• Terdapat penambahan fitur baru pada www.aidsjateng.or.id yaitu 'TV Spot KPAP'
  • SK Pembentukan KPA Kab/Kota, bisa di download pada menu direktori
  • Data Kasus HIV dan AIDS sampai dengan 31 Desember 2014 adalah 10.804 kasus
  • Sudah Ada 35 KPA Kab/Kota di Jawa Tengah

Berita KPAP

Audiensi Program Penanggulangan HIV dan AIDS di KPA Kabupaten Pemalang
ditulis pada 26 2012
 

Audiensi dilaksanakan pada tanggal 7 November 2012, bertempat di Rumah Sasana Bhakti Praja Setda Kab. Pemalang. Tujuan audiensi adalah :

  • Diketahuinya kondisi dan masalah respon Penanggulangan HIV&AIDS di Kab. Pemalang;
  • Diperolehnya upaya pemecahan masalah Penanggulangan HIV&AIDS di Kab. Pemalang;
  • Tersusunnya Rencana Tindak Lanjut dalam rangka meningkatkan Respon penanggulangan AIDS di Kab/Kota sekaligus sebagai dukungan Pemerintah Kab. Pemalang.

dengan hasil sebagai berikut :

  • Acara di buka oleh Bapak Wakil Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo, ST
  • Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan Sekretariat KPA Kabupaten Pemalang telah terbentuk pada pada Th. 2004 dengan Keputusan Bupati Pemaalng Nomor. 440.4 / 199 / 2004.
  • Tahun 2010 KPA Kab. Pemalang, Sekretariat KPA telah direvisi dan sekaligus dibentuk , Tim Asistensi dan Pokja KPA  dengan Keputusan Bupati Nomor : 441.3 / 185.C
  • Di Kabupaten Pemalang juga sudah ada VCT di RSUD Dr. M. Ashari dengan Keputuasan Direktur RSUD Dr. M.Ashari Nomor : 445/532/2009 tentang Pembentukan Tim Konseling dan  tentang HIV Sukarela Voluntari Counseling and Testing (VCT) di RSUD Dr. M. Ashari Kab. Pemalang 
  • Jumlah kasus komulatif HIV – AIDS Kab. Pemalang 61 kasus, HIV : 35, AIDS : 26, Meninggal : 19
  • Permasalahan HIV – AIDS di Kabupaten Pemalang :
  1. Situasi Epidemi HIV/AIDS sangat bervariasi pada berbagai wilayah di Pemalang (Heterogenous epidemic)
  2. Potensial penyebaran HIV di Pemalang dengan adanya perilaku berisiko dan mobilitas yang cukup tinggi 
  3. Pemalang  sudah mengarah ke peningkatan kasus 
  4. Penularan HIV akan terus berlangsung, karena upaya pencegahan belum mampu menekan penularan 
  5. Penemuan kasus HIV belum optimal
  6. Penemuan kasus HIV terlambat, sehingga sudah masuk dalam AIDS
  7. Layanan CST belum optimal
  8. Informasi HIV dan AIDS belum menyentuh masyarakat luas.
  9. Anak sekolah belum mendapat informasi yang cukup tentang Inveksi Menilar Sexual (IMS), Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquirid Immuno Deficiency Syndrome (AIDS)
  10. Stigma masih kuat