• Terdapat penambahan fitur baru pada www.aidsjateng.or.id yaitu 'TV Spot KPAP'
  • SK Pembentukan KPA Kab/Kota, bisa di download pada menu direktori
  • Data Kasus HIV dan AIDS sampai dengan 31 Desember 2014 adalah 10.804 kasus
  • Sudah Ada 35 KPA Kab/Kota di Jawa Tengah

Berita KPAP

Pertemuan Koordinasi 4 SR dan SSR Provinsi Jawa Tengah
ditulis pada 30 April 2014
 

Pertemuan Koordinasi 4 SR dan SSR Provinsi Jawa Tengah


Penyelenggaraan :
Hari        : Selasa - Kamis
Tanggal  : 15 - 17 April 2014
Tempat  : Hotel PANDANARAN
               Ballroom Pakubuwono Lantai 1
               Jl. Pandanaran No.58 Semarang
Tujuan :

  1. Tersosialisasinya hasil capaian masing-masing SSR dari target yang ada.
  2. Diketahuinya kendala dalam pelaksanaan kegiatan 4 SR/SSR dan upaya pemecahannya.
  3. Diperolehnya strategi yang akan dilakukan dalam menjalankan program Semester 8 sehingga target dapat tercapai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Peserta :
Peserta pertemuan sebanyak 145 orang yang terdiri dari :

  • Peserta provinsi sebanyak 20 orang yang terdiri dari Dinkes Provinsi Jawa Tengah, PKBI Jawa Tengah, PWNU Jawa Tengah, LSM PEKA, dan Sekretariat KPA Provinsi Jawa Tengah.
  • Peserta KPA Kabupaten/Kota sebanyak 125 orang dari 25 Kabupaten/Kota yang masing-masing terdiri dari 5 (lima) orang yang terdiri dari :
  1. Sekretaris KPA Kabupaten/Kota
  2. Pengelola Program (PP) KPA Kabupaten/Kota
  3. Kabid P2 SSR Dinkes Kab/Kota
  4. Koordinator SSR PKBI/ Korlap IU NU
  5. KDS/peer-support ODHA

Hasil :
a.Capaian Indikator Semester 8 (Januari – Juni 2014):

  1. Penasun yang terjangkau LASS    : 12,1%
  2. Distribusi kondom oleh outlet      : 38,51%
  3. Laporan tepat waktu                   : 109%
  4. Supervisi                                   : 62%
  5. Forum Kemitraan                        : 0%

b.Rendahnya capaian penasun yang dijangkau LASS disebabkan oleh :

  1. Mengakses LASS di Kab/Kota lain
  2. LSM Pendamping Penasun sudah tidak aktif lagi
  3. SSR PKBI tidak ada program HR
  4. Turn-over petugas penjangkau terlalu tinggi (sering berganti-ganti personil).

c.Rendahnya capaian distribusi kondom disebabkan oleh :

  1. Kondom yang di distribusikan berasal dari sumber lain (BKKBN)
  2. Distribusi kondom (melalui outlet) hanya terfokus pada satu lokasi  hotspot saja
  3. Adanya keluhan mengenai kualitas kondom (ukuran terlalu besar  dan  lebih tipis dibandingkan kondom sebelumnya)
  4. Distribusi kondom di lapangan tidak sesuai Devinisi Operasional

d.Kab/Kota yang mendapatkan target Forum Kemitraan :

  1. Kota Semarang
  2. Kab. Semarang
  3. Kota Surakarta
  4. Kab. Batang
  5. Kab. Kendal
  6. Kota Tegal
  7. Kab. Tegal
  8. Kab. Cilacap
  9. Kab. Banyumas


e.Permasalahan :

  1. Masih kesulitan dalam mendapatkan data dari LSM Penjangkau.
  2. Beberapa SKPD belum memiliki kegiatan terkait penanggulangan HIV dan AIDS.
  3. WPA perlu mendapatkan dukungan media KIE.
  4. Sebagian besar KPA Kab/Kota belum memiliki Perda sebagai landasan hukum yang kuat untuk mendukung kegiatan dan pendanaan KPA.
  5. Distribusi kondom dilapangan tidak sesuai Devinsi Operasional, terjadi perebutan lahan antara KPA dengan SSR lainnya.