• Terdapat penambahan fitur baru pada www.aidsjateng.or.id yaitu 'TV Spot KPAP'
  • SK Pembentukan KPA Kab/Kota, bisa di download pada menu direktori
  • Data Kasus HIV dan AIDS sampai dengan 31 Desember 2014 adalah 10.804 kasus
  • Sudah Ada 35 KPA Kab/Kota di Jawa Tengah

Online News

Wartawan Sosialisasikan Bahaya HIV AIDS Di Lokalisasi
ditulis pada 25 2015
 

ati - Tingginya angka temuan HIV/AIDS di Kabupaten Pati menjadi keprihatinan banyak pihak,  termasuk insan pers. Pilar ke empat demokrasi nasional itu memadang perlu untuk menekan laju penularan dengan cara menyosialisasikan bahaya HIV/AIDS kepada sasaran kunci, salah satunya Wanita Pekerja Seks (WPS).  

Dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2015 dan HUT PWI Ke-69, wartawan di Pati, juga turut memberikan andil untuk memberikan pemahaman bahaya HIV/AIDS kepada Wanita Pekerja Seks (WPS) penghuni lokalisasi Lorok Indah, Sabtu (21/2).

Seorang anggota DPRD Kabupaten Pati, Noto Subiyanto mengapresiasi kegiatan wartawan dalam memperingati HPN dan HUT PWI dengan menggandeng Bupati Haryanto yang juga Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Pati, mensosialisasikan HIV/AIDS kepada para WPS, maupun Pemandu Karaoke (PK) yang beresiko tinggi tertular.

“Ya saya apresiasi sekali. Kegiatan seperti ini memang perlu sekali dilakukan, karena untuk menjaga agar AIDS tidak menjalar kemana-mana. Dengan memberikan sosialisasi kepada mereka yang berkepentingan, seperti WPS, maupun Pemandu Karaoke yang merupakan orang dengan resiko tinggi tertular,” kata Noto Subiyanto, wakil rakyat dari PDI Perjuangan.

Menurut Noto Subiyanto, untuk menanggulangi HIV/AIDS yang tinggi angka temuannya, memang membutuhkan kerja keras semua pihak, termasuk masyarakat sendiri, untuk sadar dan membentengi diri sendiri serta keluarganya dari penularannya. Sedang untuk penutupan lokalisasi yang menjadi tempat dengan resiko tinggi penularan, sulit dilakukan. Namun yang terpenting, penanggulangan HIV/AIDS terus dilakukan.

“Saya kira kalau ditutup tidak mungkin ya. Karena dari dulu sampai sekarang, praktik seperti tetap saja ada. Di sini ditutup, mereka akan berpindah ke tempat lain. Dan yang terpenting sosialisasi agar penularan HIV/AIDS dapat ditekan,” katanya.

Anggota DPRD Pati dari Komisi B, Noto Subiyanto, juga berharap keinginan Bupati Haryanto yang juga Ketua KPA Pati untuk membentuk KPA hingga di Kecamatan berhasil dalam upaya penanggulangan dan mengurangi laju penularan HIV/AIDS di Pati.(Agus Pambudi/Isheru)

 
Sumber : http://detakjateng.com - 22 Februari 2015