• Terdapat penambahan fitur baru pada www.aidsjateng.or.id yaitu 'TV Spot KPAP'
  • SK Pembentukan KPA Kab/Kota, bisa di download pada menu direktori
  • Data Kasus HIV dan AIDS sampai dengan 31 Desember 2014 adalah 10.804 kasus
  • Sudah Ada 35 KPA Kab/Kota di Jawa Tengah

Online News

TNI Siapkan Strategi Penanggulangan HIV/AIDS 2010-2014
ditulis pada 01 2010

Elshinta - Newsroom, Sejak tahun 2000 hingga saat ini Puskes TNI dan unsur kesehatan TNI, masih melakukan penanganan terhadap sebanyak 144 kasus HIV/AIDS di lingkungan TNI.

Demikian release yang diterima Redaksi Elshinta.Com via Email, Sabtu (14/8).
 
Dijelaskan bahwa di lingkungan TNI, kasus-kasus HIV positif telah diberlakukan upaya-upaya penanggulangan baik secara komprehensif meliputi upaya preventif maupun kuratif serta penciptaan lingkungan kondusif. Dengan perkembangan teknologi pengobatan sesuai dengan hasil konggres 01 WINA pada tanggal 18 sampai dengan 23 Juli 2010 bahwa metode pengobatan baru dengan pengobatan kombinasi dari ARV (anti retro viral) dapat menurunkan resiko infeksi sampai dengan 54% dan menurunkan resiko penularan sampai dengan 95%.

Secara umum TNI telah melakukan langkah-langkah penanggulangan HIV AIDS dari sejak tahun 2000 dan saat ini sudah disusun strategi penanggulangan HIV di lingkungan TNI tahun 2010 sampai dengan 2014 dan telah dijabarkan dalam rencana aksi tahunan yang diharapkan dapat menekan perkembangan kasus-kasus HIV AIDS di lingkungan TNI.

Dengan demikian diharapkan rencana aksi yang telah dilaksanakan dan didukung dengan metode pengobatan  yang  efektif disertai upaya-upaya preventif, yang optimal dalam penanganan kasus-kasus HIV di lingkungan TNI maka akan mencapai tujuan yang diharapkan yaitu mencegah penularan HIV pada prajurit TNI, PNS dan keluarganya, menghambat perjalanan infeksi HIV pada prajurit TNI, PNS dan keluarganya agar tidak berkembang menjadi AIDS, serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi ODHA (orang dengan HIV/AIDS) baik di lingkungan kerja maupun di masyarakat, serta mengurangi dampak psikososial akibat HIV-AIDS agar tidak mengganggu pelaksanaan tugas.

Saat ini, TNI juga telah melakukan langkah-langkah preventif melalui kegiatan penyuluhan, komunikasi dan edukasi yaitu program Peer Leader telah mencetak 1145 personel tenaga penyuluh yang  tersebar di seluruh satuan TNI dan hasilnya dinilai sangat efektif.

TNI juga melakukan langkah-langkah pengobatan (kuratif) melalui peningkatan kemampuan rumah sakit TNI yang bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan di 11 rumah sakit dengan biaya pengobatan gratis.

Ada pun ke 11 rumah sakit tersebut, adalah :
1.  RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.
2.  RUMKIT AL dr. Ramelan, Surabaya. 
3.  RUMKIT AL dr. Mintoharjo, Jakarta. 
4.  RUMKIT TK. II Pelamonia, Makassar. 
5.  RUMKIT TK. IV Wira Sakti, Kupang. 
6.  RUMKIT TK. II  Putri Hijau, Medan. 
7.  RUMKIT TINGKAT III Marthen Inday, Jayapura.
8.  RUMKIT TINGKAT III R.W. Monginsidi, Manado.
9.  RUMKIT TINGKAT III dr. R. Hardjanto, Balikpapan. 10.RUMKITAL dr. Midiato S., Tanjung Pinang. 
11.RUMKITAL dr. Sudibjo Sardadi, Jayapura. (sik)

... selengkapnya
Riau Peringkat 9 Kasus HIV/AIDS
ditulis pada 01 2010

AKARTA (RP) - Kasus HIV/AIDS di Indonesia selama lima tahun terakhir mengalami peningkatan yang cukup besar. Hingga 31 Maret 2010, tercatat ada 20.564 kasus AIDS yang telah terjadi. Padahal pada 2004, baru ada sebanyak 2.684 kasus.   Pada 2005, jumlahnya naik menjadi 5.321 kasus, lalu naik lagi menjadi 8.194 (2006), 11.141 kasus (2007), kemudian 16.110 kasus (2008), serta di posisi 19.973 kasus pada 2009. Riau berada di peringkat kesembilan terbanyak penemuan kasus HIV/AIDS.

Menurut Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih, data terakhir hingga Maret lalu juga mencatat bahwa kasus HIV/AIDS terbanyak ada di Jawa Barat. Diikuti kemudian oleh Jawa Timur, DKI Jakarta, Papua, Bali, Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Riau, serta Kepulauan Riau.

‘’Indonesia merupakan salah satu negara di Asia yang mengalami epidemi HIV/AIDS dengan peningkatan prevalensi cukup tajam dan belum menunjukkan penurunan, meskipun berbagai upaya penanggulangannya telah dilaksanakan,’’ kata Menkes, dalam raker dengan Komisi IX DPR RI, Senin (14/6).

Untuk mengendalikan laju penyebaran HIV/AIDS itu, lanjut Endang, Kemenkes pun melakukan berbagai strategi inovatif. Di antaranya yakni penguatan pokja AIDS sektor kesehatan, penguatan kapasitas manajemen dan teknis program di semua tingkatan, penguatan dan pengembangan sistem informasi dan surveilans, hingga pengembangan kolaborasi TB-HIV dan lain-lain.(esy/jpnn)

... selengkapnya
Ditemukan, Vaksin AIDS pada Tubuh ODHA
ditulis pada 01 2010

Peneliti Amerika selangkah lebih dekat untuk mengembangkan vaksin melawan virus AIDS yang mematikan. Mereka menemukan antibodi yang mampu membunuh 91 persen virus HIV.

Ilmuwan menemukan tiga antibodi kuat dalam sel tubuh seorang pria gay keturunan Afrika-Amerika berusia 60 tahun yang dijuluki Donor 45. Bahkan satu di antaranya adalah antibodi yang menetralisir lebih dari 91 persen virus HIV. Tubuh pria tersebut membuat antibodi secara alami. Demikian okezone lansir dari NY Daily News, Senin (12/7/2010).

Dalam kasus Donor 45—yang antibodinya tidak menyelamatkan dirinya dari tertular HIV—peneliti menyaring sekira 25 juta sel untuk menemukan puluhan sel yang nantinya bisa menghasilkan antibodi yang kuat. Pria tersebut kemungkinan besar sudah tertular virus HIV sebelum tubuhnya mulai memroduksi antibodi. Hingga kini, ia masih hidup, dan telah mengidap HIV selama 20 tahun pada saat darahnya diambil.

Para peneliti berkeinginan membuat sebuah vaksin yang akan memungkinkan tubuh setiap orang untuk membuat antibodi serupa Donor 45. Penelitian ini diharapkan bisa membuka jalan untuk membuat vaksin yang tidak hanya efektif terhadap virus AIDS, tetapi juga virus penyakit lainnya, dan telah menjadi bagian penting dari penelitian AIDS.

Bicara soal vaksin tersebut, Gary Nabel, Direktur Vaccine Research Center di National Institute of Allergy and Infections Disease yang juga pimpinan penelitian mengatakan, “Akan butuh kerja keras. Kami akan berada di sini untuk sementara (sebelum vaksin menunjukkan manfaat yang jelas).”

Tahun lalu, efektivitas yang ditunjukkan vaksin HIV pertama terbukti mengecewakan. Menyusul penelitian vaksin berikutnya di Thailand yang menurut statistik mencapai kisaran sukses hingga 30 persen. Tapi, penemuan antibodi ini baru dapat menghasilkan treatment yang lebih menjanjikan.

“Antibodi melekat pada bagian virus yang tidak berubah, dan ini menjelaskan mengapa virus dapat menetralkan berbagai jenis HIV yang mematikan,” kata Dr John Mascola, salah seorang peneliti.

Menyusun penemuan antibodi menjadi vaksin HIV yang efektif akan menjadi penelitian yang sulit, karena peneliti harus memulainya dari bagian penting virus di mana antibodi melekat padanya. Kemudian, merancang vaksin menggunakan bagian virus tersebut untuk mendorong tubuh membuat antibodi seperti yang ditemukan pada Donor 45.

Penemuan—dipaparkan dalam edisi online Journal Science—ini ditemukan hanya beberapa hari sebelum Konferensi AIDS Internasional di Vienna yang rencananya akan dilangsungkan 18-23 Juli 2010. Penelitian ini diharapkan menjadi fokus pertemuan mengingat jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) kian bertambah.

... selengkapnya
<< 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14