• Terdapat penambahan fitur baru pada www.aidsjateng.or.id yaitu 'TV Spot KPAP'
  • SK Pembentukan KPA Kab/Kota, bisa di download pada menu direktori
  • Data Kasus HIV dan AIDS sampai dengan 31 Desember 2014 adalah 10.804 kasus
  • Sudah Ada 35 KPA Kab/Kota di Jawa Tengah

Berita KPAP

Supervisi KPA Provinsi Jateng ke KPA Kota Salatiga
ditulis pada 16 2013
Supervisi KPA Provinsi Jateng ke KPA Kota Salatiga   Supervisi diterima di Sekretariat KPA Kota Salatiga, pada tanggal 24 Mei 2013.    Tujuan Supervisi : 1. Memberikan bantuan dan bimbingan teknis kepada unsur Sekretariat (Sekretaris, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi). 2. Mengetahui pencatatan yang dilakukan oleh outlet di Kota Salatiga. 3. Mengevaluasi pelaksanaan program GF-ATM SSF Semester 6 di Kota Salatiga.   Hasil Supervisi : a. Kelembagaan di KPA Kota Salatiga, sudah mempunyai SK No. 443.22-05/545/2011, dan sudah sesuai dengan Permendagri 20/2007. b. Pendanaan APBD KPA Kota Salatiga tahun 2013 yaitu Rp. 72.000.000,- mengalami penurunan dibanding tahun 2012 yaitu Rp. 66.000.000,- c. KPA Kota Salatiga memiliki 4 Pokja yaitu :  Pokja Harm Reduction Pokja Pencegahan HIV Melalui Transmisi Seksual (PMTS) Pokja Penyuluhan dan Pemberdayaan Pokja Konseling, Perawatan, dan Pengobatan HIV & AIDS  d. Kasus HIV & AIDS yang dilaporkan di Kota Salatiga s/d Maret 2013 sebanyak 153 kasus dengan 64 kasus HIV, 89 Kasus AIDS, dan 48 diantaranya telah meninggal dunia. e. Kota Salatiga sudah mempunyai layanan kesehatan, antara lain: Layanan VCT : RS Paru Aryo Wirawan, RSUD Kota Salatiga, Puskesmas Sidorejo Lor, dan RS dr. Asmir. Layanan CST : RS Paru Aryo Wirawan dan RSUD Kota Salatiga. Layanan IMS : Puskesmas Sidorejo Lor, Puskesmas Tegalrejo, Puskesmas Kalicacing, Puskesmas MAngunsari, Puskesmas Sidorejo Kidul, dan Puskesmas Cebongan. Layanan PMTCT : RSUD Kota Salatiga. TB-HIV : RS Paru Aryo Wirawan. f. LSM Peduli HIV & AIDS di Kota Salatiga adalah sebagai berikut : LSM Mitra Alam LSM Graha Mitra LSM Tegar KDS Solidaritas g. Beberapa SKPD di Kota Salatiga yang sudah mendapat anggaran APBD dan melaksanakan Program Penanggulangan HIV dan AIDS yaitu Dinkes, Disdikpora, Kemenag dan Satpol PP.   Rencana Tindak Lanjut : a. Pembentukan Warga Peduli AIDS di seluruh kelurahan. b. Pembuatan Perda Penanggulangan HIV dan AIDS di Kota Salatiga pada tahun 2013.   ... selengkapnya

Supervisi KPA Provinsi Jateng ke KPA Kabupaten Banyumas
ditulis pada 16 2013
Supervisi KPA Provinsi Jateng ke KPA Kab Banyumas   Supervisi diterima di Sekretariat KPA Kab Banyumas, pada tanggal 22 Mei 2013.    Tujuan Supervisi : 1. Memberikan bantuan dan bimbingan teknis kepada unsur Sekretariat (Sekretaris, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi). 2. Mengetahui pencatatan yang dilakukan oleh outlet di Kab Banyumas. 3. Mengevaluasi pelaksanaan program GF-ATM SSF Semester 6 di Kab Banyumas.   Hasil Supervisi : a. Kelembagaan di KPA Kab. Banyumas, sudah mempunyai SK terbaru yaitu No. 443/232/2010, dan belum sesuai dengan Permendagri 20/2007 dikarenakan diketuai oleh wakil Bupati sedangkan Bupati merupakan penasehat.  b. Pendanaan APBD KPA Kab. Banyumas tahun 2013 yaitu Rp. 50.000.000,- mengalami penurunan dibanding tahun 2012 yaitu Rp. 100.000.000,- c. KPA Kab. Banyumas memiliki 5 Pokja yaitu :  Pokja Bidang Perencanaan dan Penguatan; Pokja Bidang Komunikasi, Informasi, Edukasi; Pokja Bidang Pencegahan; Pokja Bidang Konseling dan Pelayanan Medis; Pokja Bidang Harm Reduction.   Kendala : 1) Kualitas kondom yang kurang baik, sehingga banyak kondom menumpuk dioutlet; 2) Kurang optimalnya pengetahuan penjangkau yang mendampingi kelompok Wanita pekerja Seksual, sehingga koordinasi dan advokasi di lingkungan masih kurang; 3) Tingginya angka IMS dikalangan Wanita Pekerja Seksual di gang Sadar; 4) Rusaknya stock jarum di KPA Kab Banyumas sehingga KPA tidak memiliki stock jarum suntik steril. ... selengkapnya

Supervisi KPA Provinsi Jateng ke KPA Kabupaten Cilacap
ditulis pada 16 2013
Supervisi KPA Provinsi Jateng ke KPA Kab Cilacap   Supervisi diterima di Sekretariat KPA Kab Cilacap, pada tanggal 20-21 Mei 2013.    Tujuan Supervisi : 1. Memberikan bantuan dan bimbingan teknis kepada unsur Sekretariat (Sekretaris, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi). 2. Mengetahui pencatatan yang dilakukan oleh outlet di Kab Cilacap. 3. Mengevaluasi pelaksanaan program GF-ATM SSF Semester 6 di Kab Cilacap.   Hasil Supervisi : a. Kelembagaan di KPA Kab. Cilacap, sudah mempunyai SK No. 443.1/595/07/2008, dan sudah sesuai dengan Permendagri 20/2007. b. Pendanaan APBD KPA Kab. Cilacap tahun 2013 yaitu Rp. 150.000.000,- mengalami penurunan dibanding tahun 2012 yaitu Rp. 175.000.000,- c. KPA Kab. Cilacap memiliki 8 Pokja yaitu :  Pokja Penyuluhan Masyarakat Pokja Surveilans / Pengamat Perkembangan HIV & AIDS Pokja Konseling, Perawatan dan Pengobatan HIV& AIDS (CST) Pokja Perusahaan (Workplace). Pokja Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Pokja Advokasi dan Pemberdayaan Orang yang Hidup dengan HIV & AIDS (ODHA). Pokja untuk Penanganan Populasi Beresiko Terinfeksi HIV. Pokja Informasi dan Komunikasi.  d. Kasus HIV & AIDS yang dilaporkan di Kab. Cilacap sejak 1997 s/d Maret 2013 sebanyak 386 kasus dengan 258 kasus HIV, 128 Kasus AIDS, dan 43 diantaranya telah meninggal dunia. e. Kab. Cilacap sudah mempunyai layanan kesehatan, antara lain layanan VCT di RSUD. Cilacap dan Majenang, Layanan CST di RSUD. Cilacap, Layanan IMS ada di Puskesmas Pembantu Cilacap Selatan II dan Puskesmas Kesugihan II, Layanan LASS di Puskesmas Cilacap Selatan I. f. Di Kab. Cilacap yang menjangkau populasi kunci hanya LPPSH yakni menjangkau pada LSL, Penasun, WPS, HRM dan Waria. g. Beberapa SKPD di Kab. Cilacap yang sudah mendapat anggaran APBD dan melaksanakan Program Penanggulangan HIV dan AIDS yaitu Dinsos Nakertrans, Disdikpora, Disbudpar, Kemenag dan Dishubkominfo.   Kendala : Jangkauan LASS di Kab. Cilacap O, sedangkan koordinasi antara Lembaga Swadaya Masyarakat kurang harmonis. ... selengkapnya

Supervisi KPA Provinsi Jateng ke KPA Kabupaten Semarang
ditulis pada 16 2013
Supervisi KPA Provinsi Jateng ke KPA Kab Semarang   Supervisi diterima di Sekretariat KPA Kab Semarang, pada tanggal 20 Mei 2013.    Tujuan Supervisi : 1. Memberikan bantuan dan bimbingan teknis kepada unsur Sekretariat (Sekretaris, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi). 2. Mengetahui pencatatan yang dilakukan oleh outlet di Kab Semarang. 3. Mengevaluasi pelaksanaan program GF-ATM SSF Semester 6 di Kab Semarang.   Hasil Supervisi : 1. Dana APBD untuk KPA Kab. Semarang melalui Bagian Kesra Kab. Semarang tahun 2013 sebesar 150 juta.  2. Kasus kumulatif yang dilaporkan Dinas Kesehatan Kab. Semarang dari tahun 2003 s/d Maret 2013 yaitu terdapat 239 kasus HIV, 61 kasus AIDS, dan 47 meninggal. 3. KPA Kab. Semarang telah membentuk PERDA Penanggulangan AIDS, proses selanjutnya adalah menyusun PERBUB terkait penanggulangan HIV AIDS. 4. Pelayanan VCT di kabupaten Semarang terpusat pada RS Ambarawa, RS Ungaran, Puskesmas Duren, dan Puskesmas Getasan. 5. Kebutuhan lubrikan pada KPA Kab.Semarang sangat banyak dan untuk pasokan sampai dengan saat ini masih belum mencukupi. ... selengkapnya

Pertemuan Regional, Logistik, dan Evaluasi 2013
ditulis pada 17 2013
Pertemuan Regional, Logistik dan Evaluasi 2013 dan Sosialiasai Sistem Aplikasi Komputerisasi RR Online Logistik Berbasis Website   Pelaksanaan acara : Hari : Senin – Kamis Tanggal : 13 – 16 Mei 2013 Jam : Pukul 08.30 WIB s/d selesai Tempat : Hotel Saphir, Jl. Laksda Adisucipto No.38 Yogyakarta   Tujuan :  a. Umum Mendorong percepatan kemandirian pelaksanaan program Pencegahan dan Penanggulangan AIDS di Daerah. b. Khusus 1.Meningkatkan kemapuan Sekretariat KPAP/K/K dalam memimpin, mengelola dan mengkoordinasikan program untuk percepatan kemandirian. 2.Menyamakan persepsi dan meningkatkan keterampilan dalam mengelola program dukungan GP phase II. 3.Meningkatkan kemampuan staf dalam bidang teknis keuangan, program, dan logistik. 4.Terindentifikasinya keberhasilan pelaksanaan program di wilayah masing-masing.   Hasil :  a. Dalam pertemuan regional 2013 hari pertama, materi yang disampaikan adalah :  1.Paparan Inmendagri No.444.24/2259/SJ terkait kelembagaan dan kebijakan sektor. 2.Paparan kebijakan program dukungan GF Phase 2 yang berisi tentang perbedaan program dudkungan GF Phase 1 dan 2, Indikator Program dukungan GF Phase 2, dan RR Online/data terintegrasu 4 PR. 3.Paparan Kebijakan Keuangan dan Logistik yang berisi tentang review pengelolaan keuangan dan logistik, tantangan pengelolaan keuangan logistik, dan rencana kegiatan KPAN 2013. 4.Paparan kebijakan Pemberian ARV bagi ODHA yang berisi tentang keterjangkauan pemberian ARV bagi ODHA di setiap lini yang ada. b. Narasumber dalam pertemuan Regional 2013 adalah : 1.Sekretaris KPAN 2.Deputi Bidang Program/Monev & APR GF KPAN 3.Deputi Bidang Perencanaan Umum 4.Kemenkes RI 5.Kemendagri RI 6.Walikota/Wakil Walikota 7.Pengelola Lokasi Terpilih 8.KPAP/K/K terpilih 9.Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia/P3I c. Pada hari kedua, materi disampaikan terpisah berdasarkan fokus bidang masing-masing yaitu : 1.Kelas Sekretaris dan Pengelola Program, disampaikan pengalaman dari KPA Provinsi NTT, sehingga KPA Provinsi NTT bisa mendapatkan dana APBD sebesar 1,2 Milliard. Upaya yang dilakukan adalah pendekatan sektoral baik melalui cara formal maupun informal. Selain itu pengalaman keberhasilan program oleh Wakil Bupati Gunung Kidul. Kemudian pada sesi terakhir, kelas sekretaris dan pengelola program mengunjungi lokalisasi sosrowidjayan (pasar kembang) untuk menganalisis program PMTS yang berjalan disana. 2.Kelas Monitoring dan Evaluasi, pembahasan contoh format penulisan laporan kepada Ketua KPA dan contoh format laporan kegiatan. KPAN memaparkan definisi operasional program yang terbaru sehingga diperoleh persamaan persepsi. 3.Kelas Administrasi Logistik, pembahasan awal mengenai sistem pelaporan di masing-masing provinsi dan bagaimana strategi dalam mengumpulkan pelaporan distribusi dari outlet.  4.Kelas Keuangan, pembahasan dan pelatihan tentang rencana pelaksanaan pelaporan keuangan dari seluruh kabupaten/kota yang akan menggunakan sistem RR Online. ... selengkapnya

Supervisi KPA Provinsi Jateng ke KPA Kabupaten Sukoharjo
ditulis pada 16 2013
Supervisi KPA Provinsi Jateng ke KPA Kab Sukoharjo   Supervisi diterima di Sekretariat KPA Kab Sukoharjo, pada tanggal 8 Mei 2013.    Tujuan Supervisi : 1. Memberikan bantuan dan bimbingan teknis kepada unsur Sekretariat (Sekretaris, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi). 2. Mengetahui pencatatan yang dilakukan oleh outlet di Kab Sukoharjo. 3. Mengevaluasi pelaksanaan program GF-ATM SSF Semester 6 di Kab Sukoharjo.   Hasil Supervisi : a. Kelembagaan di KPA Kab. Sukoharjo, sudah mempunyai SK terbaru yaitu No. 443.22/501/2010, dan sudah sesuai dengan Permendagri 20/2007. b. Pendanaan APBD KPA Kab. Sukoharjo tahun 2012 dan 2013 belum ada, dan akan diajukan pada tahun 2014. c. KPA Kab. Sukoharjo akan membentuk 3 Pokja yaitu :  Pokja Layanan Pokja Pemberdayaan Pokja Advokasi dan Perencanaan d. Kasus HIV/AIDS yang dilaporkan di Kab. Sukoharjo sejak 1993 s/d April 2013 sebanyak 110 kasus dengan 42 kasus HIV, 68 Kasus AIDS, dan 36 diantaranya telah meninggal dunia. e. Kab. Sukoharjo sudah mempunyai layanan kesehatan, seperti Klinik VCT di RSUD Sukoharjo. f. Kab. Sukoharjo memiliki beberapa LSM yaitu LSM L-PASKA, dan organisasi ODHA yaitu KDS MITRA SEBAYA.  g. SKPD di Kab. Sukoharjo yang sudah melaksanakan Program Penanggulangan HIV dan AIDS yaitu Dinas Kesehatan terkait surveilans dan layanan pengobatan HIV, Bapermasdes, dan Bag. Binsos Setda Kab. Sukoharjo. h. Kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh KPA Kab. Sukoharjo adalah : 1)Supervisi ke LSM dan RSUD 2)Pembentukan 11 outlet kondom 3)Distribusi Kondom 4)Pertemuan SSR   Rencana Tindak Lanjut : a. KPA Kab. Sukoharjo akan segera membentuk WPA. b. Akan diusulkan dana APBD untuk KPA di tahun 2014.  ... selengkapnya

Supervisi KPA Provinsi Jateng ke KPA Kabupaten Klaten
ditulis pada 16 2013
Supervisi KPA Provinsi Jateng ke KPA Kab Klaten   Supervisi diterima di Sekretariat KPA Kab Klaten, pada tanggal 7 Mei 2013.    Tujuan Supervisi : 1. Memberikan bantuan dan bimbingan teknis kepada unsur Sekretariat (Sekretaris, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi). 2. Mengetahui pencatatan yang dilakukan oleh outlet di Kab Klaten. 3. Mengevaluasi pelaksanaan program GF-ATM SSF Semester 6 di Kab Klaten.   Hasil Supervisi : a. Kelembagaan di KPA Kab. Klaten, sudah mempunyai SK terbaru yaitu No. 443.2/190/2013, dan sudah sesuai dengan Permendagri 20/2007. b. Pendanaan APBD KPA Kab. Klaten tahun 2012 dan 2013 belum ada, dan akan diajukan pada tahun 2014. c. KPA Kab. Klaten akan membentuk 5 Pokja yaitu :  Pokja Perencanaan dan Monev Pokja KIE/Komunikasi dan Pencegahan Pokja Advokasi dan Humas Pokja Pengobatan, Perawatan, dan Harm Reduction. Pokja Lapas Pokja AIDS di Tempat Kerja d. Kasus HIV/AIDS yang dilaporkan di Kab. Klaten sejak 2007 s/d April 2013 sebanyak 94 kasus dengan 55 kasus HIV, 54 Kasus AIDS, dan 20 diantaranya telah meninggal dunia. e. Kab. Klaten sudah mempunyai layanan kesehatan, seperti Klinik VCT di RSUP Soeradji Tirtonegoro dan BKPM Kab. Klaten, Layanan CST di RSUP Soeraji Tirtonegoro. f. Layanan IMS terdapat di Puskesmas Jogonalan I. g. Kab. Klaten memiliki beberapa LSM yaitu LSM SPEKHAM, dan organisasi ODHA yaitu KDS SEBAYA KLATEN.  h. SKPD di Kab. Klaten yang sudah melaksanakan Program Penanggulangan HIV dan AIDS yaitu Dinas Kesehatan terkait surveilans dan layanan pengobatan HIV. i. Kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh KPA Kab. Klaten adalah : Supervisi ke Dinkes, LSM SPEKHAM, dan Dinsos Pembentukan 12 outlet kondom Distribusi Kondom Pertemuan SSR   Kendala : RSUP Soeradji Tirtonegoro sulit diajak mobile clinic.   ... selengkapnya

Supervisi KPA Provinsi Jateng ke KPA Kabupaten Demak
ditulis pada 07 2013
Supervisi KPA Provinsi Jateng ke KPA Kabupaten Pati Supervisi diterima di Ruang Rapat Asisten II SETDA Kab. Demak, pada tanggal 6 Mei 2013.  Tujuan Supervisi : 1. Memberikan bantuan dan bimbingan teknis kepada unsur Sekretariat (Sekretaris, Pengelola Program, dan Pengelola Administrasi). 2. Mengetahui pencatatan yang dilakukan oleh outlet di Kabupaten Demak. 3. Mengevaluasi pelaksanaan program GF-ATM SSF Semester 6 di Kabupaten Demak. Hasil Supervisi : a. SK terbaru KPA Kab. Demak yang terbaru yaitu No. 440/231/2012 dengan ketua Bupati Demak.  b. KPA Kab. Demak di tahun 2012 dan 2013 belum memiliki anggaran APBD Kab. Demak. c. Sekretariat KPA Kab. Demak berada di ruang rapat Asisten II SETDA Kab. Demak.  d. KPA Kab. Demak memiliki 4 Pokja yaitu Pokja Penyuluhan dan Konseling, Pokja Surveylance, Pokja Pemberdayaan Pengidap HIV-AIDS dan Pokja Perawatan Penderita HIV AIDS. e. Pemetan populasi kunci tahun 2013 di Kab. Demak adalah WPS tidak langsung (39 orang), Waria (50 orang), LSL (63 orang) dan pelanggan (236 orang). f. Kasus HIV dan AIDS di Kab. Demak sejak tahun 2003 s/d April 2013 sebanyak 127 kasus dan yang meninggal sebanyak 37 orang.  g. Lokasi/hostpot di Kab. Demak berada di Jalan lingkar demak, Alun-alun demak, di depan pendopo Demak, Tanggul indah dan karaoke. h. Kab. Demak memiliki layanan HIV dan AIDS yaitu klinik VCT dan CST di RSUD Kab. Demak dan klinik IMS di Puskesmas Karangtengah I Kab. Demak. i. LSM peduli AIDS yang ada di Kab. Demak adalah LSM GAPURA, Muslimat NU, Graha Mitra dan KDS Delima.  j. SKPD di Kab. Demak yang sudah melaksanakan Program Penanggulangan HIV dan AIDS yaitu Dinas Kesehatan terkait layanan pengobatan HIV AIDS dan Bapermas dengan sosialisasi penanggulangan HIV dan AIDS. k. Kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh KPA Kab. Demak adalah pembentukan outlet kondom, supervisi ke LSM dan RSUD, Pertemuan SSR dan distribusi kondom, sedangkan yang belum dilaksanakan adalah acara kampanye publik. l. Outlet kondom yang telah terbentuk berjumlah 9 outlet seperti di salon, LSM, Klinik kesehatan, dan perorangan. m. Distribusi kondom dari KPA ke outlet pada bulan Mei 2013 berjumlah 2592 pcs. ... selengkapnya