana tindak lanjut yang disusun oleh KPA Kab.Pemalang diantaranya adalah, dalam beberapa waktu terdekat, kantor kesekretariatan KPA Kab.Pemalang yang semula masih bergabung di gedung GOW Kab.Pemalang, akan berpindah menuju kantor milik pribadi KPA Kab.Pemalang, sehingga diharapkan agenda kegiatan di KPA.Kab Pemalang akan berjalan lebih baik lagi. ... selengkapnya

Supervisi KPA Provinsi Jateng ke KPA Kabupaten Grobogan
ditulis pada 16 2013
Supervisi KPA Provinsi Jateng ke KPA Kab Grobogan   Supervisi diterima di Sekretariat KPA Kab Grobogan, pada tanggal 5 Juni 2013.    Tujuan Supervisi : 1. Memberikan bantuan dan bimbingan teknis kepada unsur Sekretariat (Sekretaris, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi). 2. Mengetahui pencatatan yang dilakukan oleh outlet di Kab Grobogan. 3. Mengevaluasi pelaksanaan program GF-ATM SSF Semester 6 di Kab Grobogan.   Hasil Supervisi : a. Kelembagaan di KPA Kab. Grobogan, sudah mempunyai SK No. 443/421/07/2011, dan sudah sesuai dengan Permendagri 20/2007. b. Pendanaan APBD KPA Kab. Grobogan tahun 2013 yaitu Rp. 100.000.000,-, dan tahun 2012 yaitu Rp. 100.000.000,- c. KPA Kab. Grobogan memiliki 4 Pokja akan tetapi belum aktif. Pokja tersebut antara lain : Pokja I Bidang Perencanaan; Pokja II Bidang Penyuluhan dan Pemberdayaan Penderita HIV/AIDS; Pokja III Bidang Surveilans HIV & AIDS; Pokja IV Bidang Konseling, Perawatan dan Pengobatan HIV& AIDS. d. Epidemi HIV dan AIDS di Kab. Grobogan dari tahun 2002 sampai dengan kwartal ke 2 (dua) tahun 2013 sebesar 304 kasus terdiri dari HIV 169 (seratus enampuluh sembilan) kasus, AIDS sebanyak 135 (seratus tigapuluh lima) kasus dan 66 (enampuluh enam diantaranya meninggal dunia. Dari Kasus tersebut 16 (enam belas) kasus adalah anak - anak. e. Dari pemetaan populasi kunci oleh KPAN, maka yang sudah didampingi oleh Lembaga Swadaya Masyarakat di Grobogan (Muslimat) antara lain : Penasun sebanyak 68 klien, Waria sebanyak 45 klien, WPS sebanyak 69 klien, LSL sebanyak 59 klien dan Pelanggan sebanyak 31 klien.  f. Layanan VCT di Kabupaten Grobogan ada di RSUD dan RS. Panti Rahayu dan Klinik IMS ada di Puskesmas Toroh I. g. Beberapa SKPD di Kab. Grobogan yang sudah mendapat anggaran APBD dan melaksanakan Program Penanggulangan HIV dan AIDS yaitu Kesra, Dinsos, BP3AKB dan Dinkes. h. Outlet kondom di Kab. Grobogan sebanyak 54 dengan kondom yang terdistribusi sebanyak 7.776 pcs,yang digunakan sebanyak 3.109 pcs dan sisa stok dioutlet sebanyak 4.667 pcs. Kondom di KPA sudah habis. Pendistribusian dan pencatatan kondom dibantu oleh LSM Laskar Merah Putih.   Kendala : 1). Target masih belum tercapai 2). Jumlah klinik IMS masih kurang dan perlengkapan masih belum memadai; 3). Layanan masih terfokus pada layanan mobile dRSUD belum bisa melakukan pemeriksaan CD4, RS Panti Rahayu tidak      memiliki ARV untuk klient ODHA.   ... selengkapnya

Supervisi KPA Provinsi Jateng ke KPA Kabupaten Jepara
ditulis pada 16 2013
Supervisi KPA Provinsi Jateng ke KPA Kab Jepara   Supervisi diterima di Sekretariat KPA Kab Jepara, pada tanggal 4 Juni 2013.    Tujuan Supervisi : 1. Memberikan bantuan dan bimbingan teknis kepada unsur Sekretariat (Sekretaris, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi). 2. Mengetahui pencatatan yang dilakukan oleh outlet di Kab Jepara. 3. Mengevaluasi pelaksanaan program GF-ATM SSF Semester 6 di Kab Jepara.   Hasil Supervisi : a. Dana APBD untuk KPA Kab. Jepara melalui Dinas Kesehatan Kab. Jepara tahun 2013 sebesar Rp 98.200.000,- (sama dengan tahun 2012). b. KPA Kab. Jepara mempunyai SK baru yaitu No. 4432.2/340 Tahun 2012. c. Kasus HIV dan AIDS kumulatif dari tahun 1997 s/d Maret 2013 yaitu 339 kasus. Diantaranya : HIV 90 kasus, AIDS 294 kasus dan yang meninggal 149 orang. d. Kasus HIV dan AIDS di Kab. Jepara sudah menyebar ke seluruh kecamatan, total ada 16 kecamatan. e. Kab. Jepara mempunyai layanan HIV dan AIDS, yaitu : 1. RS. RA Kartini : VCT, CST, PMTCT, TB-HIV 2. Puskesmas Mlonggo 1 : IMS dan VCT f. Pada Quartal-12 ini KPA Kab. Jepara sudah melaksanakan kegiatan : 1. Pembentukan WPA di 2 Desa (Motorejo dan Srombyong) 2. Pertemuan PMTS 3. Pertemuan tiga bulanan tingkat SSR 4. Distribusi kondom 5. Supervisi (Puskesmas, LSM dan outlet kondom)   Kendala :  a. Outlet kondom di lokasi pungkruk tidak berjalan karena   pengurus lokasi yang baru menolak masuknya kondom KPA (tidak mau disebut sebagai lokalisasi). b. Dana untuk pembentukan WPA di 8 Desa belum turun, mengakibatkan kegiatan belum bisa berjalan. c. KPA Kab. Jepara belum mempunyai data pemetaan untuk semua populasi kunci.   ... selengkapnya

Supervisi KPA Provinsi Jateng ke KPA Kabupaten Pati
ditulis pada 07 2013
Supervisi KPA Provinsi Jateng ke KPA Kabupaten Pati Supervisi diterima di Ruang Kabag Kesra Setda Kabupaten Pati, pada tanggal 3 Juni 2013.  Tujuan Supervisi :1. Memberikan bantuan dan bimbingan teknis kepada unsur Sekretariat (Sekretaris, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi).2. Mengetahui pencatatan yang dilakukan oleh outlet di Kabupaten Pati.3. Mengevaluasi pelaksanaan program GF-ATM SSF Semester 6 di Kabupaten Pati. Hasil Supervisi : 1. Kelembagaan di KPA Kab. Pati, sudah mempunyai SK No. 443.22/1355/2012 dan sudah sesuai dengan Permendagri 20/2007. 2. Pendanaan Hibah APBD KPA Kab. Pati tahun 2013 yaitu Rp75.000.000,- mengalami kenaikan dibanding tahun 2012 yaitu Rp50.000.000,- 3. KPA Kab. Pati memiliki 2 Pokja yaitu :  a)Pokja Penyuluhan Masyarakat dan Pemberdayaan Orang dengan HIV/AIDS. b)Pokja Konseling, Perawat, dan Pengobatan HIV/AIDS.  4. Kasus HIV & AIDS yang dilaporkan di Kab. Pati dari tahun 1996 s/d April 2013 sebanyak 392 kasus dengan 181 kasus HIV, 211 Kasus AIDS dan 59 diantaranya telah meninggal dunia. 5. Kab. Pati sudah mempunyai layanan kesehatan, antara lain: a)Layanan VCT : RSUD RAA Soewondo Pati dan BKPM. b)Layanan CST : RSUD RAA Soewondo Pati. c)Layanan IMS : Puskesmas Batangan dan Puskesmas Margorejo d)TB-HIV : BKPM. 6. LSM Peduli HIV & AIDS di Kab. Pati adalah sebagai berikut : a)LSM Sahabat Pantura (LSM Sapa). b)KDS Rumah Matahari. 7. Beberapa SKPD di Kab. Pati yang sudah melaksanakan Program Penanggulangan HIV dan AIDS yaitu Bapermasdes, Disdikpora, dan Disnakertrans. ... selengkapnya

Supervisi KPA Provinsi Jateng ke KPA Kabupaten Batang
ditulis pada 16 2013
Supervisi KPA Provinsi Jateng ke KPA Kab Batang   Supervisi diterima di Sekretariat KPA Kab Batang, pada tanggal 30 Mei 2013.    Tujuan Supervisi : 1. Memberikan bantuan dan bimbingan teknis kepada unsur Sekretariat (Sekretaris, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi). 2. Mengetahui pencatatan yang dilakukan oleh outlet di Kab Batang. 3. Mengevaluasi pelaksanaan program GF-ATM SSF Semester 6 di Kab Batang.   Hasil Supervisi : a. Kelembagaan di KPA Kab. Batang, sudah mempunyai SK terbaru, yaitu SK No. 443.22/359/2012, dan sudah sesuai dengan Permendagri 20/2007. b. Pendanaan APBD KPA Kab. Batang tahun 2013 yaitu Rp. 150.000.000,-. c. KPA Kab. Batang memiliki 4 Pokja yaitu :  Pokja Pencegahan dan Penjangkauan Pokja Pelayanan Kesehatan dan Dukungan Pokja Pencegahan HIV Melalui Transmisi Seksual (PMTS) Pokja Pemberdayaan  d. Kasus HIV & AIDS yang dilaporkan di Kab. Batang dari tahun 2007 s/d April 2013 sebanyak 247 kasus dengan 188 kasus HIV, 59 Kasus AIDS, dan 42 diantaranya telah meninggal dunia. e. Kab. Batang sudah mempunyai layanan kesehatan, antara lain: Layanan VCT : RSUD Batang, RS KIM, Puskesmas Banyuputih. Layanan CST : RSUD Batang Layanan IMS : Puskesmas Batang II, Puskesmas Banyuputih, Puskesmas Subah. f. LSM Peduli HIV & AIDS di Kab. Batang adalah sebagai berikut : LSM Graha Mitra FKPB FGPA PIK-RR g. Beberapa SKPD di Kab. Batang yang sudah mendapat anggaran APBD dan melaksanakan Program Penanggulangan HIV dan AIDS yaitu Dinkes, Disnakertrans, dan Disbudpar.   Rencana Tindak Lanjut : a. Rapat Koordinasi SSR untuk evaluasi dan mencari solusi atas kendala-kendala program. b. Pertemuan penguatan pemangku kepentingan lokal PMTS di lokasi yang belum kondusif.   ... selengkapnya

Supervisi KPA Provinsi Jateng ke KPA Kabupaten Kendal
ditulis pada 16 2013
Supervisi KPA Provinsi Jateng ke KPA Kab Kendal   Supervisi diterima di Sekretariat KPA Kab Kendal, pada tanggal 29 Mei 2013.    Tujuan Supervisi : 1. Memberikan bantuan dan bimbingan teknis kepada unsur Sekretariat (Sekretaris, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi). 2. Mengetahui pencatatan yang dilakukan oleh outlet di Kab Kendal. 3. Mengevaluasi pelaksanaan program GF-ATM SSF Semester 6 di Kab Kendal.   Hasil Supervisi : a. Kelembagaan di KPA Kab. Kendal, sudah mempunyai SK terbaru, yaitu SK No. 443.1/189/2013, dan sudah sesuai dengan Permendagri 20/2007. b. Pendanaan APBD KPA Kab. Kendal tahun 2013 yaitu Rp. 100.000.000,-. c. KPA Kab. Kendal memiliki 7 Pokja yaitu :  Pokja Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Pokja Pengobatan, Dukungan dan Perawatan   Pokja Lembaga Pemasyarakatan Pokja Pencegahan HIV di Tempat Kerja  Pokja Pencegahan HIV Melalui Transmisi Seksual (PMTS) Pokja Perencanaan dan Advokasi Pokja Mitigasi dan Dampak Sosial Ekonomi  d. Kasus HIV & AIDS yang dilaporkan di Kab. Kendal dari tahun 2000 s/d April 2013 sebanyak 280 kasus dengan 180 kasus HIV, 100 Kasus AIDS, dan 71 diantaranya telah meninggal dunia. e. Kab. Kendal sudah mempunyai layanan kesehatan, antara lain: Layanan VCT : RSUD Kendal. Layanan CST : RSUD Kendal. Layanan IMS : Puskesmas Kaliwungu, Puskesmas Sukorejo. f. LSM Peduli HIV & AIDS di Kab. Kendal adalah sebagai berikut : LSM Graha Mitra DIC Graha Mitra g. Beberapa SKPD di Kab. Kendal yang sudah mendapat anggaran APBD dan melaksanakan Program Penanggulangan HIV dan AIDS yaitu Dinkes, Dinsos, Disnakertrans, BPPKB, Disdikpora, PMI dan Dinas Pariwisata.   Rencana Tindak Lanjut : a. Pembentukan Warga Peduli AIDS di 24 desa/kelurahan. b. Penguatan kapasitas pengurus lokalisasi.   ... selengkapnya

Supervisi KPA Provinsi Jateng ke KPA Kabupaten Tegal
ditulis pada 17 2013
Supervisi KPA Provinsi Jateng ke KPA Kab Tegal Supervisi diterima di Sekretariat KPA Kab Tegal, pada tanggal 28 Mei 2013.  Tujuan Supervisi : 1. Memberikan bantuan dan bimbingan teknis kepada unsur Sekretariat (Sekretaris, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi). 2. Mengetahui pencatatan yang dilakukan oleh outlet di Kab Tegal. 3. Mengevaluasi pelaksanaan program GF-ATM SSF Semester 6 di Kab Tegal. Hasil : a. KPA Kab. Tegal mempunyai SK No. 443.2/236/2009, dan akan ada revisi SK KPA disesuaikan dengan kondisi KPA dan penyesuaian Tim Pokja KPA Kabupaten Tegal. b. Data kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Tegal secara komulatif s/d Mei 2013 sebanyak 247 kasus, HIV sebanyak 142 kasus, AIDS sebanyak 78 kasus, dan yang meninggal 27 orang. c. Di Kabupaten Tegal sudah mempunyai layanan IMS, VCT, dan CST. Layanan VCT berada di RSUD Soesilo dan RSUD Suradadi,  sedangkan untuk layanan IMS ada di Puskesmas Kramat dan Puskesmas Jatibagor.  d. LSM yang bekerja di wilayah kabupaten Tegal adalah LSM PKBI Kab. Tegal, LSM Pelita Tegal, dan LSM Fatayat I. e. Kerjasama lintas sektor di Kabupaten Tegal sudah berjalan cukup baik, dengan adanya respon dari beberapa SKPD dalam upaya Penanggulangan AIDS, diantaranya Dinkes, BPPKB, Dinas Pariwisata, Bapermasdes, Satpol PP dan Dinsosnakertrans. f. Kegiatan yang telah dilakukan oleh KPA Kabupaten Tegal dalam kuartal ini adalah koordinasi lintas sektor, rakor KPA Kab. Tegal, supervisi kunjungan ke outlet. g. Outlet kondom yang sudah terbentuk di Kabupaten Tegal ada 143 Outlet. h. Kunjungan lapangan diarahkan di lokasi Peleman dan Wandan, untuk memantau fungsi outlet serta mekanisme pelayanan pemeriksaan IMS di kedua lokasi tersebut. i. Kendala yang dihadapi dari KPA Kab. Tegal terkait dengan pelaksanaan program diantaranya adalah : - Jumlah SDM layanan yang sangat kurang, dibandingkan dengan luas wilayah yang harus ditangani. - Penggunaan kondom masih sangat rendah. - Pokja lokasi kurang maksimal dalam menjalankan peraturan lokal di lokasi.   ... selengkapnya

Supervisi KPA Provinsi Jateng ke KPA Kota Tegal
ditulis pada 17 2013
Supervisi KPA Provinsi Jateng ke KPA Kota Tegal Supervisi diterima di Sekretariat KPA Kota Tegal, pada tanggal 27 Mei 2013.  Tujuan Supervisi : 1. Memberikan bantuan dan bimbingan teknis kepada unsur Sekretariat (Sekretaris, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi). 2. Mengetahui pencatatan yang dilakukan oleh outlet di Kota Tegal. 3. Mengevaluasi pelaksanaan program GF-ATM SSF Semester 6 di Kota Tegal. Hasil : a.Data kasus HIV dan AIDS di Kota Tegal secara komulatif dari tahun 1997 s/d Mei 2013 sebanyak 73 kasus, HIV sebanyak 43 kasus, AIDS sebanyak 30 kasus, dan yang meninggal 20 orang. b.Di Kota Tegal sudah mempunyai layanan IMS, VCT, dan CST. Layanan VCT dan CST berada di RS. Kardinah Kota Tegal, sedangkan untuk layanan IMS ada di Puskesmas Tegal Barat dan Puskesmas Margadana.  c.Dalam pelaksanaan kinerja KPA Kota Tegal dibantu oleh LSM Merah Putih, LSM Fatayat 1, dan LSM Kata Hati. Kinerja LSM untuk membantu dalam hal penjangkauan populasi kunci dan pendampingan ODHA. d.Kegiatan penanggulangan AIDS yang dilakukan oleh lintas sektor baru terbatas pada Dinsos dan Dinkes Kota Tegal. SKPD yang lain belum mempunyai kegiatan untuk penanggulangan AIDS. e.Kegiatan yang sudah dilakukan oleh KPA Kota Tegal pada kuartal ini adalah Pertemuan Pemangku Kepentingan, Kampanye Publik, Pertemuan PE LBT, Pertemuan PE PS, serta pendistribusian kondom. f.Outlet kondom yang sudah terbentuk di Kota Tegal ada 16 Outlet, diantaranya di terminal, hotel, pelabuhan, serta di warung-warung lesehan yang dijadikan hotspot oleh waria dan WPSTL. g.Beberepa kegiatan penanggulangan HIV dan AIDS di kota Tegal melibatkan peran Wakil Walikota, sehingga hal ini menjadi sebagai salah satu indikator adanya respon yang tinggi dari pimpinan daerah untuk upaya penanggulangan HIV dan AIDS di Kota Tegal.  h.Kegiatan yang akan dilakukan oleh KPA Kota Tegal pada bulan  Juni diantaranya adalah Pertemuan Pembentukan WPA, Pertemuan Pembentukan Outlet Kondom, Pertemuan Rutin Pokja PMTS.  i.KPA Kota Tegal akan meningkatkan koordinasi dengan petugas layanan dan LSM dalam penentuan jadwal pemriksaan IMS dan VCT, agar hasil yang diperoleh lebih maksimal. ... selengkapnya