• Terdapat penambahan fitur baru pada www.aidsjateng.or.id yaitu 'TV Spot KPAP'
  • SK Pembentukan KPA Kab/Kota, bisa di download pada menu direktori
  • Data Kasus HIV dan AIDS sampai dengan 31 Desember 2014 adalah 10.804 kasus
  • Sudah Ada 35 KPA Kab/Kota di Jawa Tengah

Online News

Waduh...TKI Pria Lebih Rentan Tertular HIV dan AIDS
ditulis pada 11 2011

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), M. Jumhur Hidayat, mengatakan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang rentan tertular HIV/AIDS kebanyakan pria.

"Ya seperti kita tahu, buruh migran laki-laki mobilitasnya memang lebih tinggi dibandingkan buruh migran perempuan," katanya, usai "Pencanangan dan Penanggulangan Bahaya HIV/AIDS pada TKI", di Semarang, Jumat (4/11).

Buruh migran laki-laki, kata dia, area kerjanya di lapangan, seperti di bidang konstruksi, sedangkan kebanyakan TKI perempuan biasanya bekerja di sektor penata laksana rumah tangga (PLRT) atau pembantu rumah tangga (PRT).

Ia menjelaskan, orang-orang semacam ini tergolong "Mobile Men with Money and Macho" (4M), yakni laki-laki yang memiliki mobilitas tinggi, ditambah memiliki uang, dan mereka juga bekerja jauh dari keluarga.

"Kalau TKI perempuan yang bekerja sebagai PLRT kan kebanyakan di rumah, beda dengan TKI laki-laki," katanya.

Jumhur mengakui bahwa jumlah TKI yang tertular HIV/AIDS kecenderungannya dari tahun ke tahun naik, dan kebanyakan memang kaum laki-laki. Namun ia tidak menyebutkan angka kenaikan jumlah TKI tertular virus tersebut.

Karena itu, kata dia, pihaknya terus menyosialisasikan kepada seluruh TKI untuk mewaspadai dan mengantisipasi penularan HIV/AIDS, termasuk melalui pembekalan akhir pemberangkatan (PAP) sebelum TKI diberangkatkan.

Selain itu, kata dia, setiap TKI yang pulang ke Indonesia diimbau untuk memeriksakan diri ke layanan kesehatan yang ditunjuk, untuk memastikan bahwa yang bersangkutan tidak tertular HIV/AIDS.

"Intinya, jangan malu bertanya, para TKI yang pulang bisa memeriksakan diri. Apalagi, pemeriksaan HIV/AIDS gratis dan obat-obatannya juga sudah disediakan," katanya.

Ia mengakui, TKI yang sudah tertular HIV/AIDS nantinya juga tidak bisa berangkat lagi ke luar negeri, karena negara penempatan tidak mau menerima, dan TKI yang diberangkatkan dites lagi kesehatannya.

"Bukan kami yang tidak mau mengirim (TKI tertular HIV/AIDS, red.), namun negara-negara penempatan yang tidak mau. Mereka memiliki kewenangan menolak. Jangankan HIV/AIDS, TKI terkena hepatitis saja tidak bisa berangkat," kata Jumhur.

... selengkapnya
73 Orang Positif Mengidap HIV dan AIDS
ditulis pada 11 2011

WONOSOBO- Sampai bulan Oktober 2011 ini pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Wonosobo dilaporkan mencapai 73 orang. Dari jumlah 73 orang itu yang teridentifikasi diketahui 34 orang dinyatakan derita HIV dan 39 orang lain sudah masuk kategori AIDS. Jumlah itu terdiri dari 36 laki-laki dan 37 perempuan penderita.   Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo Junaidi MKes saat diskusi penanggulangan AIDS di Pendopo Bupati, Selasa siang (25/10).

Menurut Junaidi, bila didasarkan pada faktor risiko diketahui jumlah penderita tersebut, yakni berasal dari ibu hamil 4 orang, homoseks 4 orang dan heteroseks 52 orang. Junaidi mengatakan, berdasar pekerjaan sektor wiraswasta menempati rangking tertinggi yaitu 16 orang, TKI 14 orang, ibu rumah tangga 12 orang, napi 12 orang, pekerja seks komersial (PSK) 7 orang dan buruh 2 orang penderita. Sedangkan sisanya adalah karyawan 2 orang, pengangguran 4 orang dan tidak diketahui profesinya sebanyak 4 orang.

Lebih lanjut junaidi menjelaskan, bila didasarkan tempat domisili diketahui yang masih di Wonosobo ada 21 orang dan yang di luar Wonosobo 20 orang. (H67,23)

... selengkapnya
Penderita HIV dan AIDS Hanya Bertahan Maksimal Satu Bulan
ditulis pada 11 2011

Pascadidiagnosis, rata-rata penderita HIV/AIDS di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, tidak mampu bertahan hidup lama. Karena sudah ditemukan dalam kondisi parah dan perlakukan lingkungan sekitar yang buruk, penderita biasanya hanya bertahan hidup dalam hi tungan hari atau minggu saja.
Sejauh ini, dari catatan kami menyangkut pasien yang meninggal, penderita HIV/AIDS di Kabupaten Temanggung hanya mampu bertahan hidup maksimal satu bulan, ujar Pemegang Administrasi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Temanggung, Agus Anang, Rabu (5/10/2011).
Hingga tahun 1997 hingga sekarang, jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Temanggung terdata 157 orang, dan 78 orang diantaranya meninggal. Dari 79 orang yang masih hidup, hanya 40 orang yang rutin berobat, dengan men gonsumsi antiretroviral (ARV), dan 39 lainnya tidak diketahui keberadaannya.

... selengkapnya
HIV dan AIDS di Purworejo Meningkat
ditulis pada 11 2011

Kasus HIV/AIDS di wilayah Kabupaten Purworejo dari tahun ketahun cenderung mengalami kenaikan. Dari data yang terhimpun sampai bulan Agustus 2011, ada 37 orang terinveksi dengan rincian HIV 4 orang, AIDS 12 orang, 21 meninggal dunia dan 6 diantaranya  diketahui melalui pemeriksaan Reaktif di Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Purworejo.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo dr Kuswantoro MKes pada Sosialisasi dan Advokasi Prevention Mother To Child Transmission (PMTCT) di rumah makan Sri Katon, beberapa waktu lalu. Sosialisasi dibuka oleh Assisten III Setda Purworejo drh H Abdulrahman.

Menuut Kuswantoro, AIDS bagaikan fenomena gunung es, dimana kemungkinan masih banyak yang belum terdeteksid. Peningkatan jumlah orang yang terkena HIV/AIDS, menurutnya dikarenakan adanya permasalahan, seperti kurangnya tenaga konselor. Bahkan saat sekarang hanya ada dua tenaga konselor yang dimiliki Purworejo, satu di RSUD Saras Husada  dan satu di Dinas Kesehatan.

Permasalahan lain yang dihadapi yaitu klinik VCT hanya dipunyai oleh RSUD, belum tersedianya ARV di klinik VCT dan belum tersedianya dana operasional Komisi Penanggulangan AIDS/HIV Purworejo dan kepedulian masyarakat terhadap ODHA di Purworejo masih sangat kurang.

Dari jumlah orang yang terinveksi HIV/AIDS tersebut, paling banyak didominasi orang dari kalangan swasta, pedagang, TKI, sopir dan ibu rumah tangga. ”Kita akan tekan sedemikian rupa kasus HIV/AIDS di Purworejo minimal sampai 0,5 / sepuluh ribu jumlah penduduk, dan minimal kasus HIV/AIDS di Purworejo minimal hanya boleh 5 orang saja ,” katanya.

Disamping melakukan pencegahan, diupayakan meningkatkan kualitas hidup orang yang terinveksi HIV, menurunkan tingkat kesakitan dan kematian akibat HIV/AIDS. ” Ini juga tidak gampang dan tdidak murah, karena semuanya serba khusus,” tandasnya.

Panitia penyelenggara Ucok Sujarwo SH dalam laporannya menyampaikan, peserta sosialisasi diikuti oleh Bidan dari 27 Puskesmas se kabupaten Purworejo, IDI, IBI, PPNI, dan PKK. Sedangkan narasumber Winarno SKM dari PKK Pokja IV Provinsi Jawa Tengah dan Listiani Sukwati SKM Mkes dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

... selengkapnya
14 Warga Blora Positif Terinfeksi HIV dan AIDS
ditulis pada 11 2011

Blora, CyberNews. Penyakit HIV/AIDS di Blora benar-benar harus diwaspadai. Tahun ini saja hingga Agustus, warga yang positif terkena penyakit yang belum ada obatnya itu mencapai sebanyak 14 orang, bahkan empat orang diantaranya telah meninggal dunia.

Para penderita HIV/AIDS itu diketahui setelah mereka secara sukarela memeriksakan diri di Voluntary Clinik Test (VCT) yang berada di rumah sakit DR R. Soetijono Blora. Bisa jadi ke-14 orang itu bukan termasuk penderita HIV/AIDS yang diketemukan dalam kegiatan Serro Survey yang rutin dilaksanakan setiap tahun di Blora.

Tahun ini, di Serro Survey yang bertujuan mengetahui jumlah dan penyebaran penyakit HIV/AIDS di Blora didapati sebanyak enam orang positif HIV, sedangkan tahun lalu 11 orang terkena HIV/AIDS.

"Ini patut menjadi perhatian serius bagi kita semua," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora, Henny Indriyanti melalui Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman (P2PLP) Dinkes Blora, Lilik Hernanto, Jumat (26/8).

Warga yang terinfeksi HIV/AIDS dari hasil pemeriksaan di VCT diketahui jelas identitasnya. Namun identitas dan keberadaan mereka tidak boleh dipublikasikan. Tahun lalu dari 214 warga yang memeriksakan diri ke VCT, 12 orang di antaranya positif HIV/AIDS.

Sementara hingga Agustus 2011, warga yang secara sukarela datang ke VCT untuk memeriksakan diri sebanyak 28 orang. 14 di antaranya dinyatakan positif HIV/AIDS, namun empat orang penderitanya telah meninggal dunia.

( Abdul Muiz / CN26 / JBSM )

... selengkapnya
Jateng Peringkat 7 Jumlah Kasus HIV dan AIDS
ditulis pada 01 2011

Semarang, CyberNews. Berdasarkan jumlah kasus HIV/AIDS, Provinsi Jawa Tengah menempati peringkat 7 di tingkat nasional dengan 1.030 kasus. Sementara, jika dikalkulasi data penderita HIV/AIDS dari tahun 1993-2011 didominasi kaum perempuan yakni sebanyak 62%.

Hal itu disampaikan Manager Klinik Griya ASA PKBI Dr Dwi Yoga Yulianto pada Diskusi Interaktif Antara Hukum dan HIV/AIDS di Kalangan Pelajar Kota Semarang di Kampus Universitas Stikubank (Unisbank) Mugas, Kamis (21/7).

Tercatat, tingkat pertama jumlah kasus terbanyak diduduki oleh ibukota DKI Jakarta dengan 3.995 kasus. "Kalau dilihat dari sisi umur penderita, rata-rata mereka berusia produktif, yaitu 25-29 tahun dengan 476 penderita, usia 20-24 tahun
berjumlah 179 orang, dan usia 30-34 tahun dengan jumlah 331 kasus. Sementara penyebab faktor tertularnya karena heteroseksual sebanyak 75% atau berjumlah 1208 kasus," jelasnya.

Sebagai kalangan pelajar, hal ini perlu diwaspadai. Pasalnya, kalangan remaja merupakan usia produktif yang masih mudah terpengaruh dengan pergaulan sekitar.

Psikolog dari RSUD Tugurejo Paula Budi Suryaningsih SPsi pun mengakui, bahwa remaja sangat rentan terhadap tertularnya HIV AIDS. Rasa keingintahuan yang besar menyebakan remaja atau pelajar terjerumus ke dalam pemakaian narkoba dengan memakai jarum suntik secara bergantian serta melakukan seks bebas atau berganti-ganti pasangan.

"Hal itu telah diperkuat dengan hasil riset Griya ASA PKBI, bahwa dari 1.000 responden yang terdiri dari mahasiswa dan pelajar, 97 orang diantaranya pernah melakukan hubungan seksual," ungkapnya.

Kota Semarang pun tak luput dalam pemeringkatan tersebut. Untuk tingkat provinsi Jateng, Semarang pada posisi pertama dalam kasus HIV/AIDS. Untuk mengendalikan penularan virus tersebut, cara yang paling efektif dengan memutus mata rantai untuk menghindari perilaku yang bisa menjadi pintu masuknya penyakit tersebut. Sebab, penderita tidak hanya dikalangan dewasa, namun sudah diderita oleh kaum remaja yang berusia 15-20 tahun.

Sementara, Pengelola Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Fakultas Hukum Unisbank Sukarman SH mengatakan, korban yang sudah berani membuka diri kepada publik sebagai penderita HIV/AIDS seringkali mengalami diskriminasi hukum. Perda Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2009 tentang Penanggulangan HIV AIDS harusnya menjadi salah satu pedoman hukum agar penderita HIV AIDS mendapatkan hak atas kesehatan yang juga dijamin UUD 45.

"Dengan banyak menyelenggarakan diskusi seperti ini, pelajar akan mendapatkan informasi yang utuh sehingga tidak menjadi korban HIV AIDS," ujarnya.

( Anggun Puspita / CN32 / JBSM )

... selengkapnya
22 Positif HIV dan AIDS, Empat Penderita Meninggal Dunia
ditulis pada 20 2011

PanturaNews (Brebes) - Sebanyak empat dari 26 penderita HIV/AIDS yang dirawat di ruang Voluntary Counseling Test atau Layanan Konseling dan Tes Sukarela (VCT) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Brebes, Jawa Tengah, meninggal dunia. Sementara sisanya yang dinyatakan positif mengidap penyakit berbahaya tersebut, masih dalam perawatan intensitef di ruang VCT.
"Tapi angka kematian penderita HIV/ADIS yang merenggut 4 jiwa itu sejak mulai berdirinya VCT, yakni pada akhir 2011 hingga Juli 2011 ini. Dan jumlahnya sudah ada 38 pasien yang berkunjung ke VCT. Sedangkan sisanya yang dinyatakan positif mengidap penyakit berbahaya tersebut, saat ini masih dalam perawatan intensitef di ruang VCT," kata dr. Tati Mairah didampingi dr. Yuliana saat ditemui di ruang VCT BLUD RSUD Brebes, Kamis 14 Juli 2011.
Menurut Tati Mariah, hasil pemeriksaannya terhadap pasien yang berkunjung ke ruang VCT, ternyata sebagian sudah terserang virus HIV. Mereka yang terserang virus sebagian besar berada pada posisi usia produktif, yakni 19-35 tahun.
"Mereka juga sebagian perempuan yang ternyata mengalami penularan dari pihak laki-laki atau suami," ujar Tati.
Dijelaskannya, meski didominasi kaum perempuan, namun masih ada kemungkinan jumlah penderita HIV pada kaum laki-laki juga tinggi. Itu mengingat, selama ini kaum laki-laki enggan melakukan pemeriksaan apabila mengalami gejala-gejala yang timbul. ''Kalau kita amati, mereka (perempuan) tertular dari pasangannya yang sudah membawa virus HIV, baik akibat hubungan bebas dengan wanita lain maupun akibat media lainnya," terangnya.
Karena itu, untuk mencegah semakin meluasnya virus tersebut, saat ini VCT telah menyediakan obat Anti Retroviral (ARV) yang bisa didapatkan secara gratis. Namun demikian, untuk saat ini jumlah obat tersebut terbatas.
"Padahal kami sudah mengajukan permintaan obat tersebut, namun sampai dengan saat ini belum dikirim," imbuh apoteker VCT Brebes, Agnes Dwi Suryani. (Takwo Heriyanto)

... selengkapnya
Penderita HIV dan AIDS Grobogan Meningkat
ditulis pada 20 2011

GROBOGAN (jurnalberita.com) – Jumlah penderita HIV/Aids di kabupaten Grobogan kian meningkat. Ironisnya, 75 persen penderita penyakit mematikan tersebut berasal dari kalangan usia muda.
Sementara data dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Grobogan, menyebutkan, sejak Januari hingga Juni 2011 ada 18 penderita HIV/AIDS, di mana tiga diantaranya meninggal dunia.
Sehingga, menurut Kepala Sekretariat KPA Kabupaten Grobogan, I Made Djenarka SKM, kepada jurnalberita.com mengatakan, jumlah korban meninggal sejak kasus HIV/AIDS ditemukan di kabupaten setempat mencapai 44 orang.
“Sedang jumlah penderita HIV/AIDS sejak tahun 2002 hingga awal Juni 2011 mencapai 150 penderita. Jumlah penderita dan yang meninggal akibat HIV/AIDS paling banyak terjadi di tahun 2010 di mana ada 47 penderita, 16 diantaranya meninggal,” ungkapnya.
Yang menyedihkan lagi, tambahnya, jumlah penderita HIV/AIDS dari kalangan anak-anak terus bertambah jumlahnya. Menurut Made, di tahun 2008 hanya dua anak dan di tahun 2009 juga hanya dua anak. Namun di tahun 2010 ini naik menjadi empat anak yang mengidap HIV/AIDS. (jbc13/jbc1)

... selengkapnya
<< 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 >>