• Terdapat penambahan fitur baru pada www.aidsjateng.or.id yaitu 'TV Spot KPAP'
  • SK Pembentukan KPA Kab/Kota, bisa di download pada menu direktori
  • Data Kasus HIV dan AIDS sampai dengan 31 Desember 2014 adalah 10.804 kasus
  • Sudah Ada 35 KPA Kab/Kota di Jawa Tengah

Online News

Sebulan, 9 Warga Klaten Terjangkit HIV AIDS
ditulis pada 25 2015
 

Klaten: Selama Januari 2015, sembilan warga Klaten, Jawa Tengah, terjangkit Human Immuno Deficiency Virus and Acquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV-AIDS). Berdasar temuan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Klaten ini, berarti jumlah penderita HIV-AIDS di Klaten relatif meningkat sejak 2007. Kini, jumlah penderita HIV-AIDS di Klaten mencapai 271 orang.

Salah seorang Staf KPA Kabupaten Klaten, Amin Bagus Panutan, memaparkan puncak peningkatan penderita HIV-AIDS terjadi pada 2014. Saat itu, sebanyak 92 orang yang terjangkit. Padahal, pada tahun pertama virus itu menjangkiti warga, jumlah penderita hanya 6 orang (2007). Jumlah penderita HIV-AIDS meroket hingga 23 orang pada 2011, berlanjut 41 orang pada 2012 dan 74 orang setahun setelahnya.

“Berdasar prosentase jenis kelamin, 66 persen atau 180 orang penderita HIV-AIDS adalah laki-laki. Sisanya perempuan. Berdasar tingkat penyakit, sebanyak 149 orang penderita HIV, dan 122 orang telah memasuki fase AIDS. 34 orang di antaranya tercatat meninggal dunia,” ujar Amin di kantor KPA Kabupaten Klaten.

Jika dilihat dari segi umur, jumlah penderita HIV-AIDS di Klaten didominasi usia produktif. Berdasar rentang usia penderita, sebanyak 52 orang berusia 30-34 tahun, usia 35-39 tahun ada 47 orang, dan usia 25-29 tahun berjumlah 46 orang.

Penularan virus hampir 94 persen karena hubungan seks yang tidak aman. Para penderita biasanya baru periksa bila telah terserang. Padahal, dari pertama kali tertular hingga terdapat tanda-tanda terserang, dibutuhkan waktu 5-10 tahun. Bila ada penderita yang terkena di usia 25 tahun, ini berarti yang bersangkutan telah berhubungan seks (tidak aman) sejak usia remaja.

“Kondisi ini tentu membuat miris. Maka, dibutuhkan kepedulian semua pihak untuk menanggulangi HIV-AIDS secara bersama. Terutama, kesadaran untuk berhubungan seks secara aman. Dan, kesadaran untuk cepat memeriksakan diri bila terdapat tanda-tanda terseranga HIV-AIDS agar segera bisa tertangani,” kata Amin.

 
Sumber : http://news.metrotvnews.com - 17 Februari 2015